NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh
Popularitas:610.8k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea yang hidup sebatang kara pun memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota inilah Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Sembilan hari menjelang lebaran, Butik langganan Enzo terlihat lebih ramai dari biasanya. Lampu-lampu kristal memantulkan cahaya hangat ke deretan kain premium yang tersusun rapi. Aroma parfum ruangan yang lembut menyambut setiap pelanggan yang masuk.

Erza dan Elora berdiri di kiri-kanan Azalea. Elora menggenggam tangan ibunya, sementara Erza berjalan sedikit lebih dewasa, meski sesekali tetap menempel pada lengan Azalea. Enzo melangkah percaya diri menuju meja resepsionis.

“Kita ingin membeli pakaian sarimbit untuk sekeluarga,” katanya pada Diana, desainer sekaligus pemilik butik itu.

Diana yang sedang mengecek katalog langsung mendongak. Wajahnya yang selalu tampil glamor tampak terkejut ketika melihat Azalea.

“Aku punya model, corak, dan warna yang cocok untuk kalian,” kata Diana, lalu berhenti. Tatapannya berpindah dari Azalea ke anak-anak, lalu kembali ke Enzo. “Tapi ....” Ia menyipitkan mata. “Siapa ini?”

Enzo menjawab tanpa ragu. “Dia istriku. Aku ingin pakaian muslim untuk kita berempat.”

Mata Diana membulat. “Sejak kapan kamu menikah, Enzo?!” pekiknya cukup keras hingga beberapa karyawan menoleh.

“Sudah delapan bulan,” jawab Enzo tenang.

“Delapan bulan?!” Diana mengibaskan rambutnya dramatis. “Kamu menikah tapi tidak mengundangku? Sungguh tega! Padahal setengah tahun lalu kamu ke sini beli setelan jas untuk acara pengusaha se-Asia Pasifik!”

Enzo hanya tersenyum tipis. “Waktunya mepet.”

Azalea menahan senyum melihat ekspresi Diana yang setengah kesal setengah penasaran.

“Jadi kalian mau pakaian seragam keluarga muslim?” tanya Diana akhirnya, mengubah nada menjadi profesional. “Aku punya beberapa model yang sudah launching awal Ramadan. Tapi ada juga yang belum aku pasarkan. Biasanya eksklusif, untuk klien khusus.”

“Boleh kami lihat dulu,” ujar Azalea lembut.

Diana membawa mereka ke ruang fitting khusus. Ia menggelar beberapa sketsa desain di atas meja kaca. Model gamis dewasa dengan potongan elegan, koko dengan detail bordir sederhana tapi mewah, serta dua set pakaian anak dengan warna senada.

“Masya Allah, bagus sekali ini,” puji Azalea tulus.

“Kamu suka?” tanya Enzo, menatap wajah istrinya.

Azalea mengangguk. “Warna sage ini lembut sekali. Tidak mencolok, tapi tetap elegan.”

“Aku mau lihat!” seru Elora sambil berjinjit.

Diana memperlihatkan gambar jilbab kecil yang serasi dengan gamis anak.

“Ada jilbabnya?” tanya Elora berbinar.

“Ada, dong,” jawab Diana.

“Aku suka!” Elora langsung memeluk lengan Azalea.

Erza hanya mengangguk pelan. “Kalau Mommy pilih, pasti bagus.”

Azalea menatap Erza dengan penuh sayang. “Kakak percaya sama Mommy?”

Erza tersenyum. “Percaya.”

Hati Azalea menghangat.

“Kalau kalian suka yang ini,” kata Diana, “akan aku siapkan hari ini juga. Tiga hari lagi bisa diambil.”

Enzo mengangguk mantap. “Baik.”

Setelah urusan pakaian selesai, mereka tidak langsung pulang. Karena sedang puasa, Enzo memilih tempat hiburan dalam ruangan.

“Ke wahana bermain saja, ya. Biar tidak kepanasan,” kata Enzo.

“Yeaaay!” Elora bersorak.

Di dalam area bermain, Erza dan Elora tertawa lepas. Azalea duduk di bangku panjang, memperhatikan mereka dengan senyum yang tak pernah lepas. Enzo duduk di sampingnya.

“Kamu terlihat bahagia,” ucap Enzo pelan.

“Aku memang bahagia,” jawab Azalea jujur.

Enzo terdiam. Hatinya terasa penuh. Dia pun merasa bahagia.

Tiga hari sebelum lebaran, Mall dipadati pengunjung. Semua orang mendorong troli penuh belanjaan. Lagu-lagu Lebaran mulai diputar di pengeras suara.

Azalea datang sendiri untuk membeli bahan kue, buah-buahan, dan camilan. Sementara Enzo memilih menjaga anak-anak di Timezone.

“Aku tidak mau kejadian dulu terulang,” kata Enzo tegas.

Azalea mengangguk. Ia tahu maksudnya, kejadian saat anak-anak berkelahi dulu masih membekas di hati Enzo.

Troli Azalea penuh dengan tepung, mentega, cokelat, kurma, sirup, hingga kaleng kue.

Semua jalur kasir penuh sesak, Azalea mencari antrean paling ujung yang sedikit lebih lengang. Saat mendorong troli, tiba-tiba ia mendengar suara kecil.

“Om Reza, aku mau beli cokelat ini.”

Azalea spontan menoleh. Di antara rak makanan ringan, berdiri Reza bersama seorang anak perempuan kecil—Nadin. Azalea langsung mengenalinya. Anak Nadia, yang dulu ikut lomba mewarnai.

“Kamu minta mamamu saja. Om tidak bawa uang banyak,” jawab Reza, beralasan.

“Tapi Mama lama sekali di toilet,” rengek Nadin.

Tak lama, Nadia datang dengan langkah santai. “Ayo, kita ke kasir.”

“Nadia, Nadin mau cokelat itu,” kata Reza sambil menunjuk cokelat impor yang harganya mahal.

“Ambil saja,” jawab Nadia enteng.

Azalea berharap dalam hati mereka tidak antre di jalur yang sama. Namun, takdir seakan gemar menguji kesabaran.

“Eh, ada mantan kamu, tuh, Reza!” celetuk Nadia tiba-tiba, menatap Azalea dengan senyum mengejek.

Beberapa orang di sekitar menoleh. Reza ikut melihat ke arah Azalea. Tatapannya jatuh pada troli besar yang penuh.

“Wah,” gumam Reza pelan. “Dia belanja begitu banyak, uang dari mana?!”

Azalea berhenti sejenak. Ia menarik napas dalam-dalam.

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan ego. Ia menoleh dengan senyum tenang.

“Halo,” sapanya sopan.

Nadia tertawa kecil. “Belanjanya banyak sekali. Wah, mantan kamu sepertinya makmur sekali, ya, Reza.”

Reza terlihat canggung. “Sudahlah, Nad.”

Azalea tetap tersenyum. “Alhamdulillah. Rezeki itu sudah ada yang mengatur.”

Nadia mengangkat alis. “Sendiri saja belanjanya?”

“Tidak,” jawab Azalea lembut. “Suami saya sedang menjaga anak-anak di area bermain.”

Kata “suami” diucapkannya dengan tenang, tanpa pamer.

Reza menelan ludah. “Kamu … sudah menikah?”

“Sudah lama,” jawab Azalea singkat.

Petugas kasir memanggil antrean mereka. Azalea maju lebih dulu. Ia membayar semua belanjaannya tanpa ekspresi berlebihan.

Sebelum pergi, Azalea menoleh sebentar. “Semoga puasanya lancar,” ucapnya tulus. Lalu, ia dibantu oleh seorang karyawan mendorong troli itu, menjauh. Tidak ada sindiran atau balasan tajam, hanya ada ketenangan.

Di perjalanan menuju Timezone, Azalea tersenyum kecil.

Ketika sampai di area bermain, Elora langsung berlari memeluknya. “Mommy! Lihat aku dapat tiket banyak!”

Erza ikut mendekat. “Mommy lama sekali.”

Enzo berdiri di belakang mereka. “Semua aman?”

Azalea mengangguk. “Aman.”

Tatapan mereka bertemu. Enzo seolah bisa membaca bahwa ada sesuatu yang terjadi, tapi ia memilih tidak bertanya. Karena yang terpenting, Azalea kembali dengan senyum.

Di tengah hiruk pikuk persiapan lebaran, keluarga kecil itu kembali berkumpul. Azalea sadar, kedamaian bukan tentang siapa yang lebih kaya,

atau siapa yang lebih tinggi gengsinya. Kedamaian adalah saat ia pulang dan ada tiga orang menunggunya dengan rindu. Dan bagi Azalea, itu sudah lebih dari cukup.

***

Bacaan rekomendasi bagi kalian yang cari bacaan komedi yang bikin perut bergetar 😁

1
Dini Anggraini
Enzo Azalea sekarang hamil besar semoga kamu cepat angkat tlv istrimu sebelum semua terlambat seperti jasmine saat itu pendarahan di temukan Erza keesokan harinya saat jasmine sudah meninggal. Karena hamil muda saja gak boleh stress berlebihan bisa keguguran apalagi hamil tua bisa bahaya, jangan mentang2 kamu menyesal telantarkan jasmine kamu juga abaikan tlv Azalea juga. 🙏🙏😍😍😍
Ruwi Yah
jangan sampai kamu kehilangan untuk kedua kalinya enzo kebetulan posisi keduanya sama2 sedang hamil besar
Ariany Sudjana
Enzo penyesalan selalu datang terlambat, dan semoga dengan kamu mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama, dengan mengabaikan Azalea seharian penuh 😄
dewi wijayanti
❤️❤️❤️❤️
Arwondo Arni
berziarah ke makam Jasmin biar hatinya lapang dan Jasmin maafin,mungkin kl kamu cerita Lea kamu akan didiemin Lea Krn mengabaikan kakaknya yg hamil besar
Arwondo Arni
semoga Kel mama Elsa atau Kel kecil Enzo terhindar dr niat jahat karmila
dewi wijayanti
lea❤️❤️❤️
ken darsihk
Pengalaman terdahulu adalah guru terbaik dan untuk itu , belajar lah dari pengalaman itu jangan sampai penyesalan itu hadir lagi
Angkat telpon nya Azalea, Enzo
Esther
Tragis nasibmu Jasmine.
Dan kebenaran baru terungkap saat ini, membuat Enzo hidup dalam penyesalan.
Apa reaksi Azalea kalau tahu kakaknya meninggal, karena kecerobohan Enzo
sunaryati jarum
Lanjuut
ken darsihk
Nah ini dia yng menjadi penyesalan Enzo selama ini , dia tidak mempercayai Jasmine dan itu penyesalan Enzo yng terus menghantui hidup nya
Sugiharti Rusli
semoga apa yang terjadi pada mendiang Jasmine dulu jadi pelajaran yah bagi Enzo, dan beruntung saat sekarang Azalea tertimpa gosip video editan, Enzo bergerak cepat dan cari tahu kebenarannya terlebih dulu dan memang sang istri hanya jadi korban pihak yang tidak bertanggung jawab
Sugiharti Rusli
pengorbanan Jasmine ga sia", meski nyawa nya sendiri jadi taruhannya demi sang putri
vania larasati
lanjut
Sugiharti Rusli
yah pada akhirnya penyesalan datang belakangan bagi Enzo, sebetulnya dia masih beruntung tidak kehilangan Elora juga saat itu,,,
Sugiharti Rusli
dia lebih percaya gambar tak bergerak dibandingkan istrinya sendiri saat itu,,,
Sugiharti Rusli
semua berasal dari praduga sih yah, dan kemarahan menutup pintu hati Enzo saat itu,,,
Susma Wati
untuk kali ini enzo tidak terjebak akan permainan karmila, enzo mendapatkan kebenaran akan apa yang terjadi pada jasmine adalah permainan karmila dan dia teramat menyesal, tapi dengan apa yang menimpa azelea yang di fitnah terkuak sudah kejahatan karmila yang tidak dapat di maafkan oleh enzo dan mama elsa, tapi bagaimana dengan azelea jika tahu kakaknya meninggal karena fitnah karmila dan ketidak percaya an enzo terhadap jasmine yang membuat dia bersedih dan meninggal?
Ita rahmawati
huh dasar Enzo 😏
gimana kalo azalea tau ceritanya,,tp gpp sih azalea kan bijaksana pasti gpp sambil tersenyum menyejukkan 😂
SasSya
💔💔💔💔💔💔😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
sakit hati rasanya
remuk redam
Jasmine 🫂🫂🫂🫂
entahlah!!!
Enzo pantas menyesali semua
tapi ingat!!!
jangan berlarut2 meratapi masa lalu!!!!!
jangan mengulang!
kasih kabar istri di rumah!!!
Azalea khawatir itu
ah!!!!
entahlah!!!!
zo Enzo!!!
tragis sekali nasib Jasmine 🫂🫂🫂🫂😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!