NovelToon NovelToon
Luka Tak Terlihat

Luka Tak Terlihat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga)
Popularitas:886
Nilai: 5
Nama Author: Illana Clr

Cerita ini hanya fiksi semata, hanya halu author.

Cerita ini, terispirasi dari curhatan-curhatan seorang ibu yang merasa lukanya terabaikan, lelahnya tak terlihat, dan sakitnya yang dianggap sepele, diselingkuhin pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Illana Clr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Keadaan

Alana dan Rafa menyiapkan pernikahan dengan cepat semua lancar sampai kata "Sah" terucap dari beberapa saksi pernikahannya.

Di pelaminan, mereka berdua berseri.

Dan di barisan tamu... ada Johan dan Safa.

Johan membeku saat melihat Cia.

Gadis kecilnya tumbuh menjadi anak yang cantik, rambutnya diikat, pakai dress biru muda.

Tangannya gatel pengen manggil, pengen gendong.

Tapi Safa langsung menggenggam lengan Johan erat. Bisiknya pelan namun tegas.

"Jangan."

Alana melihat itu dari jauh. Dadanya sesak.

Niatnya Alana mendekatkan Cia ke Johan... langsung dia urungkan.

Acara selesai. Saat sungkeman, Safa maju duluan. Senyumnya manis namun mengandung racun

“Selamat ya atas pernikahan kalian.”

Alana memanggil pengasuh Cia, agar anaknya dibawa menjauh

Lalu matanya melirik ke Alana.

“Mulai hari ini, nggak usah sibuk-sibuk nyari Johan ya. Dia suami aku.”

Udara langsung dingin.

Rafa maju selangkah, berdiri di depan Alana dan Cia.

“Baik. Mulai sekarang saya juga akan menyarankan agar Alana menutup akses komunikasi Johan dengan anaknya.”

Alana langsung menoleh. Kaget.

“Cia anak Johan, Rafa.”

Rafa menatap Alana. Lalu menatap Cia yang pegang ujung bajunya.

“Ada aku. Aku yang akan jadi ayah sambung yang akan selalu Cia sayang sampai kapanpun.”

Safa nyengir.

“Alana... jangan pake alasan anak kalau masih gatel sama suami orang.

Sekarang kan ada yang garukin tiap malam.”

“Udah, Safa.” Johan akhirnya bersuara. Suaranya berat.

“Cia anak aku. Aku punya hak atas dia.

Selama ini aku nurut sama kamu. Tapi untuk kali ini... biarin aku sayangin anak aku.”

Safa mendelik ke Johan. Lalu ke Alana.

“Oh. Masih gatel juga ya sama mantan kamu yang murahan ini?”

Hening.

Rafa langsung merangkul bahu Alana.

“Cukup. Ini hari bahagia kami. Kalau mau rusuh, silakan di luar.”

---

Safa langsung menarik lengan Johan dan menyeretnya keluar dari gedung.

“Kita pulang. Sekarang.”

Di mobil hening. Sampai rumah, pintu baru kebuka setengah...

Pertengkaran pecah.

“Kamu tuh kenapa sih?!” bentak Johan.

“Aku cuma mau ketemu anakku. Cia anak aku. Sama kayak Vino anak kita!”

Safa melempar tasnya ke sofa.

“BEDA! Vino itu darah daging kita. Sementara Cia?

Cia itu anak pelakor. Cukup ya aku sabar selama ini.

Aku lihat kamu nikah sama Alana, kamu punya anak bareng dia.

Aku cuma minta satu, jangan temuin dia. Apalagi menafkahi anak itu.”

Johan tertawa sinis. Suaranya patah.

“Harusnya aku sadar dari dulu.

Nikah dan punya anak sama kamu... adalah kesalahan terbesar aku.

Alana jauh lebih baik dibanding kamu.”

Safa menunjuk dada Johan. Air matanya jatuh.

“Eh denger ya! Yang ngotot mau punya anak itu kamu, bukan aku!

Kalau bukan karena kamu maksa, aku nggak akan begini!”

Dari balik pintu kamarnya, ada yang menguping.

Vino anak laki-laki 6 tahun.

Dia nggak keluar, dia sudah terlalu sering mendengar pertengkaran orangtuanya.

Hanya boneka beruang di pelukannya yang dia peluk semakin erat.

Kalimat terakhir dari Maminya menghantam dadanya.

_"Yang ngotot mau punya anak itu kamu, bukan aku..."_

"Berarti... Vino nggak diinginkan".

Air matanya jatuh. Tapi dia hapus cepat-cepat.

Takut kalau nangis, Deddy sama Mami berantemnya makin parah.

Dia jalan pelan ke kasur, duduk memeluk lututnya.

Di dalam hati dia berbisik:

_"Berarti... kalau Vino nggak ada, rumah ini nggak akan berisik ya..."_

Hati makhluk kecil ini terpotek bahkan sampai hancur, namun ia dipaksa kuat oleh keadaan.

Di luar kamar, Johan dan Safa masih teriak.

Nggak ada yang sadar... di dalam kamar, anaknya sedang memendam sedihnya sendiri.

---

Hari itu, Ada dua keadaan. Dirumah mewah sedang ada keretakan bahkan mungkin kehancuran hati seorang anak usia 6 tahun.

Dan di sebuah gedung ada sepasang orang dewasa yang tengah berbahagia dengan pernikahan dan berusaha mengukuhkan, menguatkan hati dan perasaan anak sambungnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!