Winda adalah seorang wanita berumur 32 tahun yg sudah menikah dengan Ardi yg berumur 38 tahun.
Pernikahan mereka sudah memasuki umur 7 tahun, akan tetapi belum juga dikaruniai seorang anak.
Winda merasa bahwa hidupnya tidak lengkap bila belum menjadi seorang Ibu.
Keinginannya untuk mempunyai anak sampai membuatnya putus asa.
Sampai suatu saat dimana dia diperkenalkan suaminya denga orang yang bernama Mina....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green veil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB XXVIII
Malam itu Winda terus memikirkan
perkataan Ibunya tentang Ardi. Dia merasa bersalah karena memilih lelaki yang
ternyata mengecewakannya dan kedua orangtuanya.
Lela memberi pesan kepada Winda
untuk kembali ke rumahnya minggu depan, tetapi Winda memutuskan untuk menolaknya
karena ingin menjaga perasaan orangtuanya.
‘Wind, hari Minggu nanti ke rumah
lagi ya’ itu pesan dari Lela kepada Winda.
‘Maaf Kak, aku tidak bisa’ balas
Winda.
Lela yang mendapat penolakan dari
Winda merasa kecewa. Dia memberi tahu Ardi perihal hal ini,
“Di, Winda hari Minggu nggak bisa ke
sini bawa Arjuna. Apa kita ke rumahnya saja untuk menengok Arjuna?” kata Lela
kepada Ardi.
Ardi diam tidak menjawab. Dia masih
belum mau ketemu dengan orangtua Winda ataupun keluarganya karena malu akan
perbuatannya yang membuat Winda meninggalkannya.
“Gimana Di?” tanya Lela lagi.
“Aku nggak tahu kak, aku masih
enggan ketemu orangtua Winda” jawab Ardi.
Mereka berdua terdiam, kemudian
“Ya sudah, kalau kamu sudah selesai
dengan masalahmu dan kalau kamu sudah kangen dengan Arjuna kita ke rumah Winda.
Sebenarnya lebih baik kalau kamu menjaga hubungan dengan anakmu karena dia
adalah darah dagingmu. Jangan sampai dia dewasa tapi tidak mengenalmu dan
menganggap kamu orang asing” kata Lela.
Ardi mengangguk. Saat ini dia banyak
pikiran tentang perceraiannya dengan Mina dan tes DNAnya dengan Bimo. Ditambah
lagi ternyata dia punya anak dari Winda. Pikiran itu memusingkannya. Akan
tetapi fakta dia masih memiliki Arjuna membuat dia bersyukur setidaknya atau
apapun hasil tes DNA Bimo dia akan menerimanya karena dia masih memiliki
Arjuna.
...............................................
Tes DNA Bimo keluar, pengadilan
Agama menyatakan bahwa Mina dan Ardi sudah bukan suami istri lagi.
Ardi kecewa dan marah karena
ternyata Bimo bukan anaknya. Berarti selama ini Mina membohonginya sampai dia
meninggalkan Winda dan Arjuna.
Beberapa kali Ardi tantrum lagi dan
Lela meminta tolong pada Winda untuk membantu Ardi dengan membawa Arjuna. Akan
tetapi Winda menolak permintaan Lela karena dia harus mengambil sikap dengan
keadaan yang ada. Winda harus menjaga perasaan orangtuanya dan perasaannya
sendiri.
“Win, tolong ya bawa Arjuna ke
rumah. Ardi beberapa kali teriak-teriak nggak jelas karena dia marah pada Mina
yang membohonginya sehingga dia meninggalkanmu dan Bimo” kata Lela memohon pada
Winda.
“Maaf Kak, bukannya saya tidak mau.
Tetapi saya belum ada waktu” jawab Winda. Winda terpaksa berbohong kepada Lela
karena masih menjaga perasaan keluarga Lela. Karena apabila Lela tahu alasannya
karena dia menjaga perasaan orangtuanya, Lela dan keluarganya akan merasa
bersalah.
“Kamu nggak bisa meluangkan waktu
sedikit buat Ardi?”
“Maaf Kak”
“Masak kamu nggak kasihan sama Ardi.
Walau bagaimanapun dia pernah menjadi suamimu dan dia adalah Ayah Arjuna” kata
Lela memaksa Winda supaya Winda mau mengajak Arjuna ke rumah Ardi supaya Ardi
tidak terlalu stress dengan keadaannya saat ini.
“Kalau mau Kakak ke sini aja bawa Mas
Ardi. Dan sepertinya Mas Ardi butuh bantuan Psikolog supaya tenang” jawab
Winda.
“Kamu tahu sendiri kan Win, kalau
kita sekeluarga juga Ardi malu bertemu dengan orangtuamu. Kami merasa bersalah
atas kelakuan Ardi sama kamu. Apalagi ternyata kamu punya anak dan kami tidak
pernah menanyakan perihal kabarmu sehingga kami tidak tahu keberadaan Arjuna”
jawab Lela.
“Maaf Kak, saya juga harus menjaga
perasaan orangtua saya” jawab Winda akhirnya. Winda akhirnya jujur karena tidak
mau Lela mendesaknya terus untuk datang ke rumahnya.
Lela menutup telepon dari Winda dan
bertekad membujuk Ardi supaya Ardi mau bertemu Arjuna di rumahnya Winda.
.........................................
Sudah 1 bulan Ardi bercerai dengan
Mina dan fakta bahwa Bimo bukanlah anak Ardi sudah sampai di telinga kedua
orangtua Winda.
“Win, apa bener kabar yang Ibu
terima kalau Ardi sudah cerai sama siapa itu perempuan itu!?” tanya Ibu Winda.
“Iya Bu” jawab Winda”
“Kok bisa?”
“Bisa apa Bu?”
“Kok bisa mereka cerai. Udah ninggalin
kamu malah cerai. Aneh”
“Iya Bu. Lebih baik nggak usah
dipikirin ya Bu. Itu urusan mereka” jawab Winda.
“Lha trus kamu gimana? Apa mau balikan
sama Ardi lagi?” tanya Ibu Winda agak sinis.
“Apa sih Bu, tanyanya kok gitu”
“Ya nggak, itu Kakaknya Ardi minta
kamu ke rumahnya terus. Mungkin mereka mau kamu balikan sama Ardi. Gimana sih,
dulu dibuang sekarang mau diambil lagi!”
“Nggak Bu. Kan Winda udah nolak ke
rumah mereka”
“Ya baguslah. Ibu takut kamu
terperdaya lagi sama Ardi. Kalau mereka mau ketemu Arjuna biarkan mereka ke
sini aja! Mereka yang butuh kok kamu yang disuruh-suruh ke sana!” kata Ibu
Winda kesal.
“Nggak Bu, udah ku tolak permintaan
Kak Lela waktu aku diminta ke rumahnya bawa Arjuna”
“Ya bagus itu.... Tapi.....
sebenarnya Ibu.... Ibu pernah berpikir kalaupun kamu balikan sama Ardi Ibu
nggak apa-apa karena Ibu kasihan sama Arjuna. Biar Arjuna juga kenal Bapaknya.
Tapi..... kalau sampai balikan lagi Ibu juga takut kalau-kalau Ardi
menyepelekanmu dan selingkuh lagi. Ibu nggak rela” kata Ibu Winda dengan wajah
sendu.
Winda yang melihat itu menjadi
merasa bersalah.
“Maafin Winda ya Bu. Winda sudah
menyakiti hati Ayah dan Ibu karena sudah menikah dengan Mas Ardi” kata Winda
sambil menahan air matanya.
“Ibu nggak apa-apa Nak... Apalagi
ada Arjuna. Anak yang sudah kamu tunggu-tunggu selama ini menemanimu di waktu
sulitmu. Ibu sedih juga senang. Sedih karena Ardi yang selingkuh, senang karena
ternyata kamu mengandung Arjuna. Waktu itu perasaan Ibu bercampur aduk tapi
ternyata semua baik-baik saja” kata Ibu Winda sambil meneteskan air mata.
Winda yang melihat Ibunya meneteskan
air mata akhirnya ikut menangis juga. Ayah Winda yang berada di dapur dan
mendengar Winda dan istrinya menangis kemudian menghampiri mereka.
“Ada apa? Arjuna mana?” tanya Ayah
Winda panik. Ayah Winda mengira terjadi sesuatu dengan Arjuna.
Winda yang melihat ayahnya panik
melihat dia dan Ibunya kemudian tersenyum sambil menjawab,
“Ada di kamar Yah. Masih tidur”
jawab Winda.
“Trus kenapa kalian menangis?”
“Nggak apa-apa Yah, cuma membahas
masa lalu saja” kata Winda sambil tersenyum supaya Ayahnya tenang.
“Ya sudah kalau gitu. Nakutin orang
aja tiba-tiba nangis berdua” kata Ayah Winda sambil menggerutu dan menuju ke
dapur untuk melanjutkan aktifitasnya kembali.
Setelah Ibunya Winda tenang, Winda
masuk ke kamar dan mengecek Arjuna. Dia melihat Arjuna yang sedang tidur.
Hatinya menjadi damai melihat anaknya yang sedang tidur.
“Apa yang harus Ibu lakukan Nak?”
kata Winda kepada Arjuna.
“Kamu ingin kita seperti ini atau
dengan Ayahmu di sampingmu?” kata Winda lagi mengajak ngobrol Arjua yang sedang
tidur.
mending bobo...
bikin kesel/eneg dehhh..