NovelToon NovelToon
PENGHIANAT

PENGHIANAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / CEO
Popularitas:391
Nilai: 5
Nama Author: nila edrina

Cinta pertama seharusnya indah.

Tapi milik Lay Amelty Ranza berubah jadi neraka.

Ahber Mazchar, ketua OSIS paling dingin, bilang dia cinta Lay.
Andkay, si badboy posesif, berteriak "LO HANYA MILIK GUE!"
Eskay, sahabat terbaik Ahber, tiba-tiba mendekati Lay diam-diam.

Tapi di balik senyum mereka... ada darah.

15 tahun lalu, keluarga Ahber membantai satu keluarga di Gudang B-09.
Sekarang balas dendam itu datang. Melalui cincin perak bergambar burung.

Cincin pertama: Milik Burung, si pembunuh.
Cincin kedua: Milik Nayla, adik yang pura-pura mati.
Cincin ketiga: Sekarang ada di tangan Ahber.

Di dalamnya tersimpan 3 Triliun dan rahasia yang bisa menghancurkan 2 keluarga besar.
Keluarga Mahesa dan Keluarga Dirga mengincar mereka.
Dan ada "A"... dalang yang mempermainkan semuanya dari awal.

Lay diculik. Dikhianati. Dipaksa memilih.

Sampai pesan terakhir itu masuk ke HP Ahber:
"Maaf gue salah."

Salah mencintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nila edrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Pukul 05.10 sore.

Bel pulang sekolah telah berbunyi sejak beberapa menit yang lalu. Lorong-lorong sekolah kembali dipenuhi para siswa yang berjalan sambil mengobrol. Namun hari itu suasananya berbeda.

Semua orang membicarakan satu hal yang sama.

"Eh, lo udah lihat postingan IG sekolah belum?"

"Yang Ahber sama Eskay?"

"Iya."

"Gila sih."

"Padahal Ahber kan punya pacar."

"Iya. Kasihan Lay."

"Kalau gue jadi Lay, udah langsung putusin."

Bisik-bisik itu terdengar di mana-mana.

Bahkan beberapa guru yang baru keluar dari ruang rapat ikut membicarakan kabar tersebut.

Di depan ruang guru.

"Katanya mereka dipergoki di gudang belakang."

"Masih diselidiki memang."

"Tapi berita itu sudah telanjur menyebar."

"Orang tua murid juga banyak yang bertanya."

"Semoga masalahnya cepat selesai."

Tak jauh dari sana, Lay berjalan perlahan menuju gerbang sekolah.

Wajahnya terlihat tenang.

Bahkan terlalu tenang.

Tak ada lagi air mata.

Tak ada lagi ekspresi marah.

Ia hanya tersenyum tipis kepada siapa pun yang menyapanya.

Justru sikap itu membuat Andkay merasa khawatir.

Ia berjalan beberapa langkah di belakang Lay.

"Lay."

Lay menghentikan langkahnya.

"Hm?"

"Lo beneran nggak apa-apa?"

Lay mengangguk kecil.

"Gue baik-baik aja."

"Lo bohong."

Lay tersenyum kecil.

"Gue serius."

Andkay memperhatikan wajah Lay beberapa detik.

Ia mengenal Lay sejak lama.

Ia tahu...

Saat Lay menangis, itu artinya rasa sakitnya belum terlalu dalam.

Tetapi ketika Lay mulai tersenyum dalam keadaan seperti ini...

Berarti ia sedang menyembunyikan luka yang jauh lebih besar.

Andkay menghela napas pelan.

"Kalau lo mau cerita..."

"Gue ada."

Lay menoleh.

Tatapannya terlihat jauh lebih tenang dibandingkan siang tadi.

"Makasih."

"Tapi gue bisa sendiri."

Setelah mengatakan itu, Lay kembali berjalan meninggalkan sekolah.

Andkay memilih mengikutinya dari belakang tanpa banyak bicara.

Pukul 09.50 malam.

Kamar Lay.

Lampu kamar masih menyala terang.

Lay duduk di atas tempat tidur sambil menatap jam dinding.

Jarum jam terus bergerak perlahan.

Tik...

Tik...

Tik...

Suasana kamar begitu sunyi.

Ponselnya yang berada di atas meja belajar bergetar.

Layar ponsel menyala.

Andkay

Lay, lo udah tidur?

Beberapa detik kemudian.

Lay, lo baik-baik aja kan?

Tak lama setelah itu.

Lay, plis jawab.

Lay menatap tiga pesan tersebut cukup lama.

Lalu ia mulai mengetik balasan.

Iya.

It's okay, Kay.

Tak sampai semenit.

Balasan dari Andkay kembali masuk.

Oke.

Sekarang tidur ya.

Udah jam sepuluh.

Lay tersenyum kecil.

"Iya..."

"Gue tidur kok."

Ia meletakkan ponselnya kembali.

Namun beberapa detik kemudian, senyum itu perlahan menghilang.

Tatapannya kembali mengarah ke jam dinding.

"Tapi..."

"Setelah urusan gue selesai."

Suara Lay terdengar sangat pelan.

Matanya kembali menatap jarum jam yang terus bergerak.

Tik...

Tik...

Tik...

Pukul 11.10 malam.

Kamar Lay masih gelap.

Hanya cahaya bulan yang masuk melalui jendela.

Lay berdiri di depan cermin sambil mengenakan jaket hitam berukuran besar.

Ia memakai topi hingga menutupi sebagian wajahnya.

Tatapannya terlihat dingin.

"Oh..."

"Waktunya udah tepat."

Gumamnya pelan.

Saat hendak keluar kamar...

Ponselnya tiba-tiba berdering.

Tring...

Lay menghentikan langkahnya.

"Siapa?"

Ia mengambil ponsel tersebut.

Nomor yang menghubunginya tidak tersimpan.

Lay mengangkat telepon itu tanpa banyak berpikir.

"Halo."

Tak ada jawaban.

Beberapa detik kemudian...

Sambungan telepon terputus begitu saja.

Lay mengernyit.

"Aneh."

Namun ia tidak terlalu memikirkannya.

Ia memasukkan kembali ponselnya ke saku jaket.

Lalu berjalan keluar rumah.

Pukul 12.00 malam.

Sebuah gedung tua yang sudah lama tidak digunakan berdiri sunyi di dekat kawasan pantai.

Cat temboknya mulai mengelupas.

Beberapa lampu sudah mati.

Suasana di dalamnya terasa dingin dan menyeramkan.

Langkah kaki Lay menggema pelan.

Tok...

Tok...

Tok...

Ia berhenti di salah satu ruangan kosong.

Di sana...

Seorang gadis berdiri dengan kepala tertunduk.

Seragam sekolahnya berantakan.

Tubuhnya dipenuhi luka.

Napasnya terdengar berat.

Lay menatap gadis itu tanpa ekspresi.

"Lo?"

Gadis itu perlahan mengangkat kepalanya.

"Maaf..."

Suara lirih keluar dari bibirnya.

Lay mengepalkan kedua tangannya.

"Ck."

Tanpa aba-aba...

Brak!

Lay mendorong tubuh gadis itu hingga membentur tembok dengan keras.

"Ah...!"

Gadis itu meringis kesakitan.

Darah di sudut bibirnya kembali mengalir.

"Lo udah rebut Ahber dari gue."

Suara Lay terdengar dingin.

"Dasar wanita jalang."

"Maaf..."

Gadis itu kembali menundukkan kepalanya.

"Lay..."

"Eskay."

Lay melangkah semakin dekat.

Tatapannya tajam.

"Seandainya lo nggak lakuin itu..."

"Lo nggak akan kayak gini."

Eskay memejamkan matanya.

"Maaf..."

Ia tidak melawan.

Ia hanya menerima semua kemarahan Lay.

Ruangan itu kembali dipenuhi keheningan yang mencekam.

1
Alia Chans
Hadir thor
like + bunga biar semangat deh/Smile/
nila edrina: terimah kasihh 🥰😘😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!