NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Ini adalah buku lanjutan dari buku sebelumnya, mengisahkan perjalanan seorang Nova Arvena untuk menjadi seorang kultivator muda terkuat dan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk hidup yang ada.

Bagaimana kisahnya, silahkan simak cerita lanjutan ini, semoga teman-teman suka!

kali ini season ke 2 akan menggunakan alur cepat, dan banyak harem.

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA TEMAN-TEMAN😇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 Penguasa empat elemen ?

Sementara Nova masih mendengarkan penjelasan mengenai Semesta Orion dan Planet Galastos, jauh di sisi lain planet tersebut, di sebuah wilayah pegunungan yang diselimuti kabut spiritual tebal, nasib Zira tidak jauh lebih mudah.

Berbeda dengan Nova yang berhasil mempertahankan sebagian besar kesadarannya saat melewati lorong ruang-waktu, Zira harus menanggung sebagian besar tekanan badai ruang yang muncul secara tiba-tiba. Wanita berambut perak itu menggunakan hampir seluruh kekuatannya untuk menahan kehancuran jalur ruang agar keduanya tidak langsung terkoyak oleh hukum semesta.

Akibatnya, ketika ia akhirnya terlempar keluar dari lorong kosmik, kondisi tubuhnya berada di batas yang sangat berbahaya.

Jubah putih keperakannya yang dahulu selalu terlihat bersih kini dipenuhi noda debu dan retakan akibat tekanan ruang. Wajahnya yang biasanya tenang tampak pucat, sementara energi spiritual yang mengelilingi tubuhnya berfluktuasi tidak stabil.

Ia berdiri sendirian di atas puncak gunung bersalju, memandang dunia asing yang terbentang di hadapannya.

Namun sebelum sempat memahami situasi sepenuhnya, luka yang ia tahan selama perjalanan akhirnya kembali terasa.

Tubuhnya kehilangan keseimbangan.

Zira berlutut di atas salju putih, satu tangannya menekan dadanya.

"Hukum ruang di dunia ini..." gumamnya pelan.

"Jauh lebih kuat dari perkiraanku."

Ia mencoba memulihkan energi spiritualnya, tetapi kerusakan akibat perjalanan ruang-waktu tidak dapat disembuhkan hanya dengan meditasi biasa. Bahkan pemahaman Hukum Ruang miliknya tidak cukup untuk menghapus luka yang berasal dari tabrakan langsung dengan hukum semesta.

Selama beberapa saat, Zira hanya berdiri diam di tengah badai salju.

Namun pada akhirnya, tubuhnya tidak lagi mampu bertahan.

Wanita itu jatuh perlahan.

Beberapa jam kemudian...

Di sebuah lembah yang jauh dari wilayah pegunungan tersebut, sebuah kereta spiritual melintasi hutan kuno yang dipenuhi pepohonan raksasa. Kereta itu tidak ditarik oleh hewan biasa, melainkan seekor makhluk spiritual berbentuk burung api dengan ukuran besar.

Di dalamnya terdapat tiga orang.

Sepasang pria dan wanita yang memiliki aura sangat kuat duduk berhadapan, sementara seorang gadis muda berada di samping mereka sambil membaca sebuah gulungan kuno.

Pria itu mengenakan jubah hitam dengan simbol petir di bagian lengannya. Aura yang terpancar dari tubuhnya terasa mendominasi, seolah setiap napasnya membawa tekanan alam.

Wanita di sampingnya mengenakan pakaian hijau tua dengan pola angin dan kayu. Tatapannya lembut, tetapi energi yang tersembunyi di dalam tubuhnya menunjukkan kekuatan yang tidak kalah mengerikan.

Mereka adalah penguasa empat elemen inti, salah satu pasangan kultivator yang cukup terkenal di wilayah Galastos.

Namun perhatian mereka tiba-tiba tertuju ke arah tertentu ketika sebuah aura lemah muncul dari kejauhan.

"Ada seseorang terluka," ucap sang wanita.

Pria itu membuka matanya perlahan.

"Aura ruang waktu?" Ekspresinya sedikit berubah. "Mungkinkah..."

Tanpa menunggu lebih lama, mereka segera mengubah arah kereta spiritual menuju sumber aura tersebut.

Tidak lama kemudian, mereka menemukan sosok Zira yang terbaring di antara salju.

Begitu melihat kondisi wanita itu, gadis muda yang sejak tadi membawa gulungan langsung turun dari kereta.

"Ayah, Ibu."

"Dia terluka sangat parah."

Gadis itu segera memeriksa kondisi Zira.

Tatapan matanya berubah serius.

"Luka ini bukan berasal dari teknik biasa."

"Meridiannya terguncang oleh hukum ruang."

Pria itu mengerutkan kening. "Hukum ruang?"

Ia menatap Zira dengan lebih hati-hati.

"Siapa sebenarnya wanita ini?"

Tidak ada jawaban.

Zira masih tidak sadarkan diri. Namun karena kondisi wanita itu terlalu parah, mereka tidak punya waktu untuk mencari tahu lebih jauh.

"Bawa dia pulang."

ucap sang wanita.

"Kita tidak bisa membiarkannya mati di sini."

Di kediaman mereka yang berada di tengah lembah spiritual, Zira dibaringkan di sebuah ruangan khusus yang dipenuhi aroma tumbuhan obat.

Gadis muda yang tadi memeriksanya segera menyiapkan berbagai bahan spiritual dari cincin penyimpanannya.

Namanya adalah Lian Yue, seorang alkemis muda yang meskipun usianya masih sangat muda, telah mencapai tingkat yang membuat banyak sekte besar ingin merekrutnya.

Tangannya bergerak cepat mencampurkan berbagai tanaman spiritual, inti monster, dan cairan energi murni.

Dalam waktu singkat, sebuah pil berwarna putih keperakan terbentuk.

"Pil Pemulih Jiwa."

"Semoga cukup untuk menstabilkan kondisinya."

Lian Yue memasukkan pil tersebut ke dalam mulut Zira, lalu mengalirkan energi spiritualnya secara perlahan.

Beberapa jam kemudian... Aura Zira yang sebelumnya kacau mulai kembali stabil.

Luka di dalam tubuhnya perlahan pulih, meskipun sebagian besar kekuatannya masih tersegel akibat cedera.

Ketika matanya akhirnya terbuka, hal pertama yang ia lihat adalah langit-langit ruangan asing.

Zira langsung mencoba bangkit. Namun suara lembut menghentikannya.

"Jangan bergerak terlalu cepat."

Seorang gadis muda berdiri di samping tempat tidur.

"Kondisimu masih belum pulih."

Zira menatapnya beberapa saat.

"Kalian..."

"Kau ditemukan di pegunungan utara," jawab Lian Yue.

"Aku yang mengobati lukamu."

Tatapan Zira menjadi sedikit lembut.

"Terima kasih."

Lian Yue tersenyum kecil. "Kau cukup menarik."

"Jarang ada seseorang yang bisa bertahan setelah melewati luka seperti itu."

Zira tidak menjawab, pikirannya hanya tertuju pada satu hal.

Nova.

"Aku harap..."

"kau baik-baik saja."

***

Sementara itu, di sisi lain Planet Galastos. Nova kini berjalan bersama rombongan Lin Xue menuju sebuah hutan spiritual.

Setelah menjelaskan sedikit mengenai situasinya, para pengembara tersebut akhirnya memutuskan membawa Nova bersama mereka untuk sementara.

Mereka memang masih berhati-hati. Namun setelah mengamati Nova sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun hal yang menunjukkan bahwa pemuda itu memiliki niat buruk.

Ia tidak bertanya terlalu banyak, tidak mencoba menyembunyikan aura berbahaya. Tidak menunjukkan kesombongan meskipun memiliki fondasi spiritual yang aneh.

Bahkan ketika melihat berbagai tanaman spiritual langka di sepanjang jalan, Nova hanya memperhatikan dengan rasa ingin tahu seperti seseorang yang benar-benar baru melihat dunia ini.

Hal tersebut membuat kecurigaan mereka perlahan berkurang. Saat matahari mulai tenggelam, mereka akhirnya berhenti di sebuah hutan spiritual yang aman.

Tempat itu dipenuhi pohon-pohon kuno dengan energi yang sangat kaya. Di tengah hutan terdapat sebuah area terbuka yang biasa digunakan para pengembara untuk beristirahat.

Api unggun spiritual dinyalakan, beberapa anggota kelompok mulai menyiapkan makanan. Nova duduk sedikit menjauh sambil mengamati langit Planet Galastos.

Bintang-bintang di tempat ini terlihat jauh lebih terang dibanding Bumi. Untuk pertama kalinya, ia benar-benar merasakan betapa luasnya dunia yang selama ini tidak pernah ia ketahui.

Yan Mei duduk tidak jauh darinya sambil memperhatikan Nova.

"Kau benar-benar aneh."

Nova menoleh. "Aneh?"

Gadis itu mengangguk. "Biasanya orang yang tersesat di wilayah asing akan panik."

"Tapi kau terlihat tetap tenang."

Nova hanya tersenyum tipis. "Aku sudah mengalami hal yang lebih buruk."

Jawaban sederhana itu membuat Yan Mei terdiam.

Di sisi lain, Lin Xue masih tetap mengamati Nova dari kejauhan.

Dia tidak lagi menganggap Nova sebagai ancaman.

Namun naluri seorang kultivator membuatnya tetap berhati-hati.

Karena di dunia seperti Galastos... seseorang yang terlihat paling sederhana terkadang justru menyimpan rahasia paling besar.

Dan tanpa mereka sadari... Pertemuan antara Nova dan para pengembara itu perlahan akan menjadi awal dari perubahan besar yang mengguncang seluruh Planet Galastos.

1
Raden Mamad
yg suka fantasi pria ini ada novel bagus di jamin pokoknya judul JALAN MENUJU KEILAHIAN'
Muhammad Irdham
mantap thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!