NovelToon NovelToon
Dewa Pedang Di Dunia Modern

Dewa Pedang Di Dunia Modern

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi Isekai / Dunia Masa Depan
Popularitas:308
Nilai: 5
Nama Author: R. Seftia

Zhang Lin dikenal sebagai "Dewa Pedang" dari Dinasti Yin; ketika dia sedang menjalankan sebuah misi, dia tiba-tiba dihadapkan dengan sebuah pengkhianatan dari negerinya sendiri hingga membuatnya meregang nyawa.

Namun, bukannya langsung meninggal dan pindah ke alam baka—Zhang Lin justru mendapatkan kesempatan kedua untuk kembali hidup di dunia modern yang di mana semua orang hidup dengan cara yang cepat.

Di dunia modern, Zhang Lin bertemu dengan Li Na—seorang asisten editor di salah satu penerbit besar.

Kehidupan kerja Li Na begitu berat, dan sejak kecil dia telah terkenal karena nasib buruknya; namun, ketika bersama dengan Zhang Lin, nasib buruk itu berganti dengan keberuntungan—namun, keberuntungan itu datang bersamaan dengan bayangan kematian yang mengintainya dan Zhang Lin dari kejauhan.

...
Untuk mendapatkan update ilustrasi karakter, bisa follow akun sosmed author, ya!
FB : Refinawriters
IG : Refinawriters_
TT :refinawriters

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjadi Penyelamat

Li Na yang telah mendapatkan kabar buruk dari sang adik tentang Zhang Lin yang tiba-tiba saja hilang ketika mereka sedang jalan-jalan di pasar—Li Na langsung meninggalkan pekerjaannya dan kemudian langsung menemui Lin Yi di tempat kejadian dimana dia telah kehilangan Zhang Lin.

"Apa yang terjadi? Bagaimana bisa kamu kehilangan dia? Dia itu bukan anak kecil! Kamu ini gimana sih? Disuruh jaga orang aneh begitu aja kamu nggak bisa! Sekarang kita harus gimana? Kita harus bisa namuin dia!" seru Li Na.

"Iya udah. Kalau gitu kita mencar aja."

"Oke. Kakak ke sini kamu ke sana ya!"

Setelah bakar kerjasama untuk memancar mencari Zhang Lin; pencarian itu tentu saja tidak mudah. Mereka tidak bisa menemukan di mana keberadaan Zhang Lin. Padahal sebenarnya saat itu Zhang Lin berada dekat dengan mereka.

...

Zhang Lin merasa terpukau dengan pasar yang benar-benar penuh dengan makanan lezat. Ia ingin mencoba semua makanan itu, tetapi pada saat ini ia tidak punya sedikitpun uang di tangannya.

Dari apa yang ia pelajari sebelumnya di televisi, ia tahu jika menginginkan sesuatu, ia harus membayarnya dengan uang kertas yang hanya bisa didapat dari kerja keras.

"Andai saja aku punya banyak uang. Jika aku punya banyak uang maka aku akan membeli semua makanan yang aku mau tanpa harus berpikir seperti ini."

Zhang Lin menghelah napas berat. Di dunia ini semuanya pun tetap sama; jika kamu punya uang kamu bisa mendapatkan apapun yang kamu inginkan. Tetapi jika kamu tidak punya uang, kamu tidak bisa melakukan apa-apa selain menunggu adanya keajaiban yang datang.

Dan sepertinya keajaiban itu dekat dengan Zhang Lin— tepat ketika ia ingin kembali ke tempat dimana ia meninggalkan Lin Yi, tiba-tiba saja ia tidak sengaja menabrak seorang wanita yang penampilannya benar-benar mengenaskan.

Wanita itu hanya memakai pakaian putih yang tampak penuh dengan noda darah; tatapan matanya kosong dan penuh ketakutan. Dan tepat di belakang wanita itu, beberapa orang mencurigakan berusaha bersembunyi di balik kerumunan.

Orang biasa mungkin tidak akan bisa menyadari akan hal tersebut. Tetapi Zhang Lin berbeda dari orang biasa. Ia berpengalaman dalam hal seperti ini; dan tentu saja ia tahu jika seseorang itu memancarkan aura kejahatan.

Dengan penuh kehati-hatian, Zhang Lin berusaha untuk bertanya kepada wanita itu apa yang terjadi kepadanya. Dan kemudian wanita itu menjawab tanpa berani menatap mata Zhang Lin.

"Beberapa orang telah menculikku dan kemudian ingin membunuhku. Mereka ada di sana," ucapnya sambil menunjuk ke arah kerumunan orang-orang.

Pada umumnya tentu saja tidak akan mudah mengetahui siapa orang yang dimaksud oleh wanita itu karena arah yang ditunjuknya penuh dengan orang.

Zhang Lin berusaha untuk tetap tenang dan berusaha untuk mencari beberapa orang yang mungkin bersikap mencurigakan di tengah kerumunan tersebut.

Matanya begitu tajam; dan gerakan matanya pun terlihat cepat seperti memindai dengan sangat ahli. Dan ketika ia berhasil menemukan targetnya, dengan hati-hati ia menyerahkan wanita itu kepada orang lain dan kemudian bergerak mendekati kerumunan tempat dimana wanita itu sebelumnya mengatakan jika orang yang mengejarnya ada di sana.

"Jangan ada yang berani bergerak!" seru Zhang Lin. "Jika ada yang berani bergerak, maka dialah penculik yang dimaksud oleh wanita itu!" ​​

Seruan lantang dari Zhang Lin yang menggema di tengah kerumunan langsung membuat suasana pasar menjadi senyap seketika. Orang-orang di sekitar sana langsung menghentikan langkah mereka dan menatap Zhang Lin dengan pandangan bingung sekaligus heran.

Namun, taktik yang dilakukan oleh Zhang Lin terbukti sangat berhasil. Di antara kerumunan orang yang kebingungan itu, ada tiga orang pria berjaket hitam yang langsung bergerak panik dan mencoba untuk melarikan diri ke arah gang sempit di dekat pasar.

Melihat reaksi dari ketiga pria tersebut, Zhang Lin langsung tersenyum tipis. "Kalian tidak akan bisa lari dariku!"

Dengan gerakan yang sangat cepat dan lincah, Zhang Lin langsung melompat melewati beberapa lapak dagangan warga dan mengejar ketiga penculik itu masuk ke dalam gang sempit.

​Melihat ada satu orang pria yang mengejar mereka, ketiga penculik itu langsung menghentikan langkah kaki mereka dan kemudian mengeluarkan pisau lipat dari balik saku jaket mereka masing-masing.

​"Jangan ikut campur jika kamu masih sayang dengan nyawamu, anak muda!" ancam salah satu penculik dengan wajah yang sangar.

​Melihat senjata tajam yang diarahkan kepadanya, Zhang Lin sama sekali tidak merasa takut. Baginya, pisau kecil seperti itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan tombak dan pedang besar yang biasa ia hadapi di medan perang.

Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, salah satu penculik langsung maju dan mengayunkan pisaunya ke arah dada Zhang Lin. Namun dengan keahlian bertarungnya yang luar biasa, Zhang Lin dengan mudah menghindar ke samping, lalu mencengkeram pergelangan tangan penculik itu dan memutarnya hingga terdengar suara patahan tulang yang cukup keras.

​"Aaaakh!" Penculik itu berteriak histeris sambil menjatuhkan pisaunya.

Dua penculik lainnya yang melihat temannya dihajar dengan mudah langsung merasa emosi dan maju bersamaan untuk menyerang Zhang Lin. Tetapi Zhang Lin benar-benar terlalu kuat untuk mereka. Zhang Lin memberikan tendangan tanpa bayangan yang sangat keras tepat di dada penculik kedua hingga pria itu terpental dan menabrak tumpukan kotak kayu sampai pingsan.

Sedangkan untuk penculik terakhir, Zhang Lin langsung mencengkeram leher jaketnya, lalu membanting tubuh pria itu ke atas tanah dengan sangat keras sampai tidak bisa berkutik lagi.

​Hanya dalam waktu kurang dari dua menit, Zhang Lin berhasil menghajar habis semua penculik wanita itu tanpa terluka sedikit pun.

Tidak lama setelah perkelahian itu selesai, suara sirine mobil polisi terdengar mendekat ke lokasi kejadian.

Beberapa petugas polisi langsung masuk ke dalam gang dan dengan cepat mengamankan ketiga penculik yang sudah babak belur di atas tanah tersebut.

Setelah urusan menyerahkan para penculik kepada polisi selesai, Zhang Lin berjalan kembali ke arah kerumunan pasar untuk melihat kondisi wanita yang telah ia selamatkan sebelumnya.

Wanita itu saat ini sedang duduk di dekat ambulans sambil ditenangkan oleh petugas medis.

​Zhang Lin melangkah mendekat secara perlahan. Dan ketika wanita itu akhirnya mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Zhang Lin...

​DEG!

​Jantung Zhang Lin rasanya seperti berhenti berdetak seketika. Langkah kakinya langsung terhenti total dan matanya melotot lebar karena benar-benar sangat kaget dengan apa yang ada di depan matanya pada saat itu.

Zhang Lin berdiri mematung dengan tubuh yang gemetar. Pikirannya benar-benar langsung menjadi sangat kacau dan dipenuhi dengan kenangan masa lalu yang menyakitkan.

​"Ka-kamu..." ucap Zhang Lin dengan suara yang bergetar hebat, tidak tahu apakah ini adalah sebuah keajaiban atau justru awal dari kesialan baru di kehidupan keduanya.

​...

-Bersambung-​​

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!