NovelToon NovelToon
Mantan Istri Rahasia Sang CEO

Mantan Istri Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Pertiwi Dian

​"Lima tahun lalu, dia diusir dalam keadaan hamil dan dianggap mandul. Kini, dia kembali bukan untuk mengemis cinta, melainkan untuk merebut apa yang menjadi miliknya."

​Elena kembali ke ibu kota sebagai desainer interior kelas dunia dengan satu misi rahasia: mengambil kembali anak perempuannya yang sempat tertinggal di keluarga mantan suaminya, Arthur Arkananta. Namun, takdir mempermainkannya. Klien besar pertama yang harus dia hadapi adalah Arthur sang CEO berdarah dingin yang dulu mencampakannya karena fitnah kejam.

​Di saat Elena mati-matian menyembunyikan putra kembarnya yang genius dari jangkauan Arthur, sebuah rahasia besar di masa lalu mulai terkuak satu per satu. Arthur yang mulai curiga kini berbalik mengejarnya, tetapi Elena bukan lagi wanita lemah yang bisa ditindas.

​Akankah Arthur menemukan kebenaran tentang anak kembar mereka sebelum Elena pergi membawa semuanya? Atau akankah penyesalan sang CEO datang terlambat saat Elena justru bersanding dengan pria lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pertiwi Dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamar Kerja dan Air Mata

Malam harinya, di sebuah apartemen mewah yang terletak di pusat kota Jakarta, suasana terasa begitu hangat sekaligus mengharukan. Di atas ranjang berukuran king size, Elena sedang mendekap erat tubuh mungil Lia yang tertidur lelap setelah menangis berjam-jam karena rindu yang membuncah.

​Elena mengusap lembut rambut panjang putrinya, menciumi keningnya berulang kali dengan air mata yang masih mengalir di pipi. Selama lima tahun ini, hatinya kosong, separuh jiwanya terasa hilang. Namun malam ini, melihat Lia berada di pelukannya, mencium aroma tubuh putrinya yang harum seperti susu, Elena merasa hidupnya kembali utuh.

​Namun, di balik kebahagiaan itu, ada rasa cemas yang mencengkeram dadanya. Pandangan Elena beralih menatap layar ponselnya yang menampilkan sebuah aplikasi pelacak posisi. Titik merah yang menandakan keberadaan Leon saat ini berada tepat di kedalaman kediaman mewah milik keluarga Arkananta.

​"Leon... tolong berhati-hatilah di sana. Jangan sampai ayahmu yang kejam itu menyadarinya," bisik Elena lirih penuh kekhawatiran.

​Sementara itu, di kediaman mewah Arkananta, suasananya justru berbanding terbalik. Rumah bergaya eropa klasik yang super luas itu tampak sunyi dan dingin.

​Arthur baru saja pulang dari kantornya dengan wajah lelah. Bayangan tatapan dingin Elena di basemen parkir sore tadi masih terus berputar-putar di kepalanya, membuat hatinya terasa sesak dan tidak tenang. Ditambah lagi, bisikan suara anak kecil yang sempat ia dengar dari earpiece Elena terus menghantuinya.

​Sambil melonggarkan dasinya, Arthur melangkah menuju kamar putri kecilnya untuk melepas penat. Namun, saat dia membuka pintu kamar bernuansa merah muda tersebut, Arthur menghentikan langkahnya. Dia mengernyitkan dahi keheranan.

​Sosok "Lia" (yang sebenarnya adalah Leon) sedang duduk di atas karpet berbulu. Alih-alih bermain boneka barbie atau menyusun rumah rumahan seperti biasanya, bocah yang mengenakan piama merah muda itu sedang menatap serius ke layar laptop kerja milik Arthur yang sengaja diletakkan di meja belajar kamar. Jari-jari mungilnya bergerak dengan kecepatan luar biasa di atas papan ketik, menampilkan barisan kode-kode komputer berwarna hijau yang rumit.

​"Lia?" panggil Arthur dengan nada bingung.

​Leon tersentak kecil, namun dengan gerakan refleks yang sangat cepat, dia langsung menutup laptop tersebut dan mengubah ekspresi wajahnya menjadi sedatar mungkin. Dia mendongak, menatap Arthur dengan sepasang mata elang yang... entah mengapa malam ini terlihat jauh lebih dingin dan tajam dari biasanya.

​"Ada apa, Tuan Arthur?" tanya Leon dengan nada ketus. Dia lupa mengubah suaranya menjadi manja khas anak perempuan karena terlalu fokus meretas data keuangan perusahaan ayahnya.

​Arthur membeku di ambang pintu. Jantungnya berdesir aneh. Tuan Arthur? Sejak kapan putrinya memanggilnya dengan sebutan formal seperti itu? Dan tatapan mata itu... kenapa rasanya begitu familier?

​Arthur berjalan mendekat, lalu berlutut di hadapan putranya, mencoba menyentuh pundak kecil itu. "Lia, ada apa denganmu? Kenapa memanggil Papa seperti itu? Dan... dari mana kamu belajar membuka laptop Papa? Biasanya kamu bahkan tidak suka menyentuh komputer."

​Leon menyentak bahunya pelan, menghindari sentuhan Arthur dengan gestur penuh penolakan. "Aku hanya sedang bosan. Dan tolong jangan ganggu aku, aku ingin tidur."

​Kecurigaan Arthur semakin memuncak. Perubahan sikap ini terlalu drastis. Lia-nya adalah anak yang manja, selalu berlari memeluknya setiap kali dia pulang kerja, dan sangat takut jika Arthur berbicara dengan nada datar. Tapi bocah di hadapannya saat ini justru memancarkan aura intimidasi yang kuat, aura yang sangat mirip dengan dirinya sendiri saat berada di ruang sidang bisnis.

​Arthur meraih dagu mungil Leon, memaksanya untuk menatap lurus ke arahnya. "Lia, tatap Papa. Ada apa denganmu malam ini? Apakah pengasuhmu melakukan kesalahan di tempat balet tadi?"

​Leon mendengus pelan di dalam hati. Dia menatap balik mata Arthur tanpa ada rasa takut sedikit pun. "Tidak ada yang salah. Aku hanya sadar kalau aku sudah besar, jadi Papa tidak perlu bersikap berlebihan seperti ini. Keluar dari kamarku, aku mau tidur."

​Arthur melepaskan tangannya dengan perlahan, matanya menyipit penuh selidik. Dia merasakan ada sesuatu yang sangat keliru dari putrinya malam ini. Namun, sebelum dia sempat menginterogasi lebih jauh, ponsel di saku jas Arthur bergetar. Sebuah panggilan dari asisten pribadinya, Evan.

​Arthur bangkit berdiri, memberikan tatapan dalam terakhir kepada Leon sebelum melangkah keluar kamar dan mengangkat telepon. "Ada apa, Evan?"

​"Tuan Besar, saya sudah mendapatkan laporan awal mengenai latar belakang Eleanor Vance alias Elena selama lima tahun di Milan," suara Evan di seberang sana terdengar serius. "Data dari rumah sakit tempatnya melahirkan menunjukkan hal yang mengejutkan. Lima tahun lalu, Nona Elena melahirkan sepasang anak kembar. Seorang anak perempuan, dan seorang anak laki-laki."

​Deg!

​Langkah kaki Arthur langsung terhenti di tengah koridor rumah yang sepi. Seluruh tubuhnya menegang bagai tersengat aliran listrik ribuan volt.

​"Kembar...?" suara Arthur berbisik, bergetar hebat dengan mata yang membelalak sempurna. "Kamu yakin, Evan?!"

​"Sangat yakin, Tuan. Anak perempuan itu adalah Non Lia yang diambil kembali oleh mata-mata keluarga kita lima tahun lalu. Sementara anak laki-lakinya... dilaporkan menghilang bersama Elena setelah insiden tersebut. Tidak ada data mengenai keberadaan anak laki-laki itu sampai sekarang."

​Napas Arthur memburu, ingatan sore tadi di basemen parkir langsung tersambung bagai kepingan teka-teki yang lengkap. Suara anak kecil di telepon Elena... suara yang mirip dengan Lia... itu bukan halusinasi! Elena menyembunyikan putra kembarnya dari dirinya!

​Tanpa membuang waktu, Arthur mematikan sambungan telepon. Wajahnya mengeras penuh tekad yang membara. Dia harus menemui Elena besok pagi, bagaimanapun caranya. Dia harus menuntut penjelasan tentang putra mereka yang disembunyikan.

​Arthur berjalan kembali ke arah kamar tidur putrinya, berniat melihat kembali bocah yang ada di dalam sana dengan sudut pandang yang baru. Namun, saat dia membuka pintu kamar, kasur merah muda itu sudah kosong. Jendela kamar terbuka lebar, memperlihatkan gorden yang melambai tertiup angin malam.

​Bocah kecil bernama Leon itu... telah menghilang dari kamar tanpa jejak, menyisakan sebuah flashdisk hitam yang tertancap di laptop kerja Arthur yang menyala, menampilkan sebuah pesan singkat di layarnya:

​“Jangan cari kami lagi, pria brengsek.”

1
Indah Wahyuni
bagus ceritanya, alurnya tidak bertele-tele, penokohannya kuat. tinggal bertumbuh dan berkembang SJ authornya.
Dian Pertiwi: Baik siap kakak Terimakasih atas masukannya dan penilaian nya 🙏🏻🥰😘🩷
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!