NovelToon NovelToon
Manuver Nine

Manuver Nine

Status: sedang berlangsung
Genre:Drama / Musik / Light Novel
Popularitas:127
Nilai: 5
Nama Author: Awazaki Chiru

Daniel, Minami dan Latifa. Tiga sahabat yang bermimpi membangun sebuah roket bersama. Impian besar ini mereka rancang sedari mereka masih berada di sekolah dasar. mereka berambisius untuk membangun roket bersama.

Namun kondisi Latifa begitu kritis, disaat-saat terakhirnya, Latifa ingin impian mereka tetap berjalan meski tanpa dirinya.

Daniel dan Minami berjanji untuk menuntaskan misi besar yang diberikan Latifa sebelum dirinya tiada.

ini adalah kisah tiga sahabat yang bermimpi membawa umat manusia selangkah lebih maju.

ManuverNine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Awazaki Chiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Soloist in the Stage II

"Kamu kabur begitu bikin aku makin curiga, Lho. Latifa" Gumam Sophia.

Latifa pergi keluar dengan meninggalkan Flute-nya namun ia masih membawa buku partitur karna tak ingin dilihat Sophia.

"apa-apaan sih Sophia itu. Ganggu banget sumpah, jadi gak fokus latihan" Gumam Latifa.

Latifa membeli sebuah minuman di vending machine untuk menenangkan dirinya.

"Daniel, Ya!"

"Lagian, aku bukan orang yang ingin mengambil cinta teman sendiri" Latifa menghabiskan Minumannya. Setelah selesai Latifa kembali ke dalam gedung.

Saat berada di dalam, Latifa tak melihat Sophia sama sekali, Padahal beberapa waktu yang lalu Sophie masih berada di sini, namun sekarang dia hilang begitu saja.

"Sophie kemana, ya? Agak lucu jika dia tiba-tiba saja menghilang" Ucap Latifa. Latifa menghiraukan begitu saja dan melanjutkan latihan miliknya. Ia kembali duduk ke kurisnya, tempat ia melihat secarik kertas yang sengaja di tujukan untuknya.

......................

...Latifa, Agak aneh jika aku menulis ini, apalagi kita akan tampil sebentar lagi. Aku pengen bilang tadi, sebelum kau pergi, aku ada acara, aku datang ke sini ingin memberitahukannya kepadamu, tapi kamu malah kabur saat aku menyinggung-nyinggung soal Daniel. Entah itu pacarmu atau siapa. Concerto kita akan diundur sampai jam 2 siang, ini arahan langsung dari mereka. Jadi kamu bisa pulang dulu atau tetap latihan....

^^^~Sophia^^^

......................

Setelah membaca surat yang ditulis Sophia, Latifa merasa dirinya dipermainkan.

"Kenapa gak ada yang bilang kalau acaranya ditunda, sih." Ucapnya kesal.

"Kalau tau aku mending tidur aja!" Latifa merapikan seluruh alat dan flute miliknya dan pergi. Ia mengunci pintu ruang latihan dan beranjak pergi dari gedung. Hatinya kesal, padahal hari ini adalah hari ia tampil bersama instrument lain, tapi entah kenapa hanya dia yang tidak diberitahu. Padahal masih ada si pianis yang juga bermain, namun hanya dia yang tidak diberi tahu.

"Mereka sengaja mempermainkanku atau memang info dadakan, sih?" Latifa berjalan kesal sembari membawa barang-barangnya. Ia akan kembali jam 12 siang, karna sekarang masih jam 7 pagi Latifa lebih memilih ke rumah Daniel untuk menyalurkan keluh kesahnya.

...

Di rumah Daniel, Latifa datang dengan muka kecewa, Dengan memanggil-manggil nama Daniel. Latifa berjalan ke depan pintu kamar Daniel. Ia mendobrak masuk ke dalam kamar Daniel, Tepat di sana pak Mil dan Chiru berada.

Chiru yang melihat Latifa masuk ke kamar Daniel dengan begitu gampangnya, semakin dibuat emosi dan jengkel, Chiru berlari ke luar. Sedangkan Pak Mil tak sempat menahan Chiru yang berlari.

"Ada apa ini?" Tanya Latifa dengan muka kebingungan.

"Yah, Dia lari, kan." Ucap Daniel.

"Kenapa Ada Chiru di sini? Daniel?" Tanya Latifa lagi.

"Sepertinya dia akan salah paham lagi, Nih" Ucap Daniel

"Siap-siap dipukul deh" Lanjutnya.

"Sudah kubilang, Ada apa sih!!" Latifa masih saja menanyakan hal yang sama kepada Daniel dan Pak mil.

"Begini Nak Latifa. Chiru datang ke sini atas permintaan saya. tapi kayaknya dia salah paham, deh. Soalnya kamu tiba-tiba aja masuk ke sini" Pak Mil menjelaskan situasinya.

"Salah paham kenapa?" Latifa kembali bertanya.

"Gini, Latifa. seperti yang ku bilang kemaren, dia itu suka sama kamu, tapi dia curiga kalau kita ini ternyata pacaran, jadinya dia marah sama aku." Daniel ikut menjelaskan.

"Maafin Chiru, ya Latifa. Gara-gara dia kalian jadi renggang begini" Ucap Pak Mil.

"Saya sudah dengar dari Daniel. Kalian jarang bertemu, kan? Chiru itu orangnya memang keras kepala, dia orangnya memang begitu. Sok ambisius. Tapi dia orangnya baik, kok. Meski dia keras kepala, dia selalu mendapat apa yang ia inginkan dengan adil, tapi entah kenapa sekarang dia malah mulai main ancaman kayak begini" Jelas pak Mil.

"Saya sudah peringatkan dia dan juga sudah bilangin ke orang tuanya, tinggal dianya aja yang bagaimana selanjutnya" Pak Mil perlahan duduk di samping Daniel.

"Sini, saya mau cerita soal Chiru." Pak Mil mulai bercerita tentang Chiru.

...

Saat umur chiru masih 7 tahun, dia suka banget buat berandai andai untuk mendapatkan sesuatu yang mustahil. Contohnya saat ia ingin menjadi seorang ketua kelas, Dia sering sekali berandai-andai akan menjadi ketua kelas yang adil.

Mungkin Saya pikir dulu dia cuman asal sebut, namun ternyata dia benar-benar melakukan itu. Dia tidak hanya diam untuk mewujudkan apa yang dia mau, dulu sebelum jadi ketua kelas, Chiru sering sekali memperagakan seperti seorang pemimpin yang bijak, mulai dari pidato yang ia susun, meski waktu itu pemilihan ketua kelas tidak perlu pidato, namun Chiru pintar mengambil start, Karna pidatonya banyak sekali yang akhirnya memilih Chiru menjadi ketua kelas. Bukan hanya menjadi ketua kelas, ia juga menjalankan kewajibannya dengan sangat baik, hingga saat masuk SMP, dia terpilih menjadi ketua osis terbaik di kota. Namun entah kenapa setelah masuk SMA semua keambisiusan nya mulai hilang, Obsesi terhadap sesuatu sudah mulai hilang. Hingga pada akhirnya bertemu dengan Nak Latifa. Awalnya saya melihatnya dengan penuh semangat, penuh semangat untuk mendapatkan Nak Latifa. Tapi mungkin karena melihat Nak Daniel dan Latifa bersama, dia jadi putus asa hingga mengancam sampai menyakiti Daniel.

Tapi percaya lah, dia hanya putus asa, mungkin nanti dia bisa berubah. Jadi tolong. Danil, Latifa. Selamatkan Chiru!.

...

Pak Mil menceritakan masa lalunya Chiru yang sangat berbeda dengan Chiru yang saat ini. Versi Chiru yang dulu sungguh berani dan semangat, namun sekarang Versi Chiru itu telah hilang. Entah apa alasannya. Bahkan Pak Mil sendiri tak tau apa alasannya Chiru yang dulu menghilang. Bukan Orangnya, namun Sifatnya.

"Jadi, apa yang bisa kami bantu, pak mil?" Daniel bertanya dengan harapan bisa membantu Chiru.

"Untuk saat ini, saya juga bingung. Mungkin kalian bisa membantunya dengan berbicara atau mengajaknya jalan-jalan. Tapi saya pesan, untuk Nak Latifa. Kamu jangan dekati dia dulu, saya takut kalau dia berbuat nekat, untuk Daniel. Kamu hati-hati, ya!" Pak Mil Menjawab, meski tidak yakin, tapi Pak Mil mempercayakan Chiru kepada Daniel Dan Latifa.

"Baiklah, Besok saya sudah bisa masuk sekolah, Latifa besok masih harus tampil, saya akan mencoba mengajaknya kembali berbicara" Daniel mencoba meyakinkan bahwa dirinya bisa diandalkan.

"Aku percaya kamu, Daniel!" Ucap Latifa.

"Baiklah, Besok akan jadi hari yang rumit, ku harap tak terjadi hal yang diluar rencanaku dan kalian" Ucap Daniel.

"" Aku yakin Chiru bisa diajak bicara, aku yakin dia bisa menjadi bagian dari kita" Ucap Daniel Lagi

Daniel menggenggam tangannya dan meyakinkan dirinya sendiri jika dia bisa!

1
miilieaa
kenapa latifa lari ke hutan? mending di mall aja gaes 🤭🤣
miilieaa
ayo Daniel ceritakan padaku jugaaa🤭
AkuNulis: Daniel blak blakan, nanti cerita hal ga penting 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!