Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.
ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kencan buta
Akhir tahun saatnya untuk menikmati liburan panjang dan hasil kerja selama satu tahun.
Termasuk freya dan mila. Keduanya saat ini berada dikota yang memiliki pantai indah untuk dikunjungi
mila menikmati liburan bersama kekasihnya yang seorang manajer salah satu hotel di kota tersebut.
freya yang gabut karena keluarganya liburan ke luar negeri, memilih ikut mila dan berjanji ngga akan jadi pengganggu. Freya bosan ke luar negeri dan ingin jalan-jalan santai saja didalam negeri.
Yang juga memiliki banyak tempat wisata tak kalah indahnya dengan negara lain.
Mila mengajak freya untuk makan siang bersama tapi menolak dan memilih untuk menyusuri pantai sambil menikmati hembusan ombak
"sendirian?"
"hm"
Freya mencari sumber suara yang menyapanya
"mas arka!"
"kenapa kaget gitu? Saya ngga boleh liburan juga kaya bu direktur?" arka mengulurkan tangan pada freya
"bukan, bukan gitu maksudnya" freya menyambut tangan arka keduanya bersalaman
"hahaha! Santai saja saya hanya becanda" arka tertawa lepas melihat ekspresi freya yang kebingungan
Freya makin terkejut melihat baru kali ini arka tertawa sampai mulutnya terbuka
"mau liatin sampe kapan?" arka menarik tangan freya dan mengajaknya ke sebuah caffe yang tak jauh dari pinggir pantai
"mau kemana? Saya mau pulang!" freya melepaskan tangan arka
"evelin!" freya melihat bayi mungil yang pernah meminum asinya dulu, saat ini sudah menjadi gadis kecil berusia satu tahun
Ya, satu tahun yang lalu freya menjadi ibu susu evelin
"siapa?" seorang wanita menegur freya karena memeluk evelin dan menciuminya
"freya kenalkan dia ibu kandung evelin" arka memberitahukan pada freya siapa wanita yang baru saja menegurnya.
"oh, maaf kak! ngga izin dulu" freya takut ibu evelin salah paham
"saya freya kak!" freya mengulurkan tangan pada ibu evelin tapi tanggapannya kurang menyenangkan
"kalian ngobrol dulu saya pesankan minum" arka meninggalkan freya dan ibu kandung evelin saling mengenal
"saya airin ibu kandung evelin" airin mengulurkan tangan menyalami freya
"makasih ya dulu bantu evelin kasih asi, dulu saya salah untungnya arka memahami saya" airin mendengar dari ria tentang wanita yang memberikan asi pada evelin saat airin tak ada
"sama-sama kak, kalau gitu saya pamit ya. Makasih sudah boleh bertemu evelin" freya melihat raut wajah airin tak bersahabat padanya
"oke!" jawab airin dengan senyum manis lalu sibuk dengan bermain ponsel
Freya ingin sekali menjambak wanita
berambut blonde itu. kesal sekali melihat sikapnya yang sok itu
"kenapa bu?" mila datang mengagetkan freya yang menggerutu sendiri seperti orang baca mantra
"kamu mau bikin saya jantungan! kok udah balik emang udah puas?" tanya freya yang tak melihat kekasih mila
"puas? Ya engga lah besok lanjut lagi. Bu lapar cari makanan yang enak dekat sini yuk" mila mengajak freya makan setelah berpisah dengan pacarnya yang harus kembali bekerja
"ok anggap aja cheat day!"
Untuk menghilangkan rasa kesalnya, freya ingin melampiaskan pada makanan yang ditahannya selama ini. Meski badannya sudah bagus, olahraga dan makanannya selalu dijaga
mila punya rekomendasi tempat makan dari pacarnya, dan mengajak freya datang untuk mencicipinya
"saya mau ini sama ini, minumnya juga ini dan ini" freya kalap melihat buku menu dan menyerahkan pada mila untuk memesan miliknya
"kali ini saya yang traktir bu, tapi nanti bonus tambahin ya!" mila merayu freya
"hm, tau ditraktir tadi saya yang pilih tempat" freya menatap mila sinis
"hehe, kalau ibu yang pilih tempat saya ngga sanggup bayar" ucap mila usai memesan makanannya
"bu, maaf ya waktu saya ngga banyak temani ibu disini" mila bingung antara pacar dan bos
"yang ingin ikut kan saya, santai saja saya sudah biasa sendiri jadi jangan pura-pura khawatir!" freya tak suka dikasiani
"ibu tuh, inikan lagi suasana haru malah dirusak. Kayaknya ibu harus cari duda kaya deh biar bisa manja dan lebih lembut" ucap mila
Rupanya ada niat tersembunyi dibalik ajakannya pada freya, melihat bosnya sudah satu tahun lebih menjanda dan sepertinya sudah saatnya untuk memikirkan pendamping baru
Kebetulan pemilik hotel tempat freya dan mila menginap adalah seorang duda beranak dua yang belum lama bercerai dari istrinya.
Mila yang sering cerita kesehariannya pada pacarnya termasuk masalah pekerjaan. Dan juga kadang sedikit membahas freya yang sepertinya perlu dijodohkan
"kenyang, mau pulang ke hotel tidur lebih awal dan bangun siang" freya lega sekali setelah makan enak dan membuat lidahnya merasakan lagi nikmatnya makan tanpa merasa bersalah karena diet
"masih sore bu, gimana kalau kita nongkrong dulu dicaffe hotel" ajak mila yang sudah janjian dengan pacarnya untuk mempertemukan freya dan bosnya
"boleh juga, kita tutup dengan yang manis-manis hari ini!" mengingat wanita yang ditemuinya tadi membuat moodnya jadi jelek lagi
"kenapa sih bu? Kayaknya ada masalah!" mila mengamati tingkah freya beda dengan sebelum ke pantai
"ada wanita sok cantik tadi bikin kesel. Pingin jambak tapi pasti suaminya marah" freya tak ingin menyimpan kekesalannya sendiri dan membaginya dengan mila
"ibu pelakor?" mila asbun menuduh bosnya jadi selingkuhan
"sembarangan! Bicaramu didengar banyak orang mil, sekalian saja pakai toak masjid" freta menutup mulut mila
Keduanya berjalan ke arah kafe dan tak sengaja bertemu lagi dengan arka
"kenapa tadi pergi tanpa bilang" arka menegur freya
"tadi udah dipanggil mila, iya kan mil" freya mencubit pinggang mila
"i-iya pak, pak arka sama siapa disini?" mila penasaran sepertinya tahu apa penyebab bosnya ngga mood
"sama ibunya evelin, kalian liburan berdua?" tanya arka lagi
"maaf mas saya sibuk, permisi" freya melihat wanita berambut blonde itu menuju ke arahnya dan arka
Dari pada terjadi prahara lebih baik menyingkir
"freya tunggu!" arka mencegah tapi sudah jauh
"bu, kenalkan ini bosnya dika, katanya mau kenalan sama ibu saya pesankan minum dulu ya" mila meninggalkan bosnya dan bos pacarnya
"halo, saya rangga"
"halo, sa-saya teman mila" mata freya fokus mencari mila kemana perginya tapi malah saling tatap dengan arka yang duduk tak jauh dari meja freya
"maaf saya ke toilet dulu!"
Freya mencari mila dan akan memecatnya saat ini juga karena sudah menjebaknya untuk kencan buta
"kenapa buru-buru!" arka menghadang freya yang keluar dari toilet dan tak menemukan mila
"permisi saya mau lewat!" freya menghindar
"jawab dulu, kamu lagi kencan?" arka ingin tahu apa yang freya lakukan
"bukan urusanmu ya, saya menghormatimu karena tante ria saja tidak lebih. Minggir!" freya mendorong tangan arka
Yang terjadi bukan merenggang malah membuat arka hilang keseimbangan dan keduanya berpelukan
Sejenak saling terdiam, "lepas pacar saya menunggu!" freya mendorong tubuh arka