NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dark Romance / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

[NIKAH KONTRAK]❗
[OBSESI] ❗
[DARK ROMANCE] ❗

start proses : Juni 2026-Ongoing

by Leni Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDB 11

Beberapa saat kemudian ponsel Layla berdering, telfon masuk dan ia buru-buru mengangkatnya.

"Ia Hallo, siapa ini?" Layla menjawab telefon.

"Kami dari pinjaman praktis menawarkan bunga pinjaman rendah kepada anda...." kata wanita di sebrang telefon. Belum sempat merampungkan promosinya Layla buru-buru memotong dan mengomeli wanita itu.

"Hei! Dengar ya! Aku ini sudah banyak hutang dan aku harus menggadaikan diriku untuk melunasinya! Kamu bukannya meringankan beban ku tapi malah menyuruhku hutang lagi?! Manusia macam apa kau?!" Layla marah lalu menutup telfon.

Ponselnya pun berdering kembali sampai beberapa kali dan isinya pun sama yaitu iklan pinjol, seakan semesta tau situasi masalah Layla saat ini, namun ia menolak semua tawaran itu dengan judes. Dering ponsel kembali bunyi lalu Layla mengangkat telfon itu, ia memasang sikap yang galak agar sang penelfon berhenti menggangunya,

"Heh! Sudah ku bilang aku tidak butuh pinjol! Jangan hubungi aku lagi!" Layla meninggikan suaranya.

"Hallo Layla" jawab orang itu. Ternyata orang yang menelfon Layla adalah Zhao Lee, ia menelepon untuk memastikan keadaan Layla. Setelah Layla tau yang menelfon itu Zhao Lee, ia buru-buru menutup telfon tanpa sepatah kata pun.

Setelah memastikan Layla baik-baik saja, Zhao Lee kembali sibuk bekerja memimpin perusahaan.

Notifikasi chat masuk ke ponsel Layla, isinya kabar bahwa teman lama Layla masuk rumah sakit akibat kecelakaan kerja. Layla buru-buru bersiap pergi ke rumah sakit menjenguk teman lamanya itu.

Layla tak mendengar pengumuman resmi rumah sakit, melainkan percakapan yang mencurigakan di lorong rumah sakit. Keluarga pasien berkata pelan di ponsel dengan seseorang yang misterius, "kami mau membayar berapa pun asal kami bisa segera mendapat jantung yang sehat untuk anak kami,"

Layla yang tertarik dengan percakapan itu kemudian mendekat dengan langkah pasti lalu menanyakan kejelasannya.

"Maaf permisi. Pak Bu. Apa benar kalian membutuhkan jantung yang sehat untuk anak kalian?" Layla bertanya pelan. Mimik wajah kedua orang itu panik seakan takut kejahatannya terbongkar.

"Tidak usah takut, saya akan bantu. Saya mau kasih jantung saya asalkan kalian mau membayar berapa pun yang saya mau," ucap Layla menambahkan. Kedua orang itu langsung bingung tapi ada perasaan senang karena ada harapan yang muncul secara tiba-tiba.

"Apa kamu yakin?" tanya salah satu dari mereka.

''Saya yakin,'' ucap Layla mantap.

"Baiklah saya akan telfon orang yang bisa mengurus ini," ucap bapak itu.

Tak diduga di sana ada dokter Ian, teman Zhao Lee. Ian tau Layla adalah istri Zhao Lee. Zhao Lee sendirilah yang memberi tau Ian tentang hubungannya dengan Layla sebagai rahasia antar sahabat dekat. Ian tak sengaja mendengar transaksi ilegal jual beli organ di tempat ia bekerja, dia panik lalu menelfon Zhao Lee untuk segera datang menjemput Layla.

"Hallo, Zhao Lee . Cepat datang ke rumah sakit aku melihat Layla disini. Aku mendengar dia tertarik untuk menjual jantungnya pada pasien yang ada di rumah sakit ini. Jika ini terjadi tamatlah sudah semuanya, orang yang berhubungan dengan semua ini semua termasuk aku bisa kena kasus hukum. Aku akan mengulur waktu sampai kamu datang," kata dokter Ian.

Tangan Zhao Lee gemetar saat mendengar kabar tersebut, ia langsung merescedule semua jadwal meeting hari itu. Zhao Lee lari menuju mobil lalu memacu mobil itu dengan cepat, ia tak ingin melewatkan kesempatan yang di berikan. Setelah sampai di rumah sakit, Zhao terkejut bahwa benar Layla ada di sana. Dengan langkah yang tenang dan cepat Zhao Lee menegur Layla cukup keras.

"Layla! Apa yang kau lakukan disini?!" Zhao Lee marah pada Layla.

"Aku hanya ada urusan kecil disini" kata Layla dengan santai.

"Pulang!!" ucap Zhao tegas. Kemudian Zhao memanggul Layla dengan paksa lalu membawanya pulang. Sesampainya di rumah terjadilah pertengkaran diantara mereka.

"Dasar wanita gila! Mau apa kamu ada disana?! Mau apa kamu dengan wali pasien itu?! Kau mau jual jantung mu?! Otak mu di mana?!" raut wajah marah Zhao Lee tergambar jelas, ia juga meninggikan suaranya.

"Itu bukan urusan kamu! Yang penting kan hutangku lunas! Dan aku tidak perlu lagi jadi pelacur mu!" Layla juga tak ingin kalah, ia juga ikut meninggikan intonasinya. Layla mengeluarkan rasa amarahnya yang sebenarnya ia tujukan ke dirinya sendiri karena ketidakberdayaannya.

"Lalu bagaimana dengan keluargamu?! Apa kau tidak peduli dengan mereka?!"

"Justru karena aku peduli dengan mereka! Aku mau lakukan apapun untuk mereka. Aku enggak mau mereka punya ibu seorang PSK Mereka akan malu punya anggota keluarga seperti aku" Layla masih meninggikan intonasi suaranya.

Mendengar hal itu membuat emosi Zhao semakin memuncak. Dia menarik tangan Layla lalu mengurungnya di kamar.

"Zhao Lee!! Buka pintunya!" teriak Layla sambil menggedor-gedor pintu kamar. Tak menggubris Layla, Zhao Lee pergi begitu saja. Kemudian Zhao Lee memanggil bibi Tari untuk terus mengawasi Layla,"Bibi Tari, awasi Nyonya Layla jangan biarkan dia bertindak yang macam-macam" kata Zhao Lee tegas.

"Baik, tuan...." Jawab bibi Tari.

Waktu pun berlalu menjadi malam. Layla masih terkurung di kamar itu, ia juga tak mau makan atau minum sedikitpun setelah pertengkaran itu berakhir. Sikapnya yang keras kepala untuk menolak makan, membuat bibi Tari khawatir. Ia takut di salahkan jika ada sesuatu yang terjadi kepada Nyonya Layla. Akhirnya bibi Tari menelfon Tuan Zhao Lee untuk menanyakan apa yang harus di lakukannya, mengingat ini sudah larut malam. "Hallo Tuan, selamat malam, maaf mengganggu waktu anda. Nyonya sejak siang tidak menyentuh makananya,Tuan. Saya harus bagaimana?" bibi Tari bingung.

"Biarkan saja dia, nanti kalau lapar dia akan makan sendiri. Aku akan segera sampai rumah" jawab Zhao santai.

"Baik, Tuan" ucap bibi Tari.

Sesampainya di rumah, Zhao Lee langsung menuju kamar tempat dimana Layla di kurung. Ia berhenti di depan pintu beberapa saat, ia juga melihat makanan yang masih utuh tergeletak di depan pintu. Ia menghela nafas lalu membuka pintu dan masuk kamar untuk menemui istri kontraknya itu.

Posisi Layla saat itu sedang berdiri melihat keluar jendela, lampu kamar sengaja di matikan. Ia memandangi bulan dan bintang yang terlihat bersinar dan bebas di atas sana. Cahaya bulan yang masuk ke kamar membuat suasana malam yang dingin semakin terasa. Layla terlihat semakin cantik bermandikan sinar rembulan. Zhao Lee terpana melihat kecantikan Layla, apalagi di tambah ia mengenakan gaun malam yang tipis. Siluet tubuh indahnya terlihat jelas di mata Zhao Lee. Cinta memang buta dan membuat bodoh. Walaupun sang kekasih telah melakukan kesalahan yang membuatnya takut, ia tetap ingin menjaga cahaya permatanya tidak pudar. Akankah cinta yang bertepuk sebelah tangan ini menemukan akhir perjalanannya? Layla pun seolah tak ingin menyerah begitu saja memberikan hatinya kepada sang Tuan.

"Kamu tidak lapar?" tanya Zhao Lee kepada Layla. Dan Layla hanya diam tanpa menggubris keberadaan Zhao Lee.

"Ahh ternyata kamu sedang mencoba untuk mati kelaparan rupanya,'' kata Zhao Lee dingin.

Layla melirik ke arah Zhao Lee, namun masih enggan menatap wajah brengsek itu dan berkata,

"Mau apa anda di kamar saya?" tanya Layla ketus.

Zhao Lee menanggapinya dengan santai sambil tersenyum tipis, lalu ia berbaring di tempat tidur Layla.

''Menurut mu apa ,Layla?"

"Kembalilah ke tempat tidur anda Tuan," ucap Layla dingin.

''Ohh kamu sedang mencoba mengusir ku? Tidak kah kau lupa asal usul mu Layla?" kata Zhao Lee dengan nada yang dingin.

"Hangatkan kasur ini bersamaku, Layla. Ini bukan tawaran tapi perintah," ucap Zhao Lee tegas.

"Saya menolak perintah itu, Tuan. Silahkan saja anda tidur di sana saya akan tidur di lantai yang dingin,'' ucap Layla.

"Apa kau berpikir aku sedang berbaik hati? Jangan memancing kemarahanku lebih jauh, Layla. Aku tak mau menghukum mu lebih dari ini," ucap Zhao Lee tenang.

"jawaban ku tetap tidak. Tidur satu kasur bersama orang seperti mu membuatku...," ucap Layla. Belum sempat ia meneruskan kalimatnya, Zhao Lee sudah menegur Layla dengan keras.

"Layla!!," ucap Zhao Lee dengan intonasi yang tinggi. Sekejap Layla terdiam, aura dingin Zhao Lee mendominasi. Membuat Layla serasa tak berkutik. "Sial" lagi-lagi satu kalimat itu yang bisa Layla ucapkan di depan Zhao Lee dengan lirih.

Karena tekanan yang terlalu kuat dari Zhao Lee, terpaksa Layla menuruti apa yang di inginkan Tuannya. Ia berjalan perlahan menghampiri pinggiran kasur dan duduk sejenak membelakangi Zhao Lee. Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Layla. Hanya keheningan yang membisu.

"Berbaringlah di dekat ku, Layla. Aku tak meminta lebih malam ini," ucap Zhao Lee kembali tenang. Lalu Layla mengikuti instruksi yang di berikan Zhao Lee kepadanya.

Layla berbaring membelakangi Zhao Lee, Ia masih tidak mau melihat laki-laki yang ia benci di belakangnya. Tanpa di duga Zhao Lee memeluk lembut Layla dari belakang dan berbisik halus namun dingin, "jangan lakukan itu lagi, Layla. Lain kali aku sendiri yang akan mengambil jantung mu dengan cara yang tak terduga,"

Dada Zhao Lee terasa sesak saat teringat kejadian di rumah sakit tadi siang, ia tak bisa membayangkan jika Layla benar-benar menjual jantungnya. "Hari ini aku hampir kehilangan mu, jika Ian tak menelfonku tepat waktu...," kata Zhao Lee dalam hati sambil mengeryitkan kening dan mempererat pelukannya. Layla tak merespon apa-apa. Wanita keras kepala ini selalu berhasil membuat Zhao Lee meninggalkan pekerjaan pentingnya hanya demi mengejar Layla.

Zhao Lee menatap punggung Layla yang membelakanginya lalu berkata dalam hati, "Aku tidak akan membiarkan siapapun mengambilmu dari tanganku, bahkan diri mu sendiri,''

Zhao Lee memejamkan mata sambil tetap mendekap erat Layla, seolah takut wanita itu akan menghilang begitu saja jika ia melepaskan pelukannya.

Sementara itu, Layla tetap membuka matanya menatap keluar jendela yang besar. Tubuhnya memang berada dalam pelukan Zhao Lee, tetapi hatinya telah membangun tembok yang jauh lebih tinggi daripada dinding kamar itu.

Malam berlalu tanpa sepatah kata lagi. Mereka berbagi satu ranjang, tetapi tidak pernah benar-benar saling memiliki.

****************

1
Lenny Utami
terimakasih support nya...😭
Tulisan__mawar
Lanjut semangat.
Tulisan__mawar
Layla kamu sangat baik🥹
Tulisan__mawar
Kak soal jalan ceritanya aku suka, tapi terlalu panjang paragraf nya kak.
Tulisan__mawar
Bullying ini namanya. benar itu, mereka hanya iri padamu.
Tulisan__mawar
Ngeselin emang punya mertua nggak tahu malu gitu. kasian loh anak-anaknya, Itu cucu-cucu mu buk.
Tulisan__mawar
Itu memang benar, akhir-akhir ini terasa sangat panas, sangat panas bahkan.
onimaru rascall
up 10 bab di hari Sabtu nanti aku gift kopi🤫🤫🤫
Lenny Utami: hiikkkkssss😭
total 3 replies
Lenny Utami
sudah bagus tapi harus banyak belajar lagi, semangat untuk diriku. aku bangga pada aku
Lenny Utami
terimakasih koreksinya
Lenny Utami
iya...💪
The_D
pelajari lagi dialog tag yah
Nova Indriyani
Semangat /Angry/
Lenny Utami: terimakasih atas dukungannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!