NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Terlarang

Gairah Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Sekali saja kita melangkah melewati batas ini, Arden... semuanya tidak akan pernah sama lagi."

Alyssa tidak pernah menyangka pernikahannya akan menyeretnya ke dalam pusaran dosa yang terlarang. Sebagai istri yang berbakti, ia selalu menekan keinginan pribadinya demi menjaga kehormatan keluarga besar suaminya.

Namun, benteng pertahanan itu runtuh saat Arden—adik iparnya—kembali dari luar negeri.

Arden bukan lagi remaja tanggung yang dulu ia kenal. Pria itu telah menjelma menjadi sosok dewasa yang penuh pesona, perhatian, dan diam-diam menawarkan kehangatan yang tak pernah Alyssa dapatkan dari suaminya sendiri.

Di sisi lain, Arden tersiksa. Semakin ia mencoba menjauh, semakin ia mendambakan Alyssa—wanita yang seharusnya haram untuk ia sentuh.

Kini, keduanya terjebak dalam tarik ulur perasaan yang menyiksa. Antara kesetiaan pada keluarga, atau menyerah pada godaan gairah yang candu.

Saat batas suci itu akhirnya dilanggar, siapkah mereka membayar harga yang teramat mahal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.14- Keputusan yang Berbahaya

Adrian sendiri kini sudah sampai di kantor. Dia duduk termenung, menatap kosong ke arah laporan yang ada di depannya. Jika dipikir-pikir, dia memang terlalu keras pada Alyssa. Padahal, Alyssa hanya meminta waktunya sedikit saja untuk merayakan hari jadi pernikahan mereka.

"Huh! Haruskah?" gumamnya dalam hati.

Namun, rasa bersalah itu hanya bertahan sepersekian detik. Adrian menghela napas berat, menepis bayangan wajah sedih Alyssa dari pikirannya, lalu kembali fokus pada tumpukan pekerjaan di meja. Bagi Adrian, urusan pekerjaan harus cepat selesai hari ini karena setelah ini ia harus bergegas pergi ke klinik untuk menjaga Hanum. Pada akhirnya, Hanum tetaplah prioritas utamanya.

Sementara itu di kediaman Narendra, Alyssa masih bergeming di dalam kamar. Tiket liburan ke Bali yang sudah kusut di genggamannya perlahan terlepas dan jatuh ke lantai, persis seperti harapannya yang runtuh tak berbekas.

Dada Alyssa terasa begitu sesak. Ia butuh keluar dari kamar ini untuk sekadar menghirup udara segar. Namun, baru saja ia melangkah keluar menuju balkon lantai dua, ponsel di genggamannya bergetar menyalakan notifikasi pesan masuk.

Arden:[Kak, aku sudah dapat beberapa calon lokasi untuk studio musiknya. Kamu beneran tidak mau menyusul? Tempatnya bagus, sekalian aku traktir makan siang.]

Alyssa menatap layar ponselnya dengan mata sembap. Di saat Adrian terus mengabaikannya dan lebih memilih pergi untuk wanita lain, justru pesan singkat dari adik iparnya ini yang terasa begitu hangat dan peka.

Ting.

Satu pesan foto masuk lagi dari Arden. Foto sebuah kafe rooftop cantik di dekat lokasi studio barunya.

Arden: [Aku tahu kamu lagi tidak baik-baik saja, Kak. Jangan ngelamun di rumah terus. Aku jemput sekarang, ya?]

Melihat perhatian Arden yang begitu bertubi-tubi, benteng pertahanan Alyssa akhirnya runtuh. Rasa sakit hatinya pada Adrian mengalahkan seluruh logika dan rasa bersalahnya.

Dengan tangan yang sedikit bergetar, Alyssa mengetik balasan kalau dia akan menyusul ketempat Arden yang di maksud.

Satu jam kemudian, Alyssa sudah sampai di depan kafe yang dimaksud oleh Arden. Sebelum melangkah masuk, sepasang matanya sempat melirik ke arah gedung megah yang berada tepat di sebelah kafe tersebut—lokasi calon studio musik milik adik iparnya.

Alyssa melangkah masuk, menyusuri tangga menuju lantai dua tempat area rooftop berada. Di sana, di salah satu sudut meja dengan pemandangan jalanan kota yang ramai, sosok Arden tampak duduk santai sembari menikmati angin siang.

Langkah Alyssa terhenti sejenak. Dari jarak beberapa meter, ia menatap paras Arden yang tampan dan segar. Pria itu memang masih sangat muda, usianya baru dua puluh lima tahun—terpaut tiga tahun lebih muda darinya. Alyssa menghembuskan nafasnya pelan, mencoba menetralkan debaran liar di dadanya sebelum melangkah mendekat.

"Arden..." sapa Alyssa pelan, lalu mengambil tempat duduk tepat di hadapan pria itu.

Di atas meja, rupanya sudah tersaji segelas es cokelat dingin dan sepotong kue cokelat yang menggiurkan. Arden benar-benar tahu persis apa yang bisa mengembalikan suasana hati Alyssa yang sedang kacau.

Arden mengalihkan pandangannya dari jalan raya, menatap Alyssa dengan ulasan senyum tipis yang hangat. "Ya? Ada apa, Kak?"

Alyssa meremas jemarinya di bawah meja, mengumpulkan seluruh keberanian yang tersisa. Matanya menatap lurus ke dalam manik mata Arden yang tenang.

"Tawaranmu waktu itu... apakah masih berlaku?"

Arden sempat tersentak kecil. Kejutannya hanya berlangsung sedetik, sebelum akhirnya sebuah senyuman tipis yang sarat akan kemenangan terukir di bibirnya. Pada akhirnya... wanita yang selama ini ia incar memilih untuk berpaling kepadanya.

"Masih, Kak," balas Arden dengan suara rendah yang menenangkan. "Kenapa? Apa Kakak sudah berubah pikiran?"

Alyssa menarik napas panjang, menepis seluruh rasa bersalah yang sempat tersisa di hatinya untuk Adrian.

"Iya," jawab Alyssa mantap. "Aku mau jadi pacar kamu."

Sudut bibir Arden terangkat mendengar ucapan dari wanita di hadapannya. Namun, bukannya langsung bersorak kegirangan, manik matanya justru menatap Alyssa dengan pendar penuh rasa curiga. Pikirannya bertanya-tanya, kenapa Alyssa bisa berubah pikiran secepat ini? Padahal belum ada dua puluh empat jam Alyssa menolak mentah-mentah ide gila tersebut.

"Yakin?" tanya Arden rendah, menatap Alyssa secara intens. "Apa bukan karena terpaksa? Aku tidak mau kita melakukan ini hanya karena Kakak sedang tertekan atau emosi."

Jemari Alyssa saling meremas kuat di bawah meja. Pertanyaan Arden bagaikan cermin yang mendadak dipasang di depan wajahnya. Entahlah... keputusan ini memang diambil secara impulsif saat amarah dan rasa sakit hatinya pada Adrian membumbung tinggi. Apakah keputusannya ini benar?

Melihat Alyssa yang mendadak membisu dengan binar mata penuh keraguan, Arden menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Pria itu menghela napas pelan, sudah bisa menebak apa yang sedang bergolak di dalam dada kakak iparnya.

"Pikirkan baik-baik, Kak. Aku tidak mau Kakak terpaksa menjalin hubungan denganku hanya untuk membalas dendam," ujar Arden dengan nada suara yang perlahan melunak namun tegas. "Aku tahu... di dalam hati Kakak masih ada Mas Adrian, walau pria itu sendiri sama sekali tidak peduli pada istrinya."

Satu kalimat Arden itu telak mengenai ulu hati Alyssa. Ia tertunduk, tak mampu bersuara sedikit pun.

Memahami keheningan itu sebagai bentuk kepasrahan dan kebingungan, Arden tersenyum tipis—sebuah senyuman tulus tanpa ada paksaan lagi di dalamnya.

"Sudah, Kak. Jangan dipikirkan terlalu berat dulu untuk sekarang," lanjut Arden mencairkan suasana yang sempat tegang. Ia menggeser piring kue dan gelas es cokelat ke dekat tangan Alyssa. "Lebih baik habiskan semua makanan ini. Tenang saja, aku yang bayar."

Alyssa mendongak, menatap Arden dengan perasaan campur aduk antara bersalah dan tersentuh. Ia akhirnya mengangguk pelan, lalu mulai mencicipi makanan di meja, mencoba menenangkan badai di dalam dadanya.

Bersambung ...

1
jumirah slavina
siap 86 kapten
jumirah slavina
gak ada yang gak mungkin., Kamu aja juga selingkuh Al.,

udah'lh Al., lepasin aja., laki² seperti itu tidak pantas d'tunggu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
makan tuh perempuan playing victim
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
🌺🌺
amit-amit😒
rini marlina sari
lanjut
jumirah slavina
abaikan bisikan syaitan ini Al
jumirah slavina
muak Aku... muak. Aku sm Kamu Ad....
🌺🌺: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
telat Al... telat... sudah kelelahan baru sadar., astagaaaaaaaa🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
Kak Ariiiiiii., ceekeek Adriiiiii.,
jumirah slavina
hheehh gak boleh !!!
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
mo ngapain kalian dalam kamar hotel wwooii
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
astagaaaaaaaa., macam jelangkung aja s' sArden., tetiba nongol 🤦🏻‍♀️🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
gak usahhhhhh balikkkkk !!!
Aku muak sama Kamuuuu...!!!
jumirah slavina
pergi sonooooo... pergiiiiiii...
jumirah slavina
udah'lh Ad... pergi sono., muak Aku menengok'mu...
jumirah slavina
bohong Ma., dia mo ngajakin Alis menantu Mam selingkuh...


🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
dasar laki² menyebalkan Kamu Adriiii !!!
jumirah slavina: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤💞💞💞💞
total 8 replies
EpiWidayanti
stress si Adrian 😏
jumirah slavina: joom lah kita beramai²

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
jumirah slavina
bughhhhhhh... bughhhhhhh... Jumi memukul kepala Adri yang penuh kotoran

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
jumirah slavina
ati² sArden., mengintip bisa bikin stress dan bintitan

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!