NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Pemuas Badboy Kampus

Terpaksa Menjadi Pemuas Badboy Kampus

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Gymora Sasami seorang mahasiswa yang terkenal akan kepintarannya, dia juga putri tunggal keluarga kaya.
Dia selalu dipuji dan dieluh-eluhkan di kampus.
Namun, citra yang sebelumnya sudah dibangun olehnya terancam dihancurkan oleh seorang Badboy kampus yang tidak sengaja memergoki dirinya digudang saat sedang memuaskan dirinya sendiri.
Pagi itu digudang, Draka Nilon mengambil alat yang ada ditangan Gymora, hal itu membuat Gymora yang akan mencapai titik kepuasannya terkejut.
"Aku tidak menyangka, seorang wanita cantik yang terkenal pintar dan jual mahal di kampus melakukan hal yang tidak terpuji seperti ini," sindir Draka.
Gymora langsung menutup tubuh bagian bawahnya.
"Draka aku mohon, jangan sebarkan video itu!" pinta Gymora.
Melihat Draka yang diam, Gymora terus memohon.
"Karena kamu terus memohon dan berlutut, baiklah kita buat kesepakatan. Kalau kamu ingin aku tidak menyebarkan videomu itu. Kamu harus melayaniku!"
Kedua bola mata Gymora membelalak, mengingat dia belum pernah melaku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29.

Tiba-tiba tubuh Kania dan ayahnya terdorong jatuh ke lantai.

Satpam yang biasanya bersikap ramah nampak menatap Kania maupun ayahnya dengan tatapan dingin.

Bahkan kedua satpam itu tak segan bersikap kasar.

Gunawan tidak terima, ia berteriak dengan wajah marah. "Apa-apaan kalian!"

"Kami hanya melaksanakan tugas," sahut kedua satpam itu bersamaan.

"Aku ingin masuk, jangan halangi aku!" Titah Gunawan, ingin memukul wajah satpam itu.

Tapi ia yang lebih pendek dari satpam itu, tentu saja membuatnya kesulitan memukul wajah satpam.

Satpam itu sebenarnya ingin melumpuhkan Gunawan untuk membalas perlakuan pria didepannya yang tidak sopan.

Tapi sebelum bisa membalasnya, Gunawan malah sudah terpeleset sandal jepit murahnya sendiri.

Hal itu tak kuasa membuat kedua satpam itu menahan tawa.

Kania menarik lengan ayahnya, lalu berkata dengan nada kesal. "Ayah kenapa malah buat aku malu?"

Gunawan juga sedikit merasa malu didepan putrinya, ia memilih untuk mengabaikan ucapan putrinya.

Ia malah kembali marah kepada kedua satpam itu yang masih menahan tawa, bahkan kedua satpam itu juga menatap Gunawan penuh ejekan.

"Awas kalian, aku akan telpon Gwen sekarang!! Biar kalian berdua dipecat." Ancam Gunawan.

Ia mulai melakukan panggilan pada nomor Gwen. (Maaf nomor yang anda tuju sekarang ini tidak bisa dihubungi.)

Ekspresi wajah Gunawan langsung berubah muram.

"Kenapa ayah?" Tanya Kania saat melihat wajah ayahnya kesal.

"Gwen marah ... Dan sekarang wanita itu memblokir nomor ku," jawab Gunawan.

"Terus kita berdua gimana? Kita tinggal dimana?" Kata Kania panik.

**

Walaupun hatinya tak nyaman, tapi Draka berusaha mengemudi dengan tenang, matanya sesekali mencuri pandang ke arah Gymora yang duduk di sebelahnya.

Tubuh Gymora menggigil halus, kedua tangannya erat memegang pergelangan yang tampak memerah.

Isak kecilnya terdengar pelan, suaranya pecah seperti gelombang kesedihan yang sulit ditahan.

Draka merasakan sesuatu yang berbeda—bukan sekadar rasa sayang, tapi kedalaman perasaan yang belum pernah ia alami sebelumnya.

"Gigi, aku belikan es krim, ya," ucap Draka dengan suara lembut, nada tulus yang keluar dari lubuk hatinya.

Ia berharap manisnya es krim bisa sedikit mengusir bayang-bayang kelam yang masih membayangi Gymora.

Dengan hati-hati, Draka menepi dan mematikan mesin mobil mewahnya yang berkilau dalam sinar matahari.

Tanpa menunggu lama, ia keluar dan melangkah cepat menuju minimarket di dekat situ.

Setengah jam berlalu, aroma es krim vanila dan stroberi mengisi udara di dalam mobil.

Gymora kini sudah duduk dengan wajah yang lebih cerah, mata yang sembab mulai kering, dan senyum tipis yang muncul perlahan.

Tiba-tiba Gymora memecah celengannya.

Tangannya sibuk merapikan celengan kelinci kecil di pangkuannya, benda kesayangan yang selalu menemaninya saat kesepian.

Hal itu sedikit membuat Draka sedikit terkejut.

Tapi ia memilih tidak banyak berkomentar, karena sekarang ini Gymora dalam suasana hati yang buruk.

Ia tdiak ingin ucapannya malah akan membuat Gymora sedih.

Gymora menatap Draka dengan mata berbinar, suara lembutnya penuh arti, "Draka, hanya uang ini yang ku punya."

Lalu ia menyerahkan beberapa lembaran uang dua puluh ribu, sepuluh ribu dan lima ribuan yang sudah tersusun rapi.

Draka tanpa sadar menerima uang itu dan membalas senyum itu, merasa hatinya berdenyut lebih cepat.

Dalam keheningan yang hangat itu, mereka menemukan kedamaian—sebuah ikatan yang lebih dari sekadar kata cinta.

1
Resthy Nur
gmn Thor di awal cerita William GK punya perasaan dgn gymora... tp kokd.icerita.punya perasaan
Mia Camelia
thor ini salah upload chapter ya 🤔🤔🤔😔😔😔😔
Mia Camelia
sachi licik banget sih bikin foto skandal ky bgtu, 😔😔😔😔
kasian gyomra harus patah hati n kecewa terusss...😔
Dedi Dahlia
kenapa sih gimora ketemu pria yang ngak tegas dan plin -plan masalah photo saja tak becus,bagaimana gimora bahagia kalo hal itu saja tidak bisa di bereskan secepatnya,andai terbongkar nanti sachi dapat hukuman karna berbohong,kalau gimora pergi jauh aja untuk mengenang kan pikiran.
Mia Camelia
lanjut thor🥳
Mia Camelia
cerita nya menarik dan tokoh2 bikin yg baca jdi makin penasaran
Mia Camelia
william minggir kau, sekarang draka yg pasang badan buat gymora🥰🥰🥰 huuss...husss
Mia Camelia
ayo gwen sadar lah kania dan bapak nya cuma benalu doang🤔
Mia Camelia
lanjut thor 😄
cerita nya seruuu👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!