NovelToon NovelToon
ABYAZ

ABYAZ

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:279.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Vie_Gv

[SEKUEL] Buat kalian yang sudah baca di kisah "PANGGIL AKU MAS! Season 2. Pasti sudah tahu dengan ABYAZ. Anak kedua dari Mas Pras dan Britney.

Buat yang belum tahu tentang Mas Pras dan Britney, silakan kalian baca dulu kisahnya di "PANGGIL AKU MAS! Season 1 dan 2.
Biar tahu jalan cerita yang ambyar ini.

Cerita ringan, konflik percintaan dan keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie_Gv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih Pagi Sudah Tidur Berdua

Abyaz berbaring di sebelah Damar.

"Lepaskan selimutnya." Pinta Damar yang merasa sudah mulai gerah.

"Nggak mau." Abyaz malah meleluk Damar yang terbungkus seperti kepompong hidup.

"Aku gerah."

"Aku bisa nyalain AC."

"Tanganku kesemutan."

"Biarin."

Abyaz yang kakinya menopang di atas selimut, dan tangan kirinya sudah berada diatas tubuhnya. Damar tidak bisa bergerak. Lilitan selimutnya bergitu erat.

Abyaz mulai memejamkan matanya. Damar yang tadinya hanya bisa menatap langit-langit kamarnya, perlahan mulai menoleh ke arah wajah Abyaz.

"Abyaz, kamu tidur?"

"Tidak."

Abyaz mulai membuka matanya dan bertanya "Aku harus bersikap apa nanti?"

"Emh, terserah kamu."

"Apa Mama kamu seperti gadis tadi?"

"Tidak juga, Mama begitu pandai berkata. Kalau bicara sangat manis, tapi terkadang bisa menyakitkan. Jadi, kamu lebih baik diam."

"Diam??!"

"Sepertinya, memang lebih baik diam."

"Emm, aku jadi takut."

"Ada aku."

"Tetap saja."

"Ayo, lepasin selimutnya."

"Nggak mau."

Abyaz yang memejamkan matanya dan akhirnya Damar bisa melepaskan dirinya.

"Aku tahu, kamu bisa melepaskan diri." Ucap Abyaz yang masih terpejam dan dia hanya merasakan Damar yang sudah tidak terbungkus selimut.

Damar sudah berada di atas Abyaz.

"Apa yang kamu lakukan?" Abyaz masih menyamping dan masih memejamkan matanya.

"Terima kasih." Ucap Damar lalu mulai mencium pipi Abyaz.

Abyaz hanya diam dan tidak berkata lagi. Damar mulai beranjak ke ruang ganti. Koper yang sudah diletakan para pengawal.

Hanya satu koper yang mereka bawa. Damar juga hanya membawa satu kaos dan celana jeans selutut.

"Pesta??"

"Aku harus datang ke pesta pernikahan ibuku."

"Apa dia akan senang melihat kedatanganku??"

Damar melihat ke layar ponselnya, baru jam 9 pagi dan dia kembali ke tempat tidur.

"Abyaz tidur?"

Abyaz yang memeluk bantal begitu manis.

"Abyaz, kamu tidur?" Damar yang berbaring di sampingnya dan mengelus rambut Abyaz.

"Emh, aku ngantuk. Semalam aku tidak bisa tidur. Gara-gara Nazla nonton film horor."

"Ya sudah. Kamu tidur saja."

Damar bergerak dan akan beranjak dari tempat tidur. Tapi Abyaz menarik tangannya Damar.

"Jangan pergi."

"Aku hanya ingin bicara sama mak lampir."

"Nanti kalau gadismu menyerang aku gimana?"

"Tidurlah, dia tidak akan berani masuk ke kamar ini."

"Tapi jangan lama-lama."

"Hanya sebentar. Nanti jam 11, aku akan bangunkan kamu. Kamu tidur saja."

Damar lalu mengecup rambut Abyaz, dan dia pergi meninggalkan Abyaz di kamar itu.

Barjalan dengan santai dan melihat Cecilia yang sudah menatap tajam.

Cecilia yang bersedekap dan berdiri di depan Damar.

"Oppa."

Damar yang melewati dia, dan pura-pura tidak terjadi apapun.

Cecilia membalikan badannya, saat Damar hanya diam saja. Bahkan Damar melewati dia begitu saja.

"OPPA!!!" Teriaknya dengan kesal, dan kedua tangannya meremas sisi gaun yang dia kenanakan.

"Lihat saja nanti malam. Apa yang akan lakukan di depan para tamu."

Damar yang menggeleng dan mulai melihat ada yang aneh.

Stella yang berbincang dengan para pengawal dan Damar akhirnya ikut mendengarkan, apa yang Kakaknya instruksikan kepada para pengawal.

Kedua tangannya berada dalam saku celana jeans yang dia kenakan. Ekspresi santai dan menatap para pengawal.

"Kenapa kesini?" Tanya Stella.

Stella dengan senyuman manis, tapi sangat menyebalkan untuk Damar.

"Aku tidak membawa apapun."

"Lalu?"

"Aku harus tampil perfect di depan Papa tiriku."

"Hanya itu saja?"

"Emh, kita muslim. Jadi, kita tidak bisa makan sembarangan."

"Aku mengerti. Ada lagi?"

"Aku butuh mobil untuk ke pesta nanti malam."

"Sudah aku siapkan." Stella dengan senyuman manis seraya menggerakan tangannya kirinya "Mereka yang akan mengantar kalian berdua."

"Tidak bisakah kita berdua saja??"

Stella tersenyum dan menggeleng.

"Ayolah."

"Ems, aku tidak bisa menuruti kamu Eun Ho."

"Namaku Damar."

"Iya Damar. Kamu tamu special malam ini, mungkin kalian yang akan jadi tokoh utama nanti malam."

"Maksudnya??"

"Panggilah aku Kakak."

"Oke, sister."

"Sudahlah, tidur sana. Nanti aku siapkan makan siang untuk kalian berdua."

Damar merasa tidak senang "Baiklah,..."

Damar belum bertemu dengan sang Kakek dan Mamanya. Tapi sudah diatur kakaknya.

"Mak lampir. Hari ini saja, aku menuruti kamu. Besok, aku akan membebaskan diriku."

Damar yang kembali ke kamar. Dan tadi, tidak lagi bertemu Cecilia. Rumah itu ada ada beberapa keluarga. Bahkan ada keluarga sang Om dan juga keluarga Tante. Mamanya Damar anak pertama. Kakek Damar tidak ada di rumah.

"Abyaz sepertinya sudah tidur."

Mengunci pintu kamar dengan pelan, dia yang berjalan tanpa suara. Seperti kucing yang takut ketahuan saat mencuri ikan.

Berbaring di sebelah Abyaz. Baru kali ini, dia tidur seranjang dengan istrinya. Biasanya dia tertidur di sofa ruang tamu, dan Abyaz tidur sendirian di kamarnya.

Damar dengan manis dan sedikit menggigit bibir, rasanya gemas.

"Abyaz... Aku juga akan tidur."

Damar yang menyamping ke kiri dan menatap wajah Abyaz. Sepertinya Abyaz sudah tertidur pulas.

"Damar." Lirih Abyaz yang merasakan kalau Damar menyentuh pipinya.

"Kamu belum tidur?"

"Aku masih cemas, gimana aku bisa tidur."

"Hemms, Cecilia tidak akan berani menyiksa kamu."

"Tapi gimana nanti malam? Kakek sama Mama kamu?"

Abyaz yang masih memejamkan matanya, dan hanya bertanya ini itu. Damar mengerti perasaan istrinya.

"Ayo bobo. Kamu tidak perlu cemas."

Damar meraih tubuh Abyaz dan memeluknya.

Abyaz hanya merasakan dekapan teman hidupnya dan Damar mulai mengelus rambutnya.

"Aku disini. Aku akan menjagamu."

Abyaz yang merasakan kasih sayang Damar, dan tangannya mulai merangkul ke badan Damar.

"Em, jangan pergi."

"Aku tidak akan pergi."

Damar juga mulai memejamkan matanya. Sudah jam 9.30 WIB.

Hari ini begitu cerah, ruangan dengan suhu AC, menjadi terasa dingin. Abyaz dan Damar mulai tidur bersama.

Tidak ada hal yang istimewa dan keduanya cukup manis.

Damar juga tampak bahagia, tidurpun dalam keadaan tersenyum. Abyaz masih merangkulkan tangannya dan dia tidak bergerak sedikitpun.

Di saat mereka sedang tidur. Cecilia yang menangis dan mengadu kepada sang Kakek. Akhirnya sang Kakek bergegas untuk segera kembali ke rumah.

Stella yang sudah tahu hal itu, tapi dia tampak biasa saja. Tidak peduli, dengan apa yang akan terjadi. Tapi Stella akan menjaga adiknya, dari semua orang yang tidak menyukai adiknya.

"Hems. Bocah benalu itu, sangat pandai berakting manis." Batin Stella setelah menerima telfon dari sang Kakek.

Stella yang berjalan dengan penuh pesona yang ada dan mulai pergi dari rumah itu. Entah, apa yang dia perbuat. Dia tadi sudah menyuruh Damar agar dia tidur saja. Sebenarnya, apa yang telah Stella rencanakan untuk Damar dan Abyaz.

Setibanya sang Kakek di rumah, dan tidak mendapati Stella.

"Kakek." Ucap Cecilia.

"Dimana Eun Ho?"

"Oppa ada di kamarnya."

1
nadira ST
ini gimana thor bikin nangis trs, cintanya harus dipisahkan oleh takdir
Mommy 2: memang begitu kak, ceritanya
total 2 replies
falea sezi
Stella terlalu ngatur
Turifatul Hasanah
Thor aku mampir nanti kalo babnya udah numpuk
Turifatul Hasanah
tetep mbah pras idolaku 😁
Mommy 2: Kalau di selanjutnya Mbak Pras udah nggak ada. Jadi sedih. 😭
total 1 replies
Turifatul Hasanah
eh papa Damar meninggal juga thor
Mommy 2: nggak Kakak Sayang 😌 jadi Kakek yang super ribet. 😎
total 1 replies
Turifatul Hasanah
Thor budhe alisbha kemana gk pernah ikut ngumpul
Asri
disini namanya nada gista madaharsa. knp dipermen Kapas jd allea gita madaharsa, thor? apakah allea ini adik dr nada???
Mommy 2: Kirain Kak Asri tahu. 🤗
total 5 replies
Asri
lha kok mlh tukar menukar anak, ruwet mereka. bikin puyeng gara2 ruwet 😅
ya sudahlah, semoga dikehidupan nyata gak ada yg tukar2 anak kayak gitu 😁
Mommy 2: kalu begitu, mungkin Binar puas. Karena Abyaz yang merawat anaknya. 😌
total 2 replies
Asri
eh,,,, sdh dinikahi ternyata, makanya pas akad nikah bs binti binar. tp kok mlh nikah lg sama presdir arman? 🤔
Asri: ruwet ternyata ya thor, anak kok ditukar2 kayak gitu 🤭
total 2 replies
Asri
loh.... yg kecelakaan siapa thor?
Asri
mereka lari kemana itu?
Asri: dmn itu thor?
total 2 replies
Kireina Azzahra
haduuuh siapa yg kecelakaan
Sulis Apriastuti
Sayang donk klo END masih penapsaran akhir arjuna bersama beby
Mommy 2: Nanti ada "Permen Kapas" Kakak. 🤗
total 1 replies
Asri
yah, begitulah kalo netizen lambe turah beraksi dan menganggap dirinya paling benar
Turifatul Hasanah
beby kalo sama papa damar manjanya gk berubah dan sang papa jailnya gk ilang2, beby proposalnya mah beda ya 😂
Asri
jimmy knp cengeng gitu
Asri
pengantin baru, blm mekrok kembang, maksute pripun thor?
Asri
ternyata dating show live si arjuna dan beby 😅
Asri
couple unik dilanjutkan setelah abyaz end ya thor... 😁
Mommy 2: iya, jadi udah libur nulisnya, 🤭 hbsnya berasa SAD END
total 4 replies
Asri
keasikan baca, jd gak komen. hihihihi ✌️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!