Keisya bangun kembali ke masa lalu–tepat sebelum kecelakaan yang mengubah segalanya. Dulu, rasa iri dan provokasi membuatnya menyiksa Keyla yang merupakan anak kandung keluarga Jordan yang tlah lama hilang, hingga akhirnya ia mati dibunuh oleh keluarga yang membesarkannya itu..
Kini, ia kembali ke usia 15 tahun dengan ingatan penuh penyesalan, dan setiap ia mengingat masa dimana ia menyiksa Keyla, kepalanya akan terasa sangat sakit, oleh sebab itu, sekarang ia hanya punya satu tekad yaitu melindungi Keyla dari bahaya, menebus kesalahan, dan membiarkan gadis itu mendapatkan tempatnya yang sesungguhnya di keluarga Jordan sebelum dirinya pergi dari keluarga itu agar bisa menjalani hidupnya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Setelah mengucapkan kalimat itu, Keisya kembali berjalan menuju lemari tempat berbagai makanan instan disimpan. Sebelum membuka pintunya, ia lebih dulu membungkuk mengambil bungkus mi yang tadi sempat terjatuh ke lantai. Untung saja kemasannya masih utuh.
Sambil menepuk-nepuk bungkus mi itu seolah menghilangkan debu yang sebenarnya tidak ada, ia kembali menghadap lemari.
"Lo maunya rasa apa? Goreng atau kuah?" tanyanya tanpa menoleh.
"Samain aja kayak lo."
Keisya mendengus pelan. Tangannya sempat berhenti memilih sebelum akhirnya menggeleng kecil.
"Yang gue ambil pedes. Lo, kan, nggak kuat makan pedes. Nanti sakit perut, terus ketahuan Ayah kalau lo makan yang aneh-aneh."
Kalimat itu meluncur begitu saja, seperti sebuah kebiasaan lama yang muncul tanpa sempat ia pikirkan lebih dulu. Setelah berkata demikian, Keisya buru-buru mengembalikan mi goreng sambal geprek ke rak dan menggantinya dengan mi goreng rasa ayam bawang untuk Keyla.
"Ini aja buat lo."
Sesaat kemudian, Keisya kembali membuka mulut.
"Oh iya... ini rahasia, ya. Jangan kasih tahu siapa-siapa."
Baru setelah kata-kata itu keluar, ia tersadar dengan apa yang baru saja diucapkannya.
Plak!
Telapak tangannya langsung mendarat di dahinya sendiri.
'Tolol... malah kedengeran kayak lagi ngancem.'
Panik mulai menjalar ke seluruh tubuhnya. Keisya buru-buru berbalik menghadap Keyla dengan wajah canggung.
"Eh, jangan salah paham, ya. Gue bukan lagi ngancem lo. Serius."
Jantungnya berdetak semakin cepat ketika melihat Keyla hanya diam menatapnya. Ekspresi gadis itu sulit ditebak. Tidak marah, tetapi juga tidak menunjukkan reaksi apa pun. Tatapan datarnya justru membuat Keisya semakin gugup.
Dalam hati ia mulai merutuki dirinya sendiri.
'Kenapa sih mulut ini nggak bisa disaring dulu sih..'
Padahal tinggi mereka nyaris sama. Kalau dipikir-pikir, Keyla memang sedikit lebih pendek darinya, tapi cuma sekitar tiga sentimeter. Harusnya ia tidak perlu merasa tertekan hanya karena ditatap seperti itu.
Berbeda dengan dugaan Keisya, Keyla ternyata sama sekali tidak mempermasalahkan nada bicaranya. Ada hal lain yang justru mengusik pikirannya.
"Kok... lo tahu gue nggak bisa makan pedas?"
Pertanyaan itu membuat tubuh Keisya menegang.
'Demi apa... gue lupa.'
Ia baru sadar kalau hubungan mereka sekarang belum sedekat itu. Tidak masuk akal kalau ia mengetahui kebiasaan makan Keyla sedetail itu.
"O-oh..."
Otaknya bekerja mati-matian mencari alasan.
"Kak Jena yang cerita. Katanya sejak lo tinggal di sini, makanan yang terlalu pedes emang dibatasin."
"Oh..."
Jawaban singkat itu membuat Keisya akhirnya bisa bernapas lega, rasanya seperti baru saja lolos dari jurang maut.
Dalam hati ia berjanji akan mengucapkan terima kasih kepada Jena besok pagi. Siapa sangka, membawa-bawa nama kepala pelayan itu justru berhasil menyelamatkannya dari situasi yang nyaris membuat penyamarannya terbongkar.
Tidak lama kemudian, dua mangkuk mi instan hangat telah tersaji di atas meja makan.
Suasana dapur kembali sunyi.
Keisya dan Keyla duduk berhadapan, masing-masing sibuk dengan mangkuknya sendiri. Tidak ada percakapan. Hanya suara sendok yang sesekali beradu dengan mangkuk serta embusan napas Keisya yang terdengar semakin berat.
Bukan karena lelah, melainkan karena kepedasan.
Walaupun sudah berkali-kali menyedot udara, rasa pedas di lidahnya sama sekali tidak berkurang. Bibirnya mulai memerah, matanya berkaca-kaca, bahkan hidungnya terasa gatal hingga ia beberapa kali menghirup ingus yang hampir meluncur keluar.
Keyla diam-diam memperhatikan semua itu.
Tanpa mengatakan apa pun, ia bangkit dari kursinya lalu membuka pintu kulkas. Tangannya meraih sekotak susu UHT rasa vanila yang memang selalu disediakan khusus untuknya oleh Ivan.
Setelah itu, kotak susu tersebut diletakkannya di depan Keisya., Keisya menoleh dengan sedikit terkejut. Senyum lebar langsung menghiasi wajahnya.
"Thanks." Ucapan itu terdengar tulus.
Sejujurnya ia sangat malu karena ketahuan kepedasan separah ini. Tidak perlu bercermin pun ia yakin bibirnya pasti sudah membengkak. Matanya juga terasa panas karena terus berair.
Namun, perhatian sederhana yang diberikan Keyla membuat rasa malunya sedikit memudar.
'Baik banget...'
Di mata Keisya, gadis di depannya benar-benar seorang gadis baik. Peka tanpa perlu diminta, bahkan langsung tahu cara meredakan rasa pedas yang sedang ia alami.
Sementara itu, setelah mendengar ucapan terima kasih dan melihat senyum lebar Keisya, Keyla justru terdiam.
Garpu yang semula hendak menyuapkan mi ke mulutnya berhenti di tengah jalan, tatapannya tanpa sadar terpaku pada wajah Keisya yang memerah karena kepedasan.
Bibir yang sedikit membengkak, mata yang basah, serta pipi yang memerah justru membuat penampilannya terlihat menggemaskan.
Tanpa sadar, Keyla menopang dagunya dengan tangan kiri sambil terus menatap Keisya.
"Kok lo..."
Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan suara pelan.
"...imut banget?"
Keisya langsung tersedak.
"Bjir...."
Ia buru-buru menutup mulutnya sendiri.
"Eh... maksud gue... aduh..."
Tawanya terdengar canggung, bahkan wajahnya semakin memerah. Entah karena mi yang terlalu pedas atau karena pujian mendadak dari Keyla.
"Lo apaan sih... tiba-tiba banget muji gue."
kok dikit amat siiihhhhh
satu dua tiga scroll abisssssa nunggu bab selanjutnya 😭😭😭😭
up banyak banyak yaa thorrrrr
semangattttttttttttt 💪💪💪💪
kesiannya keysia 😭😭
biar saja keluarga mu semua menyesal karena sudah mengabaikan mu keu
nih dikasih otot biar makin kuat ngetik alur cerita 🤭🤭🤭🤭🤭
lagi adegan krusial nih penting banget . apakah akan kecolongan ataukah akan bisa dihindari kejadian racun tersebut. heemmmm keysia sampai segitunya kau ingin merubah alur kehidupan mu dan orng2 disekitar mu😭😭😭😭😭