NovelToon NovelToon
Putri Pengganti

Putri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:49.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Aluna adalah seorang gadis yang diangkat oleh keluarga kaya sebagai pengganti anak perempuan mereka yang hilang, Jesselyn. Meski hidupnya tampak bahagia, sebenarnya ia hanya diperlakukan sebagai bayangan dari Jesselyn.

Setelah dewasa Aluna dijodohkan dengan Davion Harold, yang lagi-lagi karena pria itu adalah pria yang dulu Jesselyn sukai. Apapun yang terjadi Aluna harus bertahan dalam pernikahan tersebut, itulah pesan kedua orang tua angkatnya.

Namun pernikahan itu membuat Aluna semakin tersiksa dan merasa tak diinginkan oleh siapapun. Pada akhirnya Aluna mengambil keputusan paling mengerikan di dalam hidupnya, coba keluar dari bayang-bayang Jesselyn dan hidup sebagai dirinya sendiri. Melanggar keinginan orang tua angkatnya untuk pertama kali.

"Dav, aku ingin kita cerai," ucap Aluna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PP Bab 1 - Putri Pengganti

“Aluna, jangan makan coklat, Sayang. Jesselyn bahkan tidak pernah menyentuhnya.”

Suara lembut itu seketika membuat Aluna terdiam. Tangannya yang kecil langsung berhenti di udara. Coklat yang baru saja akan ia gigit itu perlahan ia letakkan kembali ke atas meja, seolah benda itu adalah sesuatu yang terlarang baginya.

“Iya, Ma,” jawab Aluna pelan, dia bahkan menjauhkan tubuhnya dari meja dan menatap ke sembarang arah, agar tak melihat coklat dan banyak makanan enak dalam acara yang mereka hadiri sekarang.

Sejak usianya sembilan tahun, hidup Aluna berubah sepenuhnya. Ia diadopsi oleh keluarga Myles yang kaya raya dan kehilangan putri mereka, Jesselyn. Semua orang mengatakan Aluna sangat beruntung.

Dari panti asuhan sederhana, kini ia tinggal di rumah besar, memiliki kamar luas, pakaian indah, dan pendidikan yang terbaik.

Namun, tak ada yang tahu bahwa Aluna tidak pernah benar-benar menjadi dirinya sendiri. Sebab dia harus selalu menjadi seperti Jesselyn.

“Aluna, duduk yang tegak, Jesselyn tidak pernah membungkuk seperti itu," bisik Mama Sarah.

Aluna segera membenarkan posisi duduknya, tapi tak berselang lama perintah yang lain ia dapatkan lagi...

“Aluna, jangan tertawa terlalu keras, Sayang. Jesselyn itu sangat anggun, saat dia tertawa dia menutup mulutnya,”

“Aluna, Gunakan tangan kiri saat memegang gelas. Itu kebiasaan Jesselyn selama ini.”

"Baik, Ma," jawab Aluna yang hanya mampu untuk selalu patuh. Dia tak boleh menolak agar tak dikembalikan ke panti asuhan.

Setiap hari, setiap detik Aluna terus diingatkan bahwa dirinya bukanlah dirinya, ia adalah putri pengganti.

Bukan anak yang sesungguhnya dan hanya bayangan dari seseorang yang bahkan tidak pernah Aluna kenal.

"Aluna tersenyum lah saat kita pamit pulang, senyum tipis jangan terlalu lebar. Ingat itu ya."

"Baik, Ma," jawab Aluna lagi.

Setibanya di rumah Aluna pun tak bisa langsung beristirahat, ia harus pergi ke perpustakaan yang ada di rumah dan membaca buku beberapa lembar. Kebiasaan seperti ini selalu Jesselyn lakukan dulu dan ibu angkat Aluna ingin ia pun melakukan hal yang sama.

Karena apa? Agar semua kenangan Jesselyn tak pernah benar-benar hilang dari rumah ini.

Tepat jam 9 malam barulah pelayan membuka pintu perpustakaan tersebut. "Nona, sekarang anda boleh beristirahat," ucap pelayan tersebut.

Aluna hanya diam dan mengangguk kecil, dia pun dilarang bicara dengan para pelayan karena dinilai tak pantas. Setelah menjadi putri pengganti di keluarga Myles, Aluna harus selalu memposisikan dirinya. Bahwa dia bukan lagi anak biasa, melainkan anak keluarga konglomerat.

Tiba di kamarnya Aluna berdiri di depan cermin besar. Ia mengenakan gaun putih yang dipilihkan Mama, gaun dengan warna yang katanya dulu adalah favorit Jesselyn.

Rambutnya ditata dengan cara yang sama. Bahkan cara ia tersenyum pun sudah dilatih. Aluna menatap pantulan dirinya sendiri lama.

“Apa aku sudah seperti Jesselyn?” gumamnya.

Aluna selalu berusaha menjadi anak yang baik dan penurut. Ia harus bisa mengikuti semua aturan dan menekan semua keinginannya sendiri. Bahkan rasa sukanya terhadap coklat pun harus ia kubur dalam-dalam karena Jesselyn tidak menyukainya.

"Aku tidak boleh membantah, aku harus bisa menjadi seperti Jesselyn. Agar aku tidak dibuang lagi," ucap Aluna. Ucapannya begitu miris, namun dia tersenyum kecil seperti yang diajarkan oleh sang mama.

Aluna tidak ingin kembali menjadi anak yang tidak diinginkan.

Hari-hari berlalu dan tahun demi tahun pun terlewati. Aluna tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, anggun, dan sempurna di mata orang lain.

“Aluna,” panggil Papa Peiter, saat ini mereka tengah berada di ruang keluarga. Beberapa saat lalu Aluna baru saja memainkan piano untuk membuat kedua orang tuanya terkesan.

“Iya, Pa,” jawab Aluna lembut, seperti yang selalu ia latih.

“Kamu sudah dewasa sekarang, Nak. Tahun ini usiamu 23 tahun.”

Aluna mengangguk pelan, waktu telah berlalu begitu jauh. Sampai kini Aluna sendiri tak mengenali siapa sebenarnya dia, Aluna atau Jesselyn?

“Sudah waktunya kamu mulai memikirkan masa depan, Sayang,” ucap papa Pieter.

Jantung Aluna berdetak sedikit lebih cepat. Entah kenapa firasatnya terasa tidak nyaman. Karena tiap kali ayahnya bicara serius seperti ini maka ada hal lain yang harus Aluna lakukan untuk bisa menjadi seperti Jesselyn.

Padahal telah banyak hal yang Aluna lakukan, tapi rasanya selalu kurang untuk kedua orang tuanya. Entah sampai kapan Aluna hidup seperti ini, baginya menjadi diri sendiri adalah sesuatu hal yang sangat mustahil untuk dia lakukan.

Mama tersenyum pula, menatap Aluna dengan penuh harap seperti biasa.

“Kami sudah memikirkan yang terbaik untukmu Sayang, juga terbaik untuk keluarga kita," ucap Papa lagi.

Aluna mengepalkan tangannya di atas pangkuan, hanya gerakan kecil agar tak disadari oleh kedua orang tuanya. Jantungnya berdegup cepat namun wajahnya selalu nampak tenang, Aluna adalah anak yang sangat penurut. Dia telah dididik seperti itu dalam ketakutan dalam hatinya sendiri.

“Ada seorang pria yang dulu sangat disukai oleh Jesselyn. Dia berasal dari keluarga terpandang. Sukses, tampan, dan memiliki masa depan cerah.”

Aluna menelan ludahnya dengan kasar, menahan sesuatu yang tiba-tiba terasa sesak di dadanya. 'Pria?' batin Aluna, firasatnya semakin buruk memikirkan tentang hal itu.

“Namanya adalah Davion Harold.”

Hening, detik terasa begitu panjang pagi Aluna.

“Dan kami ingin kamu menikah dengannya.”

Deg! Aluna terdiam, jantungnya yang sejak tadi berdegup cepat kini mulai terasa nyeri. Pada akhirnya tentang hal ini semua pun atas pengaturan mereka.

Tangan Aluna yang sejak tadi saling menggenggam di atas pangkuan kini mulai mengeluarkan keringat dingin.

'Davion Harold,' Batin Aluna, dia bahkan tak mengenal siapa pria itu. Tak pernah ada pertemuan yang nyata.

Aluna sangat ingin melayangkan protes, tapi seperti biasa ia kembali menurunkan pandangannya dengan anggun. Semua reaksi yang terlalu berlebihan memang tidak pernah diizinkan.

“Pria itu dulu sangat disukai oleh Jesselyn. Keluarga Harold juga sangat terpandang. Ini akan menjadi hubungan yang sempurna untuk mu dan keluarga kita," ucap Papa lagi.

“Iya, Pa. Aku mengerti," jawab Aluna yang akhirnya tersenyum kecil, senyum yang dimiliki oleh Jesselyn.

Tidak ada yang bertanya apakah ia siap.

Tidak ada yang bertanya apakah ia mau.

Mama bahkan tampak sangat senang setelah mendengar jawaban Aluna . Matanya berbinar, sesuatu yang jarang Aluna lihat jika itu bukan tentang Jesselyn.

“Mama tahu kamu anak yang baik,” ucap mama Sarah lembut sambil meraih tangan Aluna. “Kamu pasti bisa membuat pernikahan ini sempurna, seperti yang Jesselyn inginkan.”

Aluna hanya mampu mengangguk dan saat itu juga Mama Sarah mulai mengatur segalanya. Memanggil pihak butik langganan mereka untuk mengirim beberapa gaun ke rumah.

Dalam hitungan menit ruang tengah tersebut telah penuh dengan puluhan gaun yang tergantung rapi.

Berbagai warna dan berbagai model, semuanya tampak mahal dan elegan. Seolah sebuah butik dipindahkan begitu saja ke dalam rumah mereka.

Mama berdiri di tengah-tengahnya dengan wajah berbinar.

“Bagaimana? Cantik kan Sayang?” ucapnya penuh antusias.

Aluna hanya bisa mengangguk pelan. “Iya, Ma. Sangat cantik.”

“Kita akan segera bertemu dengan keluarga Harold, jadi kamu harus tampil dengan sempurna.”

Mama Sarah mengambil satu gaun berwarna putih lembut, dengan potongan sederhana namun anggun. “Yang ini,” ujarnya. “Jesselyn pasti akan menyukainya.”

Aluna menatap gaun itu, lagi-lagi gaun berwarna putih yang mamanya pilihkan.

“Ma...” Panggil Aluna, suaranya pelan ragu untuk pertama kalinya.

“Ada apa, Sayang?”

“Hari ini… Hari ini apa boleh aku memilih gaunku sendiri?” tanya Aluna.

Kalimat itu keluar sangat hati-hati, ia sendiri sangat takut dengan apa yang ia katakan.

Hening.

Mama Sarah menatapnya beberapa detik, lalu tersenyum kecil. “Aluna... tarik kembali ucapanmu Sayang. Di rumah ini kamu adalah Pengganti Jesselyn dan Jesselyn tak pernah sekalipun menolak pilihan Mama."

Tatapan mama Sarah membuat tubuh Aluna jadi gemetar, dia akhirnya mengangguk dan menerima uluran gaun putih tersebut.

"Pakailah, sebelum jam makan malam keluarga Harold akan datang ke rumah kita."

1
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
sabar aluna. akan ada masanya nanti kamu lepas dari orang-orang manipulatif seperti orang tua angkatmu itu.
Ika_Kartika ❤️
woy Thor baru bab pertama ini udah d buat nyesek aja aku sama emak bapa'a c jeslyn 🤧...
peluk jauh Aluna 🫂🫂
Valen Angelina
gmn mau hamil.. blm apa2 Uda disuruh minum obat 😁🤣🤭
shabiru Al
davion dan ego nya.. jadinya tolol
Dini Rachmawati
Itulah perbedaan Mom Ivana dan Mom Sarah Aluna ... rasakan perbedaan itu bahwa keluarga Harold benar benar sayang sama kamu berbeda dengan keluarga Myles yang selalu memanfaatkan kamu ...
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍😍😍😍😍😍
Dewi kunti
sebelum Aluna datang,bukan Aluna sayang😄😄😄😄
Naufal Affiq
ini mertua mu waras aluna,bukan seperti mama sarah mu yang selalu egois,dan menganggap sebagai putri pengganti aja
Fittar
sekarang setelah tau gimana hati mama sarah dan pieter harusnya kamubtak perlu patuh lagi seperti sebelumnya, toh sekarang kamu tanggung jawab keluarga harnold. lebih baik dengar mama ivanna saja yang jauh lebih tulus dan sayang padamu
Shee_👚
aluna aja hampir g tau apa itu bahagia, bisa atau tidak dia bahagia, dia sendiri aja bingung😔
⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
mertua idaman ma mom ivanaaa😍😍😍
aii
mommy ivana ter the best mudah2an aluna bahagia selalu ya
Fittar
katanya kamu pintar, kenapa gak kamu selidiki saja kehidupan aluna sebelum menikah denganmu. dia gak pura-pura tapi takdir hidupnya mengharuskan dia harus selalu patuh
Anjellita
ingat Aluna kamu harus bahagia,hanya itu yang di pinta mom ivana,mungkin mom ivana sudah menyadari sesuatu tapi dia belum bisa memastikan.
Asma Ulhusna
kasian banget hidupmu Luna 🥹🥹🥹
Felycia R. Fernandez
Karena selalu sering di bohongi , akhirnya Aluna bingung ini beneran tulus atau gak ya...
atau mom Ivana semanis madu beracun seperti mom Sarah...
Kesiannya kamu Aluna...
semoga kamu mendapatkan cinta yang tulus walaupun bukan dari Davion... kalau pun dengan Davion nunggu dia merasakan penyesalan dulu,baru boleh balikan ma kamu 🤣🤣🤣🤣 jahatnya aku
Fauziah Rahma
itu yang enggak bisa Aluna lakukan, hidup bahagia
Ruhaniyah Irawan
ya ampun Thor nyesek banget jd aluna
𝕬𝖟 𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆😘
sedih dehh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!