NovelToon NovelToon
Biel

Biel

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.

Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.

Gabriella Calista,

mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....

ikuti karya baru aku.....

" BIEL..... "

SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10 pergi

Biel melangkah dengan menunduk di belakang pengacara Harry.

Harry membawa Biel keluar rumah itu melalui pintu samping.

Sepanjang langkahnya, Biel menyusuri ruangan yang ia lalui dengan matanya. kenangan demi kenangannya di rumah ini bersama sang mama dulu.

" ayo nona,

lebih cepat.....nanti keburu siang, jarak yang akan kita tempuh lumayan sangat jauh " ucap Harry kepada Biel.

Biel mengangguk,

Bocah itu mempercepat langkahnya mengikuti langkah pengacara Harry keluar pintu samping dan langsung menuju ke arah mobil yang sudah siap di depan pagar rumah yang terbuka lebar.

Di belakang sana,

Beberapa pasang mata pelayan mengikuti langkah kaki kecil Biel.

Mata mereka berkaca kaca,

Ketika telah berada tak jauh dari mobil yang akan membawanya pergi.

Biel menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.

Di sana di teras bawah ia melihat sosok Shahnaz berdiri tegak menatapnya dengan sorot mata tajam.

Tatapan mata Biel beralih ke atas, tepatnya ke arah balkon di atas sana.

Sosok tuan Ricard juga nampak berdiri tegak di sana.

Biel sontak memutar tubuhnya dan menatap sosok itu,

harapan muncul di hatinya, untuk yang terakhir kalinya ia berharap laki laki itu akan menghentikannya dan melarangnya pergi.

Tapi hati Biel seperti hancur seketika ketika ia melihat sosok Ricard yang memutar tubuhnya dan masuk ke dalam kamar setelah beberapa saat mereka saling menatap.

Air mata Biel seketika luruh kembali,

Sebagai anak kecil, sungguh ia merasa sangat hancur saat ini.

" Ayo nona " ajak Harry dan membukakan pintu untuk kecil itu.

Biel pun menurut, ia masuk ke dalam mobil dengan mengusap air matanya yang luruh dengan deras.

Mobil mulai melaju meninggalkan rumah besar keluarga Lee.

Di dalam mobil, Biel menatap rumah itu hingga kepalanya tertoleh kebelakang demi bisa melihat rumah besar itu

Di balik kemudi, Harry menatap trenyuh Biel dari kaca spion di hadapannya.

Biel menunduk kala ia tak lagi bisa melihat rumah besar itu.

Dan hari itu adalah hari terakhir ia berada dan juga melihat rumah itu,

Hingga lima belas tahun berlalu.....

Biel tak lagi pernah kembali dan bertemu dengan orang orang yang menghuni rumah itu.

Tak satupun dari penghuni rumah besar itu yang pernah datang padanya ke panti asuhan.

Biel benar benar di buang dan dianggap tak pernah ada.

Hingga keluarga baru ia dapatkan setelah tujuh tahun ia berada di panti asuhan.

Namun keluarga barunya juga tak lagi ia miliki sejak tiga tahun yang lalu.

Dan sejak itu, ia mulai akrab dengan kehidupan jalanan dan kehidupan malam. Hingga mengantarkannya menjadi seorang kurir narkoba....

Sebagai bartender di sebuah club malam saat malam hari juga sebagai pelayan di sebuah kafe saat siang dan sore hari.

Semua itu dia lakukan demi untuk bisa bertahan hidup dan demi untuk mengupayakan kesembuhan Cryssy.

Orang yang ia anggap sebagai satu satunya keluarganya saat ini.

flass off

Biel mengeratkan dekapannya pada dirinya sendiri ketika seseorang menyelimutkan jaket pada pundaknya.

" jaketmu itu terlalu tipis untuk melindungimu dari hawa dingin menjelang dini hari seperti Biel.... " ucap seseorang itu yang tidak lain adalah dokter Evan.

Usai berucap seperti itu, dokter muda itu melangkah memutari kursi itu dan kemudian duduk di sisi Biel.

Hening....

Kedua orang itu duduk bersisihan dan saling terdiam,

Hingga akhirnya terdengar dokter Evan berucap tegas namun pelan.

" Biel....." panggilnya, Biel hanya diam tak menjawab

" menikahlah denganku Biel.....aku berjanji akan memberikan kehidupan yang layak bagimu.

Kau berhak untuk hidup bahagia dan menjalani takdirmu sebagai seorang wanita " ucap dokter Evan sambil menolah menatap sosok di sisinya itu.

Mendengar ucapan dokter Evan, Biel tersenyum tipis.

" bicara apa kau ini dokter....?! jangan bercanda...." jawab Biel dengan tetap menatap lurus ke depan.

" aku tidak bercanda Biel....aku serius " jawab dokter Evan dengan tegas.

Biel menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Senyum tipis yang tersungging di bibirnya lenyap entah kemana.

" jangan janjikan apapun padaku dokter Evan,

apa itu hidup bahagia dan menjalani takdir menjadi seorang wanita ?!

itu semua tidak penting bagiku....

Janjikan saja kesembuhan Cryssy padaku.....

itu sudah lebih dari cukup bagiku....."

ucap Biel dengan tatapan yang tak beralih sedikitpun dari kegelapan di depan sana.

Nada bicaranya terdengar dingin dan datar.

Dokter Evan ganti menghela nafas.

" kondisi Cryssy sangat fatal Biel,

kami sudah melakukan berbagai cara untuk penyembuhannya.

Tapi hasilnya seperti yang kau lihat saat ini.

Aku sangat yakin....kemanapun kau akan membawanya pergi mencari pengobatan hasilnya akan tetap sama.

Hanya keajaiban yang bisa membuat dia kembali kepada kita " jawab dokter Evan jujur.

Kondisi Cryssy memang sangat sulit, jika menurut medis.

Dengan kondisi seperti itu tidak mungkin laki laki itu bisa bertahan hingga tiga tahun seperti ini.

Entah apa yang membuat laki laki itu tetap bertahan meski dalam kondisi koma seperti itu.

Biel hanya terdiam,

Kenangan demi kenangan bersama keluarga barunya termasuk Cryssy berputar nyata di pelupuk matanya.

Hatinya terasa sesak dan perih.

Sungguh ia menyalahkan dirinya akan hal buruk yang membuat keluarga barunya itu akhirnya hancur.

( nyonya Shahnaz ....

Aku tahu.....kau kan di balik semua hal buruk yang terjadi padaku ini ?!

Apa sebenarnya yang kau inginkan dariku ?!

Semoga Tuhan menyelamatkanmu....)

Desis Biel di dalam hati dengan jemari tangan yang terkepal erat.

Ia tahu....

Siapa dalang di balik rencana pembunuhan padanya dan kehancuran hidupnya sejak awal hingga saat ini.

Yang ia tidak tahu......

Apa alasan wanita itu ingin membunuhnya.

( Shahnaz Lee.... ) desis Biel lagi masih di dalam hati.

Biel melepas jaket yang menutupi pundaknya dan memberikannya lagi kepada dokter Evan.

" terimakasih dokter .... aku titip Cryssy " ucap Biel sebelum ia bangkit dari duduknya.

Dokter Evan menatapnya dalam, seolah ingin mencari kebenaran di wajah kelam seorang Gabriela Calista.

" kau akan kemana ?! Tidakkah lebih baik kau beristirahat dulu ?!

kau sungguh terlihat sangat lelah " ucap dokter itu.

" terimakasih dokter...tapi aku harus segera kembali,

aku harus bekerja " jawab Biel

Dokter Evan turut bangkit dari duduknya, dan mencekal lengan Biel.

" aku mohon....menikahlah denganku, aku janji aku tidak akan membatasi ruang gerakmu.

dan aku hanya akan mencintaimu..... " ucapnya lagi.

Mata keduanya bertemu, permintaan dokter Evan untuk yang kesekian kalinya itu cukup membuat hati Biel berdesir.

Dokter Evan sangat tampan,

Dan selalu baik kepadanya sejak awal mereka bertemu.

Tapi....

Cukup lama keduanya saling menatap hingga Biel melepaskan tangan dokter tampan itu dari lengannya.

" maaf dokter......" desis pelan gadis itu, tak lama ia mulai melangkah untuk pergi dari tempat itu.

" Biel....!! " panggil dokter Evan.

Biel menghentikan langkahnya, namun ia tak menoleh ke arah dokter Evan.

" apakah kau sungguh menganggap Cryssy hanya sebagai kakakmu ?!

tidak lebih.....?! " tanya dokter Evan dari tempatnya berdiri.

Sementara Biel,

Juga dari tempatnya berdiri saat ini ia hanya diam sebelum akhirnya ia melanjutkan langkahnya kembali tanpa menjawab pertanyaan dokter Evan.

Evan menghela nafas,

Netranya terus mengikuti pergerakan Biel yang terus menjauh dan akhirnya tak lagi tejangkau oleh pandangannya.

1
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘢𝘵𝘢𝘱 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘩𝘢𝘵𝘪" 𝘣𝘦𝘦 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘩𝘢𝘻 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘮
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘢𝘺𝘰 𝘣𝘪𝘦𝘭 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘥𝘪𝘯 𝘣𝘶𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘩𝘢𝘻 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯𝘺𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘮𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘶 𝘯𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘮𝘶 𝘣𝘦𝘦 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘮𝘶 𝘺𝘨 𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬𝘪𝘯 𝘬𝘦 𝘱𝘦𝘯𝘫𝘢𝘳𝘢🤭😂😂
khitara
makasih udah selalu mau komen kakak🙏😍
Tuti Tyastuti: 𝘴𝘢𝘮𝘢" 𝘬𝘢 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵💪
total 1 replies
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨𝘪 𝘣𝘪𝘦𝘭
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵💪
Tuti Tyastuti
𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘴𝘦𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨𝘪 𝘣𝘪𝘦𝘭
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢
Tuti Tyastuti
𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘪𝘦𝘭💪
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘩𝘢𝘻 𝘨𝘹 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘯𝘵𝘶𝘩 𝘣𝘪𝘦𝘭
Tuti Tyastuti
𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘩𝘢𝘵𝘪" 𝘣𝘪𝘦𝘭 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘩𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘥𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘤𝘢𝘳𝘪" 𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯😁
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘪𝘦𝘭💪
Tuti Tyastuti
𝘫𝘰𝘤𝘬𝘺 𝘱𝘶𝘴𝘪𝘯𝘨😂
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 💪
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘬𝘦𝘩𝘢𝘯𝘤𝘶𝘳𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘩𝘢𝘻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!