NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Ini adalah buku lanjutan dari buku sebelumnya, mengisahkan perjalanan seorang Nova Arvena untuk menjadi seorang kultivator muda terkuat dan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk hidup yang ada.

Bagaimana kisahnya, silahkan simak cerita lanjutan ini, semoga teman-teman suka!

kali ini season ke 2 akan menggunakan alur cepat, dan banyak harem.

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA TEMAN-TEMAN😇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Semesta Orion

Keheningan sempat menyelimuti lembah itu selama beberapa saat. Angin spiritual berembus perlahan di antara pepohonan purba, membuat dedaunan berpendar lembut seolah ikut mengamati pertemuan pertama antara seorang pendatang asing dengan para kultivator muda dunia tersebut.

Tidak seorang pun di antara rombongan pengembara itu menurunkan kewaspadaan. Meskipun kultivasi Nova hanya berada pada ranah Mortal Langit Bintang Satu Awal, tidak ada seorang pun yang cukup bodoh untuk menilai lawan hanya berdasarkan tingkat kultivasinya.

Dunia kultivasi dipenuhi oleh para jenius yang mampu melompati tingkatan untuk bertarung, sementara sebagian lainnya sengaja menyembunyikan kekuatan menggunakan teknik penyamaran yang sangat tinggi. Terlebih lagi, fondasi spiritual Nova yang luar biasa padat membuat keberadaannya terasa sangat aneh di mata mereka.

Wanita berpedang yang dipanggil Senior Lin akhirnya menyimpan sebagian tekanan auranya sebelum memberi isyarat kepada rekan-rekannya agar sedikit lebih tenang.

"Perkenalkan," ucapnya dengan suara yang tetap datar namun tidak lagi sedingin sebelumnya.

"Namaku Lin Xue. Mereka adalah rekan seperjalananku." Ia kemudian menunjuk satu per satu anggota kelompok tersebut.

Gadis bertombak api yang sejak tadi paling banyak berbicara tersenyum tipis sambil menyandarkan tombaknya di bahu. "Aku Yan Mei."

Di sampingnya, gadis berjubah biru yang memancarkan aura es memberi hormat singkat. "Aku Luo Bing."

Seorang pemuda bertubuh tinggi dengan pedang besar di punggung ikut mengepalkan tangan di depan dada. "Gu Shen."

Disusul seorang pria berwajah tenang yang membawa kipas lipat berwarna hijau giok. "Qin Yu."

Tiga orang lainnya juga memperkenalkan diri sebagai Mu Han, Fei Rong, dan Xun Lei. Meskipun usia mereka tampak tidak jauh berbeda dengan Nova, aura yang mereka pancarkan membuktikan bahwa masing-masing telah melalui perjalanan kultivasi yang panjang.

Nova membalas penghormatan mereka dengan mengepalkan kedua tangan di depan dada sesuai etika yang pernah diajarkan Tian Long.

Gerakan sederhana itu membuat alis Lin Xue sedikit terangkat. Tata cara penghormatan Nova bukanlah etika yang umum digunakan di wilayah ini, namun juga bukan etika orang awam. Itu adalah salam kuno yang dahulu hanya dipakai oleh para kultivator dari era yang sangat lama.

Keanehan demi keanehan terus muncul dari diri pemuda tersebut, membuat rasa penasaran di hati mereka semakin sulit disembunyikan.

"Aku juga senang bertemu dengan kalian," ucap Nova dengan tenang. "Karena aku benar-benar baru tiba di tempat ini, ada satu hal yang ingin kutanyakan."

"Silakan," jawab Lin Xue singkat.

Nova menarik napas pelan sebelum mengalihkan pandangannya ke pegunungan raksasa yang membentang hingga cakrawala. "Sebenarnya... di mana aku berada sekarang?"

Begitu pertanyaan itu keluar, seluruh anggota rombongan saling berpandangan dengan ekspresi aneh.

Bahkan Yan Mei yang sejak tadi terlihat santai tidak dapat menahan diri untuk memiringkan kepalanya. "Kau benar-benar tidak tahu?" tanyanya dengan nada heran. "Jangan bilang benturan tadi membuat ingatanmu ikut hilang."

Nova hanya tersenyum tipis tanpa memberikan penjelasan.

Lin Xue menatap wajah Nova cukup lama, mencoba memastikan bahwa pemuda itu tidak sedang berpura-pura. Namun dari sorot matanya, ia tidak menemukan sedikit pun tanda kebohongan. Yang terlihat hanyalah kebingungan yang tulus.

Akhirnya wanita itu menghela napas perlahan.

"Kalau begitu dengarkan baik-baik. Tempatmu berdiri sekarang adalah Planet Galastos."

Nova mengulang nama itu di dalam hati.

"Planet Galastos..." gumamnya lirih.

Lin Xue menganggukkan kepala. "Planet Galastos merupakan salah satu planet terbesar yang berada di bawah langit Semesta Orion. Di seluruh semesta ini terdapat tujuh planet utama yang menjadi pusat peradaban para kultivator. Masing-masing memiliki sejarah, kekuatan, dan penguasanya sendiri. Galastos adalah salah satunya."

Mata Nova sedikit menyipit. Informasi itu jauh lebih besar daripada yang ia perkirakan. Selama ini ia mengira hanya berpindah menuju sebuah dunia kultivasi biasa. Namun ternyata dunia yang dimasukinya hanyalah satu bagian kecil dari sebuah semesta yang jauh lebih luas.

Yan Mei melanjutkan penjelasan dengan nada penuh kebanggaan. "Tujuh planet utama itu dikenal sebagai Tujuh Planet Agung Orion. Planet Galastos, Planet Solvaris, Planet Varethon, Planet Asterion, Planet Planet Elyndra, dan Planet Nythera. Ketujuhnya menjadi pusat lahirnya para ahli terbesar selama puluhan ribu tahun terakhir. Di luar tujuh planet itu masih ada ribuan bahkan jutaan dunia kecil, tetapi tidak satu pun mampu menandingi kejayaan mereka."

Nova mendengarkan tanpa menyela sedikit pun. Setiap informasi yang disampaikan terasa seperti membuka lembaran baru tentang alam semesta yang sama sekali belum pernah ia ketahui.

Qin Yu membuka kipasnya perlahan sebelum ikut berbicara. "Kau mungkin beruntung telah tiba di Galastos. Planet ini dikenal memiliki energi spiritual yang sangat melimpah, banyak sekte kuno berdiri di sini, dan hampir setiap wilayah memiliki warisan kultivasi yang telah diwariskan selama ribuan hingga ratusan ribu tahun. Namun di balik semua itu, tempat ini juga jauh lebih berbahaya daripada yang mampu dibayangkan orang luar."

"Di sini," sambung Gu Shen dengan suara berat, "yang lemah akan diinjak, sedangkan yang kuat berhak menentukan hukum. Perselisihan antar sekte, perebutan warisan kuno, hingga pembantaian demi sebuah artefak bukanlah sesuatu yang aneh."

Mendengar penjelasan tersebut, Nova justru semakin tenang. Dunia yang dijelaskan oleh mereka tidak jauh berbeda dengan berbagai kisah yang pernah diceritakan Zira maupun Tian Long. Hanya saja kini semua itu benar-benar berada di depan matanya.

Di dalam lautan jiwa, Tian Long tersenyum tipis sambil memandang jauh ke arah langit kesadaran Nova.

"Semesta Orion..." gumam naga suci itu perlahan. "Sudah sangat lama sejak terakhir kali aku mendengar nama itu."

Nova segera menangkap perubahan nada suara Tian Long.

"Kau pernah datang ke tempat ini?"

"Tidak."

Naga suci itu menggeleng pelan.

"Tetapi dahulu... Semesta Orion adalah salah satu wilayah yang paling makmur pada masa sebelum Perang Primordial meletus. Banyak sekte kuno yang mampu mengguncang langit lahir dari tempat ini. Jika dugaanku benar... dunia yang kau pijak sekarang hanyalah permukaan dari lautan yang jauh lebih dalam."

Pada saat yang sama, Lin Xue masih memperhatikan Nova dengan tatapan penuh rasa ingin tahu. Semakin lama ia berbicara dengan pemuda itu, semakin kuat firasatnya bahwa Nova bukanlah kultivator biasa.

Cara berbicara, pembawaannya yang tenang, hingga ketidakpahamannya terhadap pengetahuan paling dasar mengenai Semesta Orion benar-benar bertolak belakang dengan fondasi kultivasi luar biasa yang dimilikinya.

Namun Lin Xue memilih untuk tidak bertanya lebih jauh. Di dunia kultivasi, setiap orang memiliki rahasia masing-masing.

Dan terkadang... terlalu banyak mengetahui rahasia seseorang justru menjadi awal dari datangnya bencana.

Sementara Nova hanya mendengarkan dengan cermat setiap penjelasan dari mereka.

1
Raden Mamad
yg suka fantasi pria ini ada novel bagus di jamin pokoknya judul JALAN MENUJU KEILAHIAN'
Muhammad Irdham
mantap thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!