NovelToon NovelToon
BELENGGU DOSA PUTRI MAFIA

BELENGGU DOSA PUTRI MAFIA

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Duda / Selingkuh / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:76.2k
Nilai: 5
Nama Author: CACING ALASKA

Ruella Arthur La Nostra adalah putri pertama dari pimpinan mafia yang terbesar di Italia. Wanita berusia 22 tahun itu mencintai seorang duda yang merupakan pengusaha besar di negara tersebut. Meski usia pria bernama Donzello d'Este tersebut dua kali lipat dari usianya, Ruella ingin menikah dengannya.

Sebagai permintaan hadiah ulang tahun, Ruella meminta hadiah pada Donzello yang merupakan teman dari ayahnya. Hadiah tersebut adalah menikah dengannya.

Meski pada akhirnya mereka menikah, naasnya pertemuan Ruella sebulan lalu dengan seorang pria di klub malam membuat pernikahannya menjadi tidak berjalan dengan lancar. Pasalnya Ruella yang bercinta dengan pria tersebut ternyata mengandung anak pria itu.

Hal yang lebih mengejutkan lagi adalah, pria yang merupakan ayah dari anak yang dikandung Ruella merupakan anak dari Donzello bernama Savero d'Este, yang menjadi anak tirinya.

Bagaimanakah kelanjutan kisah mereka?
Entahlah, author juga masih bingung 🤣
Baca ajalah, kali aja suka 🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CACING ALASKA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

029. RENCANA

Siapa yang tidak merasakan kebahagiaan ketika mendengar wanita yang dicintai selama ini akhirnya memberinya sebuah harapan? Begitu dengan perasaan Savero yang sangat senang mendengar perkataan Flavia yang ingin membuka hati pada dirinya.

Akan tetapi entah kenapa ada sesuatu yang pria itu rasakan. Sesuatu yang mengganjal saat ini. Tidak tahu kenapa rasanya sangat aneh karena tiba-tiba saja Flavia mengatakan hal tersebut padanya.

Terlintas satu pikiran mengenai hal yang ingin dirinya tanyakan pada Flavia. Mengenai Flavia yang pada awalnya terlihat mengenal Ruella namun tidak pernah mengatakan sesuatu apapun mengenai hal tersebut.

"Fla, apa kau serius mengatakannya?" Selidik Savero.

"Ada apa? Apa kau tidak senang?" Tanya Flavia. "Apa sekarang kau tidak menyukaiku makanya kau tidak terlihat senang saat aku mengatakannya?"

"Tidak, aku masih menyukaimu dan aku juga merasa sangat senang saat mendengar kau mengatakan hal tersebut. Tapi aku merasa ada yang aneh."

"Aneh? Apa yang aneh?" Tanya Flavia lagi. "Ya ampun, sepertinya kau memang sudah tidak menyukaiku, Sav."

"Apa ada hubungannya dengan Ruella? Maksudku, aku rasa kau tahu siapa dia kan?" Tatap Savero penuh selidik.

Flavia menyunggingkan bibirnya dengan sedikit menghela napas.

"Ya, memang ini sangat terasa aneh untukmu. Sebelum ini aku memang sangat membenci wanita yang sudah menabrak Matteo tapi saat melihat wanita itu. Maksudku saat melihat Ruella yang ternyata menikah dengan papamu, aku merasa kalau tidak sebaiknya aku hanya terfokus pada masa lalu dan terjebak di dalamnya. Semua orang bisa berubah dan semua orang juga memiliki kesempatan. Dia terlihat sudah berubah, dan sepertinya aku juga harus melupakan yang sudah terjadi."

Jawaban Flavia terdengar tidak terlalu jelas di telinga Savero namun dirinya merasa untuk tidak mempermasalahkannya lagi. Baginya, Flavia yang ingin melupakan apa yang terjadi di masa lalu pada Matteo adalah sesuatu hal yang bagus.

"Jadi sekarang, apakah kita—"

"Aku akan mencoba menerimamu, Sav." Potong Flavia. "Kita akan menjalin hubungan sebelum nanti kita menikah. Aku belum ingin menikah denganmu karena itu tidak akan adil bagimu. Aku akan berusaha menyukaimu dan menumbuhkan rasa cinta yang sama besarnya seperti cintamu padaku."

Savero tersenyum menjawabnya. Akhirnya apa yang sangat dirinya inginkan, ia dapatkan. Sekarang ia merasakan kelegaan karena wanita yang dicintainya mau menerimanya.

"Pindahlah ke sini dan kau tidak perlu kembali ke Inggris. Saat nanti ketika aku sudah siap, kita bisa menikah, Sav. Tapi untuk sekarang ini, kita bisa menjalaninya dengan perlahan-lahan. Bagaimana? Apa kau setuju? Kenapa kau diam saja?"

Savero tersenyum menjawabnya dan langsung menggapai tangan Flavia, menggenggamnya dengan kedua tangan.

"Aku akan membuatmu merasa ingin menikah denganku secepatnya, Fla." Jawab Savero setelah itu tersenyum dan mengecup tangan Flavia.

...***...

Dua hari berselang, keadaan Ruella menjadi lebih baik saat ini, begitu juga dengan kondisi Savero yang bekas operasinya sudah sedikit demi sedikit rasa sakitnya menghilang.

"Hari ini aku dan Rue akan memeriksakan kandungannya ke dokter Darla. Bukannya kemarin kau juga bilang akan ke rumah sakit, Sav?" Tatap Donzello saat Savero baru saja datang.

Saat ini mereka bertiga berada di meja makan untuk menikmati makan siang mereka. Baru saja Savero hadir dan duduk di kursinya dengan pakaian yang juga tampak rapi.

"Ya, aku akan ke sana bersama Flavia." Jawab Savero setelahnya meminum orange juice yang sudah tersedia untuknya.

"Kau tidak ingin pergi bersama kami?" Tanya Donzello.

"Lebih baik tidak, aku akan menjemput Fla terlebih dahulu baru akan ke rumah sakit nanti." Jawab Savero lagi di sela dirinya menikmati makan siang.

"Akhirnya hubunganmu dengan Flavia mengalami kemajuan?" Sekali lagi Donzello bertanya.

Kali ini Savero menatap ayahnya dan berhenti dengan kegiatan makan siangnya sejenak.

"Ya, dia bilang dia saat sudah siap nanti kami bisa menikah." Jawab Savero.

"Itu sesuatu yang bagus. Aku rasa semuanya akan berjalan dengan lancar. Kau harus lebih sering menemuinya agar dia cepat sadar mengenaimu pria baik sepertimu. Saat dia sadar, dia pasti akan langsung ingin menikah denganmu." Ujar Donzello dengan sedikit tawa canda.

Savero menanggapinya dengan tawa kecil. Lalu menoleh pada Ruella yang duduk dihadapannya tanpa mengatakan sesuatu.

"Kau sudah meminum obatnya, Rue?" Tatap Savero pada Ruella.

"Ya, aku sudah meminumnya. Kau tidak perlu khawatir." Ucap Ruella.

Tiba-tiba pintu ruang makan terbuka dan seorang pelayan bersama dengan Renata masuk ke dalam.

"Mama?" Ucap Ruella yang menyadari kedatangan ibunya.

Wanita itu langsung beranjak dari tempatnya dan memeluk ibunya yang datang menemui dirinya setelah mendengar kamar kehamilan Ruella.

"Sayang, kabar yang aku dengar sangat membuat aku dan papamu senang." Ujar Renata sambil mengusap punggung putrinya yang berada di dalam pelukannya.

"Lalu di mana papa? Apa dia tidak datang? Seharusnya dia datang." Keluh Ruella yang terlihat kecewa karena ayahnya tidak turut hadir bersama dengan ibunya.

"Papa berada di Madrid sejak kabar yang membahagiakan itu kami dengar. Mama pun baru dari sana untuk menemani papa, tapi karena tidak tahan untuk menemuimu, mama memutuskan pulang lebih dulu. Besok lusa saat papa kembali, dia pasti akan langsung menemuimu, sayang." Jawab Renata sambil membelai rambut putrinya. "Bagaimana, apa semua baik-baik saja?"

"Tentu semua baik-baik saja nyonya." Sahut Donzello yang berdiri di karena kehadiran Renata.

Renata langsung berjalan mendekati Donzello dan memberikan pelukan sebagai ucapan selamat pada menantunya tersebut.

"Selamat Don, kau akan menjadi ayah lagi." Renata mengatakan hal tersebut sambil memeluk Donzello.

"Terimakasih nyonya. Aku juga mengucapkan selamat karena kau akan menjadi seorang nenek." Jawab Donzello tersenyum. "Ayo nyonya, makan sianglah bersama kami." Donzello mempersilakan Renata duduk di kursi yang ada di samping Ruella dengan gerakan tangan.

"Aku mengucapkan selamat pada nyonya." Kali ini Savero yang mengucapkan pada Renata saat mereka semua kembali ke meja makan untuk melanjutkan makan siang.

"Aku berterimakasih padamu karena tidak membiarkan Rue yang tertembak." Ujar Renata menatap pada Savero.

"Nyonya tidak perlu berterimakasih padaku." Jawab Savero.

"Ah iya, bukannya kau ditawarkan untuk bekerja di rumah sakit Cannosa yang ada di kota ini? Jika kau tidak keberatan, sebaiknya kau ambil penawaran tersebut." Seru Renata sambil menikmati menu makan siang.

"Ya, setelah aku pikir-pikir memang sebaiknya aku tidak kembali bekerja di Inggris. Aku akan mengambil penawaran itu, nyonya." Jawab Savero.

"Itu bagus, Sav." Sahut Donzello merasa senang akhirnya putranya akan kembali tinggal bersama dengan dirinya lagi. "Aku lupa mengatakannya pada nyonya tentang satu rencanaku."

"Rencana apa, Don?" Tanya Ruella sedikit aneh karena Donzello tidak mengatakan apapun pada dirinya mengenai sesuatu yang disebutkannya barusan.

"Aku berpikir untuk mengadakan suatu perayaan untuk kabar bahagia ini. Aku akan membuat pesta karena aku dan Rue akan segera memiliki anak." Ujar Donzello.

"Pesta?" Tanya Ruella sedikit terkejut.

Savero hanya menyimak karena tidak ingin ikut campur dalam pembahasan tersebut.

"Itu hal yang bagus. Aku dan Art merasa bahagia karena akan memiliki seorang cucu. Aku rasa kita memang harus merayakannya." Senyum Renata tampak bahagia. "Kau harus membuat pesta yang sangat meriah."

"Tentu saja nyonya." Donzello membalas senyum Renata menyetujuinya.

...–NATZSIMO–...

1
off
terimakasih author atas suguhan novelnya, sukses buat karya2nya👌🏻
off
waahh ketemu, serius ini ga ada kelanjutannya. abis itu mereka ngapain? rue belum menerima sav😑😑
off
katakanlah vin, dmn rue? kasian sdh menunggu 3tahun😑😑
off
mau kmn rue😭😭😭
off
papa berkorban untuk sav 😩😩😩😭😭😭
off
semoga sebelum dibawa pergi, arthur dan yg lainnya sudah sampai di lokasi
off
ngerii diperkaos lagi😩😩😩
off
apakah di aanuin lagi 😑😑😑
off
hayoloh knp tuh rue🙄🙄🙄
off
akhirnya terbongkar juga. tapi salut dg don, fikiran nya bisa sewaras itu😁
off
kasian don 😭😭😭
off
nah kan ketauan 🧑‍🦯🧑‍🦯
off
nah kaan ketauan
off
ga nyangka bakalan seperti itu
off
😮😮😮 sofia adalah carla,partner matteo? ini sungguh mengejutkan 😂😂
off
ya benar kek nya fla tau☺☺☺
off
apakah sebenarnya don sudah tau jika sav adalah ayah dr bayi yg dikandung rue?🤔
off
kenyataan nya itu memang anak savero, rue. gmn bisa pura2 bukan anaknya😒😒😒
off
ada darah daging sav di perutmu rue, mengerti lah😁😁😁
off
siapa wanita itu?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!