NovelToon NovelToon
Pendamping Untuk Paris

Pendamping Untuk Paris

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:12.5M
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Biema memilih di jodohkan dengan Paris yang masih SMA demi menutup luka hatinya karena lamarannya di tolak orang yang di cintainya.

Bagaimana kisah Biema mengimbangi watak gadis yang masih bersekolah itu?

Di sarankan baca novel Pelayanku, Asha juga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Biema

"Tidak. Aku ke sini hanya sebagai kurir makanan online." Paris memberi alasan yang aneh.

"Maksudnya?" Mela bertanya seraya mengerutkan kening. Dia tidak paham.

Biema meletakkan sendok di atas tempat bekalnya. "Kamu belum pergi, Mela? Kenapa kembali lagi?" tanya Biema dengan nada biasa. Bermaksud memotong keheranan Mela akibat jawaban dan alasan nyeleneh milik Paris.

Jika Paris gugup dengan kedatangan Mela yang tiba-tiba, tidak sama dengan Biema yang terlihat santai walaupun sempat ikut kaget juga.

"Aku ... " Karena terkejut melihat Paris berada di dalam ruang kerja Biema, Mela tampak kebingungan menjawab pertanyaan Biema. "Aku sedang mencari ponselku yang ketinggalan di sini." Akhirnya Mela bisa mengumpulkan kesadarannya dan segera menjawab pertanyaan Biema dengan jelas.

"Benarkah? Aku tidak melihat ponselmu sejak tadi." Kepala Biema melihat ke sekeliling. Bermaksud memastikan bahwa ponsel Mela benar-benar tertinggal di ruangannya. Paris ikut melakukan hal yang sama. Dia juga ingin membantu.

"Aku yakin meninggalkan ponselku disini, Biem."

"Jika begitu, kamu boleh mencarinya. Silakan." Biema mengijinkan. Pria ini berdiri dan ikut mencari. Namun fokus Mela pecah dengan adanya Paris yang tetap duduk di sofa.

"Aku memang sedang terburu-buru ingin menemukan ponselku, tapi entah kenapa fokusku pecah dengan adanya Paris di sini." Mela menegakkan punggungnya. Mendengar ini, Biema melihat ke Mela.

"Kenapa?" tanya Biema. Paris melirik diam-diam ke arah mereka berdua.

"Sebenarnya gadis ini punya keperluan apa denganmu?" Mela dengan terang-terangan bertanya maksud keberadaan Paris di ruang kantor Biema.

"Dia membawakan bekal untukku."

"Bekal? Untuk apa?"

"Kenapa kamu menanyakan hal yang sudah pasti, Mel? Bekal makan siangku. Lagipula apapun urusan dia, kamu tidak berhak bertanya." Biema mulai gerah dengan interogasi perempuan ini. Mendengar ini Mela menatap Biema tidak percaya.

"Kamu terlihat gusar. Apa aku melakukan kesalahan?" tanya Mela. "Aku hanya bertanya." Mela merasa menjadi orang yang salah di sini. Paris meneruskan makan siangnya dengan pura-pura tidak peduli. Membiarkan mereka berdua berdebat.

"Tidak. Aku tidak apa-apa. Hanya saja aku tidak setuju di tanya soal apa yang dia lakukan."

"Kenapa? Bukankah biasanya kamu juga bertanya saat aku sedang bersama seseorang? Kamu selalu ingin tahu apa yang aku dan orang itu lakukan, apalagi dia seorang pria. Kamu juga bertanya siapa dia. Biasanya kita saling bertanya, Biem." Mela menjabarkan hal yang baru. Yaitu mereka berdua ternyata saling jujur soal dengan siapa dan apa tujuan seseorang bersama mereka.

Paris yang sedang makan tiba-tiba berhenti. Ada yang janggal di telinganya. Biema yang menoleh padanya menemukan itu. Dia melihat Paris sedikit terkejut dengan perkataan Mela.

"Aku juga ingin tahu apa yang sedang kamu lakukan dengannya. Dia. Teman adikmu," imbuh Mela.

Paris sudah masuk ke dalam situasi yang tidak menyenangkan. Perlahan dia rapikan wadah bekalnya dan berdiri. Bersiap pergi.

Sepertinya aku harus pergi, gumamnya dalam hati.

"Aku sudah menjawab pertanyaanmu tadi, jika masih bertanya aku tidak ingin menjawabnya," sahut Biema.

"Ini bukan pertanyaan yang membutuhkan jawaban sulit, Biem. Bukankah dia hanya teman adikmu? Kalaupun kamu tidak menjawab, aku tidak akan marah. Tidak apa-apa." Mela berusaha menetralkan suasana yang terlihat mulai tegang. "Aku tahu kamu tidak akan menyembunyikan apapun padaku ...." Lagi. Kalimat Mela membuat Paris tertegun di sofanya.

"Dia bukan hanya teman adikku, dia adalah ..."

"Aku harus pergi! Sekarang!" teriak Paris tiba-tiba. Seakan-akan menghalangi Biema untuk mengatakan yang sebenarnya. Biema menoleh dengan cepat ke arah Paris. Begitu juga Mela. Bola mata Biema melebar melihat Paris.Ia tahu gadis itu tidak ingin banyak orang tahu soal statusnya yang sudah bersuami.

"Kamu tidak perlu pergi. Mela hanya ingin mengambil ponselnya dan pergi. Soal pertanyaan dia yang terlalu rinci jangan di permasalahkan."

"Hei ... Apa yang kamu jelaskan padanya Biema?" Mela tergelak dengan canggung. Biema seakan menjelaskan itu adalah hal penting. Ini tidak wajar. "Kamu terdengar ingin marah padaku, Biem. Ada apa?"

"Tidak. Aku tidak marah."

"Benarkah? Kamu terlihat lelah." Tak di sangka tangan Mela menyentuh dahi Biema untuk mengukur suhu pria ini. Paris terkesiap. Dia terkejut dengan interaksi barusan. Biema menepisnya.

"Jangan menyentuhku sembarangan, Mel." Mela tertegun.

"Aku tidak tahu kamu jadi sangat dingin seperti ini padaku."

Paris memang tidak jadi pergi. Dia hanya duduk kembali sambil bersandar. Juga ... harus menyaksikan kejadian barusan. Saat itu dia merasakan ada sesuatu di pinggangnya. Tubuh Paris memutar dan menunduk ke bawah. Itu ponsel. Pasti punya Mela.

"Aku menemukan ini. Ini ponselmu, Kak Mela?" seru Paris di sofa. Mela dan Biema menoleh.

"Ah, ya itu ponselku." Mela hendak mendekat untuk mengambil, tapi Biema segera meraih ponsel di tangan Paris dan memberikannya pada Mela.

"Ini." Mela menerima ponsel itu dengan masih menatap Biema agak lama.

"Biem ... kita tidak sedang bertengkar, bukan?" selidik Mela. Dia merasa Biema uring-uringan. Itu sangat janggal baginya.

"Tidak."

"Aku merasa kamu marah. Apa karena aku masih belum bisa menerima ajakan menikahmu itu?"

Sekali lagi Paris terkesiap. Biema mengajaknya menikah? Lalu? Kenapa justru dirinya yang dinikahi?

Pertanyaan Mela kali ini mau tidak mau membuat Paris membeku. Tangannya di lipat rapi. Kemudian mengepal kuat-kuat.

Sialan! Jadi dia menikahiku setelah di tolak oleh Mela. Pria ini menyebalkan.

"Berhenti mengungkit soal itu, Mel. Aku tidak lagi mempermasalahkan tentang permintaanku waktu itu. Jangan selalu mengaitkan banyak hal dengan keinginanku menikahimu. Itu sudah berlalu."

"Benarkah?"

"Cukup Mel, kamu harus berhenti membicarakan itu. Paris!" teriak Biema yang melihat Paris beranjak dari sofa dan menuju pintu keluar saat dirinya berdebat soal menikah dengan Mela tanpa permisi. Paris marah! Biema segera mengikuti gadis itu dari belakang.

Ada apa dengan mereka? Mela memandang mereka berdua dengan bingung.

Sementara itu, di luar pintu Fikar sedang cemas. Jika Mela muncul dan melihat Paris bersama Biema, akan banyak pertanyaan yang akan di lontarkan wanita itu.

Dia tidak ikut masuk ke dalam ruangan karena takut terkena marah oleh Biema sudah membiarkan wanita itu masuk saat dirinya sedang bersama Paris.

Gadis itu masih enggan publik tahu bahwa mereka sudah menikah. Selain karena tidak ada cinta, dia juga masih sekolah. Fikar tetap berdiri di depan pintu dengan berharap-harap cemas menantikan apa yang terjadi di dalam.

Brak! Pintu terbuka dengan keras dari dalam. Fikar terkejut melihat Paris keluar ruangan dengan wajah mendung.

"Paris!" teriak Biema. Fikar lebih terkejut lagi Biema ikut keluar dengan berteriak.

"A-ada apa, Biem?" tanya Fikar ingin tahu.

"Tolong ikuti dia. Jika aku terus saja mengikutinya dia pasti akan semakin marah."

"Baik." Fikar belum paham ada apa. Namun dia bergegas mengikuti Paris.

"Tolong jaga dia, Fik!" teriak Biema lagi. Melihat wajah khawatir Biema, ini tidak biasa. Jika begitu, berarti ada suatu hal penting yang terjadi di dalam. Apa ada hubungannya dengan Mela? Apa wanita itu membuat ulah? Bukannya Biema sempat meminta wanita itu untuk menikah, hanya saja entah kenapa Mela tidak mau.

1
Deswita
🙏🙏🙏
Maria Magdalena
thor sayang kpn update lagi? ditunggu ya💪
Maria Magdalena
wah sandra akhirnya muncul jg kapan nih juna muncul thor kangen jg sandra kuliah apa juna kuliah jg? senggol jona ya thor sesekali🙏
Ria Hastuti
reuni nih...pelayanku asha...jadi kangen pengen baca lagi...
Ria Hastuti
😍😍😍
Elyani Yani
bkn keponakan thor tp sepupu... bkn sepaha ya thor. tp sepupu.. wkwkwk
LisA: Masih ingat Sandra dan Juna ya.😊
total 3 replies
susi_ambarsari
sepupu dong thor 😁😁
LisA: 😊😊😊😊😊
total 3 replies
Ria Hastuti
slamat datang baby Gatandra Kaisar😍😍
Ria Hastuti
Alhamdulillah masih bisa baca Paris terus... makasih thor😍
Maria Magdalena
akhirnya paris dan biema resmi menjadi orang tua sang baby Gatandra Kaisar,bahagianya Selamat ya Paris Biema😊
Maria Magdalena
semoga lancar semua ya paris lahiran nanti sandra dah juna sesekali di munculin ya thor kangrn jg.
Maria Magdalena
aha paris dan biema sdh dpt nama untuk sang putra,makasih ya thor sdh update😊
Dwi Setyaningrum
deg degan deh nunggu kelahiran baby gatandra..semoga diberi kelancaran ibu dan baby-nya sehat..amin
chie
meleleh hati ku 😍😍😍
Maria Magdalena
seneng lihat paris dan biema yg mau jd ortu baru lancar ya paris hingga lahiran nggak halangan apapun😊 thanks ya thor sll update
Ria Hastuti
makasih Thor.... lanjut 🤭
Maria Magdalena
makasih ya thor sdh update biema calon papa keren💪💪
chie
papa siaga 😍
semangat bhima 💪💪
Ria Hastuti
siap siap baby nya segera launching 😍😍
Maria Magdalena
wah biema benar2 suami siaga bahagianya paris😊 up terus ya thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!