NovelToon NovelToon
Sutra Naga Pembelah Surga

Sutra Naga Pembelah Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Jatuh dari puncak kejayaan menjadi lelucon sekota dalam semalam, nasib Ye Xuan tampaknya telah berakhir. Namun, keputusasaan itu justru menjadi kunci pembuka rahasia kuno yang tertidur di dalam sebuah liontin tua. Di bawah bimbingan jiwa naga kuno, Ye Xuan mempelajari rahasia kultivasi yang menyimpang dari hukum langit. Dari turnamen kota kecil hingga medan perang antar benua, Ye Xuan menelan setiap rintangan dan kesengsaraan ilahi. Dunia menganggapnya sampah, namun ia akan membuktikan bahwa dirinya adalah penguasa sejati yang akan membelah surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Pembantaian di Altar

​Keheningan yang mencekik turun menyelimuti dasar ngarai purba. Bunyi cairan kental yang menetes dari sisa-sisa wajah kedua elit Lembah Iblis Berdarah terdengar sangat nyaring di telinga semua orang.

​Delapan murid Iblis Berdarah yang tersisa menelan ludah dengan susah payah. Kaki mereka tanpa sadar melangkah mundur. Dua rekan mereka yang berada di tingkat Pembentukan Fondasi Menengah—tingkat yang sama dengan pemuda berjubah putih ini—dibunuh semudah meremukkan tahu!

​Di atas altar, dua murid Sekte Awan Azure yang terikat membelalakkan mata mereka yang sayu. Harapan yang tadi padam kini menyala kembali menjadi api yang membara.

​"K-Kuat sekali..." gumam salah satunya dengan napas tersengal.

​Xue Tu, yang sejak tadi berdiri diam di depan pintu perunggu, perlahan menurunkan tangannya. Wajahnya tidak menunjukkan kepanikan, melainkan sebuah seringai gila yang membuat bekas luka di lehernya berkerut mengerikan.

​"Menarik. Sangat menarik!" Xue Tu bertepuk tangan pelan, suaranya bergema di dinding ngarai. "Aku mengira kau hanya tikus kecil yang beruntung bisa mengalahkan Zhao Feng. Ternyata, kau adalah monster yang menyembunyikan taringnya di balik kulit manusia. Kepadatan fisik itu... kau pasti telah memakan harta karun tingkat tinggi di Hutan Purba ini!"

​Mata Xue Tu memancarkan keserakahan yang tak tertutupi. "Darahmu! Jika aku bisa mengeringkan darahmu dan memurnikan tubuhmu menjadi Boneka Mayat Darah, kekuatanku akan langsung menembus Alam Inti Emas! Saudara-saudara, bentuk Formasi Penjara Darah! Jangan biarkan dia mendekat, kunci pergerakannya!"

​Mendengar perintah mutlak dari Kakak Pertama mereka, delapan murid itu membuang rasa takut mereka. Mereka serentak menggigit lidah dan memuntahkan kabut darah pekat ke udara.

​WUSSH! WUSSH! WUSSH!

​Kabut darah itu menyatu dan mengeras, membentuk puluhan rantai merah berduri yang melesat dari segala arah, melilit tangan, kaki, dan pinggang Ye Xuan seperti ular berbisa. Ujung rantai itu menancap ke tanah berbatu purba, mengunci Ye Xuan di tengah formasi.

​"Hahaha! Kena kau!" tawa salah satu murid dengan lega. "Formasi Penjara Darah ini menggabungkan Qi dari delapan kultivator! Bahkan binatang buas purba pun tidak akan bisa berge—"

​KREK.

​Tawanya terputus di tenggorokan.

​Ye Xuan, yang tubuhnya dililit rantai darah tebal, hanya menunduk menatap rantai tersebut dengan pandangan bosan. Ia menarik napas pendek, lalu mengembangkan otot dadanya dan menarik kedua lengannya.

​KRAAAAK! PRANG!

​Kekuatan fisik seratus lima puluh ribu kati meledak! Rantai-rantai darah yang diklaim tak bisa dihancurkan itu hancur berkeping-keping layaknya kaca murahan yang dipukul godam besi. Gelombang kejut dari patahan rantai itu memukul balik kedelapan murid, membuat mereka memuntahkan darah secara bersamaan.

​"Rantai rapuh seperti ini, kau sebut penjara?" Ye Xuan mendengus pelan.

​Tangannya merogoh ke belakang bahu, dan dengan satu gerakan mulus, ia menghunus Tombak Besi Hitam seberat sembilan puluh ribu kati.

​"Kalian terlalu banyak membuang waktuku," suara Ye Xuan mendadak sedingin es di dasar neraka. "Mati."

​BZZZT!

​Langkah Guntur Sembilan Bayangan diaktifkan!

​Di bawah tatapan ngeri Xue Tu, sosok Ye Xuan menghilang, meninggalkan rentetan kilatan petir keemasan. Ia bergerak dalam lintasan melingkar dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata telanjang.

​DUAAAR! CRASH! CRASH!

​Tidak ada teknik bela diri yang rumit. Ye Xuan hanya mengayunkan tombak raksasanya dalam tebasan horizontal yang sederhana namun ditenagai oleh momentum absolut.

​Tombak itu menghantam tubuh delapan murid elit Iblis Berdarah secara bergiliran. Tubuh mereka yang dilindungi oleh Qi darah meledak seperti balon air yang ditusuk jarum. Kabut darah, serpihan tulang, dan potongan daging berhamburan ke udara, menutupi pelataran kuil perunggu dengan hujan merah yang mengerikan.

​Hanya dalam waktu kurang dari dua tarikan napas, delapan elit Pembentukan Fondasi musnah tak bersisa!

​Ye Xuan berhenti tepat di tengah hujan darah itu. Tombak Besi Hitam-nya yang tidak bisa ternoda oleh kotoran kembali bersih. Ia memutar lehernya hingga berbunyi krek, lalu menatap Xue Tu yang kini berdiri sendirian.

​"Tinggal kau," ucap Ye Xuan santai.

​Berbeda dengan reaksi orang normal yang akan ketakutan melihat seluruh bawahannya dibantai, Xue Tu justru tertawa terbahak-bahak. Matanya memerah dipenuhi kegilaan.

​"Bagus! Sangat bagus!" Xue Tu merentangkan kedua tangannya.

​SSSHHH!

​Kabut darah dari delapan muridnya yang baru saja tewas, bukannya jatuh ke tanah, justru tersedot ke arah Xue Tu! Darah segar itu meresap ke dalam pori-porinya, membuat otot-ototnya membengkak dan urat-urat di wajahnya menonjol keluar berwarna hitam.

​Aura Puncak Pembentukan Fondasi Akhir miliknya melonjak liar, nyaris menyentuh ambang batas Inti Emas!

​"Terima kasih telah membantuku menghemat tenaga untuk membunuh mereka, Ye Xuan," Xue Tu menyeringai, memperlihatkan gigi-giginya yang kini runcing seperti hiu. "Darah mereka adalah tonik terbaikku. Sebagai balasannya, aku akan memberimu kematian yang paling menyakitkan!"

​Xue Tu merogoh ruang hampa dan menarik sebuah sabit raksasa berwarna merah gelap yang memancarkan jeritan ribuan jiwa yang tersiksa. Ini adalah Sabit Pemakan Jiwa, senjata spiritual tingkat menengah kelas atas!

​"Seni Iblis Lautan Darah - Tebasan Sabit Asura!"

​Xue Tu melesat maju. Kecepatannya jauh melampaui Gu Chen atau Zhao Feng. Sabit merahnya membelah udara, meninggalkan jejak darah kental di angkasa, menargetkan leher Ye Xuan dengan niat membunuh yang bisa membekukan lautan.

​Menghadapi serangan terkuat dari jenius nomor satu Lembah Iblis Berdarah, mata Ye Xuan akhirnya memancarkan setitik keseriusan.

​Api Naga Gagak meledak dari tubuhnya, mengubahnya menjadi dewa perang berlapis api hitam keemasan. Ia mengangkat Tombak Besi Hitam-nya tinggi-tinggi.

​"Hanya lalat yang lebih besar," desis Ye Xuan.

​"Sutra Tempur Naga: Tebasan Pemecah Bintang!"

​BOOOOOOOOM!!!

​Tombak dan sabit bertabrakan di udara!

​Gelombang kejut yang dihasilkan begitu dahsyat hingga lantai purba di bawah kaki mereka hancur, menciptakan kawah sedalam lima meter. Altar batu tempat para murid disekap ikut retak parah.

​Kedua senjata itu tertahan di udara, saling beradu kekuatan. Xue Tu menyeringai gila, menekan sabitnya dengan seluruh Qi darahnya. "Kau kuat, tapi kau hanya di tahap Menengah! Qi darahku tidak akan pernah habis!"

​Namun, senyum Xue Tu perlahan memudar saat ia melihat mata Ye Xuan. Tidak ada sedikit pun ketegangan di wajah pemuda itu. Justru, Ye Xuan menatapnya dengan rasa kasihan yang mendalam.

​"Qi darahmu tidak akan pernah habis?" Ye Xuan tertawa pelan. "Lalu mari kita lihat... seberapa banyak yang bisa kumakan."

​Pusaran kosmik di dalam dantian Ye Xuan membuka rahangnya.

​Melalui gagang tombak, daya hisap Sutra Naga Pelahap Langit menyambar Sabit Pemakan Jiwa milik Xue Tu! Energi darah murni yang menyelimuti sabit itu disedot secara paksa, ditarik masuk ke dalam Api Naga Gagak untuk dimurnikan, lalu ditelan habis oleh Ye Xuan!

​"A-APA?! TEKNIK MACAM APA INI?!"

​Xue Tu membelalakkan matanya dengan horor absolut. Ia bisa merasakan energi kehidupan dan Qi di dalam tubuhnya bocor dengan kecepatan gila, mengalir ke dalam senjata Ye Xuan! Senjata sabit kebanggaannya mulai bergetar dan retak karena kehilangan esensi.

​"T-TIDAK! LEPASKAN!" Xue Tu mencoba menarik sabitnya, namun daya hisap Ye Xuan menguncinya seperti lubang hitam.

​"Kau sangat menyukai pengorbanan darah, bukan?" Ye Xuan melangkah maju, mendorong tombaknya dan memaksa Xue Tu mundur terhuyung-huyung. "Maka jadilah pengorbanan itu sendiri!"

​KRAAAAK!

​Sabit spiritual itu hancur berkeping-keping!

​Kehilangan senjatanya dan separuh dari Qi-nya, Xue Tu terlempar mundur dan jatuh berlutut, memuntahkan darah hitam. Auranya anjlok drastis ke Pembentukan Fondasi Awal. Sang Pembantai Darah yang ditakuti kini terlihat layaknya pengemis yang sekarat.

​Ye Xuan berjalan mendekat. Langkah kakinya terdengar seperti lonceng kematian di telinga Xue Tu.

​"K-kau... kau bukan manusia... kau adalah iblis sejati..." Xue Tu merangkak mundur, teror akhirnya menelan seluruh kewarasannya. "T-Tolong... lepaskan aku... aku bersedia menjadi anjingmu! Aku akan memberikan semua rahasia Lembah Iblis Berdarah!"

​Ye Xuan berhenti tepat di depannya. Ia menunduk menatap pemuda berambut merah itu, lalu mengangkat Tombak Besi Hitam-nya.

​"Aku tidak butuh anjing yang tidak berguna," ucap Ye Xuan datar.

​Ia memutar tubuhnya dan menendang dada Xue Tu dengan kekuatan penuh.

​BAM!

​Tubuh Xue Tu melesat terbang layaknya peluru kendali, mengarah lurus ke pintu perunggu raksasa kuil yang segelnya baru terbuka delapan puluh persen.

​SPLAT!

​Tubuh jenius nomor satu Lembah Iblis Berdarah itu menghantam pintu perunggu dan langsung hancur menjadi bubur darah! Darahnya yang sangat kental dan dipenuhi energi kultivasi terserap seketika oleh ukiran rune kuno di pintu tersebut.

​WUUUNGGGG...

​Rune keemasan terakhir pada pintu itu meredup dan mati. Darah Xue Tu telah melengkapi persyaratan pengorbanan yang ia mulai sendiri.

​Suara gemuruh mekanis kuno terdengar bergema dari dalam tanah. Pintu perunggu raksasa setinggi puluhan meter itu perlahan terbuka ke dalam, melepaskan hembusan angin kuno yang membawa aura Yin dan Yang yang sangat murni.

​Kuil Darah Purba telah terbuka.

​Ye Xuan menurunkan tombaknya dan menoleh ke arah altar batu yang retak. Tiga murid Sekte Pedang Surgawi telah tewas karena kehabisan darah saat pertarungan berlangsung, menyisakan dua murid Awan Azure yang masih bernapas samar.

​Ye Xuan menjentikkan jarinya, melepaskan seutas Qi pedang kecil yang memotong tali pengikat mereka.

​"Pintu sudah terbuka. Jangan mati di depanku dan membuat kotor pemandangan," ucap Ye Xuan tanpa menoleh lagi, lalu melangkah santai menembus celah pintu perunggu yang gelap gulita, menghilang ke dalam misteri Kuil Yin-Yang kuno.

1
Divka
bgus
Divka
bgus...smg ye xuan nnt mampu melindungi temen dan rekannya...berbuat baiklah sedikit🤣
Deutsch
mantap thor
Gia Uw
keren cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!