NovelToon NovelToon
Perjodohan Menjadi Cinta

Perjodohan Menjadi Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:14.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hamidah.S

Ashila Nur Hamidah
Seorang hijabers cantik dan baik yang dijodohkan orang tuanya dengan Rayhan Yahya Al-abshory, seorang yang menabraknya pada saat berangkat ke kampus.

Rayhan Yahya Al-abshory
seorang lelaki tampan bak pangeran kerajaan tetapi mempunyai sifat dingin dan selalu bertindak semena mena, dia adalah seorang CEO ternama yang mempunyai banyak perusahaan terkenal, dia merasa terkejut karena dia di jodohkan oleh orang tua nya dengan wanita yang tak dikenalnya.

Akankah mereka menerima perjodohan ini????

tunggu kelanjutannya hanya disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamidah.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Awal Baru

Ashila memasuki kamarnya, dilihatnya Rayhan sedang berkutat dengan laptop dan beberapa berkasnya di sofa kamar.

Sesekali suaminya itu merentangkan kedua tangannya ke atas, mungkin untuk merenggangkan ototnya yang terasa kaku karena terlalu lama berkutat dengan laptopnya.

Ia pun berjalan melewati Rayhan menuju kamar mandi.

Tak lama kemudian, Ashila keluar dari kamar mandi dengan baju tidur sudah melekat di tubuh rampingnya.

"Shila! Kesini sebentar. Saya mau bicara." ucap Rayhan sambil meregangkan ototnya yang terasa kaku.

"Apa?" ucap Ashila berjalan menuju sofa dan berdiri di depan Rayhan.

"Saya mau minta hak." ucap Rayhan santai sambil terus meregangkan otot-otot tangannya.

Ashila membelalakan matanya lebar-lebar. "Apa?? Hak?"

"T-tapi aku lagi halangan." ucap Ashila sambil berjalan mundur karena ketakutan.

Rayhan menaikkan sebelah alisnya. "Memangnya kenapa kalo lagi halangan." ucap Rayhan sambil berjalan ke arah Ashila.

Ashila yang sangat ketakutan terus berjalan mundur sampai kakinya menyentuh tempat tidur.

Bruk! Aaa!

Ashila jatuh terlentang di kasur. "Kamu diem di situ! Kamu tau kan kalo lagi haid itu dilarang berhubungan badan." ucap Ashila, bibirnya sedikit bergetar dan di dalam sana jantungnya juga berdetak tak karuan.

"Berhubungan badan? Kamu ngomong apa sih? Saya jadi bingung." ucap Rayhan sambil duduk di samping Ashila yang sedang terlentang.

"K-kamu tadi ngomongin tentang hak. Pasti itu tentang hubungan.. Euum suami istri kan?"

Rayhan menoleh ke arah Ashila. Ia menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan.

Kemudian Rayhan tertawa cukup kencang sehingga membuat Ashila semakin bingung.

"Kok malah ketawa sih?"

"Kamu kira saya mau minta itu? Saya cuma minta kamu buat pijitin saya." ucap Rayhan sambil berjalan menuju lemari dan mengambil sesuatu dari sana.

"Nih, kamu baca." ucap Rayhan menyodorkan selembar kertas pada Ashila

"Ini apa?"

"Kamu ingetkan hutang kamu yang seratus juta itu sama saya. Saya udah bebasin kamu dari hutang itu. Tapi kamu harus melakukan sesuatu untuk saya. Semuanya sudah saya tulis di situ."

Ashila pun mulai membaca tulisan yang berjumlah 30 poin dalam kertas yang Rayhan berikan padanya. Ia hanya mengangguk-anggukan kepalanya sambil mencermati tulisan dalam kertas itu.

Isi poin-poin dalam kertas tersebut adalah semua kewajiban seorang istri kepada suami seperti memasak, membuatkan kopi, menyiapkan pakaian, memasangkan dasi dan masih banyak lagi.

"Banyak juga ya." ucap Ashila.

"Iyalah. Hutang kamu kan gak sedikit."

"Oh ya, aku harus melakukan ini sampai kapan?"

"Sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Dan apabila kamu melanggar, kamu bakal dapet hukuman."

"Hukuman? Apa hukumannya?"

"Euum.. nanti saya pikirin dulu. Tugas kamu sekarang adalah pijitin saya, karena punggung dan bahu saya pegel-pegel. Leher saya juga sakit." ucap Rayhan sambil membuka kaos putih yang ia kenakan.

"E-emang harus buka baju, ya."

"Iyalah, kalo gak dibuka gimana cara kamu balurin minyaknya." ucap Rayhan sambil menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dengan posisi tengkurap. "Minyaknya ambil di sana." lanjut Rayhan sambil menunjuk meja rias.

Ashila pun mengambil minyak di meja rias. Kemudian ia duduk di samping Rayhan.

Dengan gugup ia membalurkan minyak pada punggung suaminya, hatinya berdesir saat tangannya menyentuh tubuh polos Rayhan.

Tangannya memijat pelan punggung seorang lelaki yang berstatus sebagai suaminya itu.

Begitu pun dengan Rayhan, jantungnya mendadak bersenam ria saat tangan mulus istrinya menyentuhnya. Ia memejamkan matanya mencoba menetralkan jantungnya yang berdetak kencang itu.

***

Adzan subuh mulai menggema di penjuru bumi, menyadarkan para penduduk yang beragama islam untuk melaksanakan kewajibannya sebagai orang yang bertakwa.

"Astagfirullah udah subuh. Semalemkan aku lagi mijit Mas Rayhan, kok malah ketiduran sih." Ashila mengucek-ngucek matanya. Ia menoleh ke arah samping, dilihatnya suaminya tertidur tidak memakai pakaian.

"Ya ampun Mas Rayhan juga tidur gak pake baju. Berarti semalem aku sama dia sama-sama ketiduran dong." ucap Ashila menepuk dahinya.

"Mas, bangun. Sholat subuh." ucap Ashila sambil menggoyang-goyangkan tubuh Rayhan.

"Eungh.. Udah subuh, ya." Rayhan bangun dari tidurnya.

"Iya. Cepet wudhu gih sana." pinta Ashila.

Rayhan pun beringsut dari kasur dan berjalan menuju kamar mandi.

Sementara Ashila, ia beringsut dari kasur dan berjalan menuju lemari, mengambil alat sholat untuk suaminya dan meletakkannya di kasur. Kemudian ia keluar kamar menuju dapur membantu Bi Ida membuat sarapan.

**

"Shila tolong pasangin dasinya." ucap Rayhan sambil menyodorkan dasi kepada Ashila.

Ashila sedikit berjinjit supaya bisa memasangkan dasi di leher Rayhan.

Rayhan memandang Ashila dengan serius.

"Kalo lagi serius gini, tambah cantik." batin Rayhan.

Setelah selesai memasangkan dasi, Ashila mengambil jas dan memakaikannya pada Rayhan.

Tak lupa juga Ashila menyisir rambut klimis suaminya.

"Nah! Udah selesai." ucap Ashila.

"Makasih, ya."

"Sekarang saatnya sarapan."

Rayhan melirik jam tangannya. "Kayaknya saya makannya di kantor ajah deh. Soalnya saya ada meeting pagi."

"Aku bikinin bekal ajah, ya."

"Gak usah deh. Saya berangkat, ya." ucap Rayhan mengambil tas kerjanya.

"Tunggu." cegah Ashila.

"Kenapa?"

Ashila meraih tangan Rayhan dan menciumnya cukup lama. "Kamu hati-hati di jalan ya, Mas."

Rayhan sedikit terkejut dengan perlakuan Ashila. "Iya. Tapi saya nggak nulis di kertas kalo kamu harus cium tangan ketika saya berangkat ke kantor."

"Gak papa, aku hanya ingin menjadi seorang istri yang baik ajah."

Rayhan hanya tersenyum menanggapi jawaban Ashila. "Yaudah. Saya berangkat ya." Rayhan mengelus kepala Ashila sebentar lalu berjalan keluar kamar dengan perasaan berbunga-bunga.

1
MARWAN ERMADI
klu nulis cerita jgn wanita solehalah nggak covo lu nulis wanita soleha kesannya murahan
MARWAN ERMADI
katanya istri soleha masa pergi sama laki laki yg bukan mahrom
MARWAN ERMADI
laki laki ngapain ngamuk nggak jelas
Olly O Krisen
👌❤️
Sugix Krisnawan
sangat menarik
Hasanah Ana
pelakor di depan
icha pratiwi
Biasa
Xzip_92
BULSHIT.... DULU CINTA KAK AZMI. MAU DI AJAK KEMANAPUN.
SEKRANG KATANX CINTA SAMA SUAMI??
MENJIJIKKAN WANITA SAMPAH
Xzip_92
BESOK JALAN DAN MAKAN2 SEKALIAN KALO MAU DI AJAK KE HOTEL LANGSUNG JWB MAU AJA
Xzip_92
MAKANX JADI WANITA JGN KELEWAT MURAHAN. MAU JALAN SAMA SIAPA AJA
evi raihan fikri
lanjut cerita Azka sama keyla ,,, Nisa sama Azmi juga
Arvisha
azmi tar tiba tiba azka nih emang azka juga kenal ama si sila lieur euy
Arvisha
ultah kita samaan sil😅
Rina Maria
3210366562
Uti Supiyati
azka
Aisyah Rizky
alhamdulillah akhirnya sadar jg.bhagiakn mrk ya thour
Rasipah
kl jadi ceo pasti punya asisten ,lha ini malah diancam tak berkutik ama cewek lagi ,jadinya kurang seru
sari emilia
nah lbh baik sih sbnrnya kl rey mati biar crt nya ga muter....persemingkuhan dll dan crt nya sekesai 😀
Purwati
ditunggu cerita kayla da azka please cepet up nya thorr
sari emilia
aku tu paling ga sk tau agama tp ga aturan dlm agama...sableng aja jd ga nyambhng aja dgn gaya2 umi abi....cinta ga cinta tdur 2 kasur napa....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!