Deskripsi Sweet marriage
Nadia dihamili bos sekaligus kekasihnya. Pada malam di mana mereka merayakan hari jadian di sebuah kamar hotel, karena pengaruh alkohol dan rayuan kekasihnya yang membuat Nadia terlena, sampai akhirnya mereka menghabiskan malam bersama. Rasya meminta maaf, dan berjanji akan menikahi Nadia.
Namun saat Rasya meminta izin pada orang tuanya, mereka menolak. Mamahnya mengira jika Nadia sengaja menjebak putranya, agar bisa menikahinya. Akankah rasya bisa mendapatkan restu. Apakah mereka bersatu dan keluarga masing - masing akan menerima pernikahan mereka?
Ikuti kisah mereka berdua dalam judul "Dihamili rival SMA"
Jangan lupa like, komen, subscribe agar tidak ketinggalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penjelasan
Setengah perjalanan Rasya menuju ke lapangan untuk mengecek proyeknya, perasaannya tiba-tiba merasa tidak enak. Akhirnya dia pun memutuskan untuk kembali karena khawatir pada Nadia takut terjadi apa-apa dengannya, mengingat kemarin istrinya mengatakan jika perutnya terasa sakit.
Tapi saat Rasya masuk ke dalam dan hendak ke kamar dia mendengar suara istrinya sedang bicara dengan nada manja dan suara itu berasal dari arah dapur, karena penasaran dia menuju dapur untuk memastikan istrinya bicara dengan siapa? Rasya pun terkejut dengan apa yang dilihatnya dan tidak percaya jika istrinya sedang bermesraan dengan laki-laki yang tak lain adalah Reno sepupunya sendiri.
Sedangkan Reno saat itu kembali ke rumah karena ada dokumen yang tertinggal, namun saat melewati dapur dia melihat Nadia seorang diri lalu timbul lah tujuan jahatnya terhadap Nadia. Dengan langkah yang sangat hati-hati dia memeluk Nadia dari belakang, dan Nadia tidak menyadari jika yang memeluknya adalah Reno bukan suaminya. Karena Nadia pun tidak ingin salah lagi sampai menampar suaminya tempo hari.
Dalam pikirannya yang sedang kalut Rasya memutuskan untuk pergi ke sebuah bar yang dulu sering diq datangi saat sudah menyelesaikan kuliahnya di Amerika.
“Akhirnya sekian lama aku ke tempat ini lagi!” monolog Rasya sambil masuk ke dalam.
Saat duduk dan menunggu minumannya datang ponsel Rasya pun terus saja berbunyi panggilan dari Nadia yang sedari tadi menelponnya namun diabaikan oleh Rasya, karena kesal dia pun langsung mematikan ponselnya.
“Kemana kamu mas tolong angkat telepon ku,” panik Nadia yang masih berusaha menghubungi Rasya walaupun dia tahu ponselnya kini sudah tidak aktif.
Reno datang menghampiri Nadia.
“Kenapa gak aktif ya?” ejek Reno dengan senyuman jahatnya.
“Puas kamu sudah membuatku dan Rasya salah paham, hah! Apa salahku padamu hingga dengan teganya berbuat kayak gini sama aku. Sebelumnya kita gak saling kenal, jika aku punya salah aku minta maaf. Tapi tolong bantu jelaskan padanya jika kamu yang sengaja berbuat seperti itu,” jelas Nadia panjang lebar dan berharap Reno akan memenuhi permintaannya.
“Kalau aku gak mau gimana sayang?” tolak Rasya.
Tidak ingin meladeni Reno yang seperti orapng tidak waras, Nadia pun memutuskan untuk pergi keluar dengan menggunakan taxi untuk mencari keberadaan Rasya karena hati dan pikirannya saat ini tidak tenang. Walaupun Nadia sendiri tidak tahu harus mencari kemana.
Di bar Rasya yang melampiaskan kekesalannya dengan minuman dia sampai tidak sadar jika sudah minum terlalu banyak sampai dia mabuk berat dan berujung tidak sadarkan diri.
Dari kejauhan ada seorang wanita yang sedari tadi memperhatikannya, saat Rasya sudah tidak sadarkan diri dia pun menghampirinya lalu segera membawanya pergi dari bar tersebut.
Sudah tiga puluh menit Nadia hanya berputar-putar tanpa tujuan dan tidak berhasil menemukan Rasya.
“Sebenarnya kita mau kemana bu, sudah setengah jam kita hanya berputar-putar saja tanpa tujuan,” tanya sang supir taxi kebingungan.
“Yasudah pak kita pulang saja ke rumah ku, tempat yang tadi aku naik pertama kali,” jawab Nadia yang di angguki sang supir.
***
Pak Danil menghubungi Darman karena ponsel Rasya sedari tadi tidak aktif, dia menanyakan keberadaan Rasya pada Darman Karen sampai siang hari putranya tidak kunjung datang ke proyek. Akhirnya Darman menyuruh Reno untuk datang mewakili Rasya sambil belajar juga di sana tentang proyek yang sedang di jalani perusahaan Wijaya grup.
Walaupun Danil kurang setuju, tetapi mau bagaimana lagi padahal sebenarnya dia sangat nyaman dengan Rasya. Andai saja Rasya belum menikah Danil sangat berharap Rasya bisa menjadi menantunya dan menikah dengan Bianca.
Sesampainya Nadia di rumah dengan langkah gontai seperti orang yang tidak mempunyai semangat Nadia masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu, lalu Lina menghampiri Nadia membawakan susu hamil.
“Di minum dulu nyonya jangan terlalu banyak pikiran, nyonya sedang hamil besar sebaiknya jangan selalu bepergian. Maaf saya hanya mengingatkan,” ucap Lina karena merasa kasihan dengan keadaan nyonya nya itu.
“Tidak apa-apa terimakasih kamu sudah perhatian mbak Lina, baiklah aku kan meminumnya,” ucap Nadia mengambil gelas yang berisi susu tersebut lalu meminumnya sampai habis dan Lina pun pergi menuju dapur kembali.
“Mas, kamu sebenarnya ada di mana? Ini sudah hampir sore. Tapi kamu belum juga ada kabar dan ponsel mu juga tidak aktif. Aku sangat khawatir,” monolog Nadia sambil bersandar di sofa karena merasa sangat pusing.
Hujan pun mulai turun di sore hari itu, karena lelah menangis akhirnya Nadia pun sampai tertidur di sofa.
Karena hujan makin deras dan langit pun tertutup awan membuat sore hari menjadi gelap. Suara petir pun mulai terdengar hingga membuat seseorang yang tadinya tak sadarkan diri pun terkejut hingga membuatnya terbangun.
“Nadia!” teriak Rasya yang terbangun.
Rasya melihat sekelilingnya dan dia tersadar sudah berada di sebuah kamar yang tidak dia ketahui.
“Di mana aku? Ahh… kepalaku pusing sekali,” sambil memegangi kepalanya yang terasa seperti berputar-putar.
Seseorang pun datang dengan membawakan segelas air hangat, yang tidak lain adalah Bianca, membuat Rasya pun terkejut untuk kedua kalinya.
“Sedang apa kau di sini! Dan … kenapa aku bisa ada di sini? Bukankah tadi aku di bar!” ucap Rasya kebingungan.
Bianca duduk bersebelahan dengan Rasya di tepi Kasur.
“Tenanglah! Tadi kamu mabuk berat aku membawamu ke rumahku!” jelas Bianca sambil menggoda Rasya.
“Kenapa harus kesini? Bukannya ke rumahku saja,” ketus Rasya.
“Sudah jangan banyak bertanya sekarang kamu minum dulu air hangatnya lalu bersihkan dirimu. Aku sudah siapkan baju gantimu.
“Tidak! Aku pulang saja,” ucapnya lalu beranjak dari tempat tidur.
“Kau ini keras kepala sekali yah! Di luar hujan deras, lagipula mobilmu mash di bar tadi kau pulang pakai mobil ku,” ucap Bianca sambil berlalu pergi meninggalkan Rasya sendiri di dalam kamar.
Rasya hanya terdiam mengingat kembali kejadian tadi pagi saat memergoki istrinya sedang bermesraan dengan Reno. Dia kembali duduk di tepi Kasur sambil memandangi ke arah jendela dan benar saja hujan turun sangat deras.
“Nadia … hey bangun sayang!” Asih dan Darman membangunkan Nadia yang masih tertidur lelap di sofa. Lalu akhirnya Nadia pun terbangun.
“Eh … mah, pah. Sudah pulang? Memangnya ini jam berapa?” tanya Nadia dengan suara seraknya.
“Sudah hampir jam tujuh malam, Nadia?” ucap Darman.
“Apa? Jam tujuh malam? Apa Rasya sudah pulang?” panik Nadia.
“Sudah dia ada di kamarnya,” sahut Lina memberi tahukan.
Tanpa berfikir lagi Nadia langsung menuju kamarnya dan benar saja Rasya sedang duduk di sofa sambil berkutat dengan laptopnya lalu Nadia menghampiri Rasya.
“Mas kamu kapan pulang? Kenapa tidak membangunkan ku saat di sofa tadi?
“Mas sudah makan belum? Aku siapkan makan malam ya tunggu sebentar,” ucap Nadia berlalu pergi.
Namun langkah nya terhenti saat ingin membuka pintu.
“Tidak perlu! Aku sudah makan di rumah Bianca tadi!” ucap Rasya.
Deg
Nadia terdiam sesaat tanpa menoleh dia seperti patung yang tidak mampu bergerak sedikitpun hanya ada air mata yang bergerak jatuh membasahi pipinya.
Karena tidak ada lagi kata yang keluar dari mulut Nadia, Rasya pun menghampiri Nadia, lalu menarik tangan Nadia dengan kencangnya.
“Kenapa diam! Apa kamu cemburu? Atau hatimu terasa sakit, hah” tekan Rasya yang mencengkram lengan Nadia dengan kasarnya membuat Nadia kesakitan
“Sakit mas lepasin aku!” pinta Nadia.
“Tidak akan aku lepaskan, karena aku bukan seorang pembohong dan munafik. Aku akan memberikan penjelasan padamu kenapa aku bisa ada di rumah Bianca. Dengarkan aku baik-baik! Apa kau mengerti!” bentak Rasya yang di angguki Nadia sambil menahan rasa sakit.
“Hari ini aku ke bar karena aku kesal, hati ku sakit melihat istri yang sangat aku cintai sayangi sepenuh hati bermain di belakangku dengan laki-laki lain. Aku mabuk berat hingga tidak sadarkan diri dan akhirnya ada yang membawaku ke rumahnya yang tak lain orang itu adalah Bianca”
“Tidak sampai di situ dia memberikan perhatiannya padaku dan Bianca juga bilang kalau dia menyukai ku,” jelas Rasya panjang lebar.
Deg
“Apa jawaban mu, mas?” lirih Nadia.
“Jawabanku adalah … ya, aku juga menyukainya” ucap Rasya dengan penuh penekanan lalu pergi dari kamar meninggalkan Nadia sendiri.
Karena terkejut atas perkataan suaminya Nadia terduduk lemas di lantai dan tanpa henti menangis terisak.
*
*
Bersambung
***
Hai semua jangan lupa like komen nya yah biar aku tambah semangat nulisnya. Terimakasih 🥰