Dikhianati. Ditinggalkan. Ditindas.
Itu yang Miracle dapat setelah 5 tahun berjuang untuk Morgan mantan suaminya.
Tapi Miracle bukan wanita yang bisa diinjak lalu dibuang. Tiga tahun kemudian, namanya jadi momok di dunia bisnis. Dia kembali bukan untuk balikan. Dia kembali untuk membeli perusahaan itu. Dan untuk membuat Morgan berlutut di hadapannya.
Siapkah kamu menyaksikan seorang "Mantan Istri" merebut kembali tahtanya?
Kita ikuti sepak terjang mantan istri CEO...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.16. Hujan Petir
Pukul. 18.40 WIB.
Akibat hujan intensitas tinggi disertai angin cukup kencang, sehingga mengakibatkan pohon perindang di pinggir jalan ada yang tumbang. Hujan seolah tumpah dari langit, deras sekali. Beberapa ruas jalan terpaksa di tutup oleh Dishub, menyebabkan kemacetan total.
"Aku mau naik gojek saja, tolong kamu bawa saja mobilnya pulang. Takutnya aku telat meeting." ucap Miracle, ia terpaksa turun dari mobil berusaha mencari gojek.
"Boss, hujannya deras sekali nanti bos basah kuyup."
"Tidak apa-apa..." sahut Miracle. Udara dingin menyambar tubuhnya membuat Miracle menggigil. Payung tidak ada gunanya tetap saja pakaian Miracle basah kuyup.
Kalau sudah musim hujan, hari-hari terasa semakin menyebalkan. Kilat sekali-sekali menyambar. Angin kencang menyebabkan pohon perindang tumbang.
Miracle berlari ke ojek online, tiba-tiba ada jas nutupin kepalanya. Wanginya... familiar banget. Miracle spontan menoleh.
"Giovanni Mahendra...."
"Mari aku antar..." ucap Gio menarik tangan Miracle. Tanpa pikir panjang Miracle ikut dengan Gio. Mereka berdua naik motor lewat jalan pintas. Pakaian mereka sudah basah kuyup.
"Ini mau kemana?" tanya Miracle setengah berteriak, suaranya hilang di timpa hujan.
Sekitar sepuluh menit Gio masuk ke sebuah Apartment. Motor ia parkir begitu saja.
"Sepertinya kita perlu mandi dan ganti baju. Setelah itu aku akan mengantar mu ke kantor jangan merasa bersalah, aku yakin karyawan ada yang tidak kerja, macet di jalan."
"Tidak apa-apa, kita sudah berusaha tapi hujan membuat masalah."
"Mari masuk jangan sungkan, disini tidak ada keluarga ku, hanya ada bibi..."
"Oke... makasih kamu sudah menyelamatkan aku dari kepungan hujan."
"Kenapa basah-basahan, Tuan?" seorang wanita paruh baya datang memberi handuk.
"Tadi hujannya lebat sekali, terpaksa pergi pakai motor supaya tidak kena macet. Ini hasilnya kita jadi basah kuyup."
"Bi..ini nona Miracle, dulu pacarnya Arka, tolong di urus."
"Ya Tuan, nona kesini saya antar...."
"Nona ini kamar Tuan muda Arka, boleh di pakai, sudah ada pakaian wanita di Walk-in closet. Segalanya sudah disiapkan."
"Maksud bibi apa?"
"Ceritanya panjang nona. Tuan muda Arka mencintai jodoh masa kecilnya, tapi jodohnya itu lari dengan pemuda miskin. Akhirnya Tuan muda patah hati dan bunuh diri."
"Ohh...aku minta maaf..." ucap Miracle. Ia merasa bersalah menyakiti hati Arka.
"Itu bukan kesalahan nona, kejadian itu lima tahun yang lalu. Untung Tuan muda Giovanni Mahendra msu pulang dari luar negeri, kalau nggak Nyonya besar Mahendra sudah putus asa mengelola bisnisnya."
Cerita bibi membuat Miracle nervous, ia tidak menyangka keputusannya lari dengan Morgan membuat Arka bunuh diri. Jika ada lain kali, Miracle akan mengabdikan hidupnya kepada keluarga Arka.
Kamar Arka sangat luas, Dimana-mana ada fotonya. Hati Miracle semakin sakit saat ia melihat Walk-in closet dengan nama Miracle. Seluruh pakaian di dalam almari ukurannya pas dengan tubuhnya. Sepatu, aksesoris di peruntukan padanya.
Miracle terpaksa mandi keramas lagi karena badannya basah kuyup. Ia memakai pakaian kerja putih hitam dengan sepatu senada.
Gio sudah menunggunya di ruang tamu dengan dua cangkir teh jahe kesukaannya.
"Gio..kamu sengaja membawa aku kesini dan pakaian kita seperti couple."
"Jangan berpikir macam-macam, aku cuma nggak mau kamu kehujanan dan sakit. Dan kebetulan apartemen Arka paling dekat .."
"Ohh..begitu rupanya. Aku tidak tahu kalau Arka ...."
"Tolong jangan di ungkit masalah kakak ku, dia sudah tenang disana."
"Maafkan aku..."
"Ini teh jahe supaya kamu tidak masuk angin, mumpung masih panas."
"Makasih Gio..."
"Jangan sungkan, kalau kamu butuh sesuatu bilang padaku. Jika ada waktu kamu boleh main kesini, Arka pasti senang melihatnya."
"Aku akan datang seminggu sekali." sahut Miracle. Kesedihan tergurat di wajahnya, ia baru tahu Arka secinta itu padanya."
"Aku pegang janjimu." ucap Gio sambil menyesap teh jahenya. Bibirnya mengulas senyum dendam.
Giovanni Mahendra, putra kedua dari nyonya Devi Mahendra dan Bapak Richard Mahendra. Lajang, umur 29 tahun CEO Nusantara Corp. Dari lima tahun ia sudah bersumpah akan balas dendam kepada Miracle, pacar Arka.
Dia akan mendekati Miracle dengan pelan dan hati-hati. Perlu dikadi kesan yang dalam supaya Miracle merasa bersalah yang besar terhadap keluarga Arka. Kemudian ia akan memperlakukan Miracle seperti Ratu, setelah Miracle terpikat dan jatuh cinta padanya, dia akan meninggalkannya dalam keadaan hamil besar. Sempurna. Ia memang genius, idenya selalu cemerlang.
"Gio, hujan agak reda mari kita pergi. Aku naik taxi saja ya, kamu boleh langsung ke kantor."
"Mira..rambutmu basah, aku keringin pakai hair dryer..."
"Tidak apa-apa semua tahu aku kehujanan."
"Aku anterin. 15 menit pasti sampai, semoga tidak macet."
Miracle dan Gio naik ke mobil. Sepanjang jalan hening. AC dingin. Kaca berembun. Gio nyalain penghangat. Kemudia ia nyodorin tissue. Miracle ngelap kacanya pelan.
"Takutnya kamu demam." ucap Gio, matanya memandang lurus ke depan.
"Gapapa. Aku yang salah bikin kamu dan keluargamu kehilangan Arka. Aku tidak menyangka tindakan ku membawa duka dan sangat fatal."
"Sudah...sudah..yang penting kamu bahagia atas pilihanmu. Dulu aku sempat kesal karena kamu tidak datang saat kami butuh kehadiranmu disisi jasad Arka. Tapi kamu tega..."
Tess...Tess...
Air mata Miracle bergulir jatuh tanpa bisa ditahan. Perasaannya sangat kacau dan sulit dijelaskan. Ia menyesal.
"Gio..aku akan memberi kamu kompensasi, berapa kamu minta aku akan bayar."
"Mira...kamu menghina ku, aku orang kaya, untuk mengeluarkan satu triliun hanya butuh berapa detik. Bukan itu yang aku mau...."
"Katakan apa yang kamu mau, aku akan berusaha mewujudkan."
"Aku ingin kamu menuruti wasiat terakhir Arka. Semua ini aku lakukan demi kakak, supaya kamu mau menolong jiwa kakak yang masih menderita di Alam sana."
"Wasiat apa....kamu sudah membaca surat wasiat itu?"
Giovanni mengeluarkan amplop coklat dari dasboard dan memberikan kepada Miracle.
*Miracle sayang, walaupun aku sangat cinta padamu, tapi aku rela tudak kamu pilih. Semenjak kamu menikah aku terpuruk tidak bisa hidup lagi. Jika suatu hari nanti kamu cerai, tolong menikahlah dengan Giovanni, adik ku. Supaya keluarga kami tidak terlalu sedih. Arka Mahendra*
Miracle kaget saat membaca surat wasiat itu, dadanya berdebar kencang. Ia tadi cepat berjanji untuk memenuhi permintaan Gio dan keluarganya.
"Gio..."
"Ya...kamu keberatan, mungkin kami tidak layak di matamu. Yach...nasib ku memang buruk, untuk berbakti kepada Arka punah sudah." Potong Gio putus asa.
"Gio, aku akan menuruti isi surat wasiat itu. Aku rela mengorbankan segalanya demi menyenangkan hati Arka."
"Trimakasih sudah mau mengerti, setelah 5 tahun Arka menunggu keputusanmu, akhirnya terwujud apa yang Arka inginkan."
"Kantornya sudah sampai, nanti aku jemput kamu ya, mulai sekarang kita membiasakan diri, mulai dari antar jemput, makan malam berdua atau kamu tinggal di Apartment Arka." ucap Gio membuka pintu mobil.
"Aku turun dulu." ucap Miracle berusaha tersenyum.
"Jangan lupa minum obat kalau kamu demam atau flu..."
Tiba-tiba Morgan ada di depan mereka, sikap pria itu sangat aneh.
*****
ini yang namanya ingat wajah ea ingat rasanya....
tapi rasa itu tak selalu nyaman....