Raja Iblis Vorthar adalah penguasa seluruh wilayah kegelapan yang ditakuti oleh para dewa dan manusia. Setelah perang besar yang memakan korban tak terhitung, ia akhirnya dikalahkan dan dikurung selama ribuan tahun. Namun, kutukan para dewa tak mampu menghapus keberadaannya sepenuhnya.
Saat terbangun kembali, Vorthar tidak lagi berada di istana kegelapan yang megah. Ia terlahir kembali sebagai seorang anak biasa di dunia manusia yang damai dan penuh dengan para kultivator yang menganggap kekuatan kegelapan sebagai hal terlarang. Dengan ingatan dan kekuatan dasar yang masih tersimpan, ia harus menavigasi dunia yang memandangnya sebagai musuh.
Tanpa teman dan dengan banyak musuh yang mengincar nyawanya, Vorthar mulai menapaki jalan kembali menuju puncak kekuatan. Ia tidak hanya ingin memulihkan kekuatannya sebagai Raja Iblis, tetapi juga mencari tahu rahasia di balik perang kuno yang menghancurkan dunianya. Dalam perjalanannya, ia akan bertemu dengan sekutu yang tak terduga
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sulaiman1927, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ujian tahunan sekte
Beberapa bulan berlalu dengan cepat, dan akhirnya tiba saat yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh murid Sekte Angin Bayangan: Ujian Tahunan Sekte.
Ujian ini diadakan setiap tahun untuk menilai kemajuan semua murid, menentukan peringkat, dan memberikan hadiah serta sumber daya tambahan bagi mereka yang berhasil mencapai hasil terbaik. Ujian tahun ini terasa lebih penting dari biasanya karena akan ada pengamat dari sekte-sekte besar lainnya yang datang untuk mencari bakat baru.
Selama sebulan sebelum ujian, suasana di seluruh kompleks sekte menjadi sangat tegang dan penuh persaingan. Setiap murid berlatih dengan lebih keras dari biasanya, berusaha meningkatkan kekuatan dan teknik mereka secepat mungkin.
Ryn juga tidak terkecuali. Ia menggabungkan semua pengetahuan yang ia dapatkan dari pelajaran di kelas dan buku-buku di perpustakaan dengan teknik kuno yang diajarkan oleh Zarathos. Dalam waktu singkat, ia berhasil menembus ke Tingkat Ahli Tahap Pertama, sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat ia baru menjadi murid selama kurang dari enam bulan.
Kairon dan kelompoknya semakin merasa terancam. Mereka tahu bahwa Ryn memiliki bakat yang jauh melebihi mereka, jadi mereka mulai menyusun rencana jahat untuk menjatuhkan Ryn sebelum ujian dimulai.
Suatu sore, saat Ryn sedang berlatih sendirian di taman belakang sekte, ia tiba-tiba dikelilingi oleh lima orang pemuda yang semuanya adalah murid unggulan dari kelompok Kairon.
"Heh, lihat siapa yang ada di sini," kata salah satu dari mereka, seorang pemuda berwajah kasar bernama Daren. "Anak baru yang beruntung. Kamu pikir kamu bisa menonjol hanya karena bakatmu? Hari ini kita akan mengajarimu pelajaran."
Ryn berhenti bergerak dan menatap mereka dengan tenang. "Aku tidak ingin bertengkar. Jika kamu memiliki masalah, bicaralah dengan penatua saja."
"Tidak ada gunanya bicara," jawab Kairon yang muncul dari balik pohon. "Di ujian nanti kita akan bertarung secara sah, tapi hari ini kita hanya memberimu peringatan. Jangan terlalu berlebihan saat ujian berlangsung, atau kamu akan menyesal."
Tanpa peringatan, Daren dan empat temannya langsung menyerang Ryn sekaligus. Mereka menggunakan teknik serangan cepat yang khas dari Sekte Angin Bayangan. Energi mereka berwarna biru muda dan terlihat sangat kuat.
Namun Ryn tidak panik. Ia menggunakan teknik pertahanan yang diajarkan oleh Zarathos—menggunakan kecepatan dan kelicikan daripada kekuatan mentah. Ia bergerak dengan halus, menghindari setiap serangan dengan mudah seolah-olah ia menari di antara mereka.
Setelah menghindari serangan selama beberapa saat, Ryn akhirnya bertindak. Ia mengeluarkan sedikit energi gelapnya yang disamarkan menjadi energi alam yang padat dan kuat. Dengan satu gerakan tangan yang sederhana, ia menahan semua serangan mereka sekaligus dan mendorong mereka mundur dengan kuat.
Kelima pemuda itu terhuyung mundur dan hampir jatuh ke tanah, wajah mereka penuh dengan keterkejutan.
"Ini... tidak mungkin," gumam Daren. "Kamu... kamu jauh lebih kuat dari yang kita kira."
Kairon menatap Ryn dengan tatapan marah dan tidak percaya. "Kamu menyembunyikan kekuatanmu! Itu tidak adil!"
"Aku tidak menyembunyikan apa pun," jawab Ryn dengan tenang. "Aku hanya menggunakan apa yang sudah aku pelajari. Dan ingat, dalam dunia kultivasi, menjadi kuat bukan berarti tidak boleh menggunakan semua kemampuanmu."
Setelah berkata demikian, Ryn berbalik dan melanjutkan latihannya seolah tidak terjadi apa-apa. Kairon dan kelompoknya pergi dengan rasa malu dan kemarahan yang membara. Mereka tahu bahwa mereka telah menimbulkan musuh yang jauh lebih kuat dari yang mereka bayangkan.
Malam itu, Ryn bertemu dengan Zarathos di tempat rahasia.
"Mereka akan mencoba mengganggumu lagi," kata Zarathos. "Tapi jangan takut. Kamu sudah melakukan hal yang benar dengan menunjukkan sedikit kekuatanmu. Sekarang mereka akan tahu bahwa kamu bukan orang yang bisa dengan mudah dikalahkan."
"Apakah aku sudah siap untuk ujian ini, Guru?" tanya Ryn.
"Kamu sudah siap," jawab Zarathos dengan yakin. "Kekuatanmu sudah cukup, dan pikiranmu sudah matang. Yang tersisa hanyalah menunjukkan apa yang kamu miliki."
Hari ujian akhirnya tiba. Seluruh area ujian yang terletak di lembah tertutup di belakang sekte sudah disiapkan dengan rapi. Ada lebih dari seratus peserta dari Sekte Angin Bayangan, dan puluhan pengamat dari sekte-sekte lain yang berdiri di pinggir lapangan dengan pakaian dan lambang masing-masing.
Penatua Ren berdiri di atas panggung utama dan memberikan pengumuman.
"Selamat datang di Ujian Tahunan Sekte Angin Bayangan tahun ini! Ujian ini terdiri dari dua bagian: Ujian Teori dan Ujian Pertarungan. Siapa pun yang mendapatkan peringkat teratas akan mendapat hak istimewa untuk masuk ke Area Terlarang dan mendapatkan warisan kuno yang tersimpan di sana!"
Suasana menjadi semakin bersemangat. Area Terlarang terdengar seperti tempat yang sangat berbahaya namun juga memiliki peluang untuk mendapatkan kekuatan yang besar.
Bagian pertama adalah ujian teori. Ryn menjawab semua pertanyaan dengan mudah, karena ia telah membaca banyak buku dan mempelajari sejarah serta teknik dengan teliti. Ia mendapatkan nilai tertinggi dengan selisih yang jauh dari peserta lainnya.
Bagian kedua adalah ujian pertarungan sistem gugur. Setiap peserta akan melawan lawan secara berurutan, dan yang bertahan hingga akhir akan menjadi pemenang.
Saat pertarungan dimulai, banyak peserta yang kalah dengan cepat. Kairon dan kelompoknya berhasil melaju cukup jauh, namun mereka juga menghadapi kesulitan. Akhirnya, saat perempat final tiba, Ryn bertemu dengan Kairon.
Penonton mulai berbisik-bisik saat melihat mereka berdiri berhadapan.
"Lihat, itu Ryn dan Kairon. Ini adalah pertarungan yang ditunggu-tunggu."
Kairon menatap Ryn dengan tatapan tajam. "Akhirnya kita bertarung secara resmi. Kali ini aku tidak akan kalah."
Mereka mulai bertarung. Kairon menyerang dengan kecepatan tinggi dan serangan yang kuat. Tekniknya sangat halus dan terlatih dengan baik. Namun Ryn tidak bergerak cepat dengan kecepatan biasa. Ia bergerak dengan kecepatan yang jauh melebihi apa yang pernah ditunjukkan oleh siapa pun di sana.
Setiap serangan Kairon terasa lambat bagi Ryn. Ia menghindari dengan mudah dan sesekali memberikan serangan balik yang singkat namun sangat kuat.
Dalam waktu kurang dari lima belas detik, Kairon sudah terjatuh ke tanah dan tidak bisa bangkit lagi. Ryn menang dengan sangat mudah dan tanpa kerusakan sedikit pun.
Seluruh lapangan menjadi sunyi sejenak, kemudian ledakan sorak sorai terdengar.
"Ryn menang! Ryn menang!" teriak banyak murid.
Pengamat dari sekte lain juga menatap Ryn dengan rasa takjub dan minat yang besar.
"Anak itu memiliki bakat yang luar biasa," kata salah satu pengamat dari Sekte Cahaya Emas. "Jika dia terus berkembang, dia pasti akan menjadi tokoh besar di masa depan."
Penatua Ren tersenyum puas. Ia tahu bahwa pilihan mereka menerima Ryn adalah keputusan yang benar.
Setelah semua pertarungan selesai, Ryn berhasil menjadi juara pertama dengan selisih yang jauh dari semua peserta lainnya. Ia tidak hanya menunjukkan kekuatan fisik, tapi juga kecerdasan dan pengendalian diri yang luar biasa.
Saat upacara penghargaan, Penatua Ren memberikan sebuah cincin kuno kepada Ryn.
"Ini adalah Cincin Penyimpanan," kata Penatua Ren. "Di dalamnya terdapat ruang dimensi kecil yang bisa kamu gunakan untuk menyimpan barang-barang. Dan sebagai juara pertama, kamu berhak masuk ke Area Terlarang dan mengambil satu benda apa pun yang kamu temukan di sana, selama itu tidak berbahaya bagi dirimu sendiri."
Ryn menerima cincin itu dengan hormat. Ia tahu bahwa ini adalah kesempatan emas baginya untuk mendapatkan benda-benda kuno dan informasi yang mungkin berhubungan dengan masa lalunya.
Malam itu, setelah upacara selesai, Ryn berkumpul dengan Zarathos di tempat rahasia.
"Selamat, Ryn," kata Zarathos. "Kamu telah membuktikan dirimu. Dan sekarang, kesempatanmu untuk mendapatkan kekuatan dan pengetahuan lebih besar sudah ada di depan mata."
"Besok aku akan masuk ke Area Terlarang," kata Ryn. "Apakah kamu tahu apa yang ada di sana?"
"Area itu dulunya adalah bagian dari wilayah kekuasaanmu sendiri," jawab Zarathos dengan suara rendah. "Di sana tersimpan banyak hal yang telah kamu tinggalkan ribuan tahun lalu. Hati-hati, Ryn. Bukan hanya makhluk berbahaya yang menunggumu di sana, tapi juga ingatan dan rahasia yang mungkin mengubah segalanya."
Ryn mengangguk penuh tekad. Ia siap menghadapi apa pun yang ada di sana. Ini bukan sekadar ujian untuk sekte, ini adalah kesempatan baginya untuk mulai menemukan kembali masa lalunya dan membuka jalan menuju tujuannya yang sebenarnya.