zoeya, dia adalah mahasiswa miskin yg berkuliah di universitas empire state. suatu hari ia pergi ke perpustakaan terkenal dan terbesar di kotanya, yaitu CENTRAL INTERNATIONAL LIBRARY.
ia membaca buku catatan dan satu buku novel romansa yg bercerita tentang seorang bos terkaya yg dijodohkan dengan seorang wanita miskin yg cantik dan lumayan pintar, berprestasi dan banyak mendapatkan penghargaan dari berbagai perlombaan antar negara, antar universitas, nasional maupun internasional, tapi karna dia dilahirkan dari keluarga miskin, orang yg berada disekitar nya sedikit tidak nyaman, bahkan keluarga suami, keluarga nya dan suami nya sendiri pun bersikap sama seperti orang luar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hazelnut_krim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#bab 16
Pagi hari nya, elvina bangun lebih dulu, ia melihat lucas yg tidur di sofa sebelah ranjang nya, ia lalu menatap wajah lucas yg masih tertidur cukup lama
'ya tuhan, kenapa aku harus menikahi lelaki yg aku ga kenal bahkan ga aku cintai, andai aku ga masuk ke novel ini, pasti aku ga akan di paksa nikah sama anak dari keluarga frederick, dan andai aku ga masuk ke novel ini, pasti alur nya masih kaya dulu, elvina yg asli juga pasti masih sangat menderita sekarang, aku kangen ibu di rumah' ucap nya dalam hati lalu bangkit untuk pergi ke kamar mandi, tak lama setelah nya, lucas bangun dari tidur nya, ia melihat elvina yg keluar dari kamar mandi, elvina melihat lucas sekilas setelah itu duduk di ranjang nya, lucas bangkit dari sofa dan hendak keluar
"jadi.... Kita pulang hari ini?" tanya elvina yg membelakangi lucas
"hmmm, lo siap siap aja" ketus nya lalu keluar dari ruangan, elvina hanya menuruti perkataan lucas, ia pun segera bersiap dan mengganti pakaian nya
'ibu, zoeya kangen sama ibu, zoeya pingin meluk ibu lagi, maafin zoeya ya bu belum bisa jadi anak yg baik buat ibu, maafin zoeya karna belum bisa jagain ibu dengan baik, maafin zoeya karna belum bisa bahagiain ibu seperti yg ibu mau' ucap nya dalam hati, lalu tanpa sadar air mata nya menetes membasahi pipi nya, lucas yg mendengar isi hati elvina merasa sedikit bersalah karna telah memperlakukan elvina dengan buruk, ia ingin kembali masuk ke dalam ruangan itu, tapi saat ia melihat dari kaca luar pintu, elvina sedang menangis dengan posisi duduk membelakangi nya, jadi ia mengurungkan niat nya untuk masuk, ia kembali duduk di kursi tunggu dan menunggu elvina keluar
Setelah cukup lama elvina menangis di dalam ruangan sendiri, ia lalu keluar dan melihat lucas yg menunggu nya sedari tadi
"udah?" tanya lucas sedikit lembut, elvina hanya mengangguk tak menjawab pertanyaan lucas, elvina terus menundukkan kepala nya karna ia tak ingin lucas melihat mata nya yg sembab akibat menangis hingga sesenggukan tadi, lucas tak menghiraukan itu, ia lalu berjalan di depan elvina secara perlahan
Saat berjalan melewati lorong rumah sakit, lucas terpikirkan sesuatu
'zoeya? Siapa zoeya? Bukan nya nama dia itu elvina theodore ya? Kenapa bisa di panggil zoeya? Apa itu panggilan khusus dari ortu nya?' bingung nya dalam hati, ia memikirkan tentang nama asing yg di sebutkan dalam hati elvina tadi. Sesampai nya di rumah, elvina di sambut dengan hangat oleh ayah dan ibu lucas, ia juga melihat ada floren disana tapi tak menghiraukan kedatangan elvina, floren justru langsung berlari menghampiri lucas dan memeluk nya
"kak lucas, kakak dari mana aja, floren dari kemarin nyariin kakak loh, kakak juga ga ngasih kabar selama sehari kemarin" ucap manja floren, sebelum lucas menjawab ia sudah lebih dulu melepaskan pelukan floren secara paksa dan menatap floren dingin
"aku sibuk" ketus nya lalu berjalan dan duduk di sofa dekat elvina
'kenapa sikap nya lucas jadi dingin ya ke gw? Ga biasa nya dia kaya gitu ke gw' ucap floren dalam hati bertanya tanya mengapa sikap lucas yg tadi nya hangat tiba tiba berubah menjadi dingin, ayah dan ibu lucas tak menghiraukan floren, mereka hanya mengkhawatir kan elvina yg baru saja keluar dari rumah sakit itu
"vina kamu udah makan?" tanya lembut ibu lucas
"emmm belum tante" jawab elvina dengan senyum kikuk, ibu lucas tak langsung menjawab elvina lagi, ia menatap putra nya dengan tatapan tajam
"lucas, kamu itu gimana si? Masa kamu ga kasih calon istri kamu sarapan, ga becus banget si" kesal lyra, lucas, floren, elvina serta richard yg mendengar itu terkejut, karna mereka baru pertama kali melihat lyra memarahi putra nya seperti itu
'kok tante lyra demi elvina malah marahin kak lucas si, yg salah kan elvina, coba aja kalo dia ga masuk rumah sakit, pasti kak lucas ga bakal di marahin kaya gini, dan coba aja dua preman yg aku suruh itu berhasil nangkep elvina, pasti sekarang kak lucas, tante lyra dan om richard ga bakal nyariin dia, dan aku bisa leluasa deketin kak lucas lagi' ucap licik floren
"ma aku....."
"aku apa? Dia ini kan calon istri kamu, masa iya si kamu ga kasih makan dia, tar kalo dia sakit gimana?"
"bukan ma, aku......"
"halah udah lah, mama ga mau dengerin alasan kamu, basi semua alasan kamu! Belum menikah aja udah ga becus apa lagi nanti kalo udah menikah" lyra yg semakin kesal pada putra nya karna merasa ia tak pandai menjaga calon istri nya itu
"ayok vina tante temenin kamu makan" lyra yg lalu menggandeng tangan elvina menuju meja makan, richard dan lucas yg melihat itu seketika bingung, ada apa dengan ibu nya? Ia merasa semenjak mereka bisa mendengar suara hati elvina, ibu nya mulai banyak berubah
"pa, yakin itu mama? Kok kaya berubah banget" ucap lucas yg tak percaya
"papa juga ga tau" jawab ayah nya yg mengucek mata nya berulang kali
"aduh kalian ini, masa ga tau si, tante lyra itu cuman mau lebih akrab sama kak el, biar nanti kalo kak lucas dan kak el udah menikah, kak el bisa membiasakan diri dan terbiasa dengan ini semua" ucap lebay floren, lucas dan ayah nya hanya mengangguk paham, apa yg di bilang floren ada benar nya juga, tapi tak bisa di pungkiri kalau ibu nya memang sudah menyukai elvina
Elvina makan dengan lahap sambil ditemani calon ibu mertua nya itu, ia memakan semua makanan yg telah di sajikan untuk nya karna memang perut nya merasa sangat lapar
"gimana el? Enak kan masakan tante?" tanya lyra pada elvina yg membuat nya tersedak
"uhuk uhuk! Hah jadi ini tante yg masak?" ucap nya tak percaya
"iya, gimana? Enak kan? Mau nambah lagi? Tante sengaja masakin ini khusus buat kamu, biar kamu nyicipin gimana rasanya masakan tante"
"makasih tante, enak kok masakan nya, mirip sama masakan ibu di rumah" ucap elvina dengan senyum manis di wajah nya, ibu lucas yg melihat itu merasa senang dan merasa lega karna elvina ternyata menyukai masakan nya
"bagus deh kalo kamu suka sama makanan nya, tante ikut seneng, jadi tante bisa masakin lagi buat kamu" mereka berdua tersenyum bersama, ibu lucas saat itu merasa bahagia meskipun elvina belum menjadi istri sah lucas, tapi ia bangga bisa memiliki calon menantu yg menghargai setiap pemberian orang lain dengan baik, dan menerima nya dengan sepenuh hati, meskipun dia tidak tau rasa nya menjadi ibu bagi seorang anak perempuan, tapi ia akan berusaha menjadikan elvina sebagai anak perempuan pertama nya, agar ia juga bisa berlatih menjadi ibu yg lebih baik lagi bagi putra nya dan menjadi nenek yg baik bagi cucu cucu nya nanti