Setelah kehilangan adik perempuannya dan hancur di dunia fana, Han Yu terbangun di tubuh sesosok makhluk dari Sekte Iblis yang terdampar di wilayah suci Lembah Lingshu, ras suci yang sedang berperang melawan umat manusia karena perbudakan asmara. Bukannya mati dieksekusi, Han Yu justru membangkitkan warisan langka yang tabu: Jalur Kaisar Pesona.
Berbekal ketampanan surgawi yang mutlak, stamina tiada tanding, dan teknik manipulasi sukma, Han Yu mengubah musuh-musuhnya menjadi pelayan yang patuh. Dari murid klan yang dingin, janda kultivator yang kesepian, hingga para tetua bijaksana dan Ratu Lembah, semuanya bertekuk lutut di bawah pesonanya. Di dunia kultivasi yang kejam ini, Han Yu tidak bertarung dengan pedang yang menghancurkan langit, melainkan menaklukkan dunia dari atas ranjang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35 - Ritual Ganda sang Panglima
Uap panas gairah yang teramat pekat menyelimuti atmosfer di dalam kamar pondok kayu giok yang terisolasi di sudut desa perbatasan. Di atas dipan kulit spiritual yang bergoyang pelan, tubuh matang Tetua Feng Mian telah terbaring pasrah sepenuhnya tanpa sehelai benang pun yang menghalangi pandangan mata Han Yu.
Jemari tangan Han Yu yang teramat lihai telah berhasil menanggalkan seluruh pelindung zirah perak tebal serta pakaian dalam sutra merah milik panglima Divisi Perang tersebut. Kemolekan bentuk tubuh sensual milik wanita militer matang itu terpampang nyata di bawah temaram cahaya bulan yang menerobos celah jendela, memancarkan pesona kedagingan yang luar biasa seksi dan padat.
Sebagai seorang wanita ras suci yang terbiasa melatih fisik di medan laga, bentuk tubuh Tetua Feng Mian memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan Tetua Ling Er. Sepasang buah dadanya yang berukuran raksasa membusung dengan sangat kencang dan padat tanpa ada sepeser pun kekenduran, sementara otot-otot perutnya yang ramping menonjol halus berpadu sempurna dengan lekuk pinggulnya yang lebar serta paha mulusnya yang kencang berotot.
Han Yu merangkak naik ke atas dipan dengan gerakan yang sangat tegap dan fleksibel, menindih tubuh molek sang panglima tanpa memberikan beban yang menyakitkan. Karisma dari ranah Pengikat Sukma tingkat dua miliknya mengalir deras dalam jarak sedekat ini.
Begitu telapak tangan hangat Han Yu mendarat dan meremas kuat gundukan buah dada raksasa milik Tetua Feng Mian, wanita dewasa itu langsung memekik melengking dengan sepasang mata hijau yang beralih sepenuhnya menjadi sayu dan berkabut oleh luapan hasrat kelaparan batin.
"Ah... Tuan Han Yu... tubuh aku... rasanya terbakar..." desah Tetua Feng Mian dengan nada suara yang teramat lemah, manja, dan dipenuhi getaran kepasrahan mutlak tingkat seratus persen.
Kedua lengan kencangnya yang biasa mengayunkan bilah pedang pembunuh dewa, kini bergerak sangat agresif merengkuh erat leher kokoh Han Yu, menarik wajah tampan surgawi itu mendekat ke arah dadanya. Han Yu menyeringai menawan penuh dominasi, menyambut sambutan hangat tersebut dengan membungkam bibir merekah sang panglima dalam sebuah ciuman yang sangat dalam, basah, dan penuh lumatan liar.
Lidah mereka saling bertautan erat di dalam keheningan kamar pondok, saling bertukar esensi kehidupan murni yang memicu debaran jantung berpacu semakin kencang tak beraturan. Air liur manis dari sang panglima mengalir perlahan di sudut bibirnya, dihanyutkan oleh stimulasi energi batin dari teknik Sentuhan Lembut Surgawi tingkat dua yang dialirkan Han Yu secara konstan di sepanjang jalur meridian punggung mulusnya.
Tanpa menunda waktu lebih lama lagi, Han Yu segera memosisikan tubuh kekarnya di antara kedua paha kencang Tetua Feng Mian yang telah terbuka lebar memancarkan cairan madu alami akibat puncaknya gairah asmara. Dengan satu hentakan pinggul yang mantap, kuat, dan luar biasa bertenaga, Han Yu membenamkan seluruh kejantanan raksasanya masuk mengunci lubuk terdalam rahim spiritual sang panglima perang tanpa menyisakan sekat pembatas sedikit pun.
"AAAHHH! Tuan! Jiwa aku... telah pecah oleh kekuatan Anda!" Tetua Feng Mian memekik keras melengking tinggi, mencengkeram sprei dipan kulit dengan jemari tangan yang memutih saat merasakan ketahanan fisik stamina kelas satu milik Han Yu mulai menghantam dinding koridor meridian batinnya secara bertubi-tubi tanpa ampun.
Suara tamparan kulit yang basah dan desah napas yang saling memburu panas bersahut-bersahutan memenuhi kamar pondok kayu giok tersebut di sepanjang sisa malam perbatasan. Han Yu bergerak dengan ritme yang cepat, dalam, dan dipenuhi oleh dominasi kejam namun lembut, memuaskan dahaga asmara sang singa perang yang selama ratusan tahun hidup dalam kegersangan militer yang kaku.
Setiap kali Han Yu melakukan dorongan dalam hingga menyentuh titik terdalamnya, aliran energi spiritual berwarna merah muda berbaur kobaran hawa kegelapan menguar deras dari titik penyatuan tubuh mereka, berputar aktif membentuk pusaran energi kultivasi ganda yang teramat masif menyelimuti langit-langit kamar.
Di dalam pusat kesadaran mental Han Yu, rangkaian suara bel spiritual dari sistem batin Kaisar Pesona kembali meledak beruntun dengan sangat nyaring diiringi munculnya baris prasasti cahaya emas baru:
> [Penyelarasan Sukma Gairah bersama Tetua Feng Mian berhasil disempurnakan]
> [Esensi Asmara Yin-Yang terserap dalam jumlah massal: +10 Poin Pengalaman]
> [Akumulasi Pengalaman Kelas Casanova (Level 2): 35/50 Poin]
> [Kapasitas Energi Meridian Fisik Iblis Menengah mengonsolidasi kekuatan baru]
>
Mendengar pemberitahuan batin tersebut, seulas seringai dingin penuh kemenangan terukir di bibir rupawan Han Yu. Aliran energi kehangatan baru yang luar biasa pekat mengalir masuk ke dalam dantiannya, mematangkan sisa-siga esensi kematian yang dia serap dari ketiga kultivator manusia tadi sore hingga kekuatannya kini terasa berada di ambang batas kemajuan baru.
Tetua Feng Mian yang berada di bawah kungkungan keperkasaan Han Yu akhirnya mencapai puncak kepuasan totalnya yang pertama sepanjang hidup. Tubuh matangnya yang sensual kejang hebat dengan erangan panjang yang melengking tinggi dan cakarannya yang membekas di punggung kokoh Han Yu, saat menerima semburan benih esensi kehidupan murni dari sang tuan yang memenuhi seluruh rahim spiritualnya hingga meluap.
Dua jam kemudian, badai aktivitas malam yang teramat panas, intens, dan bergairah itu akhirnya mulai mereda seiring berjalannya waktu menuju fajar. Tetua Feng Mian berbaring lemas tanpa daya di dalam lingkaran dekapan dada bidang Han Yu, sepasang mata hijaunya menatap wajah rupawan tuannya dengan binar pemujaan mendalam dan kepatuhan buta yang tidak akan pernah bisa luntur lagi.
"Tuan Han Yu... aku kini telah menjadi peliharaan ranjangmu yang paling patuh," bisik Tetua Feng Mian dengan nada suara yang teramat lirih, lembut, dan manja, seraya mengusap lembut otot perut *sixpack* Han Yu dengan jemarinya yang lemas. "Seluruh pasukan Divisi Perang yang berada di bawah otoritas aku, kini telah resmi berada di bawah kendali mutlak perintah sukmamu."
Han Yu menyeringai tampan, mengekecup kening panglima setianya tersebut sebelum membalas dengan nada suara yang dalam. "Bagus, Feng Mian. Tetaplah menjadi singa perangku yang manis di barisan depan. Esok pagi, saat pasukan manusia Kekaisaran Shenzhou kembali melancarkan invasi mereka, kita akan menyambut kedatangan Putri Zhao Ling'er dengan sebuah kejutan asmara yang teramat mematikan bagi kesucian sukmanya."
Tetua Feng Mian menganggukkan kepalanya dengan sangat patuh, menyandarkan tubuh polosnya semakin erat ke dalam kehangatan fisik Han Yu, bersiap untuk menghadapi badai peperangan benua yang akan segera meletus dengan keyakinan penuh di bawah panji kekuasaan mutlak sang Kultivator Kegelapan Pesona Surgawi.