Puber kedua, menghancurkan pernikahan Tatiana Ramos dan Brandon Wirawan. Ketika sang istri sibuk mengembangkan bisnis di luar negeri, suaminya yang ditinggal selama 2 bulan justru sedang mabuk kepayang dengan gadis muda yang usianya 10 tahun lebih muda dari istrinya.
"Kamu membiarkan dia menginap di kamar kita, mas? apa kamu sudah gilaa?"
"Siska tak punya kerabat di kota ini, dia sebatang kara. Ingatkah saat aku bertemu denganmu pertama kali, kamu juga sebatang kara Tatiana!"
Dengan dalih mirip dengan istrinya 10 tahun lalu, untuk pertama kalinya selama 10 tahun, Brand mendebat Tatiana.
"Maafkan aku Nyonya, tempat tinggal ku sedang diperbaiki..."
Mata Tatiana melebar, wanita itu bahkan mengenakan gaun tidurnya. Dia tidak tahan lagi, hanya dua bulan, dan itupun demi perusahaan mereka yang sempat merugi milyaran rupiah. Tapi begitu dia kembali, suaminya malah bermain api.
'Suami pengkhianatan dan bodoh seperti ini, aku benar-benar tidak butuh' geram Tatiana dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Tatiana keluar dari ruang kerjanya. Dia benar-benar muak pada Brandon. Seenaknya saja pria itu mengatakan kalau dia yang harus menyelesaikan semua masalah itu. Tadinya, Tatiana pikir, dia benar-benar akan keluar dari perusahaan itu secara baik-baik.
Tapi setelah apa yang dikatakan Brandon tadi. Dia benar-benar sudah sangat muak, dan tidak ingin lagi berada di tempat itu.
Lulu yang mengetahui semua itu sampai bingung harus bagaimana. Dia menghampiri Tatiana yang keluar terburu-buru dari ruangannya dan berjalan ke arah lift.
"Nyonya... kalau nyonya berhenti, apa aku boleh ikut berhenti? aku tidak butuh pesangon. Kalau tuan Brandon terus seperti ini, mungkin tidak sampai satu bulan juga perusahaan akan bangkrut nyonya!"
Tatiana tadinya emosi, tapi melihat Lulu yang juga sudah merasa pesimis. Dia juga tidak bisa membiarkan Lulu terus bertahan.
"Lalu, lakukan yang menurutmu baik"
Lulu mengangguk,
"Baik nyonya, dimana pun nyonya nanti bekerja. Semoga kerja keras nyonya dihargai, tidak seperti disini!"
Tatiana mengangguk pelan. Begitu pintu lift terbuka, Tatiana pun masuk ke dalam lift dan menuju ke lobby.
Di depan perusahaan, sebuah mobil mewah sudah menunggunya. Pintu mobil itu terbuka, dan Zack keluar dari sana.
"Adikku sayang, aku sudah bilang kamu tidak perlu bertahan. Pria itu brengsekk! dia memintamu menangani masalah ini kan? kalau kamu masih mau melakukannya, aku rasa aku tidak bisa menahan diri lagi. Aku akan suntik kamu dengan obat amnesia!"
Tatiana terkekeh. Kakaknya sampai bicara seperti itu. Sepertinya selama ini dia memang terlalu lapang dada pada semua yang dilakukan Brandon setelah ketahuan selingkuh.
"Aku sudah berhenti kak, jika ada masalah. Kakak akan membereskan untukku kan?" tanya Tatiana.
"Hei nona, apa kamu meremehkan nama besar Zack Natanael Ramos? dalam satu hari, aku bahkan bisa membuat perusahaan ini jadi debu!" kata Zack dnegan wajah sombong.
"Benarkah, bagaimana caranya?" tanya Tatiana.
"Bagaimana lagi? ledakkan saja!"
Tatiana agak kaget, dia sampai tertegun diam. Kakaknya cukup mengerikan. Kalau kata Kevin, Zack itu tidak ada apa-apanya galak dan kejam nya di banding Erick. Lantas seperti apa kakak pertamanya itu.
"Sudah jangan di pikirkan! ayo masuk ke dalam mobil. Kakak akan ajak kamu makan enak!" Zack mengajak Tatiana masuk ke dalam mobil, dan Zack juga masuk.
Ketika mereka sedang pergi bersama. Ternyata Siska mengikuti Tatiana. Sebenarnya awalnya, dia pergi mencari Brandon. Maksudnya tentu saja membujuk pria itu. Tapi pria itu marah. Siska berusaha meyakinkan Brandon, kalau perlu kata Siska, Siska akan minta maaf sambil berlutut pada Tatiana. Brandon sama sekali tidak mengatakan apapun karena kepalanya memang dipenuhi dengan ganti rugi 4 milyar itu.
Demi menunjukkan kesungguhan nya, supaya Brandon tidak marah padanya, Siska mengejar Tatiana. Tapi, sebenarnya wanita itu juga tidak berencana untuk berlutut dan meminta maaf seperti apa yang dia katakan pada Brandon. Niatnya hanya ingin memastikan kalau Tatiana pergi selamanya dari kantor. Dia bahkan berniat akan mengatakan hal-hal yang buruk yang pernah Brandon katakan padanya tentang Tatiana.
Bahkan, Siska berpikir untuk mengatakan kalau sebentar lagi mereka berdua bahkan akan pergi liburan bersama. Brandon sudah menjanjikan itu pada Siska, saat wanita itu berulang tahun nanti.
Namun, saat dia turun ke lobby perusahaan. Pemandangan yang dia lihat malah membuatnya terkejut. Bahkan langsung dia abadikan.
Tatiana bertemu dengan Zack. Mereka tersenyum, mengobrol dengan akrab sekali. Bahkan Zack, membukakan pintu mobil untuk Tatiana.
Melihat itu Siska tersenyum menyeringai. Dia melihat foto-foto yang sudah dia ambil dengan kamera ponselnya. Dia akan segera memberitahukan apa yang dia lihat pada Brandon. Memberitahu Brandon, siapa istrinya itu. Siska bahkan sudah menyiapkan hasutan-hasutan yang akan membuat Brandon marah pada Tatiana.
Siska bersemangat sekali pergi ke ruangan Brandon.
"Tuan..."
"Cepat sekali! apa Tatiana mendengarkan mu?" tanya Brandon.
"Tuan, aku punya sesuatu yang harus aku tunjukkan pada tuan. Lihat ini!"
Siska mendekati Brandon, dan menunjukkan foto yang sudah dia ambil tadi. Dan begitu Brandon melihat foto-foto yang ada di layar ponsel Siska. Brandon langsung mengepalkan tangannya.
"Tuan, selama dua bulan nyonya Tatiana di negara M. Aku sebenarnya penasaran kenapa dia betah sekali di sana, iya kan? dan kenapa dia selalu dengan sukarela pergi ke negara itu. Ternyata, dia selingkuh dengan tuan Zack!"
Brandon semakin mengeram marah.
"Beraninya dia!"
"Tuan, aku punya ide. Kita bisa ancam nyonya Tatiana dengan foto-foto ini. Jika dia tidak mau membantu menyelesaikan masalah kerugian perusahaan sebesar 4 milyar itu. Maka kita akan sebarkan foto-foto ini! bagaimana tuan? ideku sangat bagus kan?" tanya Siska yang berharap mendapatkan pujian dari Brandon.
Tapi Brandon masih terlihat kesal, seolah dia tidak terima dengan apa yang dia lihat itu. Pantas saja Tatiana berani berhenti dari perusahaan. Rupanya dia sudah memilih laki-laki lain.
"Tatiana, dia keterlaluan!"
"Tuan, tenanglah. Kalau tuan sekarang yang menghubunginya, dia kan ngangkat panggilan telepon itu. Bagaimana kalau tuan minta nanyain paman saja? nyonya Tatiana sangat menurut pada paman Burhan bukan? setelah sampai di rumah itu, Kuta bisa mendesak nyonya. Waktu 24 jam itu tidak lama tuan, ayo!" bujuk Siska.
Dan tanpa pikir panjang, Brandon langsung berangkat saja bersama dengan Siska. Mereka akan pergi ke rumah ayah Brandon. Untuk minta ayah Brandon menghubungi Tatiana dan memintnya datang ke rumah Burhan.
Dion dan rekannya baru keluar dari lift ketika dia melihat Brandon yang membiarkan saja tangannya digandeng mesra oleh Siska. Begitu pintu lift tertutup, setelah Brandon dan Siska masuk. Dion mendengus pelan.
"Jika bukan karena tanggung jawab, aku mungkin melakukan hal yang sama seperti Lulu! resign rasanya lebih baik daripada menunggu perusahaan ini bangkrut!"
"Sabar Dion, kita masih punya tanggung jawab perhitungan data keuangan. Kita selesaikan dulu. Aku juga sudah tidak betah, bos kita itu seperti sudah tidak ada harga dirinya. Dia lebih percaya pada wanita yang hanya punya modal genit dan tubuhnya yang menempel seperti lem alteco itu. Daripada percaya pada nyonya, yang jelas-jelas kinerjanya tidak bisa diragukan!"
"Begitu, kalau laki-laki sudah mau sampai di ambang kehancuran. Dia akan mementingkan matanya sendiri. Sudahlah, membicarakannya membuatku tak selera!"
"Sama, entah mau jadi apa perusahaan ini!"
***
Bersambung...
Lagian ya Tatiana, jabatan mu di perusahaan itu sudah tidak ada lagi..
Apalagi status istri..
Walaupun baru kau & Yuli yg mengetahui..
Namun yg perlu kau sadari..
Di perusahaan itu bukan tempat mu lagi..
Dan menjauh dari orang² toxic adalah pilihan yg tepat hingga surat cerai keluar nanti..
Kau seharusnya sadar, kau bahkan tak diberikan kepercayaan mengelola keuangan darinya..
Bahkan kau tak pernah menerima nafkah dari nya..
Di mata nya kau bukan istri, Tatiana..
Kau hanya di perlakukan seperti sapi perah oleh nya..
Ternyata cinta membuat Tatiana buta..
Begitulah cinta tanpa menggunakan logika..
Di kibulin pasangan, manut² saja.. 🤭
Tapi Brandon itu LLP (Lugu² Paok) namanya Tatiana.. 🤣
Dia bukan lelaki, dia itu boti..
Ada pula suami, tapi peran nya seperti seorang istri..
Bini kerja banting tulang, dia cuma modal telur &:ongkang² kaki..
Astaghfirullah.. Kacau sekali jika dapat tipe suami seperti ini..
Lelaki, tp kelakuan nya kyk banci..😏
aq kasihan takut si buaya ke racunan ,,
Mana ada seorang Kk yg tega melihat adiknya di perlakukan kurang ajar..
Mana kelakuan suami nya sendiri yang minta di hajar..
Hanya karena rasa kasihan pada ayah mertua, maka Tatiana harus lebih sabar..
Agar ayah mertua tak terlalu terkejut saat Brandon & Tatiana bubar..
Karena jalan perpisahan mereka berdua sudah terbuka lebar..
mampooss buat Brandon
orang gila dimana nyari 4 millyar dalam berapa jam
mang sakit jiwa 🙄
yg bisanya cuman buka kaki buat para pria🙄
lagi spaneng nih k
masa ga ada kelonggaran mau nafas dulu🤣
apa pun masalahnya nangis terus siwalang sangit gak tega , gitu aja terus sampai jadi gembel 🤣🤣🤣🤣🤣