Maaf kalau juduh sama cover berbeda karena judul ditolak untuk di ganti.
Hidupnya benar-benar hancur. Pernikahannya di rusak oleh sang adik, suaminya menikahi adik perempuannya, anak yang ia kandung meningal dunia dan keluarganya malah mengusirnya setelah di hasut oleh sang adik.
Di tengah rencana balas dendamnya. Ia dipertemukan dengan duda anak satu yang memiliki trauma tentang pernikahannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa sitepu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria Bau Kencur
Benar saja. Ketika pulang sekolah, Della tiba-tiba diminta datang ke gudang yang ada di belakang sekolah. Suasana yang hening merupakan lokasi yang bagus untuk membunuh seseorang.
"Cih, kalian terlalu percaya diri. Tapi aku suka ini, kita bisa melakukan banyak gaya saat memukul," batin Della.
Sesampainya di depan gudang. Della di dorong masuk, ia tidak berusaha melawan, ingin membuat mereka merasa bangga sebelum menjadi objek pukulannya.
"Akhirnya kau sampai juga!"
Della menatap santai ke arah gadis remaja yang ada di hadapannya. Ia bisa menebak kalau gadis tersebut merupakan sepupu Leta sekaligus fans dari pria yang tadi ia tolak cintanya.
"Apa kau tahu kenapa aku memanggil ku ke sini?"
Ditanya seperti itu, Della hanya memberikan tatapan meremehkan. Hanya orang bodoh yang tidak tahu jawabnya dan bersedia menjawab pertanyaannya.
"Aku akan memberi tahu mu! Kau sudah membuat sepupu ku keluar dari sekolah dan kau juga telah merayu calon kekasih ku. Kau harus tahu bahwa Rafael milik ku dan tidak ada satu orang pun yang boleh merayunya." Karena Della tidak kunjung bertanya. Soraya memutuskan menjawab sendiri pertanyaan yang ia berikan pada Della.
Kini Della tertawa, sungguh. Ini jauh lebih membosankan, ia kecewa karena mendapati bahwa sepupu Leta banyak bicara tanpa melakukan kekerasan. Seharusnya mereka sedang berkelahi dan ia bisa dengan puas memukul wajahnya.
"Kenapa kau tertawa?! Apa kau pikir aku sedang mengeluarkan lelucon?" Sudah pasti Soraya tersinggung melihat perubahan Della. Ia tidak menduga bahwa wanita yang ia anggap musuh sama sekali tidak takut padanya.
"Apa kau sudah selesai berbicara? Kalau belum tolong peringkat. Aku sedang menantikan bagaimana tangan ku melukai wajah jelek mu itu."
"Kau!!!"
"Berhenti berteriak, bagaimana kalau ada yang mendengar? Itu pasti tidak akan menyenangkan. Kau sudah mengajak ku bertemu di sini, jadi sangat mengecewakan kalau sampai ada yang tahu pertemuan kita."
Semua orang tercengang, mereka salah perhitungan. Bukannya melihat wajah ketakutan Della, mereka malah dibuat takut. Benar kata orang-orang, Della bukan seseorang yang bisa di singgung.
"Kurang ajar! Seharusnya kau takut dan memohon ampun pada ku bukan malah mengancam ku!"
"Siapa kau yang harus ku takuti? Bukankah seharusnya kalian takut pada ku! Aku putri dari ketua organisasi mafia yang bernama CH dan paman ku, adalah kepala sekolah. Coba bayangkan, betapa tingginya posisi ku. Sedangkan kalian, hanya putri keluarga biasa. Memalukan sekali."
Sekali lagi, semua orang terkejut. Tidak ada yang pernah tahu kalau identitas Della sangat kuat, bahkan Soraya sekalipun tidak tahu kalau murid baru yang berhasil mengusir sepupunya sekaligus membuat wakil kepala sekolah di pecat ternyata anak perempuan dari ketua organisasi walau tidak seterkenal organisasi lainnya. Tapi tetap saja, mereka tidak bisa mengusik Della.
Melihat bahwa Soraya dan kedua temannya diam. Della yang sudah tidak sabar memutuskan menghampiri Soraya lalu memberikan tamparan berulang kali hingga darah keluar dari sudut bibirnya. Namun, percayalah. Della sama sekali tidak takut dengan konsekuensinya.
Ketika Della sedang menikmati momen tamparan. Tiba-tiba saja pintu terbuka, ternyata ada orang yang mengetahui tentang pertemuan Della dengan kelompok Soraya. Hal tersebut membuat Della jengkel sendiri, namun tidak pada Soraya. Ia seperti mendapatkan pertolongan.
Tamparan Della tidak bisa ia hindari dan membalasnya pun Soraya tidak bisa. Jadi, ketika melihat sang penolong yang ternyata Rafael, pria yang sedang ia targetkan menjadi miliknya datang. Wajah Soraya segera menampilkan kesakitan dan ketakutan.
"Oh, si pangeran berkuda putih sudah datang. Sayang sekali penampilan sang putri telah jelek. Kau terlambat, pangeran." Kata-kata Della penuh ejekan, membuat Soraya dan teman-temannya kesal sendiri. Bahkan sudah seperti ini pun Della tidak ketakutan.
"Rafael, tolong aku. Wanita ini menyakiti ku, dia menjebak ku di gudang ini laku memukuli ku. Lihatlah, pipi ku memerah bahkan darah keluar dari bibir ku." Sambil berkata, Soraya berjalan menuju Rafael. Ia memperlihatkan wajah penuh keluhanan berniat membuat Rafael membenci Della.
"Apa kau baik-baik saja? Kenapa kau membiarkan mereka menyakiti mu?"
Sungguh perubahan yang terjadi membuat semua orang tercengang, bahkan Della pun terkejut. Rafael sedang mengkhawatirkannya dan bukan Soraya.
"Kenapa ku mengkhawatirkannya? Di sini akulah yang menjadi korbannya!"
"Siapa kau? Aku tidak mengenal mu dan berhenti membuat drama!" Rafael berusaha menjangkau Della namun sayang, wanita itu segera menjauh. Ia tidak ingin terlibat cinta aneh apalagi Opera sabun aneh lainnya.
"Aku Soraya, kau pasti mengenal ku. Dan aku fans berat mu."
"Cih, tidak kenal dan maaf. Aku tidak tertarik dengan cinta mu, bagiku hanya Della yang pantas menjadi wanita ku."
Perkataan Rafael membuat benci Soraya pada Della semakin tinggi. Sejak dulu, ia selalu menjadi yang pertama. Banyak pria yang menyatakan cinta padanya dan ia juga ingin Rafael melakukan hal yang sama, namun lihatlah sekarang. Semuanya hancur setelah Della hadir bahkan sebelum ia menjalankan rencana menarik perhatian Rafael.
"Baiklah, karena kesenangan ku sudah dihancurkan, maka untuk kali ini aku akan membiarkan mu bebas. Tapi kau harus tahu bahwa kau sudah mengibarkan bendera perang sehingga aku bisa melakukan penyerangan ketika aku ingin." Setelah itu Della pergi meninggalkan lokasi. Rafael yang ditinggal pun memilih ikut dan mengabaikan Soraya.
Perjalanan Della terhenti ketika Rafael tanpa henti mengikutinya. Ini sangat menjengkelkan, ia benar-benar tidak ingin berurusan dengan siapa pun kecuali orang-orang yang sudah berada di sisinya sejak ia datang ke Negara A.
"Bisakah kau berhenti mengikuti ku?! Aku tidak pernah suka diikuti oleh pria apalagi pria bau kencur seperti mu."
"Kenapa? Apa aku kurang tampan?"
"Pertama kau sudah membuat hari ku semakin menyebalkan dan yang kedua, kau merusak kesenangan ku. Aku semakin tidak menyukai mu." Lalu Della pergi meninggalkan Rafael yang terdiam.
"Aku pasti akan membuat ku menjadi milik ku," ucap Rafael penuh tekad.
knp up ny lm bgt....
Jangan lupa mampir kekarya pertamaku judulnya Akhir Derita Istri Kecil CEO🤭