NovelToon NovelToon
Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest
Popularitas:345.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Tri Astuti Fatmawati

Kita semua tahu, bahwa kehidupan yang terjadi dimuka bumi ini sudah ada yang mengatur. Begitu juga dengan yang nama nya "JODOH ".

Siapa yang tahu akan kehidupan dimasa yang akan datang, pasti manusia ini hanya bisa mengatur rencana seindah mungkin. Akan tetapi, Allah lah yang akan menentukan akhir dari rencana indah itu.

Seperti kisah seorang guru Agama di Sekolah Menengah Atas, dia bernama Bulan. Kisah cintanya tak semulus ilmunya, dia sudah merencanakan pernikahan yang di dambakan. Akan tetapi takdir berkehendak lain, rencananya itu hanya tinggal rencana. Di karenakan, calon suaminya harus mengalami kecelakaan. Betapa hancur hatinya saat itu, tapi dia harus tegar dan ikhlas menghadapi semuanya.

Tapi Bulan juga tak menyadari jika ada seorang pemuda yang sungguh mengaguminya, pemuda itu jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi sayang, cintanya harus kandas sebelum di ungkapkan.

Begitulah takdir, tiada yang tahu akan alur ceritanya.

Untuk cerita lebih lanjut, mari kita simak kisah cinta mereka di Novel Ustadzah, I Love You.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Astuti Fatmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Bahagia Berubah Duka

Ciiiiit

Bruuuk

Suara tabrakan keras sekali, ternyata ada kecelakaan lalu lintas. Mobil truk remnya blong, dan menabrak sebuah Minibus. Orang berbondong bondong mendatangi tempat kejadian, mereka melihat Minibusnya ringsek. Dan beberapa orang berusaha menolong penumpang yang ada di dalamnya. Sedangkan sopir truk, mencoba kabur. Namun dapat di gagalkan oleh para warga yang ada di sana.

" Adnaaaaan " Bu Della teriak histeris melihat mobil yang ditumpangi anaknya tertabrak.

Ternyata mobil yang kecelakaan itu adalah mobil yang ditumpangi Adnan dan sopirnya, mereka mengendarai mobil yang berbeda beda. Mereka berjalan secara beriring iringan, kebetulan mobil manten berada paling depan.

" Aw sakit " Bulan tiba tiba memegangi dadanya dan merasakan sakit.

" Kamu kenapa dek? " Alesa tampak cemas.

" Enggak tahu ne mbak, tiba tiba dadaku sakit " Bulan masih memegangi dadanya.

" Sebentar ya dek, mbak ambilkan minum dulu " Alesa berlalu dari kamar Bulan.

" Lan, kamu baik baik saja? " Lela ikutan cemas juga, karena dari tadi memang Lela bersama dengan Bulan.

Alesa masuk membawa minuman hangat, dan diikuti ibunya juga masuk ke dalam kamar.

" Minum dulu dek " Alesa memberikan gelas berisi air tersebut.

" Nduk, kamu kenapa? Kamu sakit? " Bu Nisa tampak cemas sekali.

" Ndak tahu ne bu, tiba tiba saja dada Bulan sakit. Kira kira ada apa ya bu? " Bulan pun merasa cemas sekali, karena dia takut akan terjadi sesuatu.

Sekarang sudah menunjukkan pukul 10.30, akan tetapi mempelai pria tak kunjung datang juga. Para tamu yang hadirpun sudah mulai gelisah, ada apakah gerangan itulah pikir mereka.

" Kak, kok acaranya belum mulai? Inikan sudah jam 10 lewat? " Bunga pun ikut penasaran.

" Sssttt, calon suami nya belum datang kayak nya " jawab Bintang, dia tahu karena dari tadi dia mendengarkan orang orang di sekitarnya ngobrol.

......................

Adnan dan sopirnya langsung dilarikan ke Rumah Sakit terdekat, mereka berdua sama sama sudah bersimbah darah dan tak sadarkan diri.

Iring iringan nganten yang tadinya akan ke rumah Bulan, menjadi iring iringan ke Rumah Sakit. Bu Della tak henti hentinya menangis, bahkan ia sempat pingsan sebentar. Pak Iman mencoba menenangkan istrinya, sedangkan si kembarpun ikut menangis sesenggukan di dalam mobil orang tuanya yang sedang menuju ke Rumah Sakit.

Sesampainya di Rumah Sakit, Adnan dan sopir langsung di bawa ke ruang ICU. Karena keadaan mereka yang terlihat kritis, kini bu Della sedang di peluk oleh anak kembarnya. Sedangkan pak Iman menyuruh salah satu keluarganya untuk menghubungi keluarga pak Soleh, karena mereka pasti sedang menunggu kedatangannya.

Pak Iman sendiri sedang mengurus administrasi Rumah Sakit dan keperluan lainnya.

" Adnan, Adnan " Bu Della terus menyebut nama anaknya yang sedang tak berdaya di ICU itu.

" Bu, mas Adnan gimana? " Gina tak kalah cemas tentang kakaknya.

" Sudah Bu, Gina, Gani kalian jangan terus begini. Lebih baik kita berdoa, semoga Adnan dan pak Jon baik baik saja. " Pak Iman menenangkan istri dan anak anak nya.

Kediaman Bulan

Setelah menerima telepon, pak Soleh langsung terduduk lemas di kursi yang ada di belakangnya saat itu. Boni yang sadar akan keadaan bapak mertuanya langsung menghampirinya, dan mengambil HP yang masih menyala tersebut. Sambil memegangi mertuanya, dia juga menjawab telepon tersebut.

" Hallo assalamu'alaikum, ini siapa? Dan ada apa? " Boni tampak cemas juga.

" Wa'alaikumussalam, maaf mas. Kami hanya ingin memberi tahu, bahwa Adnan kecelakaan. Dan sekarang sedang berada di Rumah Sakit, makanya kami belum sampai ke sana " Jelas seseorang di telepon tersebut.

" Apa? Kecelakaan? Innalillahi. Pak, tolong kirimkan alamat Rumah Sakitnya ya " Betapa terkejutnya Boni.

" Baik mas, " Sambungan telepon pun terputus.

Beberapa orang yang mendengar ucapan Boni langsung mendekatinya, dan mereka bertanya siapa yang kecelakaan. Boni pun meminta kepada mereka untuk mengumumkan, pernikahannya ditunda dulu. Karena ada kecelakaan, begitulah kira kira titahnya. Karena pak Soleh tak mungkin mengumumkannya sendiri, pasalnya pak Soleh masih syok dan lemas sekali.

Boni dan pak Soleh pun masuk di bantu beberpa orang, untuk memberi tahu keluarga yang di dalam.

Alesa yang baru keluar dari kamar Bulan terkejut melihat suaminya memapah bapaknya, ia pun menghampiri suami dan bapaknya.

" Bang, bapak kenapa? " Alesa bertanya sambil memegangi bapaknya.

" Ibu mana? " Boni bukannya menjawab, malah menanyakan ibunya.

" Ada apa Bang, mana keluarganya Adnan? Kok belum datang juga, ini sudah hampir siang loch. Kasian para tamu dan pak penghulu sudah menunggu. " Oceh alesa tiada henti, tanpa memberi kesempatan pada Boni untuk menjelaskan.

" Makanya, kamu tolong panggilkan ibu sama Bulan ya " Titah suaminya.

" Baiklah " Alesa kembali kekamar Bulan

" Bu, dek, kita keluar dulu yuk. Katanya Bang Boni mau ngomong " Alesa mengajak ibu dan adeknya keluar.

Tanpa bertanya apa apa, bu Nisa dan Bulan ikut keluar. Lela pun ikut serta dengan mereka.

" Bon, bapak kenapa? Kok lemes gini? Dan kamu mau ngomongin apa? " Bu Nisa mencecar beberapa pertanyaan kepasa menantunya.

" Baik semuanya, bapak sekarang lagi syok. Karena ada kabar yang tidak bagus..." Boni diam, dia rasanya tidak sanggup mau cerita.

" Kabar apa bang? " Bulan yang dari tadi diam, ikut bersuara.

" Tapi, kalian semua harus janji. Kalau aku sudah ngomong, kalian harus sabar " Boni masih ragu untuk menyampaikannya.

" Ada apa bang, cepetan ngomong " Desak Alesa.

" Adnan kece-...Adnan kecelakaan " Boni pun akhirnya memberitahu mereka.

Sontak mereka yang sedang berada disana langsung kaget semua.

" Bang, kamu serius? " Alesa memastikan. Dan Boni hanya mengangguk saja.

Bulan, tidak bersuara. Akan tetapi, air matanya langsung mengalir begitu derasnya. Dia sedang di peluk oleh Lela, sedangkan Bu Nisa histeris sendiri.

" Siapa yang mau ikut ke rumah sakit? " Boni menawarkan pergi ke rumah sakit.

" Bapak ikut nak " Jawab pak soleh dengan lemas.

" Bapak yakin? " Boni memastikan. Pak Soleh mengangguk, pertanda ia baik baik saja.

" Aku juga ikut? " Bulan ikut bersuara.

" Tapi dek, apa kamu yakin? " Alesa menanyakan kebenarannya.

" Iya mbak, aku yakin. Aku pengen lihat kondisi mas Adnan " Bulan berusaha tegar, meski hatinya hancur.

Tiba tiba Bunga masuk ke dalam rumah, dan langsung memeluk ustadzahnya.

" Ustadzah yang sabar ya, aku yakin ustadzah kuat " hibur Bunga.

" Makasih Bunga, Insya Allah ustadzah kuat " Bulan memaksakan senyuman, meski air mata terus mengalir.

" Ustadzah mau kemana? "

" Ustadzah mau ke Rumah Sakit Bunga, "

Bintang yang mendengar kalau keluarga Bulan mau ke Rumah Sakit, dia berinisiatif memberi bantuan.

" Permisi, saya kakaknya Bunga. Boleh kami antar ke Rumah Sakit? " Bintang menawarkan bantuan.

Tidak ada pilihan, mereka menyetujui tawaran itu. Karena tidak mungkin mereka ke Rumah Sakit dengan hanya satu mobil, jadi mereka dengan senang hati menerimanya.

Akhirnya mereka semua pergi menuju Rumah Sakit yang sudah di kirim alamtnya tadi, di dalam perjalanan ke rumah sakit semua diam membisu. Hanya ada isakan tangis yang terdengar.

Bagaimanakah keadaan Adnan?

Dan bagaimana dengan pernikahan mereka?

Mohon dukungannya ya teman teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.

1
Moh Yasin
ini si bulan bentar" mewek cengeng ya
Moh Yasin
lanjuut
Moh Yasin
goll
Moh Yasin
sosweet
Moh Yasin
sosweeet
Moh Yasin
🥰🥰🥰
Moh Yasin
malu malu terus ih si bulan
Moh Yasin
🤩🤩🤩🤩
Moh Yasin
hadduh pas dag dig dug nih
Moh Yasin
woww kerreen
Moh Yasin
lanjut
Moh Yasin
makin seru nih
Moh Yasin
lanjuut
Moh Yasin
waalaikum salam
Moh Yasin
aku suka banget ceritanya mks thor
Moh Yasin
jadi terharu juga 😭😭
Moh Yasin
bapakmu udah ngasih lampu hijau lan yuk gas lah
Moh Yasin
ayolah gas
Moh Yasin
ayo ah gercep bin
Moh Yasin
Terima terima
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!