prolog
Terkadang hidup bagaikan panggung sandiwara, bagi orang yang optimis hidup bisa digambarkan adalah sebuah anugerah yang tidak terhingga dari sang pencipta..
Felixia seorang gadis yang berusia 25 tahun,pekerja keras apa pun pekerjaan itu dia tidak pandang buluh asalkan halal, felixia anak pertama dari 3 bersaudara, tapi nasib kurang berpihak padanya karena adik bungsunya seorang pria yang dalam usia 15 tahun ini tidaklah serupa dengan anak yang lain pada umumnya, karena dia memiliki keadaan fisik tak sempurnah karna akibat kecelakaan waktu usia 5 tahun anak tersebut jatuh dari pohon saat bermain yang mengakibatkan tanganya patah dan harus di amputasi, sedangkan adik perempuannya yang bernama feronsia ini, harus rela jauh terpisah dari keluarga karena dia juga berjuang untuk kebutuhan adik bungsunya ia rela jadi Art kontrakan, karena sejak orang tua mereka meninggal dengan terpaksa mereka menitipkan adik bungsu mereka di panti asuhan Kasih Bunda, dan mereka hanya dapat mengunjungi adik tersayangnya itu yang tak lain bernama faronaya, hanya 1 kali dalam sebulan karena demi bisa memperjuangkan hidup dan demi sesuap nasi...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rachel sianturi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 30
Pagi hari pun tiba,,, felix yang sudah berencana untuk mengantarkan makanan kerumah sakit. Dengan semangat ia menyiapkan semua dan telah bersiap menuju rumah sakit.
Sementara Ando yang masih terlihat kurang semangat karena ia masih punya tugas dan berpikir bagaimana caranya agar ia bisa dekat kembali dengan felix.
Felix sudah tiba dirumah sakit,, dan segera menuju ruangan mantan mertuanya itu.
Pelahan felix masuk agar tak mengundang suara dan tak ingin menganggu tidur mantan mertuanya itu, pandangan felix mengarah kearah sofa yang ada diruangan itu,, dia melihat sang papi tertidur pulas disana.
""" felix kenapa kamu sudah ada disini pagi pagi sekali nak.??"" felix pun menoleh ternyata maminya sudah bangun.
""" Mami sudah bangun rupanya,, felix sengaja datang cepat mih, dan membawakan mami sarapan dan felix harap mami suka dengan masakan felix"""
"" Oohh,, kenapa sampai repot segala sayang, maaf ya mami merepotkanmu""
""" Jangan berkata begitu mih, katanya felix putri mami, apa ada yah seorang putri direpotkan oleh orang tuanya.??
""" Tentu tidak sayang, mami menyayangimu, kemarilah peluk mami nak""
felix pun mendekati dan memeluk seraya mencium kening maminya itu.
Merasa terganggu dengan suara yang cukup terusik Widodo pun bangun dan mengucek matanya, seketika widodo tersenyum menyaksikan hal manis di pagi hari,, kamu memang anak yang baik felix,, papi janji akan membuatmu bahagia nak ucapnya dalam hati.
""" Ehemm,,, sepertinya kalian lupa dengan papi, mentang mentang papi masih tidur terus dicuekin,, itu gak adil dan bertingkah merajuk pada kedua wanita dihadapannya saat ini"""
"" Iihhhh,,, papi udah tua masih aja manja,,, ejek sang istri"""
"" hahaaa felix tertawa karena melihat sang papi cemberut karena di ejek mami"""
""" Kenapa datang pagi sekali nak,,?? apa tidurmu tak nyenyak semalam,??"""
""" Ah tidak pih,, felix memang sengaja datang cepat, karena felix menyiapkan sarapan buat papi dan mami"""
""" Akhhh,,, kau memang putri papi yang sangat baik, papi senang kau selalu memperhatikan mami juga papi, terimasih sayang,, sambil mengelus kepala felix lembut""
Setelah selesai membersihkan diri,, felix menyediakan makan yang ia bawa dan ia menyuapi sang mami penuh perhatian dan kasih sayang,, sesekali mereka sambil bersenda gurau menikmati sarapan pagi yang indah itu.
Sebelum Ando kekantor, ia berencana untuk singgah dulu kerumah sakit untuk melihat keadaan maminya.
Tiiba dirumah sakit dengan langkah tegas Ando menuju ruangan dimana maminya dirawat, sebelum Ando masuk dibalik pintu ia mendengar gelak tawa sang mami dan papinya yang terdengar begitu senang, tanpa menunggu lama perlahan Ando membuka pintu itu dan dia sangat tak menyangka felix ada didalam sepagi ini.
""" Selamat pagi mih,,pih,, sambil melirik kearah felix yang sudah sedikit menjauh dari ranjang sang mami, dan Ando juga tak melewatkan kesempatan dengan menyapa felix,,, Felix kamu disini rupanya,, apa kamu menginap disini??? felix sedikit ragu menjawab tapi dia tak mau lagi egois dengan tidak menghargai mami dan papinya itu.
"""Aahh tidak,, saya memang sengaja datang sepagi ini dan membawakan sarapan untuk mami dan papi"""
""" Ohh,, terimakasih karena sudah meluangkan waktumu untuk meperhatikan mami dan papi,, Apakah masih ada sisanya karena saya tadi tak sempat sarapan"" Ando sengaja mengatakan hal itu karena ia akan memulai kedekatannya pada felix di mulai hal yang kecil dulu"""
"" Felix sedikit ragu dan menoleh pada hidangan yang ia bawa, dia merasa apakah Ando akan suka dengan masakannya, dan menurutnya Ando tidak akan suka karena makanan itu tidak sesuai selerah Ando""
"" kalau kau tak mau membaginya padaku tak apa apa, biar aku nanti sarapan dikantor aja"""
"" Akhh bukan begitu tuan,, anda bisa memakannya tapi,,,,"""
"" kenapa???""
""Maaf rasanya mungkin tidak sesuai selerah anda"" papi maminya yang melihat kecanggungan Ando dan felix pun hanya tersenyun tipis, mereka senang melihat keberadaan orang yang mereka sayang ada bersama mereka.
""" siapa yang bilang,,?? saya suka kok, dan tidak pernah membeda bedakan""
"" Hmmm,, baiklah tuan, silahkan anda sarapan""
"" Terimakasih,, Ando pun segera menyantap makanannya,, dia sangat suka dengan masakan felix dan sangat lahap menikmati makanannya itu""
Felix yang melihat Ando dengan begitu lahap makan, ia merasa lega karena Ando tak komplin dengan rasa masakannya itu.
Felix pun tersenyum tipis karena Ando sangat menyukai dan memuji rasa masakan felix sangat nikmat dan pas dilidahnya.
Laaaannnjjjjjuuuuuttttttttttt