Bersama dengan anak-anak lainnya, dia dilatih dan dididik untuk menjadi pembunuh bayaran. Namun sebuah fakta mengubah semuanya dan malah membuatnya menyimpan dendam terhadap Asosiasi Bulan Darah.
"Kalian mengubahku menjadi pembunuh dan sekarang, aku-lah yang akan membunuh kalian semua!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 23R0, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 30. Ambisi kaisar Zhong.
Dengan mengerahkan sisa-sisa kekuatannya, Sun Xiang dan Huan Feng kemudian melesat maju secara bersamaan, lalu melancarkan serangan terakhirnya.
Slash!
Huan Feng tersenyum penuh kemenangan karena berhasil menebas leher Sun Xiang. Ia kemudian menghela napas lega karena berhasil menjadi pemenang.
"Akhirnya selesai juga..."
"Benar! Pertarungan kita yang menyenangkan ini akhirnya selesai."
Huan Feng tersentak kaget dan langsung memutar tubuhnya seraya melayangkan tebasan. Sayangnya, tebasan Huan Feng kalah cepat dibandingkan dengan tebasan Sun Xiang.
Detik berikutnya, Huan Feng jatuh dan berlutut di hadapan Sun Xiang. Beberapa saat kemudian, tubuhnya tersungkur di tanah dan kepalanya menggelinding menjauhi tubuhnya.
"Jika aku tidak menggunakan teknik bayangan, mungkin akulah yang akan mati" gumam Sun Xiang.
Disaat-saat terakhir, ketika mereka berdua sama-sama melesat maju, alih-alih melancarkan serangan Sun Xiang justru menggunakan teknik bayangannya.
Ketika Huan Feng berpikir bahwa dirinya sudah memenangkan pertarungan, saat itu pulalah Sun Xiang yang sebenarnya muncul dan merenggut segalanya dari Huan Feng.
"Saatnya membersihkan sisanya!"
Sebagai seorang pembunuh, Sun Xiang tentu tidak mengenal kata ampun dan dengan sisa-sisa kekuatan yang ia miliki, Sun Xiang membantai semua murid sekte yang ia temui.
Hanya dalam waktu kurang dari satu hari, sekte aliran putih yang cukup ternama di kekaisaran dan merupakan yang terbesar dalam wilayah kota Yunji telah dimusnahkan.
Malam harinya.
"Yin Hua..."
"Tuan!" Yin Hua bergegas menghampiri Sun Xiang, tubuhnya bergetar ketika mencium aroma darah di tubuh Sun Xiang.
"Tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja..." Sun Xiang mencoba untuk menenangkan Yin Hua, namun tidak lama setelahnya ia malah jatuh pingsan.
Dalam pertarungan sebelumnya, Sun Xiang telah mengerahkan kekuatan melebihi batas kemampuannya, sehingga sekarang ia merasakan dampak dari kekuatan itu.
Memang benar bahwa Sun Xiang telah mencapai ranah Spirit Raja semalam, namun ia baru saja menginjak ranah tersebut dan basis kultivasi-nya pun belum stabil.
Dengan kata lain, Sun Xiang telah memaksakan dirinya untuk memikul beban yang melebihi kemampuannya, bahkan ia beruntung masih bisa selamat dengan beban seberat itu.
Sementara itu.
Yin Hua yang merasa khawatir bergegas meninggalkan kamar, kemudian meminta bantuan pada para pelayan untuk membawa Sun Xiang ke tempat tabib di kota.
"Nona Yin, apa yang terjadi pada Sun Xiang?" tanya komandan menghentikan perjalanan mereka.
"Komandan, dia sedang terluka, sekarang kami ingin membawanya ke tempat tabib" jawab Yin Hua.
"Bawa dia ke rumahku saja! Aku akan meminta seseorang untuk memanggilkan tabib."
"Baiklah" sahut Yin Hua. Kemudian mereka membawa Sun Xiang ke rumah sang komandan.
***
Kabar mengenai hancurnya sekte Halilintar Langit menyebar dengan sangat cepat dan hal ini menyebabkan kegemparan di seluruh wilayah kekaisaran Zhong.
Aliansi sekte aliran putih menganggap hal ini sebagai tantangan untuk berperang, sementara sekte aliran hitam menganggap hal ini sebagai awalan yang baik bagi mereka.
Tidak hanya itu saja, pihak kekaisaran pun sampai turun tangan untuk menyelidiki masalah ini, karena bagaimanapun juga masalah ini sudah menimbulkan kekacauan.
Namun sayangnya, hasil penyelidikan itu tidak membuahkan hasil yang memuaskan, karena para murid yang masih selamat tidak mengenal siapa orang yang menyerang sekte.
Selain itu, para murid mengaku bahwa sekte mereka tidak memiliki masalah dengan sekte atau kelompok tertentu, sehingga tidak ada yang tahu alasan dibalik penyerangan itu.
"Bagaimana dengan penyelidikan kalian? Apakah membuahkan hasil?" tanya sang kaisar.
Karena belum puas dengan hasil penyelidikan sebelumnya, sang kaisar pun mengerahkan sejumlah orang kepercayaannya untuk menyelidiki masalah tersebut.
"Kami menemukan seorang murid yang mengetahui siapa dalang dari penyerangan itu."
"Benarkah? Lalu dimana dia sekarang?" tanya sang kaisar.
"Hamba membawanya kemari, yang mulia. Sekarang dia sedang menunggu panggilan anda."
"Baiklah, bawa dia kemari!"
"Baik, yang mulia!"
Setelahnya, pria itupun menghilang dari pandangan sang kaisar dan tidak lama kemudian, dia kembali masuk lagi ke aula singgasana bersama seorang pemuda.
"Hamba memberi hormat pada yang mulia kaisar."
"Ceritakan semua yang kau ketahui mengenai masalah ini."
"Baik, yang mulia" jawab pemuda tersebut, lalu menceritakan semuanya.
Pemuda itu memulai ceritanya dengan masalah yang terjadi beberapa bulan lalu di kota Yunji. Menurutnya, masalah inilah yang menjadi alasan dibalik penyerangan itu.
Dalam penjelasannya, pemuda itu dengan sengaja memutarbalikkan fakta, ia menjelaskan bahwa Sun Xiang lah yang memulai semuanya dan membunuh rekannya.
"Apa kau mengetahui nama orang itu?" tanya sang kaisar.
"Sayangnya tidak, yang mulia."
"Baiklah, terima kasih sudah menjelaskan semuanya, semoga saja penjelasan mu ini dapat membantu kami menemukan pelakunya."
"Itulah yang hamba harapkan, yang mulia!"
"Yang mulia, apa anda mempercayai penjelasan pemuda itu?" tanya pria sebelumnya setelah pemuda itu meninggalkan aula singgasana.
"Tentu tidak, karena aku bisa melihat kebohongan pada sorot matanya" jawab sang kaisar.
Sebagai seorang kaisar, dia tentunya memiliki banyak pengalaman dalam masalah seperti ini, bahkan ia langsung bisa melihat tujuan tersembunyi pemuda tersebut.
Singkatnya, pemuda itu ingin melakukan balas dendam, namun karena tidak mampu melakukannya, maka satu-satunya jalan adalah menggunakan tangan orang lain.
"Kalian berdua, pergilah ke kota Yunji dan cari informasi mengenai masalah yang dikatakan pemuda itu, jika perlu cari tahu siapa orang yang dia maksud."
"Baik, yang mulia!"
"Yang mulia, hamba tidak mengerti, kenapa yang mulia begitu tertarik dengan masalah ini" ucap tangan kanan sang kaisar.
"Bukankah kau sudah mendengar hasil penyelidikan sebelumnya?"
"Iya, yang mulia. Dari yang hamba dengar, kehancuran ini disebabkan oleh satu orang."
"Dan itulah yang membuatku tertarik" sahut sang kaisar.
Pada awalnya, sang kaisar hanya sekedar ingin mengetahui penyebab dari masalah itu, namun setelah mendengar hasil penyelidikan, iapun semakin tertarik untuk mengetahui lebih jauh.
Alasannya sangat sederhana, yaitu sang kaisar menginginkan orang ini sebagai bawahannya, dan ia yakin bahwa orang ini adalah salah satu kultivator terkuat di kekaisaran Zhong.
Jika dia berhasil menjadikan orang ini sebagai bawahannya, maka kekuatan kekaisaran pun akan meningkat, dengan begitu, ia sudah satu langkah lebih dekat dengan tujuannya.
"Lalu bagaimana jika dia menolak, yang mulia?"
"Jika aku tidak bisa mendapatkannya, maka aku akan melenyapkan dirinya dari dunia ini!"
Dibalik sikap berwibawa yang dia tunjukkan, kaisar Zhong memiliki sisi lain yang hanya diketahui oleh segelintir orang, yaitu sikap tamak dan ingin menguasai segalanya.
Jika dia menginginkan sesuatu, maka bagaimanapun caranya dia harus mendapatkan sesuatu itu, jika tidak ia tidak akan membiarkan orang lain memilikinya.
Selain itu, kaisar Zhong juga memiliki ambisi yang sangat besar, dia ingin menjadikan kekaisaran Zhong sebagai kekaisaran terkuat dan paling berkuasa di benua ini.
"Oh, iya. Bagaimana dengan mata-mata kita di kekaisaran Bei, apakah dia sudah memberi laporan?"
"Sayangnya belum, yang mulia."
"Baiklah, jika dia memberi kabar kau harus segera mengatakannya padaku."
"Tentu, yang mulia!"