NovelToon NovelToon
DELIMA

DELIMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Cintapertama / Patahhati / CEO / Diam-Diam Cinta / Persahabatan
Popularitas:45.3k
Nilai: 5
Nama Author: KarismaAd

Delima Anastasia : Hidup dengan sederhana, dipertemukan dengan CEO di temat ia bekerja. Semenjak bertemu dengan CEO itu, ia sudah mempunyai perasaan kepada bos muda di kantornya, dengan hobinya menulis maka ia salurkan menjadi sebuah cerita didalam novelnya.

Sampai suatu hari ia merasa bahwa CEOnya itu mengawasinya dari jauh dan mulai bersikap tidak wajar, membuat Delima merasa selalu di awasi.

"Aku tidak tau takdir membawaku kemana, yang jelas jangan buat aku menderita Tuhan."

Derel Sean Miller :
"Setelah kau jadikan aku fantasimu membuat sebuah cerita, apakah aku akan membiarkanmu pergi dengan mudahnya?"

Tidak akan Delima, kau akan tetap di sini, di tempat yang seharusnya yaitu di sisi ku, kau adalah milikku dan siapapun tak akan ku biarkan milikku di ganggu ataupun disentuh orang.

Kau akan menjadi milikku, karna dari awal kau memanglah tercipta untukku. Apapun caranya itu pasti akan aku buktikan tidak akan lama lagi Del.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KarismaAd, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 29

Sesuai yang telah mereka sepakati dan rencanakan, sekarang mereka sudah berada di tempat yang mereka tuju. Di salah satu panti asuhan yang masih sangat membutuhkan donatur. Dana yang mereka miliki cukup untuk sekedar bianya hidup, tapi tidak cukup untuk membiayai pendidikan anak panti mawar ini.

Tempat ini awalnya rumah singgah, buat anak-anak jalanan dan anak-anak yang di tinggalkan oleh orang tuanya, entah pergi kemana. Dengan berjalannya waktu, merubah tempat singgah ini menjadi panti asuhan, dari awalnya sekitar 30 orang anak di tempat ini, menjadi 60 orang anak.

Bangaimana mereka harus mencari donatur untuk membianyai pendidikan anak-anak di panti ini. Yang mengurus panti ini Ibuk Sari, beliau yang berjuang selama ini untuk kebutuhan anak panti. Bekerja kesana kemari demi mengumpulkan uang untuk anak-anaknya itu.

Ia sangat lah penyayang pada anak- anak, apalagi sangatlah sayang pada anak panti. Sudah menganggap mereka sebangai anak kandungnya sendiri. Untung saja ada temannya juga yang membantu untuk mengurus anak-anak jika dia tidak ada.

Ia juga mempunyai satu anak kandung perempuan dan tidak membedakannya. Malahan anaknya ikut serta dalam merawat anak-anak di panti ini, ia sudah menganggap sebangai kakak dan adek sendiri.

Walaupun serba kekurangan di panti itu, tapi anak-anak di sini dididik dengan baik dan mempunyai akhlah yang baik pula. Mereka di ajarkan ilmu agama, dan belajar bela diri juga untuk melindungi diri mereka sendiri.

Untung saja anak-anaknya bisa sekolah, dengan beasiswa, jadi bisa mengurangi sedikit pengeluaran. Bisa di sisipkan untuk keperluan mendesak nantinya.

Anak-anak menyambut antusias kedatangan Delima, berbondong-bondong menyalaminya dan ingin memeluknya. Seakan mereka kedatangan tamu yang sangat mereka rindukan selama ini.

"Kakak ko baru datang sih, kamikan rindu banget sama kakak." Ucap gadis kecil yang bernama Tiara.

Meraih tangan Delima dan menggoyangkannya kekana dan ke kiri, Dengan pipi yang di gembungkan seperti bakpau.

Delima berjongkok menyetarakan tinggi dari gadis kecil itu. Menggenggam kedua tangan Tiara yang sangatlah mungil, karena usianya yang baru 5 tahun.

"Maafkan kakak sayang, akhir-akhir ini kakak sangat sibuk di kantor." Meminta maaf dengan wajah yang sedih.

"Gak apa-apa kakak manis, kakak jangan sedih lagi ya, Tiara rindu sekali sama kakak." Menundukkan kepalanya, menyesal karena sudah buat kakanya itu sedih.

"Gak apa-apa sayang, jangan di tekuk gitu dong mukanya, nanti gak kelihatan lagi wajah cantiknya." Membujuk adeknya itu supanya tak sedih lagi.

Mereka hanya melihat interaksi antara Delima dan Tiara, layaknya seperti kakak dan adik kandung. Anak-anak yang lainpun juga ikutan menghampiri Delima.

Ia menoleh ke arah adeknya yang lain, melepaskan genggamannaya dari Tiara, Seakan tau apa yang mereka inginkan, Delima merentangkan tangannya, mereka pun berhamburan memeluk seseorang yang sudah mereka anggap seperti kakak mereka sendiri.

"Jadi gini nih, hanya kak Delima aja yang di peluk, kakak enggak nih." Suara yang terdengar dari seseorang yang berada di belakang Delima.

Delima tersadar, kalau ia tak datang sendiri, langsung saja ia memperkenalkan ke orang itu.

"Oh iya kakak lupa memperkenalkan seseorang sama kalian, kalian sudah tau kan sama kak Dea."

"Pasti tau dong sama kakak, masa enggak." Dea berucap sedikit narsis, dan sukses membuat anak-anak di sana tercengang.

Delima hanya menggelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan kelakuan dari sahabatnya ini. Delima melihat ke arah Resti, ia tersenyum. Seketika anak panti juga mengarahkan pandangannya ke seseorang yang belum mereka kenal dan mereka mengerutkan kening.

"Perkenalkan, ini kakak Rista temannya kakak sekaligus adeknya kakak juga." Delima memperkenalkan Resti ke anak-anak panti.

"Salam kenal kakak cantik, tidak kanyak akak Dea." Ucap gadis kecil itu.

"Memangnya kakak kenapa." Tidak terima di bandingkan. Sebelum Dea berucap kembali sidah di potong oleh Delima.

"Udah kalian jangan berantem lagi, Dea kamu udah dewasa masih aja ngeladenin Tiara, Dan buat Tiara gak boleh gitu lagi ngomongnya ya, kamu harus hormati orang yang lebih tua dari kamu, ok." Lerai Delima dan memberikan sedikit peringatan dan nasehat.

"ok kak."

"ok adel." Menjawab dengan kompak.

"Kamu sudah datang nak." Suara dari seorang wanita dewasa yang memasuki kepala lima, yang tidak asing bangi Delima.

Delima menoleh dan langsung saja berhamburan di pelukan wanita dewasa itu, karena ia juga rindu dengan ibu yang pernah mengasuhnya dulu.

Mereka sekarang sedang asik bermain di temani oleh Dea dan Resti. Mereka bercanda gurau seperti sudah akrab dan seperti sudah saling kenal lama, padahan baru saja mereka bertemu, sudah seakrab ini.

Berbeda dengan Delima, yang asik mengobrol dengan ibu Sari, yang ramah dan penyayang. Kesan pertama yang di lihat oleh Delima, waktu pertama kali kesini, seperti keluarga yang harmonis, walau mereka bukanlah anak kandung dari ibu Sari.

"Delima salut banget sama ummi, masih bisa mengurus mereka semua. Apakah mereka sangat bandel ummi, nanti biar Adel kasih tau sama mereka." Tutur kata Delima yang sangat lembut, seperti ia bicara dengan Bundanya sendiri. Ya Delima memanggil Ibu Sari dengan sebutan Ummi.

"Gak usah adel sayang, kamu taukan kalau adek-adek kamu itu cuma mau bercanda sama ummi jadi gak usah khawatir ya nak."

Memberikan pengertian ke pada Adel.

"Yaudah kalau itu mau ummi." Pasrah Delima.

"Kedatangan kamu kesini ada apa nak, kok tumben, bahkan kamu bawa teman kantor kamu juga. Biasanyakan kamu ke sini sama adik kamu nak, oh iya giman keadaan dia sekarang." Pertanyaan yang penuh dengan pertanyaan pula.

"Ummi satu-satu dong ngomongnya, kan Adel susah jawabnya, kalau kebanyakan pertanyaan yang beruntun yang tiada henti."

Protesnya dengan suara yang masih pelan juga.

"Ummi kan juga rindu sama adik mu itu, diakan yang selalu buat ulah sama anak-anak di panti ini." mengungkapkan kerinduanya ke adik Delima.

"Kapan-kapan akan Adel bawa ya Ummi, Ummi kan tau kalau adekku itu kanyak apa orangnya, dan sifatnya."

"Oh iya gimana kabar dia Del." Ucap Ummi panti dengan spontan.

" Dia siapa ummi." Dengan wajah bigungnya Delima hanya mengerutkan keningnya, dan mengulang perkataan umminya tadi.

"Ya, dia anak kecil yang selalu bersama kamu itu."

"Anak kecil yang mana ummi, kok adel gak tau dan gak ingat." Ucap Adel binggung, dengan pertanyaan yang di ajukan olek Ummi Sari.

Seakan tersadar dari apa yang ia tanyakan ke Adel, pertanyaan yang tidak seharusnya ia ajukan ke orang yang ada di sebelahnya.

"Gak kok sayang, Ummi tadi salah bicara, iya salah bicara." Ia berusaha tenang, supanya tidak ketauan sama Adel.

"Oh iya, gimana kabarnya bunda sama ayahmu nak." Mengalihkan pertanyaan, supaya Adel tak curinga dengan yang ia katakan tadi.

"Alhamdulillah Bunda dan Ayah, sehat kok ummi. Ummi gimana kabarnya?" Menjawab dan bertanya kembali ke Ummi Sari.

"Alhamdulillah sayang seperti yang kamu lihat sekarang, ummi sangat sehat."

"Syukurlah ummi Adek senang dengarnya, oh iya ummi Adel ke tempat adek-adek dilu ya, udah kangen juga sama mereka." Pamit Adek ke ummi Sari.

"Iya sayang." Jawab Ummi Sari, memberikan seulas senyumnya

Setelah adel berlalu dari sana, Ummi Sari merasa lega, karna adel tidak bertanya lebih mendalam lagi.

"Untung aku tidak menyebutkan peristiwa itu, kalau tidak bisa di buru pertanyaan sama Adek. Hufff... maafkan ummi ya nak, untuk sekarang kamu belum boleh mengetahuinya, tunggu bila saatnya tiba dan di saat itu kamu siap mendengarkan semuanya." Dengan wajah sendu Ummi sari bicara dalam harinya.

Sama halnya dengan Delima yang merasa janggal dengan pertanyaan spontan yang di ucapkan umminya itu, Ia merasa ada sesuatu rahasia besar yang tidak ia ketahui, dan serasa di kunci dengan rapat.

"Gue harus cari apa maksud dari pertanyaan ummi tadi, serasa ada sesuatau yang sangat serius dan itu menyangkut tentang gue. Atau jangan-jangan ada hubunganya dengan kecelakaan itu." Tekatnya dalam hati, l harus mencari tau secepatnya dan prasangka yang ia pikirkan.

1
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kalau udah ketemu teman teman apa lagi teman lama bawaan nya pengen cerita masa lalu terus, karena banyak kenangan indah bahkan duka yang cukup memberi pelajaran
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Wajar sih kalau orang dah bisa lakuin sesuatu kayak gitu, ya semisal hal yang jarang pasti bakal timbul tanda tanya di pikiran orang ya kan.
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Duh gimana gak tegang kalau udah di introgasi kayak gitu, sama mamanya lagi. Jadi was - was gimana gitu kalau sampai salah ngomong
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Pantas aja napasnya kayak gitu, orang lagi mimpi buruk. Bener - bener kerasa sampe dunia nyata
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kala lelah mata setiap insan pasti terpejam, berharap saat membuka mata perasaan nya bisa sedikit membaik.
Aku kamu tak terpisahkan
Wajar Delima kaget tiba tiba Dea datang datang ngagetin Delima
Aku kamu tak terpisahkan
Derel kamu pria yang sangat dingin dan irit bicara sekali
Aku kamu tak terpisahkan
Delima kamu wanita hebat bisa menyembunyikan masalah kamu
Aku kamu tak terpisahkan
Dista kesal gara gara ulah Delima yang memotong pembicaraan dirinya
Aku kamu tak terpisahkan
Pantas Derel terlihat buru buru karena sudah di tunggu oleh ibunya Derel
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Dea kamu selalu saja bikin kaget Delima kasihan dia tuh
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Kasihan Delima kerjaan menumpuk tetap ingat istirahat biar ngga sakit
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Kasihan sekali Delima karena memendam masalahnya sendirian
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Delima kamu dengarkan dulu cerita dari Dista jangan di potong pembicaraannya
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Ternyata lift sedang rusak makanya Derel di cegat oleh sekertarisnya
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Kalau udah siap memang enak, but ngerjainnya capek
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Liat dulu dia lagi ngapain jangan langsung teriak - teriak aja
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Sabar... Mau gimana lagi udah gak sengaja di tabrak ya ujungnya mungut deh
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Mantap di umur yang dah matang kantong pun dah cukup tebal Yo kan
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Ekhem, ngomongin soal manis semanis apa sih Kaka ini sampe di bilang kayak gitu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!