Cover by, Canva
"Aku anggap hubungan kita ini, hubungan yg saling menguntungkan. Jangan berharap lebih dari ku, Mike!!"
"Jadi selama ini, kamu anggap aku hanya pemuas nafsu dan sebagai badut penghibur di saat kamu sedih?"
"IYA!! Aku sama sekali tidak ada perasaan kepada mu."
Hening...
"Baiklah, Ay. Kalau memang seperti itu arti ku bagi mu, aku akan menjauh bila perlu menghilang dari hadapan mu.
Tapi ingat satu pesan ku, jangan menyesal bila orang yang selama ini mencintaimu dan menjagamu dengan tulus, pergi selamanya. Bahkan kamu tidak akan bisa menemukan KUBURNYA bila dia MATI!!"
Deg ...
Gadis cantik bernama Ayana Sora itu terdiam seketika, kala mendengar betapa lantang dan tegas perkataan laki-laki bernama Mikhail Abraham itu. Hatinya sakit, telapak tangannya terasa nyeri sampai berkeringat dingin.
"Aku akan pergi membawa semua cinta yang aku punya untukmu, hingga tak tersisa. Yang ada hanya penyesalan mendalam yg belum pernah kamu rasakan sebelumnya, Ay."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NalaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
It's Over!
Sesakit ini kah bila di khianati?
Sakit sekali...
Di dalam mobil sport Mike,
Mike terus menenangkan Aya yang sedari tadi menangis terisak di pelukannya.
Aya begitu shock melihat orang yang dicintainya berjalan dengan wanita lain di depan matanya sendiri.
Bahkan pengakuan mengejutkan dari si wanita membuat gadis cantik itu merasa di khianati dan di bohongi.
Flashback On
Di sebuah toko Berlian, Aya melihat orang yang sangat dia kenal bergandengan tangan dengan wanita lain.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Aya kepada pemuda itu.
"Ee..eehmm.. Yank, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku bisa jelaskan semuanya Yank?" Ujar Nathan, pria yang Aya lihat berjalan dengan wanita lain.
"Kamu kenapa sih, Nath? Jujur aja sama pacar kamu itu, kalau minggu depan kita tunangan. Kenapa pake acara bohong segala?" Ucap Raline gadis yang bersama Nathan di toko berlian.
Jedeeerrr!!!!
Tubuh Aya seakan tak bertulang, lemas dan bergetar hebat saat mendengar Raline yang merangkul mesra Nathan mengatakan bahwa dirinya dan Nathan akan bertunangan minggu depan.
"Apa yang kamu katakan?" Tanya Aya parau.
"Yank, bisa aku jelasin Yank please," Nathan memohon sambil memegang tangan Aya.
"Ayaaa!!" Mike langsung membawa tubuh Aya ke dalam dekapannya dan tangan Nathan terlepas dari tangan Aya.
"Ka Mike, ini bisa aku jelaskan. Ini bukan keinginan ku. Tolong Ka dengarkan penjelasan ku dulu," Nathan terus saja memohon.
"Ayo kita keluar, selesaikan semuanya jangan di sini," ujar Mike seraya menuntun Aya keluar dari toko yang lalu di ikuti oleh Nathan juga Raline.
Di sebuah taman kota yang tidak terlalu ramai,
Aya, Mike, Nathan dan Raline duduk di bangku besi taman kota itu.
"Kamu bisa jelaskan ke Aya sekarang?" Ucap Mike langsung.
"Yank, aku dipaksa tunangan sama Raline. Karena papa Raline mengancam akan mencabut sahamnya dari perusahaan Papi aku yank. Aku bersumpah tidak mencintai Raline," ungkap Nathan.
"Nath, kamu tega banget bilang gitu? Jadi kamu terpaksa tunangan sama aku?" Kini giliran Raline yang bicara.
"Lantas apa kalau tidak terpaksa? Aku mencintai Aya dan Papi memaksa ku supaya mau bertunangan dengan mu agar perusahaan ku aman. Apa kamu tahu itu?" Ujar Nathan emosi.
"Aku nggak peduli, Nath. Mau kamu terpaksa atau tidak kamu harus tetap bersama ku. Putuskan pacar mu itu, sekarang juga!!" Ucap Raline memaksa Nathan.
"Nggak usah kamu suruh cowok pengecut itu untuk memutuskan aku, aku yang lebih dulu akan memutuskan hubungan ini. Aku Ayana Sora mulai detik ini, bukan lagi kekasih mu Jonathan Abigail Darsono. Terima kasih. Ayo, Ka kita pulang?" Aya langsung menggandeng tangan Mike untuk pergi dari hadapan Nathan dan Raline setelah mengucap kata putus.
"Enggak yank, yank tunggu jangan pergi... Ya Tuhan Aya aku cinta sama kamu, tunggu!!!" Teriak Nathan sambil berusaha mengejar Aya dan menarik tangan Aya.
Namun Aya menampik kasar tangan Nathan yang memegang tangannya.
"Loe bukan siapa-siapa gue lagi. Loe urus tunangan loe itu. Bye!!!" Nathan terdiam mendengar perkataan Aya.
Hampir 1 tahun Nathan dan Aya berpacaran, Nathan sangat mencintai Aya, bahkan pemuda itu sudah membelikan Aya cincin berlian untuk nanti hadiah ulang tahun Aya yang kurang 2 bulan lagi.
Hancur sudah hubungan mereka karena perjodohan yang di pilihkan orang tua.
Flashback off
"Sudah jangan nangis, ada Kaka di sini. Cuup cuupp sudah yah?" Ujar Mike sambil terus menenangkan Aya.
"Di..a berkhianat Ka. Dia bilang nggak akan nerima pertunangan itu, taa..pi.. apa? Dia malah bergandengan mesra dengan cewek nggak tahu diri itu," jawab Aya sambil menangis sesenggukkan.
"Kamu juga selingkuh, Ay dari Nathan. Bahkan kita juga akan tunangan. Haduhh Aya Aya," batin Mike dalam hati.
"Yaa sudahlah, nanti kalau kamu nangis terus Chiyo bisa curiga kenapa kamu nangis terus." Aya mulai menghentikan tangisannya mendengar nama Chiyo di sebut.
"Iya Ka, aku diem ini." Ucap Aya sambil berusaha tenang menahan air matanya agar tidak keluar.
"Kamu mau ikut Kaka ke Ibukota? Kamu kerja aja di kantor Kaka? Gimana?" Usul Mike.
"Mau mau mau, ayo kita berangkat." Mike terkekeh mendengar gadis cantik itu semangat ingin ikut ke Ibukota.
"Besok kita pamit ke Ayah kamu dulu ya? Sama kita bilang dulu ke Chiyo. Oya, kamu kan kerja Ay? Berarti kamu harus resign dong!" Aya, menepuk jidatnya.
"Ya Tuhan, gara si cowok brengs*k itu aku sampai lupa Ka. Aku resign aja kak, aku pengen ngelupain semuanya tentang dia. Kaka bantu aku ya besok?" Jawab Aya.
"Pasti besok Kaka bantu, biara Kaka yang langsung bilang ke pimpinan tempat kerja kamu. Ya sudah sekarang kita pulang ya? Sudah siap?" Tanya Mike.
"Heem, ayo Ka!" Mike mengangguk lalu menjalankan mobilnya menuju rumah Aya.
Sesampainya di rumah Aya,
Aya langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri dan berganti baju.
Sedangkan Mike dan Chiyo duduk di teras rumah.
"Nathan minggu depan tunangan sama cewek pilihan orang tuanya. Tadi Aya lihat sendiri Nathan sama tuh cewek jalan ke toko berlian. Dan sekalian tadi Aya minta putus," ucap Mike langsung menjelaskan kejadian Nathan dan Aya.
"Pertama kali gue lihat orang tua Nathan waktu di wisuda, mereka terlihat tidak terlalu menyukai Aya. Eehm... Ya sudah lah, ini bagus buat loe. Loe bisa dengan bebas deket sama Aya kan?" Jawab Chiyo yang ternyata tidak marah sama sekali.
"Dan satu lagi, gue ajak Aya ke JKThbiar dia lupa sama Nathan, biar dia kerja di perusahaan gue. Terus Aya bilang, kalau pertunangan kita bakal di adain di sana juga," ujar Mike.
"Haaah... Ya sudahlah gak apa-apa emang lebih baik dia ikut loe. Gue pasti kesepian banget di sini, nggak ada loe sama Aya," jawab Chiyo lirih.
"Heii, tiap akhir pekan gue kan pasti pulang kesini? Jangan melow gini lah?" Mike berusah menghibur Chiyo.
"Hahaha, it's ok nggak apa kok. Gue bahagia kalau loe bahagia, gue titip Aya disana ya?" Mike mengangguk dan tersenyum
"Pasti, Yo. Dia belahan jiwa gue, gak bakal gue sia-siain dia. Janji!!" Ucap Mike serius.
"Iya gue percaya sama loe. Loe tidur sini kan?" Tanya Chiyo.
"Gue pulang aja, besok gue kesini lagi buat jemput Aya izin ke Om Ferry kan Aya mah gue ajak ke Ibukota sama sekalian ke kantor Aya kan dia harus resign dari sana. Biasa gunain surat sakti Tuan Joseph Adiguna," jawab Mike.
"Hahahahaha... Emang lo dasar!! Oke deh, sip. Hati-hati di jalan loe!" Ucap Chiyo sambil mengantar Mike sampai ke mobil.
"Sip!! Gue cabut dulu, bye!" Mike masuk mobil dan langsung berlalu dari hadapan Chiyo.
"Semoga loe bisa ngambil hati Aya, gue selalu berdoa buat loe, Mike!" Gumam Chiyo menatap mobil mewah Mike menjauh dari rumahnya.
Sementara di sebuah rumah mewah,
"Anak kurang ajar!!! Berani kamu membuat Raline menangis haaa?".....
Tbc.
next kak, semangat trus buat berkarya jn patah semangat👍👍👌💪💪💪.
dilanjut novel terbarunya thor yg lbh seru lagi