NovelToon NovelToon
Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Aliansi Pernikahan / Obsesi / Tamat
Popularitas:310.4k
Nilai: 5
Nama Author: bundew

Melakukan one night stand dengan suami sendiri bagaimana bisa?

Luna Calister dipaksa melakukan pernikahan bisnis oleh ayahnya dengan rekan bisnis sang ayah demi kestabilan perusahaan mereka.

Tapi dihari pembacaan sumpah pernikahan dia berhasil kabur dari acara tanpa pernah bertemu dengan mempelai prianya.

karena marah dan sakit hati dengan keputusan sang Daddy Luna berbuat nekad dengan sengaja melakukan one night Stand dengan seorang pria dibar pada malamnya.

Tanpa diketahuinya ternyata pria yang bersamanya malam itu itu adalah pria yang baru menikahinya.

Untuk menghindari para pengawal sang Daddy Luna sengaja merubah penampilannya lalu melamar kerja menjadi sekretaris pribadi di Marvin Corp.
Perusahaan milik suaminya juga pria yang sudah melakukan one night stand dengannya malam itu.

Penasaran silahkan baca keseruan cerita mereka 🥰🥰
Juga jangan lupa tinggalkan jejak kalian untuk membuat autor lebih semangat Up-nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28.Kekesalan Marvin

"Brak!!".

Luna langsung terlonjak karena mendengar suara pintu ruang kerja Marvin dibuka dengan keras dari luar..

"Vin!eh tuan Marvin,kenapa anda terburu buru seperti itu?",tanya Luna bingung melihat Marvin berjalan dengan langkah lebar menghampirinya yang sedang membereskan ruang kerja pria itu.

"Apa yang dia lakukan padamu?!",tanya Marvin dengan menarik Luna kedalam pelukannya membuat Luna semakin bingung dengan tingkah Marvin padanya.

"Siapa yang kau maksud?",tanya Luna dengan mendorong tubuh Marvin menjauh.

"Siapa?Tentu saja mamaku lalu siapa lagi? Bukankah kau tadi bicara dengannya",jawab Marvin dengan mengamati Luna dari atas kebawah khawatir sang mama berbuat kasar pada perempuan itu.

"Ooohh...Nyonya Fox,kami tadi hanya bicara lalu tiba tiba dia pamit pulang tanpa mau menunggumu",terang Luna yang membuat Marvin langsung mengernyitkan dahinya heran.

"Hanya bicara?Apa yang kalian bicarakan apa dia mengancammu untuk meninggalkanku dengan bermaksud memberimu sejumlah uang atau....".

"Vin!Apa yang kau pikirkan itu?Sudah kukatakan kami tadi hanya bicara seperti layaknya bos dan pegawai itu saja!",terang Luna kesal karena pikiran Marvin benar benar diluar penalarannya.

"OOO...hanya bicara itu memang gaya mamaku.Lalu apa dia menekanmu untuk meninggalkanku?".

Luna langsung menggeleng,"Tidak ,dia hanya bilang aku perempuan yang menyebalkan lalu dia juga bilang ingin bertemu lagi denganku lain kali itu saja".

"Jadi dia menghinamu begitu?lalu kenapa kau diam saja waktu dia mengatakan itu?!",balas Marvin kesal.

"Lalu aku harus bagaimana? toh dia tidak menyakitiku".

"Itu belum. Kau belum kenal siapa mamaku kalau kau mengenalnya kau tidak akan menghadapinya dengan ekspresi sesantai sekarang",gerutu Marvin dengan menjauh dari Luna karena merasa kesal dengan reaksi Luna setelah bertemu dengan mamanya yang terlihat biasa saja padahal dia tadi begitu cemas waktu mendengar sang mama berada ruangannya bersama Luna.

Mendengar apa yang dikatakan Marvin Luna langsung menoleh kearah pria itu.

"Mungkin kau yang terlalu berpikir buruk tentang sikap mamamu selama ini",balas Luna yang membuat Marvin balik menoleh dengan ekspresi semakin kesal.

"Lalu apa kau mau bilang kau langsung bisa menilainya meski baru bicara sebentar saja dengannya begitu?!".

Mendengar itu Luna berjalan mendekat kearah Marvin dan tiba tiba masuk kedalam pelukan pria itu membuat Marvin terkejut dengan apa yang Luna lakukan.

"Luna apa yang ..".

"Aku tadi sempat khawatir waktu nyonya Alena datang tapi setelah kami bicara ternyata dia tidak seburuk apa yang kamu gambarkan jadi biarkan aku menilainya sendiri bukankah kau bilang ingin serius menyukaiku dan aku tidak berniat hanya menyukaimu saja tapi juga mamamu.Aku ingin dekat dengannya meski tidak sedekat dirimu".

"Apa alasanmu".

"Aku hanya ingin punya hubungan baik dengan keluarga suamiku kalau aku menikah nanti itu keinginanku dulu sebelum menikah dan karena sekarang aku sudah menikah meski tidak dengan cara normal tapi aku tetap ingin punya hubungan normal dengan anggota keluarga suamiku yang lain.Apa kau paham maksudku Vin",ucap Luna dengan mendongak kearah Marvin.

"Aku mengerti tapi aku serius sangat khawatir kalau sampai mamaku bicara buruk padamu apalagi sampai menyakitimu",jawab Marvin dengan menempelkan pelipis mereka berdua.

"Jangan terlalu khawatir karena bagaimanpun nyonya Alena itu adalah perempuan yang melahirkanmu jadi wajar saja kalau dia ingin kau punya istri yang sesuai kriterianya karena aku mungkin juga akan seperti itu kalau aku kelak menjadi ibu".

"Ibu?Apa itu berarti kau ingin punya anak dariku secepatnya begitu",jawab Marvin dengan menarik Luna semakin mendekat kearahnya dan bermaksud memagut bibir Luna tapi segera dicegah Luna dengan mencoba mendorong Marvin menjauh.

"Stop kita sekarang sedang dikantor Vin!".

"Kenapa kalau dikantor?",tanya Marvin dengan semakin mendekatkan wajahnya kearah perempuan itu hingga Luna bisa mencium aroma mint dari pasta gigi yang dipakai pria itu tadi pagi.

aku khawatir kalau akan ada yang masuk dan melihat apa yang kita lakukan nanti!".

"Tidak akan ada yang mendadak masuk ke....".

"Vin bisa kita bicara tentang...".

Seketika Luna mendorong Marvin menjauh darinya hingga membuat Marvin hampir terjatuh kelantai karena kerasnya dorongan yang dilakukan Luna akibat terkejut melihat Garend tiba tiba masuk kedalam ruangan Marvin tanpa mengetuk pintu lebih dulu.

"Oh shitt!tidak bisakah kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk kedalam ruangan ku!",bentak Marvin kesal dengan menatap Garend tajam.

"Itu...maaf karena sudah mengganggu kalian barusan.kalau begitu aku akan kembali lagi nanti dan silahkan kalian lanjutkan apa yang sedang kalian lakukan tadi", balas Garend dengan bermaksud keluar dari ruang kerja Marvin tapi segera dicegah Luna.

"Saya sudah selesai disini tuan Garend jadi silahkan lanjutkan apa yang ingin anda laporkan tadi pada tuan Marvin",ucapnya dengan berjalan pergi meninggalkan ruangan Marvin tanpa perduli tatapan keberatan yang diberikan Marvin padanya.

"Sorry Vin aku tidak bermaksud mengganggu apa yang kalian lakukan tadi".

"Tapi kau senang bukan karena aku gagal berciuman dengan Luna",jawab Marvin dengan duduk dikursi kerjanya dan mulai memeriksa berkas yang ada dimejanya.

"Tentu saja tidak Vin.Apa kau pikir aku tadi sengaja melakukannya".

"Lupakan saja sekarang apa yang ingin kau bicarakan denganku".

"Ini tentang rencana perjanjian yang diajukan tuan Lancaster pada perusahaan kita.Kau ingat dia bukan?".

"Tentu saja ingat.Kenapa dengan perjanjian itu bukankah aku berniat membatalkannya".

"Aku tau itu tapi tadi tuan Lancaster baru saja mengirim pesan lagi meminta untuk bertemu dengan pihak kita untuk membahas lagi kerja sama yang semula digagas oleh Tante Alena".

Mendengar itu Marvin menyandarkan tubuhnya kekursi dengan menarik nafas keras.

"Dia masih sangat keras kepala sekali rupanya,padahal aku sudah sengaja tidak menemuinya saat dia datang kemari waktu itu".

"Itu karena dia sangat butuh investasi dari perusahaan kita Vin".

"Iya sampai bersedia menjual anaknya pada mamaku waktu itu begitu maksudmu",gerutu Marvin kesal.

"Dan kalian sudah membelinya apa kau lupa".

"Itu karena mamaku yang keras kepala dan berpikir aku bakal bisa mencintai anak situa itu meski kami tidak pernah bertemu sebelumnya".

"Tante Alena hanya berusaha untuk membuatmu yang gila kerja ini berubah itu saja Vin".

"Tapi tidak perlu sampai seperti itu karena perasaan tidak bisa dipaksa".

"Iya aku tau itu tapi apa kau akan terus membiarkan pria tua itu mengganggumu selamanya tanpa kau berniat menyelesaikannya".

"Jadi...kau bermaksud menyuruhku menemui situa itu begitu?".

"Iya..karena kau harus menyelesaikan masalahmu dengan pria tua itu sebelum hubunganmu dan Luna menghasilkan anak nantinya",jawab Garend yang membuat Marvin terdiam mendengar itu.

"Baiklah jadwalkan pertemuanku dengan Dion Lancaster secepatnya.

Like dan koment ya reader 🥰🥰

1
Raufaya Raisa Putri
wahh.. Udah tamat aj
Raufaya Raisa Putri
emng bodoh ankmu Bu....mlh minta dipukul.
Raufaya Raisa Putri
Arvind fox... bpknya kah?
Raufaya Raisa Putri
berapa itu thor....ak males buka gugel
Raufaya Raisa Putri
kirain mo nyulik Luna...
Raufaya Raisa Putri
hah....pdhl udah sering.kecuali kl punya penyakit
Raufaya Raisa Putri
wah...wah.tutorial bundir
Raufaya Raisa Putri
lagian udah tuir masih serakah...
Raufaya Raisa Putri
cieeee....yg lg kgn
Raufaya Raisa Putri
bawa aj mery buat nemenin Luna ...mar.
Raufaya Raisa Putri
ternyata....
Raufaya Raisa Putri
hemm
Raufaya Raisa Putri
hemm...masih teka teki
Raufaya Raisa Putri
rada rumit
Raufaya Raisa Putri
mingin mingini y mar
Raufaya Raisa Putri
akhirnya... bertekuk lutut jg sm lun lun
Raufaya Raisa Putri
teuing ah
Raufaya Raisa Putri
rencana mu ap ma
Raufaya Raisa Putri
hemm...makin dilawan maki bar bar
Raufaya Raisa Putri
ujian jd mantu permen 🍬 mint
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!