NovelToon NovelToon
Selir Jenderal Perang

Selir Jenderal Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno / Dark Romance
Popularitas:28.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bella Bungloon

Di jebak oleh sahabatnya sendiri?
Setelah melewati malam panas dengan Jenderal Hang, Jie Xieye mengandung anak dari suami sahabatnya sendiri —Hang Tianyu.

***

Tak kunjung hamil, membuat Le Chieli frustasi, karena selalu mendapat tekanan dari keluarga Hang. Hingga, kemudian ia menjebak suami dan sahabatnya sendiri.

Namun, yang tidak Le Chieli ketahui, jika dia telah menghancurkan kehidupan sahabatnya.

Ini bukan hanya tentang menjadi selir terabaikan, tapi juga tentang cinta dari musuh suaminya.

Lantas, bagaimana kehidupan Jie Xieye sebagai selir tak di anggap?

Follow akun Author.
ig: bella_bungloon
fb : XCheryy Bella

TIDAK SUKA BISA DI SKIP YA KAKAK-KAKAK ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bella Bungloon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

"Jenderal— sejak kapan Anda di sini?" Nada bicara wanita itu begitu lirih dan masih di penuhi keterkejutan. Kehadiran tiba-tiba sosok Hang Tianyu benar-benar membuat tubuhnya seolah membeku karena tertangkap basah sedang membicarakan pria tersebut.

Hang Tianyu yang melihat wanita di depannya terdiam seperti batu, ia melangkah mendekat. Sudut bibirnya menyungging senyum miring nan tipis.

"Tentu saja sejak seseorang menyebutku jahat dan kejam. Serta... Membandingkan diriku dengan seekor babi.

Tubuh wanita itu seketika merinding mendengar nada dingin dari pria yang melangkah mendekatinya. Bahkan untuk sekedar menelan ludah, Jie Xieye merasa serak.

"Jadi... Sejak awal ya?" Gumam wanita itu sembari menatap Rongyi yang diam menunduk dengan wajah pucat.

"Sekarang aku sudah di sini, tabib Jie," pria itu berdiri tepat di hadapan Jie Xieye. Tangan kanan nya terangkat memberi isyarat agar Rongyi keluar. Rongyi pun dengan cepat keluar dari sana, dan berdoa dalam hati untuk keselamatan Nyonya nya.

Jie Xieye tidak menjawab, sembari mengigit bibir bawahnya, ia menunduk. Hang Tianyu yang melihat dirinya hanya diam menunduk, terkekeh sinis.

"Aku memperingatkan dirimu, Tabib Jie," sorot mata pria itu sejenak menatap perut Jie Xieye yang mulai terlihat membuncit. "Berkata buruk tentang ayahnya di depan calon anak kita bukanlah sesuatu yang bijak."

Anak kita?

Jie Xieye seketika mengangkat wajahnya, tatapannya dingin. "Bukankah seseorang harus mengatakan sebuah kebenaran. Bahkan jika itu menyakitkan."

Seketika,  kesunyian di antara mereka berdua berubah menjadi tekanan. Hang Tianyu maju selangkah, lalu menunduk  untuk menatap Jie Xieye yang memang tinggi nya tidak sampai di bahunya. Meski demikian, keberanian wanita itu benar-benar lebih tinggi dari tinggi badannya.

"Jadi menurutmu aku adalah pria jahat?” tanya pria itu dengan dingin. Sorot matanya bahkan perlahan menyala.

Namun tak membuat Jie Xieye tidak takut. Wanita itu balas menatapnya lurus, dan suaranya keluar begitu tegas hingga menggema dalam ruang kecil itu.

“Apakah menurut Anda, Jenderal Agung, pria baik adalah yang membiarkan wanita hamil duduk berjam-jam, menyalin kitab, menghadap tembok, sepanjang hari tanpa tidur?"

Hang Tianyu seketika membisu sesaat. Ia tersenyum masam, tidak menyangkal perkataan Jie Xieye, jadi wajar jika wanita itu menge-cap dirinya pria jahat, toh memang iya, bukan? Dia dan Le Chieli yang telah menyeret wanita itu ke dalam masalah rumah tangga nya.

Namun tetap saja ia tidak akan mengakui jika ia salah dan jahat. Dan karena memang dirinya jahat, dia tidak meminta maaf dan tetap mempertahankan egonya.

"… Lalu, apa maksudmu dengan babi? Jelaskan itu, Tabib Jie...."

Dengan mempertahankan ekpresi datar nya, Hang Tianyu mencoba mengalihkan pembicaraan dengan mempertanyakan hal konyol ini. Yaaa... Meski memang hal itu menganggu dirinya.

Sementara Jie Xieye yang di tanya tentang hal itu, wajahnya seketika memerah. Gu Shaong sahabatnya memiliki seekor babi yang lucu dan menggemaskan, babi itu sangat penurut pada dirinya, jadi ia membandingkan babi itu dengan Hang Tianyu yang sangat kejam menurut nya.

"Tentang hewan babi. Emm... kita semua tahu jika babi adalah hewan yang menggemaskan. Dagingnya lezat, dan dia memiliki suara yang khas dan lucu," Jie Xieye menatap sekilas ekpresi wajah Hang Tianyu yang tidak bisa di katakan marah atau tidak. Kemudian ia kembali melanjutkan perkataannya dengan nada rendah.

"Bukankah tidak ada salahnya jika sesekali menyamakan." Lanjut wanita itu dengan nada rendah.

Hang Tianyu berkedip, nyaris tak percaya.

"Menyamakan? Apa Anda tidak bisa membedakan apa itu menyamakan dan membandingkan, Tabib Jie terhormat?"

Pria itu menggeleng tak percaya, kemudian mengangkat dagunya tinggi. "Berani sekali kau menyamakan aku dengan seekor hewan itu."

Jie Xieye memejamkan matanya, lalu menunduk pelan, namun perlahan bahunya terguncang. Ia menahan tawa sekuat mungkin. Menyamakan? Entah mengapa gambaran wajah Jenderal Agung tersebut berubah menjadi kepala babi membuatnya ingin tertawa.

Melihat sikap wanita di depannya, membuat dahi Hang Tianyu berkerut. Meski demikian, dalam diam ia bisa melihat garis senyum Jie Xieye.

"Kau mengatakan jika daging babi itu enak, jadi apa sekarang kau sedang membayangkan memakan daging ku juga?"

uhuk

Jie Xieye menutup mulutnya dengan tangan, ia tersedak air liurnya sendiri. Di saat-saat seperti ini mengapa dia ingin tertawa. Tapi ia tak bisa menyembunyikan senyum nya.

Wanita itu mengangkat kepalanya dan tersenyum ke arah Hang Tianyu. "Hamba tidak berani berpikiran seperti itu Tuan Jenderal yang Agung."

Hang Tianyu menghela nafas kasar, lalu mengalihkan pandangannya. "Kau benar-benar menyebalkan. Sudahlah, aku datang kemari untuk mengingatkan padamu agar tidak meninggalkan Paviliun Peony."

"Anda tenang saja, Jenderal, saya akan mematuhi perintah Anda."

Melihat kepatuhan wanita di hadapannya, Hang Tianyu memicingkan mata."Lucu sekali, saat aku memberi perintah agar kau tidak meninggalkan Paviliun ini, kau membangkang dan membuat keributan. Tapi saat aku memberikan izin, kau justru patuh seperti batu."

Jie Xieye mengerutkan keningnya. "Apa maksud Anda, Jenderal? Hingga sekarang aku masih mematuhi perintah mu. Aku tidak berani meninggalkan paviliun ini, karena Anda belum mengizinkan. Pelayan Anda hanya mengatakan jika Anda akan pergi, bukan memberi izin jika saya sudah bisa meninggalkan Paviliun ini.”

Hang Tianyu memejamkan mata sejenak. Ia menghela nafas panjang. Sejak kapan wanita ini pintar mendebat?

"Tabib Jie, kau benar-benar keras kepala."

"Jika anda mencari wanita yang tidak keras kepala, cari saja wanita yang tidak memiliki ke pala."

Mendengar ucapan wanita di hadapannya, Hang Tianyu langsung menatap tajam ke arah Jie Xieye yang langsung menutup mulutnya.

"Apa yang aku katakan barusan?!"

...

"Maafkan hamba Jenderal, hamba—"

Tanpa mendengarkan penjelasan wanita itu. Hanga Tianyu meninggalkan Paviliun Peony, tapi ia tak berhenti mengingat segala ekpresi dari selir nya itu. Ekpresi terkejut, menahan tawa, takut dan— senyum tipisnya. Ia nyaris tidak pernah melihat wanita itu tersenyum dan tertawa di kediaman ini, tapi hari ini ia cukup senang melihat senyum wanita itu. Entah mengapa.

Meski demikian, ia masih harus memastikan hal lain! hampir saja ia lupa.

Dengan wajah serius, Hang Tianyu meraba tubuhnya. Dari ujung kepala hingga kaki, ia ingin memastikan tidak ada lagi trik dari Jie Xieye. Rasa gatal dan panas pagi tadi saja masih berasa.

Dan dari arah berlawanan, Cao Xiao memicingkan matanya memperhatikan Hang Tianyu. Pemuda itu kemudian berlari mendekat dan mulai bertanya.

"Apa yang kau cari?" Tanya pemuda itu ikut membolak balik tubuh Hang Tianyu.

Membuat jenderal Agung itu memasang wajah dingin. "Berhenti, apa yang kau lakukan di sini?"

"Tentu menemui mu, jadi—"

Belum sempat Cao Xiao bertanya lebih jauh, Hang Tianyu telah lebih dulu menarik pakaian dan membawanya menuju halaman utama.

"Kita sudah terlambat, simpan saja pertanyaan mu itu." Ucap Hang Tianyu yang kemudian melangkah lebih dulu. Membuat Cao Xiao yang melangkah di belakangnya memanyunkan bibirnya kesal.

Setelah kembali ke halaman utama, Hang Tianyu menghampiri sang istri dan mencium keningnya dengan penuh kasih sayang.

"Cepat kembali, suamiku..." Le Chieli mengusap air matanya. Menjadi istri dari pilar kekaisaran, ia sudah harus siap juga harus di duakan dengan tugas negara.

Hang Tianyu tersenyum lembut, lalu mengusap jejak air mata istrinya. Kemudian ia segera naik ke atas kudanya dan menoleh ke arah Cao Xiao yang menunggang kuda di samping nya.

"Sudah bisa berangkat?" Tanya pemuda itu dengan wajah secerah bunga matahari.

"Ayo kita berangkat, jangan sampai membuat kaisar menunggu."

...***...

Perjalanan menuju desa Jinniang bukan hanya perjalanan jenderal Hang Tianyu, Kaisar juga ikut turun tangan. Ada banyak desas desus di desa tersebut, entah itu para bandit, pengkhianatan, penyembunyian persenjataan ilegal, kepala desa tersebut bahkan hilang tanpa kabar.

Pengantaran kaisar telah selesai, para selir dan pangeran sudah kembali ke tempat mereka. Begitu juga dengan Permaisuri.

Dengan anggun, wanita paruh baya itu melangkah menyusuri koridor panjang berlapis ubin giok yang dingin. Di belakangnya, para dayang dan pengawal mengekor nya.

Namun saat melewati taman, langkahnya terhenti ketika menangkap sosok muda berdiri di bawah pohon sakura.

"Putra ku?" Panggil wanita itu pelan.

Pemuda itu menoleh, ia yang sedari tadi berdiri santai dengan tangan menyilang ke belakang, segera membungkuk memberi salam saat sosok ibunya mendekat.

"Salam hormat, Ibunda." Suara pemuda itu dalam dan hangat.

...

Angin sore berhembus lembut, dua burung yang hinggap di pucuk pohon plum berkicau. Di sebuah gazebo istana Permaisuri, seorang dayang dengan hati-hati menuangkan teh di cangkir di atas meja rendah, setelah nya ia membungkuk dan pergi tanpa suara. Meninggalkan seorang ibu dan putra sulungnya yang sudah lama tidak bertemu.

"Bagaimana kabar Anda, Ibunda?"

Permaisuri tidak langsung menjawab, wanita itu hanya menatap wajah putranya yang tenang seperti biasanya.

Namun sorot mata wanita itu jatuh pada secangkir teh di depannya. "Tidak ada yang benar-benar aman di dalam istana ini, Putraku."

"... Bagaimana keadaanmu? Apa saja yang kau lakukan di luar sana?"

Yu Yanling, pangeran ke lima Kekaisaran Tianhu, anak dari seorang permaisuri dan kaisar. Mendapatkan dan menempati posisi putra mahkota bukanlah hal yang sulit, namun nyatanya pemuda itu tidak tertarik untuk meneruskan jejak sang ayah menjadi pemimpin. Ia lebih tertarik untuk menjelajahi dunia luar.

"Aku baik-baik saja, Ibunda..." Pemuda itu mengangkat cangkirnya dan memperhatikannya sejenak sebelum meminumnya. "Anda tidak perlu mengkhawatirkan saya."

Permaisuri menghela napas pelan, lalu mencondongkan tubuh sedikit ke depan. “Perebutan posisi Putra Mahkota sudah dimulai, Putra ku, apa kau benar-benar tidak tertarik?"

Yu Yanling tidak langsung menjawab. Pemuda itu hanya tersenyum lembut sembari meletakkan kembali cangkirnya.

"Maafkan putra ini, tapi aku tidak tertarik, Bu. Namun bukan berarti aku tidak peduli."

Ia mungkin tidak tertarik dengan posisi putra mahkota atau jabatan apapun, meski demikian ia tetap memperhatikan semuanya.

"Kepemimpinan bukan tentang siapa yang duduk paling tinggi. Ini tentang siapa yang bisa menopang beban paling berat. Rakyat membutuhkan seseorang yang tidak hanya mengerti kekuasaan, tapi juga penderitaan,"

"... Seorang kaisar yang bijaksana dan tidak hanya memikirkan egonya. Dia yang mencintai rakyatnya dan mampu membuat kesejahteraan bagi rakyat. Bukan yang justru memperkaya dirinya dan memperbanyak harem."

Permaisuri menggenggam ujung lengan bajunya. Bibirnya menyungging senyum bangga. Kata-kata putranya begitu menusuk hatinya. Betapa bodohnya para menteri itu jika tidak melihat kebijaksanaan anakku ini, dia benar-benar sangat layak menjadi Kaisar! Pikir Permaisuri.

Namun sebelum ia sempat merespons, Yu Yanling menoleh menatap kolam ikan sembari kembali berkata.

"Ibunda, Anda mempertanyakan apa saja yang putra ini lakukan di luar sana. Aku telah menyelidiki banyak hal, termasuk desas desus tentang mata-mata kiriman Kekaisaran Bailiu."

"Bailiu?" Dahi permaisuri berkerut, ia jelas terkejut dan wajahnya mendadak pucat.

Pemuda itu kembali menatap sang ibunda, lalu mengangguk ringan, tapi kemudian alis pemuda itu berkerut. "Ayahanda telah berangkat menuju desa Jinniang bersama Jenderal Hang dan Tuan muda Cao Xiao, mengapa Ayahanda tidak mengajak Jenderal Shen?"

Suasana seketika berubah dingin. Permaisuri tidak bergerak sedikit pun, matanya menatap kosong ke arah kolam ikan, seolah waktu di sekitarnya membeku. Ia tahu putranya tidak mungkin berbicara tanpa tujuan.

"Jika semua orang pergi, lalu siapa yang akan menjaga istana kita?"

Pemuda itu tersenyum sembari mengangguk. Lalu kemudian bangun berdiri. "Baiklah, Bu, aku masih memiliki urusan yang harus di selesaikan. Termasuk mencari tahu siapa yang berani mencelakai ibu dan membuat Ibu selir Ru di asingkan."

Setelah memberi salam pada sang ibu, Yu Yanling meninggalkan istana tempat tinggal ibunya. Wajahnya seketika berubah datar dan dingin.

1
Dela Agustina
gak update lgi cerita yg ini Thor padahal suka bngt sama cerita nya semoga ttp dilanjutin ya thor d tunggu update nya🙏🙏
Marvell Indra
faster up thor,,,💪💪💪
IG@bella_bungloon
maaf semua aku jarang update, akunya lagi kena tipes sm lambung🥲 mohon do'a nya semua
Nurhasanah
sering2 update thor ... semangatt 😍😍😍💪💪💪
IG@bella_bungloon: insya Allah ya kak, sibuk di rl huhuu🤧 makasih lohh sudah setia, maaf ya selalu di ghosting sama aku
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
lama aku tunggu thor.... apa-apapun mekasih updatenya
IG@bella_bungloon: terima kasih yaa🤧 iyaa nieh, sibuk di rl, pagi school, malem latihan hadrohh☺️ makasih yaa sudah setia♥️
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
semoga Allah merahmati arwah dan ditempatkan di kalangan orang-orang yang beriman...ammin..
aleena
innalillahi wainnailaihiroji'un
semoga Husnul khotima
untk keluarga yg ditinggalkan semoga sabar lapang Dada, ikhlas agar sang almrhumm pergi dengan damai
aamiin
🤲🤲🤲
Etty Rohaeti
semoga almarhumah Husnul khatimah
dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran
aamiin
IG@bella_bungloon: terima kasih kak🌹
total 1 replies
Marini Dewi
lanjut thor. sukses selalu
Etty Rohaeti
lekas pulih kembali untuk kakeknya
semangat Thor
Etty Rohaeti
Hay Thor ditunggu updatenya
terima kasih
Randa Ku Depresi
bru ketemu crtamu kak kok udh seru z crta nx lngsung gas keun lh
Arix Zhufa
semangat up nya ya thor
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
semoga dipermudahkan segala urusan keluarga...ammin...
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kalau aku... aku buat jeneral cirit-birit... biar dia buasir!!
Ulufi Dewi
klo emang nanti ada kerusuhan dikediaman jendral semoga jie xieye slamat dan menghilang sejenak biarkan yang pada iri senang dan jendral menyesal bahwa drumah nya ada srigala berbulu domba.....
IG@bella_bungloon: terima kasih idenya kak🌹😊
total 1 replies
Ulufi Dewi
semoga lekas sembuh kakek dan diangkat penyakit yang dideritanya 🤲🤲🤲
Ulufi Dewi
greget sm selir bodoh dan jendral bodoh
Ulufi Dewi
kenapa waktu ada pembunuhnya ga bsa ngelawan pake jarum beracun...
Arix Zhufa
visual nya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!