NovelToon NovelToon
Akar Yang Menembus Langit

Akar Yang Menembus Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: cldazxx

Cerita ini bukan tentang siapa yang tercepat menjadi terkuat, melainkan tentang bagaimana seseorang yang dianggap paling lemah belajar memahami kekuatan yang sesungguhnya: kesabaran, ketahanan, kemampuan menahan badai tanpa tumbang, dan perlahan tumbuh melampaui batas yang dianggap mustahil oleh semua orang. Ia akan bertemu teman yang setia, menghadapi musuh yang meremehkannya, dan akhirnya mengungkap mengapa jalan kuno itu dihapus dari sejarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cldazxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Jembatan Dua Benua

Berita penyatuan kembali Tanah Terbelah menyebar bagai kilat. Orang-orang yang dulu bersembunyi di gua-gua gelap kini keluar dengan takjub, menyentuh tanah yang utuh, berjalan tanpa takut melangkah jatuh ke jurang, dan menangis bahagia melihat sungai mengalir tenang kembali di lembah yang sudah lama kering.

Namun bagi Lin Mo, pekerjaan belum selesai.

Tiga hari kemudian, ia dan rombongannya kembali ke pesisir barat Tanah Terbelah, tempat di mana sisa Jembatan Bumi yang hancur dulu terhubung. Di sana, Penjaga Punggung Laut sudah menunggu di perbatasan samudra, matanya menyala terang saat melihat pemandangan di belakang mereka: benua yang dulu terpecah kini berdiri kokoh dan utuh.

"Kau tidak ingkar janji," suara berat Penjaga terdengar lebih lembut dari biasanya. "Tanah di seberang sana bernapas kembali."

"Dan sekarang," kata Lin Mo sambil menatap ke arah samudra luas yang memisahkan kedua benua, "kita harus menyambungkan kembali jembatan ini. Agar tidak ada lagi dunia yang terpisah."

Membangun kembali jembatan yang pernah menghubungkan dua benua bukan perkara mudah. Ia bukan sekadar tumpukan batu—ia harus menyatu dengan fondasi dasar samudra, menahan gempuran ombak terkuat, dan menjadi jalan aman bagi semua makhluk.

Lin Mo tidak bekerja sendirian. Ia membagi tugas dengan cermat:

- Pengukir Batas, yang kini memilih nama Penyambung Garis, memimpin pekerjaan mengukir fondasi yang presisi, memastikan setiap batuan terkait dengan sempurna tanpa celah.

- Meng Chao dan pengikut Jalan Akar lainnya memadatkan lapisan batu, membuatnya lebih kuat dari baja namun tetap lentur menahan guncangan alam.

- Zhang Hao dan anggota Suku Penjaga Retakan memandu jalur yang tepat, menghindari patahan bawah laut yang berbahaya.

- Sementara Lin Mo sendiri berdiri di tengah samudra, menjadi jantung dari seluruh pekerjaan. Ia menyebarkan kesadarannya ke seluruh dasar laut, menyatukan energi dari kedua benua, dan membiarkan akar-akar raksasa tumbuh perlahan dari kedalaman laut, naik ke permukaan, membentuk pilar-pilar penyangga yang kokoh.

Hari berganti minggu. Setiap hari terlihat keajaiban: apa yang tadinya hanya air biru luas, kini perlahan tumbuh pilar batu yang diselimuti rumput laut berwarna emas, lalu jalan lebar yang terbuat dari batu putih bercahaya, dan di kedua sisi jembatan tumbuh pohon-pohon besar yang daunnya berkilau seperti permata.

Penjaga Punggung Laut juga ikut membantu. Ia menggerakkan karang dan pasir untuk memperkuat bagian paling dalam, serta menenangkan arus liar yang sempat mengancam merusak fondasi.

Pada hari ke-dua puluh tujuh, pekerjaan selesai.

Jembatan Bumi yang baru terbentang megah sepanjang ratusan kilometer, menghubungkan pantai timur benua asal dengan pantai barat Tanah Terbelah. Ia tidak terlihat kaku seperti bangunan buatan tangan—ia tampak seolah tumbuh sendiri dari dasar samudra, menyatu dengan alam, berdenyut lembut dengan kehidupan.

Saat Lin Mo melangkah di atasnya, ia merasakan getaran yang paling indah: kedua benua kini saling berkomunikasi kembali melalui fondasi yang sama. Akar dari satu sisi menyambung ke sisi lain, mengalirkan energi, menyebarkan benih, menjaga keseimbangan agar tidak ada lagi yang sakit sendirian.

Di peresmian jembatan itu, ribuan orang berkumpul dari kedua belah pihak. Ada pedagang yang sudah berpuluh tahun tidak bisa menyeberang, ada keluarga yang terpisah saat benua terbelah, ada peneliti yang ingin mempelajari hal baru, dan anak-anak yang berlari riang gembira di atas jalan yang dulu hanya ada dalam dongeng.

Penyambung Garis berdiri di samping Lin Mo, menatap kerumunan itu dengan mata berkaca-kaca. "Dulu aku berpikir memutus adalah kebebasan. Ternyata menyambunglah yang membuat hati benar-benar lega."

Lin Mo tersenyum. "Dunia ini tidak diciptakan untuk berdiri sendiri-sendiri. Seperti akar yang menyatu, kita pun saling membutuhkan."

Namun di tengah kebahagiaan itu, Lin Mo merasakan getaran lain—samar namun jelas—dari arah utara jauh, di seberang Tanah Terbelah. Masih ada tempat yang memanggil, masih ada luka yang belum sembuh, dan masih banyak akar yang harus tumbuh.

Ia tidak takut. Perjalanan ini mungkin panjang, tapi ia tidak berjalan sendirian. Di belakangnya kini ada dua benua yang bersatu, teman-teman setia, dan seluruh dunia yang mulai memahami arti berakar dan bersatu.

 

1
Anime aikō-kā
Akar Yang Menembus Langit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!