NovelToon NovelToon
Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Floravest

Perubahan signifikan dari sikap suami, membuat Azalea curiga dan mulai menaruh perhatian pada gerak-gerik Ramdan.

Biasanya yang pulang kerja menyambut dengan senyuman hangat, kini cuek dan mengabaikannya. Azalea mulai meneliti setiap kelakuan suaminya.

Ia yang di cap mandul oleh mertua, membuatnya memilih mengakhiri pernikahan 2 tahun ini. Dan pulang ke rumah. Namun di rumah pun ia ditolak, alhasil ia luntang-lantung di jalanan.

Bagaimana kisah Azalea kelanjutannya? Kita kuak balik ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Floravest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sifat asli Ramdan

Pandangan Ramdan langsung berubah kosong, ia tatap pias mata yang begitu dingin menelisik setiap inci dirinya. Seolah tak ada lagi cinta yang tersisa dari segala yang terjadi.

Ramdan raih tubuh Aza cepat, memeluknya begitu erat sambil menjerit, "Aku tak mau, Aza! Aku tak ingin bercerai! Aku sudah membatalkan pernikahan dengan Mia! Aku tidak bisa kehilanganmu aku mohon!"

Aza tak bergeming, pandangannya dingin dan kosong, membalas pelukan Ramdan pun tidak. Sampai akhirnya ia turunkan tangan Ramdan dengan paksa.

"Bersikaplah lebih dewasa, mas. Setelah semua yang terjadi apa kau masih pantas menjadi suamiku?"

Ramdan menggeleng kuat, menatap pias mata yang menyiratkan kebencian itu. Ia langsung berlutut, memeluk kedua kaki Aza dengan erat, menangis histeris memohon pengampunan.

"Aku tau, Aza! Aku tau aku jahat! Aku sudah menghianatimu. Tapi aku mohon beri aku kesempatan, aku akan berubah! Aku janji! Aku tidak akan menyakitimu lagi!"

Aza tertawa getir, berdecih malas mendengar ucapan tak berbobot itu, "Kau berbohong, Mas. Mulutmu jauh lebih sampah dari pada sampah itu sendiri."

Ramdan semakin panik, ia makin erat memeluk kaki Aza hingga membuat wanita itu merasa risih dan hampir terjatuh.

"Lepaskan aku Ramdan!" kini tak ada lagi embel mas diawal namanya.

"Tidak! Aku tidak akan melepaskanmu! Aku suamimu, dan selamanya akan tetap menjadi suamimu, Aza!"

Aza memutar bola matanya, memijit dahinya yang terasa pening. Ia sudah tak tahan lagi sekarang. Semakin dilihat dengan mata terbuka, Ramdan semakin menyebalkan. Ia sentak tangan Ramdan dengan cepat, mundur memberi jarak.

"Aku bilang kita bercerai sekarang! Aku tidak mau tau aku tidak mau lagi berstatus menjadi istrimu!"

Ramdan tertegun, ia tatap kosong manik tajam yang menusuk tubuhnya itu. Sebelum akhirnya ia tertawa miring, bangkit perlahan dengan tatapan sinis ke arah Aza. Membuat wanita itu spontan tegang, namun tetap berdiri kokoh tanpa memperlihatkan bahwa ia cukup terintimidasi.

"Kau ingin sekali bercerai denganku, Aza. Apa karena pria itu? Mantanmu? Kau ingin kembali bersama dia begitu? Heyy...sadarlah posisimu! Kalau kau bercerai denganku itu kau berstatus janda! Apa kau tidak malu? Mengincar perjaka sementara dirimu sendiri sudah sering kutiduri?"

DEG!

Jantung Aza langsung berhenti berdetak. Menatap kosong pria asing di depannya.

Ia tak mengira, Ramdan bisa mengeluarkan kata sekeji itu padanya. Setelah tadi ia memohon dan menangis. Kini dirinya kembali menunjukkan sifat aslinya yang brengsek itu.

Ramdan terkekeh, tersenyum miring, berjalan mendekat perlahan ke arah Aza, "Kenapa? Apa aku salah? Ayolahh...Aza. Dari awal sampai akhir, kau hanya milikku. Cuma aku yang bisa menidurimu!"

PLAKK!!

Tamparan kuat mendarat tepat di pipi Ramdan. Hingga wajahnya tertoleh ke samping. Rahangnya nyaris geser Aza buat. Baru pertama kali ini Aza menampar dirinya. Membuatnya naik pitam.

Ramdan kembali menatap Aza dengan kilatan tajam. Senyum miring itu kembali terbit, "Kenapa? Ahh....kau sudah lebih sadar sekarang? Bagus. Memang harus seperti itu. Kau cuma janda, Aza. Itupun mandul. Kau mandul dan tidak bisa memberi keturunan. Mungkin pria yang cinta mati padamu itu bisa menerimanya. Tapi bagaimana dengan keluarganya? Harusnya kau belajar dari rumah tanggamu yang hancur itu karena apa—"

"CUKUPP!!" Teriak Aza gemetar, menutupi telinganya kuat.

Sekarang ia benar-benar benci dengan Ramdan. Ternyata pria itu tidak jauh lebih baik dari Dewa. Aza sekarang baru menyadari, Ramdan tak ada apa-apanya. Ia hanya pria bermulut manis dengan topeng dimana-mana.

"Cih, sekarang aku malas denganmu. Baiklah, aku akan menandatangani surat perceraian kita. Lagian aku sudah bosan juga. Apalagi dengan perempuan mandul sepertimu."

Aza merunduk dalam, menahan tangis yang semakin menggila. Tubuhnya luruh, berjongkok meringkuk memeluk tubuhnya yang mungil itu sendirian. Menangis lirih.

Ramdan memutar bola matanya. Ia rapihkan dengan kasar bajunya yang kusut itu, "Ingatlah, Aza. Semua pria ingin memiliki keturunan. Jika kau tidak bisa, mau pria sebaik apapun pasti akan bosan dan mencari wanita lain. Aku tidak ingin kasar sebenarnya, tapi rasanya jika aku berlama-lama disini mungkin aku tidak bisa menahannya lagi."

"Lihat, aku tidak main kasar kan? Jadi aku bukan pria bajingan, camkan itu!"

Ramdan lekas pergi dari sana. Sementara Aza masih meringkuk sendiri, menangis meratapi rasa sakit yang ia terima itu bertubi-tubi.

Ia tak mengira, kata-kata itu akan sangat menusuk hatinya. Begitu menyakitkan hingga ia hampir ingin membunuh Ramdan sekarang juga.

Memangnya siapa yang ingin terlahir mandul? Semua wanita juga ingin memiliki keturunan. Bukankah itu takdir? Lalu kenapa kalian mengolok seolah itu aib? Orang tidak akan menyadari jika tidak berada di posisi yang sama. Mengolok-olok seolah itu hiburan receh yang pantas dibuat bahan bercanda.

Aza benar-benar benci sekarang. Benci yang semakin membuat hatinya ingin merobek mulut tidak berguna itu.

Sementara Dewa tidak benar-benar pergi. Ia masih menunggu, dengan bodoh, seolah Aza akan kembali lagi padanya. Tangannya mengepal sedari tadi. Kakinya menghentak seolah tak sabar untuk menunggu lebih lama.

"Kenapa mereka bicara lama sekali?!" geramnya kesal.

Sampai akhirnya ia menoleh ke arah tempat Aza pergi semula. Tatapannya langsung terpaku pada Ramdan yang kembali muncul dengan raut wajah kesal dan jengkel itu.

"Lea!"

Dewa segera turun dari mobil. Berlari ke arah tempat mereka dua berbicara empat mata. Dewa panik sekarang, ia takut terjadi apa-apa dengan Aza.

Sampai akhirnya ia melihat sendiri, kondisi Aza yang begitu memprihatinkan. Menangis sendirian sambil memeluk lututnya sendiri berharap semua kembali normal.

"Lea..." lirih Dewa, menatap nanar Lea, menoleh ke belakang dengan tatapan tajam, "Bajingan itu!"

Dewa segera menghampiri, berjongkok di depan Aza dengan tatapan penuh rasa khawatir dan cemas. Sampai akhirnya Aza menghambur ke pelukannya, memeluknya dengan terisak hebat.

Tatapan Dewa langsung berubah dingin ke arah belakang, menatap tempat dimana Ramdan berdiri tadi, "Bajingan tengik itu! Aku pasti akan membunuhnya!"

Ia hendak bangkit, namun Aza menahannya, memeluknya dengan erat sambil menggeleng lemah.

"Aku mohon tetap disini, Dewa. Jangan pergi." rintihnya dengan suara gemetar.

Dewa tatap pias wanita yang menangis hebat di pelukannya itu. Balas memeluknya erat, mengecup kening Aza lembut, lalu meraih pucuk kepala Aza, menariknya ke dalam pelukannya.

"Aku tidak tau apa yang kalian obrolkan. Tapi aku tidak akan terima kau diperlakukan seperti ini, Lea. Aku benar-benar sakit melihatnya." rintih Dewa.

Tangis yang tertahan itu langsung pecah. Menjadi suara rintihan yang begitu menyayat. Dewa tak menyalahkan, ia justru menguatkan, menyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja.

"Tenanglah, ada aku disini. Cerita saat hatimu sudah lebih lapang."

Aza terisak, ia semakin mengeratkan pelukannya pada Dewa, "Aku benar-benar takut, Dewa."

1
anggita
ikut ng👍like, kasih iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Floravest🔥: aamiin makasih kakak🤗
total 1 replies
anggita
di novel, tiap pintu dibuka pasti... ceklek😅, ora tau grobyak, bruuak dll
Floravest🔥: nanti jadi aneh😂
total 1 replies
Dynhz
bagus bgt🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!