NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah

Dendam Berdarah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Kutukan
Popularitas:55.4k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Liburan keluarga Pak Gunawan dan Bu Sri yang sedang hamil tua berakhir tragis ketika mereka, bersama dua pelayan dan seorang tukang kebun, ditemukan tewas mengenaskan di vila mereka.

Penyelidikan mengungkap bahwa pembantaian tersebut dipicu oleh aksi perampokan yang berubah menjadi pembunuhan brutal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

penyiksaan!

"Am... ampuni aku," ujar Rasman dengan suara yang nyaris habis, keluar dari sela-sela bibirnya yang sudah memutih dan tak berdarah.

Tubuhnya kini telah remuk redam akibat siksaan keji yang diterimanya bertubi-tubi sejak beberapa hari lalu. Setiap tarikan napasnya terasa seperti tusukan ribuan jarum di dada.

Sambil menahan perih yang membakar di kakinya yang hancur, Rasman menatap sosok yang berdiri di hadapannya.

"Jangan siksa lagi... kalau kau ingin, bunuh saja aku," pintanya dengan sisa tenaga yang ada. Air mata bercampur debu dan darah mengalir di pipinya.

Pada titik ini, rasa takutnya telah menguap, digantikan oleh keputusasaan yang teramat sangat. Rasman benar-benar sudah berada di batas akhir pertahanan dirinya.

Dia jauh lebih rela langsung dibunuh dan kehilangan nyawa malam itu juga, daripada harus terus disiksa dan merasakan setiap jengkal sakit yang meremukkan seluruh tubuhnya.

Namun, sosok di kegelapan itu sama sekali tidak bergeming. Ia tidak menjawab, melainkan hanya kembali mengangkat palu besarnya tinggi-tinggi. Cahaya bulan yang menembus celah jendela kaca yang pecah memantulkan kilatan dingin pada permukaan logam yang berlumuran darah, siap untuk menghantam bagian tubuh Rasman yang lain.

BRAAAK!

Palu besi itu kembali menghantam telak, kali ini menyasar tulang kering sebelah kanan Rasman yang sebenarnya sudah retak.

Bunyi hantaman itu terdengar begitu merdu di dalam ruangan kosong, disusul oleh suara derak mengerikan dari tulang yang hancur menjadi serpihan.

"ARGGGHHH!!!"

Rasman menjerit sejadi-jadinya. Suaranya yang tadi nyaris habis mendadak melengking tinggi, didorong oleh rasa sakit luar biasa yang langsung menyengat saraf otaknya.

Tubuhnya yang terikat refleks melengkung ke atas, bergetar hebat menahan siksaan yang tak manusiawi itu. Napasnya memburu terputus-putus, dan dari sela-sela giginya yang bergemeletuk menahan perih, keluar cairan merah pekat yang membanjiri dagunya.

Namun, sosok berdarah dingin itu seolah tuli terhadap jeritan memilukan tersebut. Tanpa memberikan waktu sedetik pun bagi Rasman untuk meredakan rasa sakitnya, ia kembali mengayunkan palu berat itu memutar.

BUMMM!

Hantaman ketiga mendarat tepat di persendian lengan kirinya. Rasman kembali melolong panjang, sebuah jeritan kesakitan yang teramat sangat hingga membuat pita suaranya seperti akan pecah dan terdengar serak memilukan.

Rasa sakit yang bertubi-tubi itu membuat pandangannya mulai mengabur dan berkunang-kunang.

Setiap kali palu itu diangkat, Rasman hanya bisa merintih lirih, memohon dalam hati agar kegelapan segera merenggut kesadarannya.

Namun, sosok penyiksa itu tahu benar cara menjaga korbannya agar tetap terjaga, ia sengaja menghindari organ vital, membiarkan Rasman tetap hidup dan merasakan setiap jengkal kehancuran tubuhnya secara perlahan di bawah dinginnya cahaya bulan.

Sosok itu hanya menatap tanpa belas kasihan. Sepasang matanya yang gelap mengamati tubuh Rasman yang menggelepar di lantai, seakan kesakitan luar biasa yang dirasakan oleh pria tua itu adalah hal yang memang pantas Rasman dapatkan.

Tidak ada keraguan, tidak ada penyesalan, hanya ada keheningan dingin yang menguar dari figur misterius tersebut saat jeritan Rasman perlahan menyusut menjadi rintihan tak berdaya.

Setelah puas menyiksa Rasman, sosok itu menurunkan palu besarnya yang kini telah basah oleh darah. Ia berbalik, meninggalkan ruang tengah yang anyir tanpa sepatah kata pun.

Langkah kakinya terdengar berat namun pasti, menggema di seluruh penjuru bangunan saat dia lalu berjalan menaiki tangga menuju lantai dua.

Setiap anak tangga. Ia terus melangkah, masuk ke dalam sebuah kamar utama yang luas namun berdebu di lantai atas.

Sosok itu berjalan mendekati bingkai jendela besar yang kacanya sudah buram tertutup kotoran sambil menyeret kakinya sebelah, dia lalu menatap kosong ke arah jendela, memandangi hamparan kegelapan hutan desa di luar sana.

Keheningan malam itu terasa begitu pekat. Setelah beberapa saat terpaku dalam kebisuan. Kemarahan dan kekejaman yang memancar di lantai bawah tadi mendadak runtuh, digantikan oleh kesedihan yang teramat mendalam saat ia meneteskan air mata, membiarkan bulir-bulir hangat itu jatuh membasahi wajahnya yang gelap di balik bayang-bayang malam.

1
Yulia Lia
ikut nangis thoor
Yulia Lia
kapan giliran Jatmiko yhoor
Yulia Lia
balaslah Sumi sama persis seperti yg kau rasakan
Maple latte
Terima kasih banyak ya🙏🥰🥰
Mega Arum
terimakasih kak... novel yg sangat bagus, selalu menunggu karya kaka selanjutnya...terutama kisah2 horor,, sukses selalu kak
Yulia Lia
baru tahu kau rasa takut mana yang sok hebat tadi yg katanya mau menghajar sri
Yulia Lia
mampus kau jatmiko
Maure Nia
pak RT tunggu giliran mu...tapi Sri gimana ibu nolongin gak....lanjut thor
Maure Nia
wah rupanya gitu kejadian malam itu...apa Sri juga denger semuanya
sekarang Sri tau hal yg sebenarnya...mudah"an Sumi bisa menghabisi Jatmiko brengsek😡
Mega Arum
lanjut kak..
Mega Arum
sdkt sekali kak, dr kmrn nggu2 up nya..
Yulia Lia
belum tahu Jatmiko itu klu ibunya sudah keluar baru kau tahu rasa,,kedatanganmu itu hanya mengantar nyawa ke desa
Maure Nia
yah sikit amat....lagi Thor...😱 ayo Bu Sri muncul anakmu mau disiksa Jatmiko wedang...ayo aji munculah...didepan Mulya pak RT...
Siti Yatmi
yah ..thor gantung...baru tegang baca..eh udahan...🤣
Yulia Lia
bener2 cari mati si Jatmiko ini
Yulia Lia
menantang maut sendiri si Jatmiko itu,,sok hebat
Siti Yatmi
wah..jatmiko secara tak sadar membuka masa lalu nih..wk2
Siti Yatmi
giliran mu jatmikooooo.....siap2 yah...mau mati dengan cara apa????
Siti Yatmi
yg pasti setan lah..wk2...mana ada org membunuh tapi rumah rapih...mikir....
Yulia Lia
jatmiko pulang ngantar nyawanya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!