NovelToon NovelToon
Menikahi Duda Kaya Raya

Menikahi Duda Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Dinzy Aurora, gadis berusia 21tahun yang hidup sebatang kara di Ibukota, mengadukan nasibnya berharap memiliki kehidupan yang layak. Saat ini Dinzy baru saja lulus dari kampus terbaik di kota tersebut, mendapatkan gelar cumlaude bukan berarti Dinzy bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Setalah 2 bulan menerima Ijazahnya, Dinzy belum juga mendapat panggilan wawancara kerja. Dan selama 2 bulan tersebut sambil tetap mencari pekerjaan baru, Dinzy masih bekerja di sebuah coffee shop. Selama Dinzy tinggal di Ibukota, Dinzy memang melakukan pekerjaan paruh waktu untuk menyambung hidupnya, meskipun Dinzy mendapatan beasiswa dan juga biaya hidup, namun itu tidak menghalangi Dinzy untuk tetap bekerja. Dinzy tumbuh di sebuah panti asuhan di pesisir Ibukota. Ia tidak mengenal siapa Ayah dan Ibunya. Meskipun ia sangat penasaran, tapi pihak panti juga tidak bisa membantu Dinzy karena saat itu, Ibunya Dinzy hanya menyerahkan Dinzy begitu saja dan meninggalkan Dinzy di panti asuhan tersebut. Hanya nama yang Dinzy terima dari Ibunya, nama pemberian dari sang Ibu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Ting! ponsel Dinzy berdering

 

"Din, bisa ketemu hari ini?" - Arka

"Gak bisa" - Dinzy

"Gak lama din, cuma mau mengirimkan undangan" - Arka

"Di kirim saja. Aku sibuk" - Dinzy

"Aku tunggu kamu di depan rumah" - Arka

 

Dinzy menghela nafasnya, dia benar-benar tidak ingin bertemu dengan Arka. Semua tentang Arka sudah Dinzy kubur dalam-dalam.

 

"Kamu kenapa sayang?" tanya Luca

 

"Arka, mau kirim undangan"

"Mantan kamu?"

 

"Iya..." jawabnya lirih.

 

"Terima saja, kita bisa datang. Aku gak akan biarkan kamu datang sendirian"

"Kamu serius?"

"Iya sayang. Seperti yang kamu ceritakan, mereka menolak kamu hanya karena... Maaf dari panti asuhan. Manfaatkan aku sesuka hati kamu untuk menunjukan kepada mereka, kalau saat ini kamu sudah bahagia bahkan lebih bahagia"

 

Dinzy tersenyum, dia mengangguk perlahan. Tangannya menggenggam tangan Luca dengan erat lalu ia mengucapkan terimakasih kepada kekasihnya tersebut.

 

"Oke, jam berapa?' - Dinzy

 

Jari lentiknya mengetik dengan cepat lalu mengirimkan pesan tersebut kepada Arka. Bahkan dalam hitungan detik, Arka langsung membalas pesan Dinzy.

 

"Sore, jam 4?" - Arka

"Oke" - Dinzy

 

"Aku sudah bilang ke Arka untuk menerima undangan tersebut. Jam 4 kata Arka dia akan kerumah"

"Oke sayang"

 

Luca begitu sangat tenang menghadapi kisah cinta anak muda tersebut. Karena sebelumnya, Luca pernah menghadapi kisah yang lebih rumit dari itu. Yaitu menghadapi istrinya yang melarikan diri bersama mantannya bahkan membawa anak semata wayangnya.

 

Setelah makan, karena waktu masih menunjukan pukul 1 siang, Luca mengantar Dinzy menuju kamar tamu untuk istirahat. Kemudian Luca meninggalkan Dinzy untuk beristirahat.

 

Sementara Luca, ia begitu penasaran dengan Arka, ia mencari tahu informasi tentang Arka dengan meminta Rosa melakukannya.

 

Setelah mendapat informasi, Luca meletakkan ponselnya begitu saja. Dia tersenyum tipis kemudian menggelengkan kepalanya.

 

Luca masuk ke dalam kamar Dinzy, memperhatikan wanita yang ia kencani sedang tidur lelap, sementara Luca ia bekerja di sofa yang berada di kamar tersebut.

 

Setelah satu jam lamanya, Dinzy mulai membuka mata. Ia mendengarkan seperti ada suara ketikan keyboard. Lalu matanya menangkap Luca yang tengah duduk di sofa sambil bekerja.

 

"Sudah bangun, kenapa?"

"Sudah cukup tidurnya. Kok kamu kerja disini, pasti gak nyaman"

"Gak apa-apa sayang. Aku gak mau ninggalin kamu sendirian"

 

Dinzy turun dari tempat tidur, kemudian menuju sofa dimana Luca sedang duduk. Lalu Dinzy memeluk Luca begitu saja.

 

Tentu saja apa yang dilakukan Dinzy membuat Luca terkejut. Ia tidak menyangka jika Dinzy juga bisa melakukan hal seperti ini.

 

Sementara Dinzy yang mulai menyadari perbuatannya, ia berfikir sejenak. Mendapat kekuatan dari mana dirinya hingga bisa melakukan hal tersebut.

 

Luca membalas pelukan Dinzy, mengecup keningnya dengan lembut lalu membiarkan Dinzy memeluknya sesuka hati, sampai akhirnya Dinzy mulai melepas pelukannya, dan dia menatap Luca dengan tatapan polosnya.

 

"Terimakasih" ucapnya lirih

 

"Untuk?""

"Karena sudah menerima aku, meskipun dengan cerita hidup yang tidak baik"

"Jangan bicara seperti itu sayang. Tidak ada yang ingin berada di posisi kamu, semua yang kamu lewati bukan keinginan kamu. Tumbuh tanpa orangtua bukan berarti itu tidak baik"

 

Mata Dinzy berkaca-kaca, ia merasa jika dirinya memang sedang berada di tangan lelaki yang tepat. Lelaki dewasa dengan pemikirannya yang sangat matang.

 

"Apapun yang kamu rasakan, entah itu bahagia atausedih. Kamu bisa sharing sama aku, aku bukan hanya sebagai pasangan kamu, tapi aku juga bisa menjadi teman kamu" ucap Luca

1
falea sezi
jangan percaya🤣 uda sering cek. in dia sis
falea sezi
lanjjtt
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
wah bisa nih foto nya dikirim ke istrinya alvin biar mampus si moza ditangan istrinya alvin 🤭
Wahyuni Abuzar
iihh bisa yaa gitu tanpa babibu main sp aja...🤪
Scd: Iya ihhh kesel kan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!