Menjadi anak seorang janda dengan ekonomi pas-pasan tak membuat Cika putus asa dan ia tetap semangat bersekolah,
Dan dengan pribadinya yang tak biasa itu, Cika pun jadi menarik perhatian seorang cowok murid baru yang tampan dan tajir.
Namun, kisah cinta mereka kemudian mengantarkan mereka pada satu pusaran masalah yang terhubung dengan masa lalu.
Apakah kira-kira?
Dan, bagaimana kemudian nasib hubungan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Kakak VS Adik
Dan...
Bisa ditebak, akhirnya sepanjang perjalanan menuju rumah Romi, tampak Cika dan Mas Reno malah langsung lebih akrab,
Keduanya bicara banyak hal tentang Jogja, sebuah kota yang memang menjadi impian Cika untuk menimba ilmu saat kelak lulus SMA,
"Masyarakat di sana sangat ramah, jadi kita sebagai anak rantau terkadang malah tidak merasa sedang jauh dari rumah,"
Kata Mas Reno dari balik kemudi,
Cika yang duduk di kursi kedua mobil tepat di belakang Mas Reno terlihat sampai sedikit mencondongkan tubuhnya agar bisa mendengar apapun yang dikatakan Mas Reno,
Romi sendiri yang duduk di sebelah Kakaknya tampak memasang wajah kesal karena Mas Reno dan Cika malah mengobrol sendiri tanpa melibatkan dirinya,
Ya, bagaimana Romi mau melibatkan diri, bahkan ia belum pernah ke Jogja lagi selain saat pertama mengantar Mas Reno pindahan,
Romi duduk bersandar dengan malas, matanya menatap lurus jalanan yang ada di depan sana,
Kadang jalanan kosong, kadang bagian mobil orang yang menyalip, kadang truk yang sering ditempel gambar dan tulisan nyeleneh, kadang juga sepeda motor,
"Aku jatuh cinta pada Jogja karena Jogja salah satu daerah yang masih mampu menjaga budaya, semacam Bali juga begitu,"
Kata Cika,
Mas Reno mengangguk,
"Ya Cik, kamu benar, mereka memang menjaga budaya dengan baik, bukan hanya itu, tata kehidupan masyarakatnya juga masih banyak yang mengikuti ajaran-ajaran orangtua dulu, dari sopan santun, kekerabatan, kepedulian, gotong royong,"
"Padahal di sana banyak wisatawan asing yang berdatangan ya, tapi anehnya mereka malah tidak terpengaruh, kadang kota lain yang jarang ada wisatawan asing masuk, malah banyak yang terpengaruh gaya hidup mereka,"
Kata Cika benar-benar tak bisa menutupi kekagumannya akan Jogja,
Mas Reno tersenyum,
"Sebetulnya mungkin karena mereka belum pernah melihat orang asing seperti apa sebetulnya, akhirnya malah jadi ikut-ikutan saja yang ada di TV semacam film atau misalnya mengira-ngira, padahal jika melihat yang aslinya belum tentu mereka begitu,"
Kata Mas Reno,
Cika pun mengangguk setuju,
"Ya seperti melihat artis A menampilkan kehidupan yang seolah bergelimang harta, mudah belanja barang-barang mewah lalu dipakai, padahal itu hanya endors yang nantinya akan menarik banyak kalangan jetzet untuk membeli barang yang sama, korbannya adalah masyarakat yang tidak tahu jika itu hanya iklan terselubung, bisnis, mereka memaksakan hidup seperti itu juga,"
Tambah Mas Reno panjang lebar,
Cika tampak tersenyum, kedua mata beningnya seolah berbinar-binar karena merasa kagum dengan Mas Reno yang sejak tadi seperti selalu sepemikiran dalam banyak hal dengan Cika,
Romi yang melihat Cika dan Mas Reno terus bicara banyak hal, kini tampak kembali menghela nafas,
Ia benar-benar merasa sudah seperti obat nyamuk Raja Kong yang duduk menemani pisang-pisang mengobrol,
Sampai kemudian mereka sampai di rumah Romi, terlihat Cika dan Mas Reno masih bicara tanpa melibatkan Romi,
"Ini sudah sampai Cika,"
Kata Mas Reno menepikan mobilnya di depan pagar sebuah rumah berukuran cukup besar,
Rumah yang terletak di tengah komplek perkampungan biasa, bukan perumahan yang jarak satu rumah dengan rumah lainnya terlihat terlalu menempel,
Cika pun cepat mempersiapkan wadah kue kecil yang memang sengaja dipisahkan untuk dicicipi langsung oleh Mama Romi,
"Wadah-wadah kue yang banyak itu ditinggal saja Cik, tidak usah dibawa turun, nanti pulangnya Mas antar,"
Kata Mas Reno,
Mendengarnya, Romi tentu saja langsung panik tidak jelas,
"Mas kan katanya tadi ada temannya dari Jogja, nanti Romi saja yang antar,"
Ujar Romi,
Mas Reno menggeleng,
"Mereka tidak jadi mampir hari ini, mereka mampir setelah pulang dari Cirebon,"
Kata Mas Reno sambil melepas sabuk pengaman, lantas mengajak Cika turun,
Romi cepat melepas sabuk pengamannya juga, dan buru-buru turun menyusul Mas Reno yang berjalan beriringan dengan Cika menuju ke rumah sambil mengobrol akrab,
Romi yang berjalan terburu lantas menyelip di antara Mas Reno dan Cika, yang membuat keduanya tentu saja sampai terhuyung nyaris jatuh,
"Cik, kamu nanti pulang sama aku saja, sekalian aku mau beli pulsa,"
Kata Romi,
"Pulsa nanti Mas belikan,"
Sahut Mas Reno sambil mengulum senyum, Romi memandangi Mas Reno dengan mata membulat seolah protes kenapa kakaknya itu selalu mengganggu sejak tadi,
Sementara Cika yang melihat ekspresi Romi tampak begitu kesal tapi tak berani memarahi kakaknya akhirnya jadi ingin tertawa,
Mereka baru akan menuju pintu utama rumah saat si Mbok keluar dari pintu samping membawa plastik sampah dari dapur,
"Mbok, Mama ada kan?"
Tanya Mas Reno,
"Mama ada lagi di ruang makan baru selesai masak,"
Jawab si Mbok, yang lantas kedua matanya melihat ke arah Cika di sebelah Romi,
Tampak Si Mbok tersenyum ke arah Cika yang membungkuk sopan kepadanya, sosok gadis cantik yang baik,
Tak heran jika Nyonya besar sepanjang hari ini terus membicarakannya, yang walaupun belum pernah bertemu sebelumnya tapi tampaknya sosok Cika sudah membuat sang Nyonya jatuh hati,
"Ayuk Cika,"
Kata Mas Reno mengajak Cika masuk lewat pintu utama,
Tapi Romi yang kali ini tidak mau kalah lagi, langsung menarik tangan Cika menuju pintu samping di mana tadi si Mbok keluar dari sana,
"Lewat sini lebih cepat,"
Kata Romi yang membuat Mas Reno tak lagi bisa menahan tawa melihat kelakuan adiknya,
Cika sendiri tak bisa menolak ditarik-tarik masuk melewati pintu samping karena sepanjang jalan dari sekolah ia melihat wajah Romi sudah benar-benar dibuat bete, yang membuat Cika jadi tidak enak jika harus lebih mengerjai lagi.
...****************...
gapapa lah yang penting Cika dan Romi udah bahagia,kalau aja semua hidup bisa sesimple itu yaa hihi
buruan bantuin s Cika
kasihan noh tas nya pda somplak pda awur awuran buku nya ge