NovelToon NovelToon
Perjodohan Berbalut Dendam

Perjodohan Berbalut Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ana L.

Demi melunasi hutang ayahnya, Naura Aulia Zafira terpaksa menikah dengan Dewa Angkasa Buwana, penguasa mafia yang kejam dan berkuasa. Pernikahan ini bukan atas dasar cinta, melainkan balas dendam masa lalu yang dipendam Dewa pada keluarga Naura.

Di balik kemewahan dan kekuasaan, Naura harus bertahan hidup di tengah kebencian, bahaya, dan sikap dingin suaminya. Namun, ketegaran dan kelembutan Naura perlahan mengguncang hati Dewa, membuatnya terjebak antara dendam kesumat atau cinta yang tumbuh diam-diam.

Saat kebencian mulai memudar dan cinta bersemi, masa lalu kelam kembali mengancam nyawa mereka. Akankah dendam mengakhiri segalanya, atau cinta mampu mengubah takdir dan membawa mereka pada kebahagiaan abadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana L., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tahta Baru

Udara pagi di kediaman utama keluarga Buwana terasa berbeda. Tidak lagi terasa berat atau penuh ketegangan seperti hari-hari sebelumnya. Berita tentang jatuhnya Mahesa, sosok bayangan yang mengendalikan segalanya selama puluhan tahun, telah menyebar secepat kilat ke seluruh penjuru kota, baik di lingkaran bisnis resmi maupun dunia bawah tanah. Kini, nama Buwana-Zafira bukan lagi sekadar nama dua keluarga besar yang bersatu, melainkan menjadi simbol kekuasaan mutlak yang tak tertandingi. Di bawah kepemimpinan Dewa Angkasa Buwana, pria yang dikenal kejam dan tidak mengenal ampun, namun lembut dan setia pada keluarganya, kerajaan baru mulai dibangun di atas puing-puing masa lalu yang kelam.

Di ruang kerja utama yang luas itu, Dewa duduk di kursi kebesarannya. Di atas meja di hadapannya, terbentang peta wilayah kendali yang kini hampir seluruhnya berwarna merah tanda wilayah itu sudah sepenuhnya dikuasai oleh mereka. Di sebelah kanannya, Naura duduk tenang, memeriksa laporan keuangan dan perizinan bisnis yang mengalir deras masuk setiap jam. Di sebelah kiri, Sera berdiri dengan berkas-berkas data baru, wajahnya tampak lega namun tetap waspada. Rian dan Raga berdiri tegak di dekat pintu, menunggu perintah selanjutnya dari tuan mereka.

"Semua aset, properti, jalur perdagangan, hingga jaringan penyelundupan yang dulunya milik Mahesa, kini resmi menjadi milik kita," lapor Raga dengan suara penuh hormat. Ia meletakkan tumpukan dokumen kepemilikan di atas meja. "Tidak ada yang berani membantah. Semua mantan anak buah Mahesa memilih untuk tunduk dan bersumpah setia, atau memilih menghilang demi keselamatan nyawa mereka sendiri."

Dewa tersenyum tipis, senyum dingin yang khas namun memancarkan kepuasan. Ia menyilangkan kedua tangannya di dada, bersandar santai namun tetap memancarkan aura penguasa yang mengerikan.

"Bagus. Biarkan mereka tahu apa akibatnya jika melawan atau mengkhianati kami. Mahesa hanyalah contoh kecil bagi siapa saja yang berani mengganggu ketenangan kami," ucap Dewa rendah namun tegas. Matanya lalu beralih menatap Naura, dan seketika itu juga, kekerasan di wajahnya meleleh, berganti menjadi kelembutan yang hanya ia miliki untuk wanita itu. "Dan semua ini berkat strategi bisnismu, Sayang. Kau benar, kita tidak hanya mengambil kekuasaan dengan kekuatan, tapi juga dengan hukum dan uang. Sekarang, kerajaan ini berdiri kokoh karena dua hal: ketakutan akan namaku, dan kebijaksanaanmu dalam mengelolanya."

Naura mendongak, menatap suaminya dengan senyum bangga. Ia meraih tangan Dewa yang tergeletak di meja, menggenggamnya erat.

Sera yang mendengar itu tersenyum haru, namun ia segera kembali serius saat meletakkan satu berkas lagi yang terlihat berbeda dari yang lain.

"Dewa, Naura..." ucap Sera pelan namun tegas, menarik perhatian semua orang di ruangan itu. "Memang benar Mahesa sudah jatuh, dan sebagian besar jaringannya sudah kita kuasai. Tapi ada satu hal yang belum selesai. Dalam catatan yang kuterima dari markasnya, ada nama-nama orang yang bertanda khusus. Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah bertemu langsung dengan Mahesa, orang-orang yang bergerak di balik layar lebih dalam lagi, dan yang paling penting... mereka adalah orang-orang yang dulunya membantu menyebarkan kebohongan bahwa kalian berdua adalah saudara kandung."

Dewa mengerutkan kening, tangannya mengerat di genggaman Naura. Aura dingin kembali menyelimuti tubuhnya. Ia meraih berkas itu, membukanya perlahan. Di dalamnya tertera beberapa nama tokoh penting di dunia politik dan bisnis, nama-nama yang selama ini terlihat netral, bahkan ada yang pernah terlihat mendukung salah satu keluarga Buwana atau Zafira.

"Pengkhianat..." desis Dewa, suaranya rendah dan berbahaya. Matanya menatap tajam deretan nama itu seolah ingin membakar kertas itu menjadi abu. "Mereka diam saja saat kita saling membunuh. Mereka tersenyum di depan wajah kita, tapi menusuk dari belakang. Mereka yang membuat penderitaan kita bertahun-tahun lamanya hanya demi keuntungan sendiri dan kekuasaan Mahesa."

"Dan lebih berbahaya lagi," tambah Sera dengan cemas, "mereka masih memiliki pengaruh besar di pemerintahan dan pasar saham. Jika mereka bersatu dan bergerak diam-diam, mereka bisa merusak nama baik kita atau menghambat ekspansi bisnis kita, bahkan setelah Mahesa tiada. Mereka menganggap kejatuhan Mahesa sebagai ancaman bagi posisi mereka sendiri."

Naura menatap nama-nama itu dengan tatapan tajam dan penuh perhitungan. Sebagai pewaris keluarga Zafira dan wanita yang kini berdiri sejajar dengan penguasa mafia terbesar, ia sudah tidak lagi menjadi wanita lemah yang hanya menunggu di rumah. Ia belajar cepat, ia belajar keras, dan ia belajar bahwa di dunia ini, musuh tidak selalu datang membawa senjata, banyak yang datang membawa senyum dan kertas perjanjian.

"Mereka mengira dengan bersembunyi di balik jabatan dan kekuasaan resmi, mereka aman dari kita," ucap Naura tegas, suaranya berwibawa dan tidak kalah mengerikan dari suaminya. "Mereka salah besar. Kita sudah menghancurkan akar kejahatan itu, kita tidak akan membiarkan ranting-ranting busuknya tumbuh kembali dan meracuni apa yang kita bangun."

Dewa berdiri perlahan, tubuh tingginya menjulang gagah. Ia berjalan mendekati jendela besar yang memandang ke arah kota yang kini sepenuhnya berada di bawah kendalinya.

"Benar kata istriku," ucap Dewa lantang, suaranya menggema di ruangan itu. "Perjalanan kita masih sangat panjang. Masih banyak nama yang harus kita hapus dari muka bumi ini demi menebus semua dendam masa lalu. Mahesa hanyalah pemimpinnya, tapi mereka... mereka adalah tangan-tangan kotor yang menjalankannya."

Dewa berbalik, menatap Rian dengan sorot mata yang penuh perintah mematikan.

"Rian, pimpin pasukan elitmu. Lakukan penyelidikan mendalam. Aku ingin tahu setiap gerak-gerik mereka, setiap hutang mereka, setiap kejahatan yang pernah mereka lakukan, dan setiap rahasia kotor yang mereka sembunyikan. Gunakan segala cara. Aku tidak peduli apakah itu cara halus atau cara kasar. Aku ingin mereka merasa ketakutan setiap kali menoleh ke belakang, setiap kali menutup mata untuk tidur. Buat mereka sadar bahwa tidak ada tempat persembunyian di dunia ini yang cukup aman dari jangkauan tangan Buwana."

"Siap, Tuan Dewa!" jawab Rian tegas, matanya berkilat siap melaksanakan perintah tuannya.

Dewa lalu menatap Raga dan Sera.

"Kalian berdua bekerja sama dengan Naura. Susun strategi bisnis. Kita akan serang mereka dari sisi yang paling mereka banggakan: kekayaan dan kekuasaan mereka. Kita ambil alih proyek-proyek besar mereka, kita putuskan aliran dana mereka, dan kita buat mereka bangkrut serta jatuh dari tahta mereka sendiri. Kita akan tunjukkan bahwa di kota ini, hanya ada satu hukum, hanya satu penguasa, dan hanya satu nama yang berkuasa: Buwana dan Zafira."

"Dimengerti, Tuan," jawab Raga dan Sera serempak.

Setelah semua orang bergerak keluar ruangan untuk menjalankan tugas masing-masing, kembali hening hanya menyisakan Dewa dan Naura. Dewa berjalan mendekat, menarik tubuh istrinya berdiri dan memeluknya erat ke dalam pelukannya. Ia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Naura, menghirup aroma wanita itu yang menjadi satu-satunya tempat istirahat dan kedamaian baginya di tengah dunia yang penuh darah dan kekejaman ini.

"Kau tidak lelah, Naura?" tanya Dewa pelan, suaranya berubah lembut dan penuh kasih sayang. "Kau dulu memimpikan hidup yang damai, jauh dari ancaman dan bahaya. Tapi perjodohan ini membawamu ke dalam pusaran badai yang tak berujung. Kita harus terus berjuang, terus bertarung, terus menghadapi musuh sampe kisah kita selesai. Apakah kau masih sanggup berjalan bersamaku?"

Naura tersenyum, melingkarkan tangannya erat di leher suaminya, mendongak menatap mata hitam yang begitu ia cintai itu. Ia mengusap wajah tampan itu dengan penuh rasa sayang.

"Aku tidak lelah, Dewa. Justru aku bersyukur. Jika bukan karena perjodohan yang berbalut dendam ini, aku tidak akan pernah bertemu denganmu. Aku tidak akan pernah tahu betapa indahnya dicintai oleh seorang pria yang rela membakar dunia demi melindungiku. Dulu aku benci takdir ini, tapi sekarang aku menyadarinya... semua rasa sakit itu adalah jalan yang harus kita lalui untuk sampai ke kebahagiaan yang sesungguhnya."

Naura mencium bibir suaminya sekilas, penuh janji dan kesetiaan.

Dewa tersenyum, senyum paling tulus dan bahagia yang ia miliki. Ia mencium kening istrinya lama, seolah ingin mengunci momen kebahagiaan itu dalam ingatannya selamanya.

"Kau adalah segalanya bagiku, Naura. Dulu aku hidup hanya untuk balas dendam dan kekuasaan. Aku pikir aku akan mati sendirian sebagai iblis yang kejam dan dibenci. Tapi kau datang... kau mengubah segalanya. Kau membuatku manusia lagi. Kau membuatku punya alasan untuk menang, alasan untuk bertahan, dan alasan untuk bahagia."

Dewa melepaskan pelukannya sedikit, namun tangannya tetap menggenggam tangan Naura erat, mengajak wanita itu berjalan menuju jendela besar yang memandang ke arah kota yang luas dan makmur di bawah sana.

1
Rara M.
wow 💗🎈👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!