NovelToon NovelToon
Tak Terkalahkan Sejak Awal

Tak Terkalahkan Sejak Awal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Chu Xuan menjadi orang pertama dalam sejarah yang menolak reinkarnasi.

Karena murka, utusan akhirat mengutuknya untuk menjalani delapan belas tahun kehidupan yang penuh penderitaan di dunia kultivasi tanpa bakat, tanpa kekayaan, dan tanpa harapan.

Setelah kehilangan satu-satunya keluarga yang membesarkannya dan hidup sendirian selama tiga tahun di sebuah kuil tua yang hampir roboh, Chu Xuan akhirnya disambar petir pada usia delapan belas tahun.

Hari itu, seluruh dunia kultivasi tidak mengetahui satu hal:

Orang paling malas di dua dunia akhirnya memperoleh kekuatan untuk menjadi tak terkalahkan.

Namun, Chu Xuan hanya memiliki satu tujuan.

Memperbaiki atap Kuil Qingfeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 — Orang yang Menolak Reinkarnasi

Gelap.

Tidak ada langit, tidak ada bumi, dan tidak ada suara.

Chu Xuan perlahan membuka matanya. Hal pertama yang dilihatnya adalah sebuah aula kuno yang tak berujung. Pilar-pilar hitam menjulang tinggi, sementara ribuan lentera hijau menggantung di udara, menerangi tempat itu dengan cahaya yang suram.

Di ujung aula, seorang pria tua berjubah hitam sedang menatapnya dengan ekspresi aneh.

"Chu Xuan, umur 27 tahun. Meninggal karena tertabrak kendaraan setelah menyelamatkan seorang anak."

Chu Xuan terdiam sejenak sebelum mengangguk.

"Anak itu selamat?"

"Selamat."

"Bagus."

Pria tua itu tampak terkejut.

"Apakah itu satu-satunya hal yang ingin kau tanyakan?"

Chu Xuan berpikir sejenak.

"Besok seharusnya hari liburku."

"..."

Suasana di aula mendadak menjadi hening.

Pria tua berjubah hitam itu mengusap pelipisnya.

"Karena jasa baikmu, kau memenuhi syarat untuk bereinkarnasi ke dunia kultivasi."

"Dunia kultivasi?"

"Benar. Di sana, yang kuat dihormati. Kau bisa hidup selama ribuan bahkan jutaan tahun. Jika beruntung, kau bahkan bisa mencapai keabadian."

Chu Xuan mengernyit.

"Kedengarannya melelahkan."

"Apa?"

"Aku sudah lelah hidup sekali. Kenapa aku harus mengulanginya lagi?"

Pria tua itu membeku.

Selama puluhan ribu tahun menjadi utusan akhirat, ini adalah pertama kalinya dia mendengar seseorang mengeluhkan kesempatan untuk hidup kembali.

"Itu dunia kultivasi!"

"Lalu?"

"Kau bisa menjadi Kaisar Abadi!"

"Apakah Kaisar Abadi harus bekerja?"

"Tentu saja!"

"Kalau begitu, aku tidak tertarik."

Pria tua itu menarik napas dalam-dalam.

"Kau bisa memiliki kekayaan tak terbatas!"

"Aku harus menjaganya."

"Kau bisa memiliki pengikut di seluruh dunia!"

"Itu terdengar merepotkan."

"Kau bisa hidup selamanya!"

Chu Xuan terdiam beberapa saat sebelum menggeleng.

"Hidup dua puluh tujuh tahun saja sudah cukup melelahkan."

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, utusan akhirat mulai meragukan dirinya sendiri.

Akhirnya, dia menatap Chu Xuan dengan wajah serius.

"Kalau begitu, apa yang kau inginkan?"

Chu Xuan menjawab tanpa ragu.

"Aku ingin tidur."

"..."

Di hari itu, Aula Reinkarnasi menyambut orang pertama dalam sejarah yang menolak untuk hidup kembali.

Utusan akhirat menatap Chu Xuan dalam diam.

Selama puluhan ribu tahun, dia telah melihat berbagai macam manusia. Ada yang menangis memohon kehidupan kedua, ada yang berlutut meminta kekuatan, dan ada pula yang rela melakukan apa pun demi memperpanjang umur.

Namun, orang di hadapannya...

...ingin tidur.

"Chu Xuan."

"Ada apa?"

"Apakah kau tahu berapa banyak orang yang menginginkan kesempatan ini?"

"Tidak."

"Tak terhitung!"

"Oh."

"Oh?! Hanya itu tanggapanmu?!"

Chu Xuan mengangguk pelan.

"Aku mengantuk."

Pembuluh darah di dahi utusan akhirat mulai terlihat.

"Baik! Mari kita bicara secara sederhana!"

Dia melambaikan tangannya.

WHOOSH!

Sebuah layar raksasa muncul di udara.

Di dalamnya tampak seorang kultivator berdiri di atas pedang terbang, diikuti ribuan pengikut yang berlutut di bawahnya.

"Lihat! Jika kau bereinkarnasi, kau bisa menjadi seperti itu!"

Chu Xuan mengamati layar itu selama beberapa detik.

"Dia terlihat sibuk."

"Apa?"

"Memiliki ribuan pengikut berarti harus mengingat ribuan nama."

"..."

Utusan akhirat mengganti layar.

Kini terlihat sebuah istana megah yang dipenuhi harta karun.

"Kekayaan! Kau bisa memiliki semua ini!"

Chu Xuan menghela napas.

"Aku harus membersihkannya."

Utusan akhirat terdiam.

Layar berubah lagi.

Seorang Kaisar Abadi sedang bertarung melawan naga raksasa di atas langit.

"Bagaimana dengan ini?!"

Chu Xuan mengamatinya cukup lama sebelum bertanya.

"Berapa lama pertarungan itu berlangsung?"

"Mungkin tiga hari tiga malam."

"Itu terlalu lama."

Retak.

Suara sesuatu yang pecah terdengar dari hati sang utusan akhirat.

Dia mulai mengerti.

Orang ini tidak takut mati.

Orang ini hanya terlalu malas untuk hidup.

Akhirnya, dia mengusap wajahnya dengan lelah.

"Baiklah, Chu Xuan. Katakan padaku, apa kehidupan idealmu?"

Chu Xuan berpikir sejenak.

"Sebuah rumah kecil."

"Lalu?"

"Tempat tidur yang nyaman."

"Lalu?"

"Makanan yang cukup."

"Lalu?"

"Tidak ada yang menggangguku."

Utusan akhirat terdiam.

Itu saja.

Tidak ada ambisi menjadi penguasa dunia.

Tidak ada keinginan untuk hidup abadi.

Tidak ada impian mencapai puncak Dao.

Hanya sebuah kehidupan yang tenang.

Sayangnya...

Utusan akhirat perlahan tersenyum.

"Kalau begitu, aku sudah memutuskan."

Chu Xuan tiba-tiba memiliki firasat buruk.

"Apa yang kau putuskan?"

"Aku akan mengirimmu ke dunia kultivasi."

"Aku menolak."

"Ditolak."

"Tunggu, bukankah aku yang seharusnya—"

"Dan aku akan memastikan kehidupanmu di sana sangat menyedihkan."

"..."

Senyum di wajah utusan akhirat semakin lebar.

"Karena ini adalah pertama kalinya seseorang berani menolak reinkarnasi di hadapanku."

Untuk pertama kalinya sejak tiba di Aula Reinkarnasi, ekspresi Chu Xuan akhirnya berubah.

"Aku punya firasat buruk."

Di belakang utusan akhirat, sebuah roda raksasa perlahan mulai berputar.

Roda Reinkarnasi.

Roda Reinkarnasi perlahan berputar.

Ukurannya begitu besar hingga seolah mampu menopang langit dan bumi. Di permukaannya terukir jutaan nama yang terus muncul dan menghilang.

Chu Xuan memandang roda itu dengan tatapan datar.

"Aku masih punya hak untuk menolak."

"Tidak."

"Aku bisa mengajukan banding."

"Tidak."

"Aku ingin berbicara dengan atasanmu."

Utusan akhirat tersenyum dingin.

"Aku adalah atasanku sendiri."

"..."

Chu Xuan menghela napas.

"Hidup benar-benar tidak adil."

"Kau baru menyadarinya sekarang?"

Utusan akhirat mengangkat tangannya.

"Chu Xuan! Karena kau menolak anugerah Surga, maka dengarkan hukumanku!"

Suara itu menggema di seluruh Aula Reinkarnasi.

"Di kehidupan barumu, kau akan terlahir sebagai yatim piatu!"

"..."

"Kau tidak akan memiliki bakat kultivasi!"

"..."

"Kau akan hidup dalam kemiskinan!"

"..."

"Dan selama delapan belas tahun, hidupmu akan dipenuhi kesengsaraan!"

Akhirnya, Chu Xuan mengangkat kepalanya.

"Apakah setidaknya aku bisa makan dengan tenang?"

"TIDAK!"

"Itu keterlaluan."

Utusan akhirat menunjuk ke arah Roda Reinkarnasi.

"Pergilah! Dan renungkan kesalahanmu!"

"Kesalahanku apa?"

"TERLALU MALAS!"

Sebelum Chu Xuan sempat mengatakan apa pun, sebuah kekuatan tak terlihat langsung menyeret tubuhnya.

"Tunggu sebenta—"

WHOOSH!

Tubuhnya terhisap ke dalam Roda Reinkarnasi.

Di detik terakhir, dia masih bisa mendengar suara utusan akhirat.

"Dan satu hal lagi, Chu Xuan!"

"Apa?!"

"JANGAN PERNAH BERPIKIR UNTUK MENEMUKANKU LAGI!"

Chu Xuan terdiam beberapa saat sebelum berteriak dari dalam pusaran cahaya.

"Kalau begitu jangan kirim aku ke tempat yang merepotkan!"

BOOM!

Roda Reinkarnasi memancarkan cahaya yang menyilaukan.

Aula Reinkarnasi kembali sunyi.

Utusan akhirat menghela napas panjang sambil memijat pelipisnya.

"Akhirnya pergi juga."

Namun, tepat pada saat itu, sebuah suara kuno tiba-tiba bergema dari kehampaan.

"Kesalahan terdeteksi."

Utusan akhirat membeku.

"Jiwa dengan kompatibilitas sempurna telah ditemukan."

"Mengaktifkan prosedur pewarisan."

"Sistem Kuil Tak Terkalahkan akan aktif dalam delapan belas tahun."

"Apa?"

Wajah utusan akhirat berubah drastis.

"Tunggu... SISTEM APA?!"

Sayangnya, tidak ada yang menjawab pertanyaannya.

Di saat yang sama, jauh di sebuah dunia kultivasi yang tak dikenal, tangisan seorang bayi mulai terdengar di kaki Pegunungan Tianyun.

Dan takdir Yang Tak Terkalahkan pun resmi dimulai.

Bersambung...

1
obeng min
tambah banyak up-nya tambah jos pula ketua mantap👍👍👍👍👍
obeng min
selalu top
obeng min
top👍👍👍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
sikat😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
obeng min
selalu dedepan mantap🤣🤣🤣👍
obeng min
upnya kurg banyak ketua👍👍👍👍👍
andi widya
kerennn
obeng min
mantao ketua 💪💪💪💪💪
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
semangat🤭🤭
Hadi Hadi
is good😍😍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
up up💪💪
obeng min
👍👍👍👍👍👍
obeng min
💪💪💪
obeng min
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!