NovelToon NovelToon
Legenda Kaisar Langit

Legenda Kaisar Langit

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Budidaya dan Peningkatan / Action / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.6
Nama Author: SiPemula

Su Tianjin, seorang Pangeran terbuang dari Kekaisaran Jing. Dia tidak lagi diakui sebagai Pangeran Kekaisaran dan harus terasingkan hanya karena tidak bisa berkultivasi.

Diasingkan di tempat pembuangan, di mana tempat itu merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang tidak bisa berkultivasi. Su Tianjin mengungkap sebuah fakta tentang dirinya dan semua orang yang diasingkan di tempat sama seperti dirinya.

Sebuah fakta jika dirinya bukannya tidak bisa berkultivasi, melainkan kekuatannya tersegel sampai usia tertentu. Sedangkan untuk orang lain yang bernasib sama sepertinya, nyatanya mereka semua bisa berkultivasi begitu segel di tubuh mereka dihancurkan.

Apa yang akan dilakukan Su Tianjin setelah kekuatan segel yang menyegrl kekuatannya hancur dan dia bisa memulai jalan kultivasinya? Apa dia akan membalaskan dendam pada Kekaisaran Su, atau dia justru membangun kekuatan baru untuk melebihi Kekaisaran yang merupakan tanah kelahirannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persiapan Pesta Ulang Tahun Kaisar Jing Ren

Di istana Kekaisaran Jing.

Persiapan ulang tahun Kaisar Jing Ren hampir sepenuhnya selesai, tersisa merias gerbang istana Kekaisaran, dan hari ini juga semua persiapan yang belum selesai harus segera diselesaikan.

“Yang Mulia, apa Pangeran Jing Tian tidak diundang dalam pesta kali ini?” tanya Permaisuri Jin Shui pada Kaisar Jing Ren yang kebetulan siang ini sedang berkunjung ke kediamannya.

“Dia bukan lagi Pangeran Kekaisaran Jing, dan aku sudah menghapu namanya dari keluarga Jing. Jadi, tidak ada alasan untukku mengundangnya datang ke pesta!” jawab Kaisar Jing Ren dengan wajah datar dan aura dingin yang mengelilinginya.

“Semoga saja di masa depan tidak ada penyesalan setelah Yang Mulia membuangnya!” kata Permaisuri Jin Shui lalu dia pergi meninggalkan Kaisar Jing Ren.

Permaisuri Jin Shui adalah teman dari ibu Su Tianjin, bahkan di masa lalu ibu Su Tianjin adalah orang yang dipercayai oleh Permaisuri Jin Shui.

Akan tetapi, karena ulah Kaisar Jing Ren saat dia mabuk, ibu Su Tianjin memilih menjauhi Permaisuri Jin Shui, karena dia merasa telah mengkhianati kepercayaan yang diberikan padanya.

Sebenarnya Permaisuri Jin Shui tahu jika seluruh kesalahan ada pada diri suaminya, dan dia ingin memperbaiki hubungan dengan ibu Su Tianjin.

Namun semua sudah terlambat karena ibu Su Tianjin lebih dulu bertemu kematian, dan itu adalah penyesalan pertama Permaisuri Jin Shui, dikarenakan dia tidak ada di sisinya, saat sahabat baiknya butuh seseorang sebagai pendamping.

Penyesalan kedua yang didapat Permaisuri Jin Shui selama hidupnya, dia tidak bisa melakukan apa-apa saat Su Tianjin harus kehilangan semuanya, bahkan harus rela tinggal di Kota Shamo, yang merupakan tempat paling berbahaya di Dunia Fana.

‘Tidak perlu menunggu sampai masa depan, saat ini aku bahkan sudah menyesalinya!’ batin Kaisar Jing Ren setelah kepergian Permaisurinya.

Hubungan Kaisar Jing Ren dengan Permaisuri nya memburuk setelah Su Tianjin diasingkan ke Kota Shamo.

Sebenarnya tidak pernah ada yang namanya pengasingan untuk Su Tianjin, yang ada, dia sesungguhnya dibuang oleh ayahnya sendiri ke Kota Shamo.

Swush...

Muncul salah satu pengawal bayangan, yang ditugaskan Kaisar Jing Ren untuk mengawasi tamu undangan dari Kota Shamo.

“Laporkan kegiatan mereka selama berada di Ibukota Kekaisaran!” kata Kaisar Jing Ren tegas.

“Yang Mulia, kemarin saat pergi ke kedai makan, mereka sempat bersitegang dengan Tuan Lao Ou, tapi anehnya Tuan Lao Ou tiba-tiba pergi dengan wajah ketakutan.”

“Selain itu mereka hanya jalan-jalan di Ibukota Kekaisaran, dan lebih banyak menghabiskan waktu berdiam diri di kediaman.”

Kaisar Jing Ren mengangguk mendengarnya. “Terus awasi mereka, dan jangan sampai ketahuan!” katanya.

Pengawal bayangan menganggukkan kepala, lalu secara tiba-tiba sosoknya menghilang begitu saja, seolah keberadaannya bukan sesuatu yang nyata.

Setelah pengawal bayangan pergi, Kaisar Jing Ren mengerutkan keningnya, memikirkan alasan seorang Lao Ou pergi secara tiba-tiba dengan wajah ketakutan, sedangkan seorang Lao Ou bahkan tidak takut padanya.

“Sebaiknya aku bertanya langsung padanya, apa yang membuatnya tiba-tiba pergi dengan wajah ketakutan!” gumamnya.

Kaisar Jing Ren bangkit dari tempat duduknya, lalu begitu saja dia pergi ke kediaman Lao Ou.

......................

Setelah berjalan selama beberapa waktu dengan pengawalan ketat prajurit Kekaisaran, akhirnya Kaisar Jing Ren sampai di kediaman Lao Ou. Kebetulan orang yang ingin dia temui berada di halaman rumahnya, dan saat melihat keberadaan seorang Kaisar Jing Ren, Lao Ou segera datang menyambut kedatangannya.

“Apa yang sekiranya membuat Yang Mulia Kaisar sudi berkunjung ke kediaman sederhana ini?” tanya Lao Ou setelah memberi penghormatan pada Kaisar Jing Ren.

“Aku dengar ada seorang pemuda di kedai makanan yang membuatmu ketakutan, apa kabar itu benar?” tanya Kaisar Jing Ren.

“Kabar itu benar adanya, dan sampai saat ini hamba masih takut akan sosoknya!” Lao Ou tidak malu mengakui kalau dirinya takut pada seorang pemuda.

Di Dunia Fana kekuatan adalah penentu kekuasaan. Jadi, sekalipun masih muda, asal memiliki kekuatan, siapapun yang lebih lemah darinya sekalipun orang itu lebih tua, mereka yang lebih lemah akan menghormati yang lebih kuat, sekalipun sosok yang lebih kuat jauh lebih muda.

Mendengarnya, pelan Kaisar Jing Ren menganggukkan kepalanya, dan dia percaya dengan apa yang dikatakan oleh Lao Ou.

“Apa kamu tahu siapa pemuda itu?” tanya Kaisar Jing Ren menatap Lao Ou.

Lao Ou menggelengkan pelan kepalanya, menunjukkan jika dia tidak tahu identitas pemuda yang membuatnya ketakutan.

“Hamba memang tidak mengenalinya, tapi hamba merasa tidak asing dengan wajahnya, seolah di masa lalu pernah bertemu dengannya!” kata Lao Ou merasa tidak asing dengan wajah pemuda, yang tidak lain adalah Su Tianjin.

“Tentu saja kamu merasa tidak asing dengannya! Dia adalah Jing Tian, atau setelah aku mengusirnya, dia mengganti nama menjadi Su Tianjin,” kata Kaisar Jing Ren cepat.

“Jing Tian! Yang Mulia, apa benar dia Jing Tian, putri mendiang Selir Su Lan? Astaga, jelas saja hamba tidak asing dengannya, dan pantas saja hamba juga tidak asing dengan empat orang yang bersamanya, kemungkinan mereka adalah para pelayan dan pengawal yang dulunya melayani mendiang Selir Su Lan.” Mulut Lao Ou mengatakan apa yang ingin dia katakan.

Kaisar Jing Ren yang mendengar itu hanya diam, dan kembali dia teringat akan kejadian di masa lalu.

‘Kalau saja di masa lalu aku tidak memaksanya melakukan hubungan badan, aku yakin dia saat ini hidup bahagia dengan Lao Ou, dan tidak perlu menderita hidup di istana!’ batin Kaisar Jing Ren, kembali merasa bersalah dengan apa yang sudah dia lakukan pada Su Lan dan Su Tianjin.

Kaisar Jing Ren pergi meninggalkan Lao Ou setelah dia mengetahui apa yang ingin diketahui, dan mengatakan apa yang ingin dia katakan pada Lao Ou.

“Aku harus bertemu dengannya, dan aku harus minta maaf atas kesalahpahaman yang sebelumnya terjadi!” gumam Lao Ou setelah kepergian Kaisar Jing Ren.

Sebenarnya dia masa lalu dia sangat marah atas apa yang terjadi antara Kaisar Jing Ren dengan calon istrinya, dan dia sangatlah membenci sosok Kaisar Jing Ren, meski sebelumnya mereka adalah sahabat baik.

Namun, melihat Su Lan bahagia tinggal di istana, dia akhirnya mengikhlaskannya menjadi salah satu Selir sahabatnya.

Sejak saat itu dia memilih pergi berperang ke perbatasan, dan dia baru kembali ke Ibukota Kekaisaran sekitar dua tahun yang lalu.

Kembalinya ke Ibukota, dia disambut dengan dua kabar buruk.

Kabar buruk pertama tentang kematian Su Lan saat melahirkan putry, sementara untuk kabar buruk kedua, itu adalah kabar tentang putra Su Lan yang harus diasingkan ke tanah terbuang karena lahir sebagai seorang pemboros.

Dia sebenarnya kambali marah pada Kaisar Jing Ren, dan sebenarnya saat ini hubungannya dengan sang Kaisar tidak pernah baik.

Apa yang barusan terjadi, itu hanyalah kepura-puraan mereka, saat banyak orang yang mengawasi mereka dari kejauhan. Jika hanya mereka berdua, pertarungan tidak akan terelakkan, meski pada akhirnya Kaisar Jing Ren senantiasa keluar sebagai pemenang.

......................

Keesokan harinya.

Hari ulang tahun Kaisar Jing Ren akhirnya tiba.

Beberapa tamu undangan tampak sudah memasuki istana Kekaisaran, dan tujuan mereka adalah aula istana tempat berlangsungnya pesta.

Di sebuah kediaman, yang ditempati tamu undangan dari Kota Shamo, terlihat enam orang telah siap pergi menghadiri pesta ulang tahun Kaisar Jing Ren.

Kemarin mereka telah membeli pakaian untuk menyempurnakan penampilan, serta beberapa perhiasan terbaik untuk kesempurnaan penampilan ketiga wanita.

Hadiah untuk Kaisar Jing Ren juga sudah dipersiapkan, dan Su Tianjin yang merupakan pemimpin kelompok dari Kota Shamo yakin jika hadiahnya akan menjadi yang terbaik, dibandingkan hadiah yang lainnya.

“Satu botol air surgawi sebagai hadiah untuk ayahanda. Aku mau lihat, apa ada orang yang mampu menyaingi hadiah yang telah aku persiapkan!” gumam Su Tianjin, dan dia telah siap menuju tempat berlangsungnya pesta.

Berjalan kaki, Su Tianjin memimpin rombongannya menuju aula istana Kekaisaran.

Aura seorang Pangeran terpancar dari sosok Su Tianjin, dan semua orang yang melihat sosoknya tentu dapat merasakan aura itu.

Akan tetapi, karena tidak ada yang mengenal siapa Su Tianjin, mereka hanya diam, sambil sesekali melihat Su Tianjin dan rombongannya.

......................

Bersambung.

1
Rino Wengi
bagaimana dengan Keluarga Su... keluarga dari ibunya Su Tianjin kenapa nggak pernah ditampilkan padahal masih ada kakek dan neneknya??
Rino Wengi
waktu Su Tianjin datang ke istana dia mengatakan hanya permaisuri yg memperlakukan nya dengan baik seperti anak sendiri... tapi kenapa masih diburu untuk dibunuh juga??????
Rino Wengi
mampuzzz ayah keparat🤣🤣🤣
Rino Wengi
saking nggak diakuinya MC memakai marga ibunya..
Rino Wengi
ngapain masih nyebut ayahanda?.. nggak diakuin juga.. marganya saja nggak dikasih..
Rino Wengi
sayangnya nama ranah kultivasi nya pakai warna warni jadi susah di ingat 😇😇..
Predi Siswanto
nggak seru critanya kayak banci
Predi Siswanto
pendekar bodoh berhenti main main
Predi Siswanto
cerita nya seru juga tapi nama kultivasi nya lain dari pada yg lain
Nusa thotz
noahhhhh...ohhhh noahhhhh....kau datang dari bab berapaaaaaaa?????
Rino Wengi
modarrrrrrr...
Rino Wengi
kenapa nggak nengok kakek neneknya keluarga Su?
Rino Wengi
keluarga serakah bantai saja.... nggak tahu trimakasih memang pantas dihancurkan
Rino Wengi
ngapain masih manggil ayahanda, sedangkan kaisar sudah membuangnya? bahkan sudah dihapus dari keluarga kaisar Jing
Rino Wengi
Kaisar sama pelayan Su Tianjin saja kalah kultivasinya....🤭🤭🤭 gitu sombongnya minta ampun anak sendiri diusir
Rino Wengi
Pantas Su Tianjin tidak memakai marga Jing tetapi marga ibunya keluarga Su... begitu bencikah ayahnya kepada Su Tianjin dan ibunya?
Rino Wengi
isi cincin ruang nggak ditengok, barangkali ada barang bagus?
Rino Wengi
dasar saudara serakah..
Sang M
lanjut, broooo. jgn melempem...
Sang M
gak bis berpikir aku. Author Host dan istrinya gak cepat naik level..malah menaikkan level sekte pagoda suci. yg utama itu levelmu...Otak payah lu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!