NovelToon NovelToon
Sistem Kuliner Absolute Sang Raja Dapur

Sistem Kuliner Absolute Sang Raja Dapur

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Arka kehilangan segalanya dalam satu malam ketika warung makan peninggalan almarhum orang tuanya dihancurkan oleh lintah darat dan kekasihnya meninggalkannya demi pria kaya yang sombong. Di ambang keputusasaan saat mencoba memasak seporsi nasi goreng terakhir di tengah puing-puing warungnya, sebuah suara mekanis misterius tiba-tiba bergema di dalam kepalanya. Berbekal Sistem Kuliner Sakti yang memberinya hadiah uang tunai dan keterampilan tingkat dewa setiap kali pelanggannya merasa puas, Arka memulai langkah balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Jalanan kembali tenang setelah kepergian mendadak petugas dinas yang arogan tadi.

Arka menghela napas panjang sambil mengusap keringat dingin di dahinya.

"Mas Arka tidak apa-apa kan?" Suara cemas Laras terdengar dari arah trotoar.

Gadis itu berlari mendekat bersama Bima dengan raut wajah yang sangat khawatir.

"Tadi kami bersembunyi di minimarket depan sana karena takut ditangkap." Ucap Bima dengan nada sedikit bersalah.

"Saya baik-baik saja Kak, untung ada pelanggan langganan yang membantu membereskan masalah tadi." Arka tersenyum menenangkan kedua pelanggan setianya itu.

"Syukurlah kalau begitu, aku pikir warung ini bakal ditutup paksa hari ini juga." Laras mengelus dadanya dengan lega.

"Selama saya masih bisa memegang spatula, warung ini tidak akan pernah tutup." Arka menjawab dengan penuh semangat.

Setelah Laras dan Bima pulang, Arka kembali duduk di kursi plastiknya untuk beristirahat sejenak.

Warungnya perlahan kembali didatangi pelanggan setelah situasi dirasa sudah benar-benar aman.

Namun pikiran Arka kini melayang pada misi ketiga yang baru saja ia terima dari sistem.

Mengumpulkan omset bersih lima ratus juta rupiah dalam sebulan bukanlah perkara yang mudah.

Apalagi harga makanannya saat ini rata-rata hanya berkisar di angka dua puluh lima ribu rupiah saja.

"Kalau aku hanya mengandalkan nasi goreng dan mie goreng, tanganku bisa patah sebelum omsetnya tercapai." Batin Arka sambil menatap lengannya yang sedikit pegal.

Ia butuh menu baru yang memiliki nilai jual tinggi namun tetap disukai banyak orang dari berbagai kalangan.

"Sistem, bagaimana caranya aku bisa mendapatkan resep baru sekarang juga?" Arka bertanya di dalam kepalanya.

[Ding!]

[Host memiliki 155 Poin Kepuasan yang bisa digunakan untuk memutar Roda Undian Sistem.]

[Satu kali putaran kelas menengah membutuhkan 100 Poin Kepuasan.]

"Baiklah, gunakan seratus poin untuk satu kali putaran sekarang juga." Perintah Arka tanpa ragu sedikit pun.

Layar biru transparan di depan wajah Arka seketika berubah bentuk menjadi sebuah animasi putaran.

Sebuah roda raksasa virtual dengan berbagai warna dan tulisan muncul berputar dengan sangat cepat.

Wush wush wush!

Suara putaran roda itu menggema di kepala Arka, membuatnya ikut berdebar kencang menanti hasilnya.

"Ayo, berikan aku resep daging atau makanan berkuah yang harganya bisa dijual mahal." Arka berdoa dengan penuh harap.

Jarum indikator di roda itu perlahan mulai melambat setelah berputar selama sepuluh detik penuh.

Tik tik tik.

Roda itu akhirnya berhenti tepat di sebuah kotak berwarna emas yang memancarkan cahaya menyilaukan.

[Ding!]

[Selamat! Host mendapatkan hadiah tingkat SSR atau Super Spesial Resep!]

[Host mendapatkan: Resep Sop Buntut Rempah Magis Tahap 1.]

[Host mendapatkan bonus: Keterampilan Pengendalian Api Tingkat Menengah.]

Informasi yang sangat padat langsung mengalir membanjiri otak Arka seperti sebuah aliran air yang deras.

Sensasi hangat menjalar dari kepalanya hingga turun ke ujung-ujung jari tangannya.

Kini ia memahami cara merebus buntut sapi hingga mendapatkan tekstur daging yang selembut sutra tanpa hancur berantakan.

Ia juga mengerti persis takaran cengkeh, pala, dan kayu manis untuk menciptakan kuah kaldu sapi yang sangat jernih namun kaya akan rasa.

Lebih menakjubkan lagi, kemampuan Pengendalian Api tingkat menengah membuatnya bisa merasakan suhu panas wajan hanya dari pandangan mata.

"Ini gila, resep sop buntut ini sangat sempurna untuk dijual di dalam area mal mewah." Arka tersenyum lebar menatap layar sistemnya.

Harga satu porsi sop buntut di restoran biasanya bisa mencapai seratus ribu rupiah atau bahkan lebih.

Dengan resep tingkat dewa ini, Arka yakin bisa menjualnya dengan harga premium namun pelanggan akan tetap merasa beruntung karena rasanya.

Arka segera mengeluarkan kartu nama berwarna emas dari saku celemeknya.

Tulisan nama Clara beserta nomor ponsel pribadinya tertera dengan sangat elegan di atas kertas tebal itu.

"Ini saatnya aku melangkah keluar dari zona nyaman berjualan di pinggir jalan." Arka bergumam mantap.

Ia mengambil ponsel bututnya dan menekan deretan angka tersebut dengan hati-hati.

Tuut tuut.

Panggilan itu langsung diangkat pada deringan ketiga.

"Halo, dengan Clara di sini." Suara dingin dan sangat profesional terdengar dari seberang telepon.

"Selamat siang Nona Clara, ini Arka penjual nasi goreng tadi pagi." Sapa Arka dengan nada yang sopan.

Terdengar suara helaan napas yang terdengar lebih rileks dari seberang panggilan sana.

"Aku sudah menduga kau akan meneleponku secepat ini Arka." Jawab Clara dengan nada sedikit menggoda.

"Apakah tawaran untuk melihat lokasi sewa di mal milik Anda masih berlaku hari ini?" Tanya Arka langsung ke intinya.

"Tentu saja, datanglah ke Grand Malika City besok pagi tepat pukul sepuluh." Clara memberikan instruksinya dengan jelas.

"Temui asistenku di lobi utama, dia akan mengantarmu melihat area pujasera baruku."

"Baik Nona Clara, terima kasih banyak atas kesempatannya, saya pasti datang tepat waktu." Arka menutup telepon itu dengan perasaan yang sangat lega.

Sementara itu di seberang jalan, suasana hati Kevin sangat berbanding terbalik dengan kebahagiaan Arka.

Di dalam restoran bintang lima yang sepi pengunjung, Kevin sedang menghisap cerutunya dengan kasar.

Gagalnya rencana penyitaan oleh petugas dinas tadi pagi benar-benar memukul harga dirinya hingga hancur.

Dimas masuk ke dalam ruangan itu dengan tergesa-gesa sambil membawa sebuah map tebal.

"Maaf mengganggu Tuan Kevin, saya sudah menyelidiki latar belakang wanita yang menolong Arka tadi pagi." Dimas melapor dengan wajah yang sangat tegang.

"Siapa dia sebenarnya sampai berani mengatur-atur kepala dinas kota?" Kevin bertanya dengan suara serak menahan emosi.

"Dia adalah Clara Malika, pewaris tunggal Grup Malika yang menguasai setengah properti komersial di kota ini." Dimas memberikan map tersebut ke atas meja Kevin.

Kevin membaca isi dokumen itu dan seketika wajah angkuhnya berubah menjadi sedikit pucat.

Keluarga Kevin memang kaya, tapi kekayaan Grup Malika berada di level yang sangat jauh berbeda.

"Sial, pantas saja Wali Kota sampai turun tangan langsung membela wanita pelacur itu." Kevin mendecakkan lidahnya dengan sangat kesal.

"Tuan, saya punya firasat Arka akan memanfaatkan koneksinya dengan Nona Clara untuk pindah ke tempat yang lebih besar." Dimas memberikan peringatan kepada bosnya.

"Kita tidak boleh membiarkan hal itu terjadi Dimas." Kevin menatap keluar jendela dengan tatapan mata yang dipenuhi kebencian.

"Jika kita tidak bisa menyerangnya dari jalur hukum, kita potong saja urat nadinya dari bawah." Kevin menyeringai dengan sangat licik.

"Apa maksud Anda Tuan Kevin?" Dimas bertanya karena tidak mengerti arah pembicaraan itu.

"Pedagang makanan sehebat apa pun tidak akan bisa berjualan jika mereka tidak punya bahan baku." Kevin memutar cerutunya di atas asbak kristal.

"Cari tahu dari mana si gembel Arka itu membeli beras, sayuran, dan dagingnya setiap pagi di pasar." Perintah Kevin dengan nada yang sangat dingin.

"Lalu bayar semua pedagang pasar itu tiga kali lipat agar mereka memboikot dan tidak menjual satu butir beras pun pada anak itu."

Mata Dimas langsung berbinar mendengar rencana brilian yang sangat licik dan kotor itu.

"Ini rencana yang sangat mematikan Tuan Kevin, tanpa bahan baku warungnya pasti akan tutup dengan sendirinya." Dimas membungkuk hormat dengan senyum lebar.

"Laksanakan sekarang juga Dimas, aku ingin melihat wajah putus asa anak itu menangis besok pagi." Kevin tertawa keras memenuhi ruangan mewah tersebut.

Malam harinya, Arka kembali membereskan warungnya lebih awal dari biasanya.

Ia sudah menghabiskan seluruh stok bahan makanannya karena penjualannya hari ini sangat fantastis berkat efek viral.

Total saldo di rekeningnya kini sudah mencapai hampir seratus tiga puluh juta rupiah.

Sebagian uang itu akan ia gunakan untuk membayar uang muka sewa tempat di mal besok.

"Ayah, Ibu, anakmu ini akhirnya akan memiliki tempat jualan yang layak dan bersih besok." Arka menatap bintang di langit malam dengan senyum tulus.

Ia sangat tidak sabar menyambut hari esok untuk meninjau lokasi baru dan menguji coba resep sop buntutnya.

Arka sama sekali tidak menyadari bahwa besok pagi di pasar subuh, sebuah badai boikot besar telah dipersiapkan khusus untuk mencekiknya hidup-hidup.

1
Ponny Sagita
serius thor? restoran mahal pake kursi plastik?
Ponny Sagita
kok masih pinggir jalan? othor niiih yaaa
Nissa Safira: mungkin iyaa outdoor kak, soalnya si Arka lagi proses membangun restoran mewahnya sendiri kak🤣
total 1 replies
Ponny Sagita
masak nasinya kan baru pagi pagi, kok bisa didinginkan semalaman?
Nissa Safira: hahaha dari semalem nasi nya belum habis kak gara2 malem nya di datengi preman🤣
total 1 replies
Wega Luna
keterlaluan udah hutang bunga tempat dagang dirusak ,itu bisa dilaporkan, loh
Nissa Safira: hahahaa namanya juga utang sama rentenir sadis kak😅
total 1 replies
Mohd Harmizi
berhasil jual 3 ribu kok poin kepuasan hanya 500?
Nissa Safira: iyaa juga iyaa.. kelupaan kak🤣
total 1 replies
m_reynaldi
mantapp.. update bab yg banyak thorr 😍
Fariq Banafsaj
lanjut🤩
Dewa Naga 🐲🐉
mantappp.. lanjut...💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!