NovelToon NovelToon
Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / CEO / Duda
Popularitas:95.1k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kepindahan Arumi ke sekolah elit di ibu kota membawanya menjadi wali kelas Azzam dan Azzura, si kembar anak konglomerat yang dikenal paling bermasalah. Dengan ketulusan dan kesabarannya, Arumi berhasil mengubah mereka menjadi pribadi yang lebih baik.
Takdir kemudian mempertemukannya kembali dengan Zaky Tanuwijaya, ayah si kembar sekaligus cinta pertama yang pernah menghancurkan hatinya di ambang pernikahan. Kini, Zaky yang telah menjadi duda ingin menebus kesalahan masa lalu dan memenangkan kembali hati Arumi.
Namun, ibunda Zaky terus menanamkan ketakutan kepada Azzam dan Azzura bahwa ibu tiri hanyalah wanita yang mengincar harta. Di tengah penolakan si kembar dan luka lama yang belum sembuh, mampukah Arumi membuka kembali hatinya dan membuktikan bahwa kasih sayang tulus mampu mengalahkan prasangka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13

Hari-hari berikutnya berjalan dengan sangat cepat bagi Arumi. Memasuki pertengahan semester, ia disibukkan dengan berbagai persiapan mengajar, mengingat sebentar lagi para siswa akan menghadapi uji coba ulangan semester genap. Sebagai wali kelas sekaligus guru Matematika, Arumi mencurahkan seluruh fokus dan energinya agar anak-anak kelas 7C terutama mereka yang sebelumnya tertinggal bisa lebih fokus dan siap menghadapi ujian.

Di tengah tumpukan lembar soal dan kesibukan menyusun kisi-kisi, Arumi berusaha keras mengesampingkan segala hal tentang Zaky. Ia mengunci rapat-rapat memori masa lalu dan getaran aneh di dadanya setiap kali mengingat pertemuan mereka. Baginya saat ini, tugas mendidik murid-muridnya adalah prioritas utama yang tidak boleh diganggu gugat.

*

*

Sementara itu, di puncak gedung pencakar langit milik Tanuwijaya Group, sebuah skenario lain sedang disusun dengan begitu rapi.

Zaky melangkah tegap memasuki ruang kerja pribadinya yang luas dan mewah, disusul oleh Arya yang berjalan patuh di belakangnya. Begitu memposisikan tubuhnya di atas kursi kebesaran yang empuk, Zaky melonggarkan sedikit dasinya. Wajah dingin yang biasa ia tunjukkan di depan para klien kini berganti dengan binar kepuasan yang kentara.

Zaky menatap asisten kepercayaannya itu dengan senyum lebar. "Aku sangat puas dengan hasil rencana hari ini, Arya. Kau memang selalu bisa aku andalkan."

Arya membungkuk hormat dengan senyum tipis profesional. "Terima kasih, Tuan. Sudah menjadi kewajiban saya untuk memastikan segala sesuatunya berjalan sesuai keinginan Anda."

"Pokoknya, untuk ke depannya, kau harus terus menyusun rencana agar pertemuanku dengan Arumi selalu terlihat alami dan seolah tidak disengaja. Jangan sampai dia curiga bahwa semua ini adalah bagian dari skenarioku," perintah Zaky, mengetukkan jemarinya di atas meja kayu jati dengan penuh ambisi.

Arya mengangguk pasti, lalu menunjukkan sebuah analisis kecil di tabletnya.

"Anda tenang saja, Tuan. Selama Bu Arumi masih mengandalkan kendaraan umum, terutama ojek online untuk mobilitasnya sehari-hari, celah kita sangat besar. Cuaca Jakarta yang tidak menentu dan jam sibuk pagi hari akan selalu menjadi sekutu terbaik kita. Kesempatan Anda untuk menjadi penyelamat yang kebetulan lewat akan selalu terbuka lebar. Jadi, Tuan tidak perlu khawatir."

Mendengar penjelasan brilian dari sang asisten, tawa kecil Zaky pecah. Ia sangat puas dengan kinerja Arya yang begitu profesional.

"Bagus sekali, Arya," gumam Zaky sembari menyandarkan punggungnya, menatap langit Jakarta dari balik dinding kaca besar ruangannya.

'Kau boleh terus mencoba menjauh, Arumi. Tapi takdir dan sedikit bantuan dari Arya akan selalu menyeret mu kembali ke pelukanku.'

*

*

Satu minggu belakangan ini terasa sangat aneh sekaligus melelahkan bagi Arumi. Entah kebetulan atau ada kutukan apa, setiap kali ia memesan ojek online di pagi hari, motor yang ia tumpangi selalu saja berakhir mogok di tengah jalan. Dan ujung-ujungnya, sebuah mobil sedan hitam mewah yang sangat ia kenal selalu menepi tepat pada waktunya.

Azzam dan Azzura di dalam mobil selalu tampak sangat antusias dan gembira setiap kali mengajak sang wali kelas untuk berangkat bersama. Arumi yang tidak enak hati menolak di depan murid-muridnya pun terpaksa harus duduk berdampingan dengan Zaky, menahan debaran aneh yang terus menyiksa dadanya sepanjang jalan.

Setibanya di rumah setelah kejadian ketiga kalinya dalam seminggu, Arumi mengunci pintu kontrakannya dan bersandar dengan napas berkejaran.

"Sepertinya ada yang janggal... Tidak mungkin ada orang yang sesial ini sampai ojeknya mogok terus-menerus," gumam Arumi penuh curiga. "Besok sebaiknya aku mengendarai sepeda motorku sendiri saja. Toh, aku sudah mulai hafal rute jalan tikus menuju sekolah!" ucapnya bertekad. Ia benar-benar tidak ingin merepotkan siapa pun lagi, apalagi sampai terus-menerus terjebak dalam pusaran pesona masa lalunya.

Keesokan harinya, rencana rapi yang sudah disusun sedemikian rupa oleh Zaky dan Asisten Arya mendadak gagal total. Arya yang memantau dari jauh hanya bisa gigit jari saat melihat Arumi melesat keluar dari gang kontrakannya menggunakan sepeda motor bebek pribadinya dengan begitu lincah. Tidak ada lagi insiden ojek mogok, tidak ada lagi kesempatan bagi Zaky untuk menjadi pahlawan kesiangan.

Arumi menghembuskan napas lega di balik helmnya.

'Syukurlah... Akhirnya aku bebas. Aku tidak mau kebersamaan kami di dalam mobil malah menimbulkan fitnah di antara para staf guru di sekolah,' batinnya lega.

Beberapa hari berlalu dengan sangat cepat. Uji coba ujian semester genap pun akhirnya dilaksanakan di SMP Chandrakanta. Suasana ketegangan begitu terasa di koridor-koridor sekolah. Semua murid mendadak rajin membaca buku, tak terkecuali di kelas 7C.

Namun, bagi Azzam dan Azzura, ujian ini terasa seperti siksaan. Mereka memang kurang menguasai sebagian besar mata pelajaran, terutama Matematika, pelajaran yang selalu mereka anggap paling membosankan dan memusingkan kepala.

Beberapa hari kemudian, hasil uji coba ujian pun keluar. Saat lembar jawaban dibagikan, Azzam dan Azzura hanya bisa menatap nanar kertas mereka. Nilai mereka jauh di bawah standar kelulusan minimal.

Kabar tentang buruknya nilai si kembar tentu saja langsung sampai ke telinga Zaky Tanuwijaya. Alih-alih marah besar seperti biasanya, Zaky justru menyunggingkan senyum misterius di ruang kerja kantornya. Ini adalah celah baru, sebuah peluang emas yang sudah ia tunggu-tunggu.

Zaky segera menghubungi Pak Bima, sang kepala sekolah. Menggunakan kekuasaannya sebagai donatur terbesar, ia mengajukan sebuah permintaan khusus yang dibungkus dengan alasan akademis.

"Pak Bima, saya sangat khawatir dengan perkembangan nilai akademis Azzam dan Azzura, terutama Matematika. Saya minta pihak sekolah memfasilitasi les tambahan khusus untuk mereka setiap hari Sabtu dan Minggu," ujar Zaky melalui sambungan telepon dengan nada dingin berwibawa. "Dan saya hanya ingin wali kelas mereka sendiri, Bu Arumi, yang mengajar les tersebut secara privat di rumah saya."

Pak Bima tentu saja tidak berani menolak perintah dari sang penyokong dana sekolah. Keesokan harinya, Arumi langsung dipanggil menghadap ke ruangan kepala sekolah.

"Tapi, Pak Bima... bukankah hari Sabtu dan Minggu adalah hari libur sekolah? Mengapa lesnya tidak diadakan di hari biasa saja?" tanya Arumi mencoba melakukan negosiasi halus. Jantungnya mulai berdegup kencang karena firasat buruk.

Pak Bima menghela napas, menatap Arumi dengan tatapan memohon. "Saya tahu ini melelahkan, Bu Arumi. Tapi ini permintaan langsung dari wali murid, sekaligus donatur terbesar yayasan kita, Pak Zaky. Nilai ujian Azzam dan Azzura memang sangat memprihatinkan dan di bawah standar. Sebagai wali kelas, bukankah Anda juga ingin melihat mereka lulus dengan nilai baik?"

Arumi terdiam. Kata-kata Pak Bima benar-benar mengunci ruang geraknya. Sebagai seorang pendidik yang bertanggung jawab, ia tidak bisa mengabaikan kewajibannya begitu saja demi ego pribadinya.

"Baiklah, Pak... Saya bersedia," jawab Arumi pasrah.

Hari Sabtu pun tiba. Arumi berdiri di depan gerbang megah kediaman Tanuwijaya dengan perasaan campur aduk. Ia menghembuskan napas panjang, menatap mansion mewah yang tampak sunyi namun mengintimidasi itu.

'Niat hati ingin menghindar dan berlari sejauh mungkin dari Zaky... tapi kenapa takdir malah menuntunku berjalan masuk ke dalam sarangnya sendiri?' batin Arumi getir.

Ia memejamkan mata sesaat, merasa seolah takdir sedang mempermainkannya dan terus memaksa jalannya untuk bertemu kembali dengan pria yang pernah menghancurkan hatinya itu.

Dengan langkah ragu namun penuh keteguhan profesional, Arumi melangkah masuk melewati pos penjagaan, bersiap menghadapi apa pun yang menantinya di dalam rumah sang mantan kekasih

Bersambung...

1
Nadja 🎀
jangan bilang dulu citra benci Yudi miskin.. makanya meninggalkan yudi. makanya pura-pura di tidurin biar zaky bertanggung jawab karena zaky orang kaya jg harta jg sengaja keluarga Zaky benci arumi pantas saja terungkap!
Nar Sih
sabar zaky ,jika memang azzam bukan putra kandung mu gk apa ,,anggap si kmbr tetap putra putri mu
Nar Sih
waah...ank siapa si kmbr yaa
Iffanaya 😽
nah loh...apa mungkin kalo Azam dan azzura anaknya dokter Yudistira yg pernah pny hubungan sama citra 🤔
Arum Dyah
jangan2 anaknya dokter itu lagi...🤭🤭
Teh Euis Tea
nah loh jd si kembar anak siapa itu?
mana si citra udah meninggal lg jd ga bisa nanya
berarti dulu si citra jebak zaky untuk tanggung jawab sm anak yg di kandung, kasian zaky 🥹
neny
tuh kan,,aq dah felling dr awal,,mereka bkn anak Zaky,,citra menjebak Zaky dan membuat Zaky hrs bertanggungjawab pdhl itu anak dr laki2 lain
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
apa azam azzura bukan anak kandung nya zaky 🤔
vania larasati
lanjut kak
Aisyah Suyuti
menarik
Ana
ikut bahagia 🤗
mimief
atu pasangan lagi yg belum bahagia Thor
Wisnu Ama indah?
apakabar tu berdua
mimief
cie.

cieeeee
pak Arya
mimief
pasti urusan ayu yaaa
mimief
tapi kenapa ya
Ama pelakor jaman sekarang
udah pada rada lain yaa

🤣
mimief
wah...orang sakit
bisa jadi perang dunia ke 2 ini
kalau nemuin lipstik di jas nya 😱
Nar Sih
seneng nyaa arumi bnr,,di ratukan oleh suami juga sikembar azam azzura dan gk ketinggalan ibu mertua
Ana
ga sabar nunggu bab selanjutnya 🤗🤗
Ana
ceritanya bagus banget 🤗luar biasa 👍
Ana: sama-sama kak 🤗
total 2 replies
Ana
ketahuan deh🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!