NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

𝐇𝐈𝐀𝐓𝐔𝐒‼️‼️‼️‼️‼️‼️‼️


Di siang hari, Rania adalah sekretaris magang yang paling menyedihkan. Berkacamata bulat, rambut di Cepol asal dan baju yang kedodoran selalu menjadi makanan empuk sang CEO perusahaan yang tampann namun berdarah dingin, perfeksionis dan tak memiliki belas kasihan.

Namun, demi melunasi hutang ibunya yang menumpuk, Rania dengan ikhlas menjalani hidupnya di bawah tekanan bahkan Rania rela melakukan pekerjaan lainnya yang cukup ekstrem di malam hari.

Dengan berubah menjadi sosok gadis bernama "milky" bermata abu-abu yang imut dan kostum gotik yang menggemaskan di sebuah Dark Moon Maid Cafe.

Petaka berawal ketika seorang pelanggan VVIP misterius bermasker hitam datang dan memesan tempat khusus bersamanya.

Begitu pria itu membuka suara, Rania nyaris terkena serangan jantung.
Pria yang meminta pelayanan imut bermantra 'Moe-moe Kyun' tidak lain adalah bosnya sendiri di kantor yang paling dia benci !

Untungnya, Arkan bosnya sama sekali tidak mengenalinya.

bac

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Balas Dendam Milky

...Malam itu, suasana di Dark Moon Maid Cafe terasa sedikit berbeda bagi Rania. Ia masih merasakan sisa-sisa sakit hati atas kejadian di kantor tadi siang. Arkan benar-benar keterlaluan....

...Mempermalukannya di depan rekan kerja adalah hal yang tidak bisa dimaafkan begitu saja....

...Namun, di balik seragam pelayan dan wig cokelatnya, Rania menyadari satu hal, di tempat ini, dialah yang memegang kendali atas cangkir teh dan piring makanan Arkan....

...Rania menarik napas panjang, menatap pantulan dirinya di cermin kecil di ruang staf. Ia menyeka air mata yang sempat jatuh karena kesal tadi, lalu menggantinya dengan senyum paling manis yang ia punya....

..."Waktunya sedikit bersenang-senang," bisik Rania pelan....

...Saat Arkan berjalan masuk ke ruang VVIP, Rania sudah menunggu di sana dengan nampan di tangan....

...Arkan tampak kelelahan, jasnya sedikit berantakan, dan wajahnya masih menunjukkan guratan stres....

..."Selamat malam, Tuan Besar! Apa Tuan ingin memesan sesuatu yang spesial untuk menghangatkan hati yang sedang letih?" tanya Rania dengan suara yang sangat ceria dan imut....

...Arkan melirik Rania. "Milky, aku lapar. Buatkan aku omurice. Dan pastikan rasanya normal hari ini."...

...Rania menyembunyikan seringai di balik senyum lebarnya....

..."Tentu saja! Omurice spesial dengan cinta dari Milky! Tunggu sebentar ya, Tuan!"...

...Rania melangkah menuju dapur kafe dengan semangat yang membara....

...Ia mengambil bahan-bahan untuk membuat nasi goreng telur. Saat tiba waktunya untuk menghias bagian atas nasi dengan saus, Rania tidak mengambil saus tomat seperti biasanya....

...Ia justru mengambil botol saus sambal ekstra pedas yang baru saja dibelinya....

...Rasakan ini, pikir Rania sambil menahan tawa. Ia menggambar bentuk hati yang sempurna dan sangat imut di atas nasi omelet itu....

...Bentuknya begitu cantik, terlihat sangat mengundang selera. Tanpa ada yang curiga, ia menuangkan saus sambal itu dengan takaran yang cukup untuk membuat tenggorokan seseorang terbakar....

...Setelah selesai, Rania kembali ke ruang VVIP dengan membawa piring itu di atas nampan. Ia meletakkannya di depan Arkan dengan gerakan yang sangat sopan....

..."Ini dia, Tuan! Omurice spesial kesukaan Tuan. Dimakan selagi hangat ya," ujar Rania sambil menatap Arkan dengan mata berbinar-binar yang dibuat-buat....

...Arkan menatap piring di depannya. Bentuk hatinya terlihat sangat bagus....

..."Wah, gambarnya kali ini rapi sekali."...

..."Tentu saja! Karena Milky membuatnya dengan perasaan yang sangat mendalam hari ini," jawab Rania, sengaja menekankan kata 'perasaan'....

...Arkan mengambil sendoknya....

...Ia memotong sedikit bagian omelet itu, termasuk bagian saus yang membentuk hati tersebut....

...Rania berdiri di dekat pintu, menahan napas dan menahan tawa, memperhatikan setiap gerak-gerik Arkan....

...Arkan memasukkan sendok itu ke mulutnya dan mulai mengunyah....

...Detik pertama, Arkan masih tampak tenang. Detik kedua, matanya membelalak....

...Wajah Arkan yang tadi pucat pasi karena lelah mendadak berubah menjadi merah padam. Ia berhenti mengunyah....

..."Milky..." suara Arkan terdengar tercekik....

...Rania pura-pura panik. "Ada apa, Tuan? Apa rasanya kurang enak?"...

...Arkan segera meraih segelas air putih di sampingnya dan meminumnya sampai habis dalam satu tegukan. Ia terbatuk-batuk kecil....

..."Ini... ini bukan saus tomat, kan?"...

...Rania memasang wajah tidak bersalah yang paling polos di dunia....

..."Eh? Masa sih, Tuan? Tadi Milky ambil botol yang warnanya merah di dapur. Bukannya semua saus warnanya merah?"...

...Arkan menatap Rania tajam....

..."Kamu tahu aku tidak suka pedas, Milky."...

...Rania melangkah maju, pura-pura khawatir sambil mengelus bahu Arkan pelan....

..."Ya ampun, Tuan! Apa itu terlalu pedas? Maafkan Milky yang ceroboh! Milky kira itu saus tomat karena botolnya mirip. Mungkin tadi salah ambil botol punya koki yang suka pedas."...

...Arkan menatap piring omurice-nya, lalu menatap Rania. Ia masih terengah-engah karena rasa pedas yang membakar lidahnya....

...Namun, melihat wajah Rania yang terlihat begitu polos dan khawatir, Arkan tidak punya alasan untuk marah. Lagipula, ia memang tidak pernah memberitahu Milky bahwa ia benci pedas....

..."Besok-besok, tolong lebih teliti," ucap Arkan sambil berusaha mengatur napasnya....

...Wajahnya yang merah perlahan mulai kembali normal meski bibirnya sedikit gemetar....

..."Iya, Tuan! Milky benar-benar minta maaf! Milky akan buatkan minuman manis supaya pedasnya hilang, ya?"...

...Rania segera berbalik ke arah pintu, menutupi mulutnya agar tawanya tidak meledak....

...Berhasil! batinnya. Ia merasa sangat puas....

...Dendam karena dimarahi habis-habisan di kantor tadi siang seolah terbayar lunas....

...Rania kembali beberapa menit kemudian dengan membawa segelas es teh manis yang dicampur dengan sirup stroberi ekstra. Arkan meminumnya dengan rakus....

..."Sudah baikan, Tuan?" tanya Rania sambil berdiri di samping Arkan, memperhatikan pria itu dengan tatapan penuh perhatian yang dibuat-buat....

...Arkan menghela napas panjang....

..."Iya, sudah mendingan."...

..."Syukurlah. Milky merasa sangat bersalah sampai mau menangis," kata Rania sambil memegang dadanya dengan dramatis....

...Arkan menatap Rania....

...Kali ini, tatapannya sedikit berbeda. Ia tidak lagi menatap dengan kecurigaan, melainkan dengan sedikit kebingungan....

..."Kamu aneh sekali malam ini, Milky."...

...Rania tertawa kecil. "Mungkin karena tadi siang Milky melihat seekor kucing di jalan yang terus saja mengeong kesal, jadi Milky sedikit terbawa emosi."...

...Arkan terdiam....

...Kalimat Rania barusan seolah menyindirnya secara halus....

..."Kucing yang mengeong kesal?"...

..."Iya, Tuan. Kucingnya terlihat sangat galak, tapi sebenarnya dia cuma butuh sesuatu untuk dimakan, kan?" Rania tersenyum manis....

...Arkan tertegun. Ia merasa pembicaraan ini terlalu spesifik....

..."Kamu... apa kamu sedang membicarakan aku?"...

...Rania memiringkan kepalanya. "Kenapa Tuan merasa begitu? Milky kan cuma cerita tentang kucing."...

...Arkan tidak bisa membalas....

...Ia merasa gadis di depannya ini sangat pintar dalam menyembunyikan sesuatu....

...Namun, kelelahan dan rasa pedas yang masih sedikit tertinggal di lidahnya membuat Arkan memilih untuk tidak memperpanjang masalah....

..."Sudahlah," ujar Arkan sambil menyandarkan punggungnya di sofa....

..."Omurice itu tadi... rasanya memang pedas sekali, tapi entah kenapa, setelah dimakan, aku merasa sedikit lebih segar."...

...Rania tersenyum....

..."Itu karena cinta dari Milky, Tuan!"...

...Arkan tidak menjawab....

...Ia memejamkan matanya, membiarkan rasa lelahnya menguap. Suasana di dalam ruangan itu mendadak hening....

...Rania tidak pergi. Ia tetap berdiri di sana, memperhatikan Arkan....

...Rania merasa ada kepuasan aneh yang menjalar di hatinya....

...Ternyata, melihat bosnya yang angkuh itu menderita karena saus sambal sangatlah menghibur....

...Ia merasa sedikit lebih baik setelah melampiaskan kekesalannya malam ini....

...Arkan membuka matanya lagi....

..."Kenapa kamu masih di sini? Biasanya kamu langsung pergi setelah mengantar makanan."...

...Rania sedikit terkejut. "Ah, maaf Tuan. Milky hanya takut kalau Tuan masih merasa kepedasan."...

..."Aku tidak apa-apa," jawab Arkan pelan....

..."Duduklah sebentar. Aku tidak ingin sendirian di ruangan yang sepi ini."...

...Rania ragu-ragu, tapi ia akhirnya duduk di kursi seberang Arkan....

..."Ada yang bisa Milky bantu untuk menenangkan pikiran Tuan?"...

...Arkan menatap Rania....

..."Ceritakan sesuatu yang lucu. Aku sudah terlalu banyak mendengar angka dan laporan hari ini."...

...Rania tersenyum....

..."Baiklah.Milky punya cerita tentang seorang pria yang mengira dia adalah raja dunia, padahal dia sebenarnya hanya seorang manusia biasa yang takut pada saus sambal."...

...Arkan tertegun mendengar cerita itu. Ia merasa Rania benar-benar sedang menyindirnya....

...Tapi, melihat senyum Milky yang begitu tulus, Arkan tidak bisa merasa marah. Ia justru merasa terhibur....

..."Itu cerita yang menarik," kata Arkan dengan nada yang lebih santai dari sebelumnya....

...Malam itu, mereka menghabiskan waktu dengan berbincang hal-hal ringan....

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
yang banyak update nya 😉😉😉
Tya
bagusssssss bgttt
Tya
crazy up dong authorrrrrr😭🙏 gbisa bgt cerita sebagus ini ditunda2 buat dibaca😭
Watini Salma
kalau sekarang MLM Minggu berarti besok kantor libur dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!