NovelToon NovelToon
Baby Berondongku

Baby Berondongku

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Romansa / Berondong / Tamat
Popularitas:195.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aisy Arbia

Abbey Florence, Senior Sekretaris di perusahaan ternama. Usianya tak lagi muda, tetapi dia fokus pada kariernya. Hingga suatu hari teman-teman Senior High School mengadakan reuni. Mereka mengejek Abbey lantaran di usia 36 tahun tak kunjung menikah.

Ejekan demi ejekan dilontarkan. Tidak hanya dari teman-teman, tetapi juga mantan kekasihnya, Thanos Shem yang sudah beristrikan seorang model.

Abbey merasa resah. Sebenarnya dia mau sekali menikah, tetapi loyalitas di perusahaan selalu dipertanyakan. Akhirnya, Abbey memutuskan untuk resign dan menjalani kehidupan barunya. Dia pun mencoba peruntungan untuk menemukan jodohnya. Namun, siapa sangka sosok Rylee Rexton mampu mengobrak-abrik jiwa raganya.

Mampukah Abbey menjalani cinta tidak biasa itu? Akankah Rylee setia mengingat perbedaan usianya jauh sekali?

Yuk, ikuti kisah wanita berumur dan berondong bertato.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisy Arbia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Bukan Zaylin

Jajaran kursi bandara tidak begitu ramai. Mungkin karena bukan hari libur atau akhir pekan. Ya, Abbey menikmati perjalanan ini. Sebenarnya bukan karena itu, tetapi keberadaan Rylee dan pengakuan hatinya.

"Rylee, bisakah kamu membelikan aku kopi? Rasanya aku butuh itu. Aku sangat mengantuk sekali."

"Lebih baik kamu tidur sebentar. Kopi tidak bagus untukmu." Rylee mulai mengatur.

"Kenapa? Aku biasanya menikmati secangkir kopi dan aku merasa jauh lebih baik," tegas Abbey.

"Itu dulu. Sebelum kamu hamil, tetapi sekarang pikirkan orang lain. Ingat, kamu berdua sekarang!"

Seketika Abbey bungkam. Mungkin efek setres mendekati pernikahan sehingga dia lupa ada janin yang sedang tumbuh di rahimnya. Abbey tidak boleh egois. Dia mencintai Rylee, tentunya dia juga harus memikirkan janinnya. Buah dari cintanya. Bukan juga, tetapi lebih kepada hasil peluh pemaksaan Rylee padanya saat itu.

"Baiklah. Belikan aku susu rasa coklat. Mungkin itu jauh lebih baik."

"Baiklah. Tunggu di sini dan jangan pindah ke mana pun. Tidak lucu kalau sampai aku mencarimu melalui pengeras suara bandara ini." Rylee tersenyum.

"Kamu pikir aku anak-anak?"

"Bukan, tetapi kamu adalah wanita yang sedang mengandung anakku."

"No! Anak kita!" tegas Abbey.

Rylee membalikkan badannya lalu melangkah meninggalkan Abbey. Dia tersenyum sekilas karena Abbey tidak menolak, bahkan kali ini dia melibatkan Rylee dalam perjalanan menemui teman-temannya.

Beberapa kotak susu coklat, roti sobek, dan sedikit keju. Mungkin itu yang bisa dikonsumsi untuk beberapa jam ke depan sampai mereka naik ke pesawat. Setelah itu, mereka akan sampai di tempat tujuan. Namun, apakah mereka akan tinggal di hotel atau apartemen lama Abbey? Rylee perlu memastikan itu.

"Maaf, aku terlalu lama meninggalkanmu. Susu coklat, roti, dan–"

"Terima kasih. Aku sangat lapar." Abbey mengambil susu coklat dan roti, tetapi tidak dengan kejunya.

Walaupun menunggu adalah hal yang sangat membosankan. Kalau posisinya seperti ini, Rylee rela menunggu puluhan tahun asalkan bisa melihat wajah Abbey sepanjang waktu.

Giliran pesawat mereka akan lepas landas setelah beberapa jam menunggu. Saat ini, mereka sudah berada di dalam dan duduk berdampingan.

"Abbey, kita akan menginap di hotel atau apartemen lamamu."

"Kurasa tempat Helen. Apartemenku ada penyewanya."

Mengingat Helen, dia jelas tidak lupa pada suaminya yang tukang selingkuh itu. Mungkin juga posisi mereka sudah bercerai saat ini juga.

"Kamu tidak takut bertemu Van?"

Pertanyaan konyol terlepas begitu saja dari mulut Rylee.

"Tidak. Dia tidak berselera padaku. Lagi pula, Anne jauh lebih menarik, bukan? Kecantikan dan pesonanya lebih unggul dariku."

"Ya. Kurasa Helen mempertimbangkan lagi hubungannya dengan Van setelah dia tahu kalau pria itu berselingkuh."

Abbey menggeleng. "Helen cinta mati pada Van."

"Cinta dan bodoh beda tipis, Abbey. Kurasa Helen perlu bertemu dengan para pria di luaran sana."

Abbey tertawa. "Ya, kamu benar. Apakah kita perlu memberikan sedikit syok terapi untuk Van?"

"Aku bisa melakukannya. Serahkan saja padaku!"

Sepanjang perjalanan menuju ke negara X, mereka tampak terlihat akrab dan tidak berjarak. Pada dini hari, mereka rela mencari keberadaan taksi dengan berjalan agak jauh dari bandara. Rylee sebenarnya ingin agar Abbey bertahan dan tidur dulu di kursi tunggu, tetapi dia sudah tidak sabar untuk pergi ke rumah Helen.

"Abbey, ini masih pagi. Kurasa Helen pun masih tidur."

"Justru itu. Aku ingin memberikan kejutan padanya. Walaupun dia selalu membenciku, tetapi saat aku tahu Van mengkhianatinya, aku peduli padanya."

Luar biasa, bukan? Kebaikannya begitu nyata. Setelah berdebat sebentar, mereka menemukan taksi. Langsung saja Abbey menyebutkan alamat Helen. Dia bahkan cukup detail menyebutnya tanpa membuka catatan atau apa pun.

Masih pagi, cahaya matahari pun belum muncul. Mereka telah sampai di halaman rumah Helen. Masih sepi. Tidak terlihat seorang pun yang lewat di sana.

"Masih pagi, Abbey. Kurasa Helen atau Van belum bangun."

"Aku akan menekan belnya. Sedikit mengganggu di pagi hari bukan kriminalitas, kan?" canda Abbey.

Rylee rasa sebentar lagi dia pasti sakit. Setiap melihat ke wajah Abbey, senyuman itu tidak pernah hilang. Sanggupkah dia melihat pernikahan kakaknya beberapa minggu lagi?

Helen membuka mata setelah mendengar bunyi bel berulang kali. Dia melirik ke arah jam, ternyata masih pagi. Van juga masih tertidur di sebelahnya dengan dengkuran halus.

"Mungkin hanya pengganggu!" gumam Helen, tetapi dia segera turun lalu melihatnya.

Membuka tirai jendela dan terpaku pada seseorang yang beberapa hari terakhir ini tidak muncul. Ya, Abbey berada di depan pintu rumahnya.

"Tumben dia datang sepagi ini," gumam Helen. Pintu segera dibuka dan melihat senyum dari wajah Abbey yang tidak pernah disadari selama ini.

"Hai, Helen! Maaf, pagi-pagi sudah mengganggumu. Aku dan–"

"Rylee. Kalian datang ke rumahku bersama-sama. Apakah ada kabar bahagia?" tanya Helen setelah melihat Rylee mengeluarkan koper dan tas dari taksi lalu membayar ongkosnya.

"Tidak juga. Apakah kami boleh masuk?" tanya Abbey.

"Oh, ya, ampun! Ayo, masuk! Maklum, aku baru bangun tidur. Van juga ada di kamarnya. Dia masih tidur."

Ada perasaan lega yang muncul di dada Rylee dan Abbey. Itu artinya, mereka baik-baik saja.

"Duduklah! Aku akan mencuci muka dulu."

"Tidak perlu, Helen. Kita mengobrol saja sebentar. Aku sengaja ke sini karena aku sangat mengkhawatirkanmu," ucap Abbey pelan. Dia hanya tidak ingin saat Van bangun lalu mendengar pembicaraan mereka.

"Ya, kamu benar. Dia mengelak lagi walaupun aku sudah memiliki buktinya." Ada penyesalan dari wajah Helen saat ini. "Kamu tahukan kalau aku bodoh dan payah!"

"Lalu, Anne? Thanos?" Abbey penasaran.

"Kurasa Thanos tidak tahu, tetapi Anne, dia bisa bersikap biasa saja saat bertemu kami di beberapa pesta penting. Kurasa ke mana pun kami pergi, Anne selalu ada di sana."

Sebenarnya Abbey bersimpati pada Helen karena dia juga pernah menjadi korban perselingkuhan antara Anne dan Thanos. Mereka kemudian menikah, sedangkan Abbey tenggelam dalam masa lalu yang tidak berkesudahan.

"Ah, sebaiknya jangan dengarkan kisah sedih dariku. Kalian mau minum apa? Oh, atau kalian datang karena ingin mengumumkan pernikahan?" Helen melihat cincin di jari manis Abbey.

"Tidak. Kami hanya ingin mampir. Abbey rindu padamu dan semua teman-teman kalian. Mengadakan pesta kecil-kecilan akan menjadi solusi untuk itu," balas Rylee.

"Ya, kamu benar. Terima kasih sudah datang ke sini." Helen tersenyum. Dia seperti mendapatkan kejutan saat suasana hatinya tidak baik-baik saja.

Van terbangun. Dia mendengar ada suara orang berbincang di pagi hari. Suasana itu jarang sekali ditemui Van beberapa bulan terakhir ini. Dulu, paling Zaylin yang sering kali mengganggu Helen. Mungkin wanita itu sudah kembali.

"Sayang! Siapa yang datang?" teriak Van dari dalam.

"Abbey, Sayang!" balas Helen.

1
andrana maula
Luar biasa
Adila Ahmad
bgus
Ran Aulia
Luar biasa
Meyke Joyce Rantung
gampang sekali seorang istri di negara X mengucapkan kata cerai kepada suami jika merasa jengkel atau marah kepad suaminya
Meyke Joyce Rantung
waduh...Abbey itu Flo, yang dijodohkan dgn Eric, kakakx Rylle
Bzaa
Si Van PD banget ya 😉
Bzaa
hadir aku tor...
Ainisha_Shanti
Alhamdulillah... happy ending
𝕾𝖊𝖗𝖊𝖓𝖆𝖉𝖊 𝕰𝖚𝖓𝖔𝖎𝖆
Halo pembaca setia Baby Berondongku. Author mau minta saran, dong. Kalau misalnya author bikin karya baru lagi, kira-kira mau dibuatkan apa? Semoga kakak bisa memberikan saran untuk Author yang mulai kehilangan arah ini. terima kasih 🙏🥰
𝕾𝖊𝖗𝖊𝖓𝖆𝖉𝖊 𝕰𝖚𝖓𝖔𝖎𝖆: wah, kayaknya seru ini
total 2 replies
ari sachio
semoga bayinya jd malaikat penolong keluarga.mjd pemersatu keluarga mjd penghancur kerasnya ego mereka.stlh ini smg kehidupn mreka akn lbh baik g ad acara paksa memaksa .saling menghormati d penuh kasih sayang
ari sachio
rylee mengalahlah sedikit turunkan egomu contohlah sedikit sifat kakamu yg selalu bs menyelesaikn masalah tnpa pake urat d otot klo km ign mempertahankan rumah tangga km.
ari sachio
aduhhh kapan kalian berubah sihhh....ego pada digedein.yg tua kek ank kecil yg kecil udh jd org tua tp tetep blm bs bersikap dewasa. g bs ap saling terbuka ,saling memahami,saling percaya,saling menghormati, bukanya slalu menyalahkan d memojokan.
*buat abbey klo memang g ada cinta d g bs memahami d menghormati suami lbh bk cerai.
* buat rylee berubahlah jgn slau emosi yg digedein.krn km akn rugi sendiri akn kehilangan segalany.sdh posisi km di dpn ortu km g ad nilai plusnya trus ank istri akn ikt meninggalkn km. berusahalan bersabar d ushakan setiap ad masalah bicara baik2 dg lawan bicara agr km bs menemukan solusi yg baik.
* buat para ortu.jgnlah selalu mendikte kehidupn ank2 apalagi mereka sdh pya keluarga sndiri biarkan mereka bertanggung jawab dg ms dpn mereka kalian cukup memberikan nasehat yg bijak bila mereka salah d menolong mereka bila mereka punya masalh tnpa menyalahkan, mereka.jgnlah selalu mencampuri apalag mengompori masalah mereka hingga masalah makin parah.
jujur y jika ak jadi rylee klo slalu dibanding2kan dg kakakny d dgr mertuany tdk mengharapkn dia jd mantuny tp lbh ingn kakakny yg jd mantuy jujur pasti kecewa d sakit hati.
seharusnya mertua rylee dan ortu rylee sekali2 bs mendengarkan keluhan dr rylee ap yg dia mau d inginkan bila tak sesuai baru memberi nasehat d masukan yg baik d bijak
Setiaji Muhammad
bagus banget prbinor dan pelakor unjuk taring
Setiaji Muhammad
esmosi aku baca nya jadi baper
Ainisha_Shanti
pasangan dan keluarga ego semua
Setiaji Muhammad
ih ga jelas banget sih padahel kan raile dah mau tanggung jawab yang bener dobg thor jalan ceritanya
Setiaji Muhammad
uh dag dig dug nih ternyta flo itu Abbey
Setiaji Muhammad
gasken hellen jangan kasih kendor van
Rahma
kok ada wanita seperti abbay sih thor,
Setiaji Muhammad
dasar jalang anne dan jaelangkung van
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!