NovelToon NovelToon
Pegasus From Diamond Planet

Pegasus From Diamond Planet

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:388
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Saat Planet Diamond runtuh menjadi abu akibat amukan monster legendaris Typhon, sebuah pengorbanan darah terakhir mengirim dua benih harapan ke Planet Bumi. Namun, badai dimensi memisahkan takdir mereka secara kejam.
Alan, bocah Pegasus berusia tujuh tahun yang cerdas, terdampar di danau sebuah kastil kuno. Ia ditemukan oleh Jacob, sang Raja Vampir penguasa malam yang mematikan. Di dunia yang dipenuhi predator berdarah dingin, Alan harus bertahan hidup, menyembunyikan sayapnya, dan tumbuh bersama seorang Pangeran Vampir misterius.
Sementara itu, di belahan kota seberang, seorang bayi perempuan berambut seputih salju terlahir dari kristal pualam ajaib di tengah hutan. Dirawat oleh sepasang petani miskin yang menamainya White Crystal, bayi itu menyembunyikan rahasia besar: setiap kali kulitnya menyentuh air, udara musim panas mendadak membeku menjadi es.
Dua penyintas terakhir. Dua klan bumi yang saling bertolak belakang—Vampir yang dingin dan Petani yang naif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Cerita Justin

"Moana, Helios! Cepat bantu papah anak itu untuk melangkah masuk ke dalam ruang tengah sekarang juga! Ibu sudah siap dengan seluruh peralatan untuk mengobati luka gigitannya!" teriak Nerissa Marine dari balik tirai pintu.

Di belakang tubuh Nerissa Marine, tampak muncul sesosok pria dewasa bertubuh tegap, tinggi, dan kokoh dengan struktur rambut hitam ikal yang lebat. Pria itu memendam sepasang mata biru safir yang teramat tajam dan berwibawa—Roland Nixie, ayah kandung Moana sekaligus pemilik sah dari toko suvenir tersebut.

Dengan gerakan sigap penuh kehati-hatian, Moana dan Helios melangkah maju kembali. Meskipun Helios masih memasang wajah cemberut dan waspada, anak laki-laki berambut pirang madu itu tetap menjulurkan pundaknya untuk membantu Moana memapah bobot tubuh Justin masuk melewati ambang pintu rumah kayu, lalu mendudukkannya dengan sangat lembut di atas sebuah sofa kain empuk yang terletak di ruang tengah yang bernuansa hangat.

Nerissa Marine tanpa membuang waktu segera mengambil posisi berlutut tepat di hadapan kaki kanan Justin yang terluka. Tangan wanitanya membuka sumbat penutup sebuah botol kaca kecil berisi cairan ramuan kental berwarna hijau tua pekat, yang mana seketika itu juga memancarkan kepulan aroma wewangian yang teramat unik—aroma yang menyerupai keharuman udara laut yang segar sesaat setelah badai besar mereda.

Namun, begitu jemari Nerissa Marine menyisingkan kain celana panjang Justin ke atas untuk memeriksa titik infeksi, wanita Mermaid itu terperanjat hebat, napasnya tertahan di dada. Luka di kaki Justin ternyata berada di level yang jauh lebih mengerikan dari sekadar luka lecet biasa; terdapat jejak tusukan taring berbentuk melingkar yang teramat dalam, merobek paksa jaringan daging betis mudanya hingga rona putih struktur tulang dalamnya samar-samar terlihat oleh mata telanjang.

Helios yang mengintip dari balik punggung pamannya, Roland Nixie, langsung menutup mulutnya dengan ekspresi wajah pias menahan ngeri.

Cairan darah segar berwarna merah gelap terus merembes keluar tanpa henti, membasahi kain lap darurat yang sebelumnya digunakan Moana untuk membebatnya di pantai. Yang paling mencemaskan adalah kondisi pigmentasi kulit di sekitar luka tersebut; seluruh permukaan kulit betis Justin kini telah bermutasi menjadi berwarna biru keunguan pekat, menandakan zat racun sekresi atau hawa dingin ekstrem dari monster air kuno itu telah mulai menjalar merusak jaringan darahnya.

Dengan pergerakan jemari tangan yang teramat lembut namun memendam kepastian magis yang kuat, Nerissa Marine mulai mengoleskan cairan ramuan hijau kental khusus itu ke seluruh permukaan luka gigitan monster Nessie di kaki Justin.

Sesaat setelah ramuan itu menempel rata, Nerissa Marine memejamkan sepasang matanya, lalu mulai menggumamkan sebuah bait mantra kuno magis lautan dalam bahasa verbal yang strukturnya terdengar asing bagi telinga Justin—suara verbal yang menyerupai ritme melodi deburan ombak samudra yang menghantam dinding karang.

Tak lama kemudian, sebuah keajaiban supranatural terjadi di depan mata mereka. Sebuah pendaran cahaya berwarna biru laut yang teramat lembut dan hangat mendadak terpancar keluar dari telapak tangan Nerissa Marine, menyelimuti seluruh area betis Justin.

Perlahan namun pasti, di bawah keajaiban sihir penyembuhan lautan, jaringan daging yang asalnya menganga lebar dan rusak itu mulai bergerak merapat dengan sendirinya secara mandiri, mengeringkan sisa infeksi racun, hingga akhirnya dalam hitungan detik seluruh permukaan kulit kaki Justin kembali mulus, menghilang tanpa meninggalkan sebaris pun bekas luka atau parut.

Justin terpaku di tempat duduknya, sepasang matanya tidak berkedip sedetik pun menatap struktur kakinya sendiri dengan ekspresi tidak percaya. Rasa perih membakar yang semalaman penuh menyiksa sistem sarafnya kini lenyap lenyap seketika tanpa bekas, digantikan oleh sensasi hawa sejuk yang teramat nyaman menjalar ke seluruh sirkulasi tubuh vampirnya.

Dia mengulurkan tangannya yang gemetar, menyentuh permukaan kulit betisnya yang kini telah kembali normal dan elastis, seolah-olah tragedi gigitan maut monster Nessie semalam hanyalah sebatas mimpi buruk pengantar tidur yang baru saja usai.

"Sungguh sebuah keajaiban yang teramat luar biasa..." bisik Justin dengan nada suara yang dipenuhi rasa takjub yang mendalam. Dia mendongakkan kepalanya, menatap lurus ke arah wajah Nerissa Marine dengan sepasang mata yang berbinar-binar penuh rasa hormat.

"Kapabilitas sihir penyembuhan murni milik kaum Mermaid benar-benar berada di tingkat yang teramat ajaib, Bibi. Di dalam lingkungan klan daratan kami, jenis luka robek dalam sedahsyat ini biasanya akan membutuhkan durasi waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk bisa menutup sempurna, bahkan dengan bantuan percepatan sel regenerasi kekuatan vampir tingkat tinggi sekalipun. Terima kasih yang sebesar-besarnya, Bibi."

Nerissa Marine hanya menyunggingkan seulas senyuman tipis yang hangat sembari merapikan kembali botol sisa ramuan obatnya ke dalam kotak kayu, sementara di sudut sofa, Moana tampak membusungkan dada kecilnya dengan raut wajah bangga menyaksikan reaksi takjub dari teman barunya tersebut. Helios Marine di sisi lain hanya bisa mendengus kecil, menatap kagum sihir bibinya namun enggan mengakuinya di depan Justin.

Namun, atmosfer kehangatan di dalam pondok kayu itu mendadak berubah sedikit menegang dan kaku ketika suara langkah kaki yang berat terdengar melangkah mendekat dari arah pintu depan.

Roland Nixie, ayah kandung Moana yang sejak tadi hanya berdiri bersandar di pilar pintu sembari menyilangkan kedua tangannya, kini melangkah maju. Dia menatap lurus ke arah Justin dengan dahi yang berkerut dalam penuh selidik, sebelum akhirnya beralih melirik ke arah anak-anak yang mengelilingi sofa.

"Jadi... ini adalah sosok 'tamu kecil asing' yang nekat kau seret bawa pulang dari tengah amukan badai arus bawah tanah semalam, Moana?" suara Roland Nixie mendadak menggelegar memenuhi ruangan, sebuah vokal bariton yang berat, kaku, namun sarat akan intonasi penyelidikan militer yang kuat. Dia melangkah tegap mendekati meja kayu tempat sofa Justin berada.

"Anak muda, aku secara personal telah menghabiskan jatah hidupku untuk melaut selama lebih dari dua puluh tahun di perairan utara yang ganas ini, tetapi aku bersumpah belum pernah sekali pun menyaksikan pemandangan takdir yang segila tadi pagi."

Justin berdehem kecil, mencoba duduk tegak meskipun tubuhnya masih terasa sedikit kaku pasca-pengobatan. "Mohon maaf, apa maksud dari untaian kalimat Anda yang sebenarnya, Tuan?"

Roland Nixie menarik sebuah kursi kayu ek di dekatnya, lalu mendudukinya tepat di hadapan poros mata Justin. Dia mencondongkan tubuh tegapnya ke depan, sepasang mata biru safir miliknya yang setajam elang menatap lurus menembus manik mata hitam Justin yang memendam aura dingin khas klan vampir daratan.

"Jangan pernah mencoba untuk berpura-pura naif di hadapanku, Bocah. Aku melihat siluet tubuh kecilmu dengan mata kepalaku sendiri di batas dermaga luar tadi fajar. Kau sama sekali tidak sedang berada di dalam kondisi hanyut biasa karena kecelakaan kapal laut," ucap Roland Nixie sembari kembali menyilangkan kedua lengan kekarnya di dada. "Bagaimana mungkin bisa masuk ke dalam logika alam, seorang anak laki-laki yang memendam esensi zirah dari klan daratan bisa terseret jauh oleh monster legenda Nessie—sang penguasa arus—sampai berhasil melintasi robekan arus deras gua bawah tanah hanya untuk sengaja 'ditampung dan terdampar' dengan selamat di wilayah kota terisolasi Blue Waves ini?"

Moana sempat bergerak, membuka mulutnya ingin menyela untuk membela Justin, namun Roland Nixie dengan cepat mengangkat satu telapak tangan kekarnya ke udara, memberikan isyarat absolut agar Justin sendiri yang menyelesaikan jawaban interogasi tersebut.

Justin terdiam seribu bahasa selama beberapa saat. Kilasan memori traumatis mengenai lilitan kuat otot leher bersisik hitam Nessie dan tarikan maut berkecepatan tinggi di bawah kegelapan air bawah tanah semalaman mendadak kembali berputar hidup di dalam kepalanya.

"Jujur saja, Tuan... petualangan ekstrem ini sama sekali bukan merupakan sebuah perjalanan yang saya rencanakan atau saya inginkan," tutur Justin dengan nada suara yang tulus namun masih menyisakan getaran halus. "Kemarin malam, saya hanya sedang berenang biasa di area danau buatan yang posisinya berada tepat di belakang kastil ayah saya di Luminara. Secara mendadak mahluk air raksasa itu muncul menembus permukaan. Saya semula mengira bahwa dia akan langsung merobek dada saya untuk dimangsa, namun anehnya makhluk itu justru hanya melilit kuat kaki saya dan berenang melesat dengan kecepatan gila seolah-olah sedang dikejar oleh iblis menembus terowongan bawah tanah, hingga akhirnya membuang tubuh saya di pantai kota ini."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!