NovelToon NovelToon
KAISAR 100.000 DUNIA

KAISAR 100.000 DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Kaisar Tertinggi sang Kaisar Xuan Wu penguasa 100.000 Dunia. Perang Terakhir itu menyebabkan Jiwa nya bereinkarnasi ke tubuh lemah seorang pemuda berna Lin Fan. Lin Fan pemuda dari keluarga Lin cabang. hidup keseharian nya selalu mendapat penyiksaan dari sepupu nya Lin Hao. Lin Fan dulu sudah mati yang ada sekarang adalah Lin Fan dengan jiwa Kaisar Xuan Wu. dengan pengetahuan masa lalu sebagai Kaisar dia mulai merangkak dari Bocah Sampah mejadi kultivator hebat di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bb 27: terobosan Ganda

Malam itu, kamar asrama Lin Fan terasa berbeda. Udara di dalamnya bergetar halus, seolah-olah ruang hampa di sekelilingnya sedang ditarik menuju satu titik pusat: tubuh remaja yang duduk bersila di atas kasur tipis.

Di tangannya, Lin Fan memegang sebuah Batu Spirit Menengah. Batu itu bersinar biru lembut, memancarkan energi Qi murni yang stabil. Bagi siswa biasa, menyerap satu batu seperti ini bisa memakan waktu tiga hingga lima hari karena mereka harus menyaring impuritas secara manual.

Tapi Lin Fan tidak biasa.

Ia mengaktifkan Teknik Tubuh Naga Chaos. Meridian-nya berdenyut kuat, bukan seperti aliran sungai kecil, tapi seperti pusaran air bah. Ia tidak "menyaring" Qi; ia "memakan"nya. Struktur kacau dari teknik tubuhnya bertindak sebagai pemutar sentrifugal alami, menghancurkan impuritas dalam Batu Spirit menjadi debu mikroskopis sebelum diserap ke dalam Dantian.

Crack.

Suara retakan halus terdengar dari dalam Batu Spirit. Dalam hitungan menit, batu yang seharusnya bertahan berhari-hari itu telah berubah menjadi abu putih tak bernilai di telapak tangan Lin Fan.

Energi Qi yang dilepaskan begitu besar hingga membuat jendela kamarnya bergetar.

"Tingkat 3," gumam Lin Fan.

Matanya terbuka sejenak, pupilnya bersinar merah samar sebelum kembali normal.

Tahap Pembukaan Meridian Tingkat 3. Ini adalah batas di mana meridian utama mulai terhubung dengan organ dalam, memperkuat vitalitas tubuh secara drastis. Bagi kebanyakan siswa angkatan baru, mencapai tingkat ini membutuhkan waktu enam bulan latihan intensif. Lin Fan mencapainya dalam satu malam.

Tapi rasa lapar di Dantiannya belum puas. Naga Chaos di dalam jiwanya meraung, menuntut lebih.

Lin Fan mengambil Batu Spirit Menengah kedua. Lalu ketiga. Keempat. Kelima.

Satu per satu, batu-batu itu hancur menjadi abu. Energi yang terkumpul di Dantiannya semakin padat, semakin panas, dan semakin liar. Tekanan internal meningkat hingga kulit Lin Fan memerah, urat-urat di lehernya menonjol.

Batas, pikir Lin Fan. Aku bisa berhenti di sini. Aman. Stabil.

Tapi ingatan masa lalunya sebagai Kaisar membisikkan kata lain: Keamanan adalah kuburan bagi ambisi.

Ia mengambil Batu Spirit keenam.

Saat energi batu itu masuk, terjadi reaksi berantai. Meridian-nya yang sudah terbuka lebar tiba-tiba berkontraksi, lalu meledak keluar lagi dengan kekuatan ganda. Rasa sakit yang tajam menusuk seluruh tubuhnya, seolah-olah tulang-tulangnya sedang dipatahkan dan disusun ulang.

Lin Fan menggigit bibirnya hingga berdarah untuk menahan jeritan. Keringat dingin mengucur deras, membentuk genangan di lantai kayu.

Krak! Krak!

Suara retakan kali ini bukan dari batu, tapi dari batasan levelnya sendiri.

Dantian-nya berputar semakin cepat, menciptakan vakum kecil yang menyedot sisa-sisa energi dari udara kamar. Cahaya biru dari Batu Spirit terakhir menyala terang, lalu padam seketika.

Hening.

Lin Fan terdiam lama, napasnya berat namun teratur. Ia merasakan perubahan fundamental. Tubuhnya terasa lebih ringan, indranya lebih tajam, dan yang paling penting, lapisan kedua meridiannya—meridian tersembunyi—telah mulai terbuka.

Tahap Pembukaan Meridian Tingkat 4.

Dalam satu malam, ia melompat dua tingkat. Dari puncak Tingkat 2 langsung ke Tengah Tingkat 4. Ini adalah kecepatan yang melanggar logika dunia kultivasi biasa. Jika diketahui publik, ia akan dianggap monster atau dewa reinkarnasi.

Lin Fan membersihkan darah di bibirnya dan abu batu spirit di lantai. Ia menyembunyikan sisa abu itu ke dalam pot bunga di sudut kamar agar tidak meninggalkan jejak.

"Fajar akan segera tiba," katanya pada dirinya sendiri.

"Waktunya menghadapi dunia."

Pagi harinya, Aula Teori Dasar kembali dipenuhi oleh ratusan siswa. Suasana hari ini berbeda dari kemarin. Ada kegembiraan yang tertahan, bisik-bisik yang lebih ramai, dan tatapan-tatapan yang sering mengarah ke pintu masuk.

Instruktur Yan sudah berdiri di podium, wajahnya lebih serius dari biasanya. Di sampingnya, terdapat seorang pria tua berjubah resmi Akademi—seorang pengumuman resmi dari Dewan Administrasi.

Lin Fan masuk melalui pintu belakang, tepat saat lonceng berbunyi. Ia mengenakan jubah biru mudanya yang rapi, wajahnya tenang, tanpa tanda-tanda kelelahan setelah semalaman berlatih keras. Namun, ada sesuatu yang berbeda. Auranya tidak lagi "kosong" atau sulit dideteksi. Sekarang, auranya terasa... padat. Berat. Seperti gunung yang tertutup kabut.

Zhang Wei, yang duduk di barisan tengah, menoleh saat Lin Fan lewat. Matanya membelalak.

"Lin Fan?" bisiknya, suaranya bergetar. "Apa yang kau lakukan? Auramu... rasanya berbeda. Lebih berbahaya."

Lin Fan hanya tersenyum tipis dan duduk di sebelahnya. "Saya hanya tidur nyenyak, Zhang Wei."

Mei Ling, yang duduk di barisan depan, juga menoleh. Hidungnya yang sensitif terhadap perubahan energi mengernyit. "Dia... dia sepertinya baru saja mandi dengan air panas spiritual. Kulitnya bersinar."

Di barisan depan, Li Tianhao merasakan perubahan itu juga. Ia menatap punggung Lin Fan dengan curiga. Kenapa aku merasa terintimidasi? Dia masih di bawah levelku secara teori. Tapi instingku berkata jangan remehkan dia.

Instruktur Yan mengetuk meja podium. "Diam!"

Ruangan hening seketika.

"Hari ini, kita memiliki pengumuman penting dari Dewan Administrasi," kata Instruktur Yan, menunjuk pada pria tua di sampingnya.

Pria tua itu maju, suaranya kering dan birokratis. "Mulai minggu depan, Akademi Langit Biru akan mengadakan Turnamen Internal Angkatan Baru. Turnamen ini wajib diikuti oleh semua siswa Tahap Pembukaan Meridian."

Gemuruh suara terdengar di seluruh aula. Turnamen internal adalah acara besar. Pemenangnya akan mendapatkan hadiah berupa Batu Spirit Tinggi, akses ke ruang latihan khusus, dan perhatian dari para Master sekte.

"Namun," lanjut pria tua itu, matanya menyapu ruangan dan berhenti sejenak pada Lin Fan, "ada aturan khusus tahun ini. Karena adanya... kasus kontroversial terkait integritas beberapa siswa baru, Dewan memutuskan bahwa babak penyisihan akan menggunakan sistem Acak Berpasangan."

Mata Lin Fan menyipit. Sistem acak? Itu berarti tidak ada seeding berdasarkan kekuatan. Jenius bisa bertemu jenius di babak pertama. Atau lebih buruk, siswa lemah bisa dipasangkan dengan monster untuk dihancurkan.

Ini jelas jebakan. Tetua Wang pasti berada di balik ini. Dengan sistem acak, mereka bisa mengatur agar Lin Fan bertemu dengan lawan yang jauh lebih kuat di babak awal, atau bahkan memanipulasi undian agar ia bertemu dengan Li Tianhao atau anak buah Li Tianhao yang sadis.

"Pemenang turnamen akan mendapat 100 Batu Spirit Tinggi," tambah pria tua itu, memicu sorakan gembira. "Dan juara pertama akan diberi gelar 'Pilar Muda Akademi'."

Li Tianhao tersenyum licik. Ia menoleh ke arah Lin Fan, mengangkat alisnya seolah berkata: Siapkan lehermu.

Instruktur Yan mengambil alih kembali. "Persiapkan diri kalian. Latihan fisik akan ditingkatkan mulai besok. Dan ingat, di arena, tidak ada ampun. Cedera ringan adalah hal biasa. Cedera parah... adalah risiko yang harus kalian terima."

Kelas berakhir dengan suasana tegang. Siswa-siswa keluar sambil berdiskusi strategi.

Lin Fan berjalan perlahan menuju koridor. Zhang Wei mengejarnya.

"Lin Fan, ini masalah besar," kata Zhang Wei cemas. "Sistem acak sangat rentan manipulasi. Tetua Wang punya orang di departemen administrasi. Mereka bisa memastikan kau bertemu dengan beast peliharaan akademi yang dilepas kendali, atau siswa bayaran yang disuruh membunuhmu di arena."

"Aku tahu," jawab Lin Fan tenang.

"Lalu apa rencanamu? Kita harus melaporkan ini ke Direktur Feng!"

"Direktur Feng sudah tahu," kata Lin Fan. "Jika beliau tidak membatalkan keputusan ini, artinya beliau ingin melihat seberapa kuat aku benar-benar. Atau... beliau ingin melihat siapa saja yang berani bermain kotor di bawah hidungnya."

Zhang Wei terdiam. "Jadi kau akan bertarung?"

"Aku tidak punya pilihan," kata Lin Fan. "Selain itu, aku butuh 100 Batu Spirit Tinggi itu. Itu setara dengan 10.000 Batu Spirit Menengah. Dengan jumlah itu, aku bisa membeli bahan untuk membuat Pil Pembentuk Fondasi sendiri."

Zhang Wei menelan ludah. "Kau berencana menembus Tahap Fondasi Qi sebelum lulus?"

"Bukan sebelum lulus," koreksi Lin Fan, matanya berkilat dingin. "Sebelum turnamen berakhir."

Ia melanjutkan langkahnya, meninggalkan Zhang Wei yang terpaku kagum dan ngeri.

Di sudut koridor, Gu Yichen berdiri bersandar pada dinding, topengnya menghadap ke arah Lin Fan yang menjauh.

"Naik dua tingkat dalam satu malam..." gumam Gu Yichen pelan, suaranya hampir tak terdengar. "Naga Chaos memang monster yang rakus. Tapi apakah wadahnya cukup kuat untuk menampungnya? Aku penasaran... apakah kau akan meledak, Lin Fan? Atau apakah kau akan menjadi dewa?"

Ia melemparkan sebuah daun kering ke udara, lalu menghilang ke dalam kerumunan siswa.

1
Ihya Ilmi
Ayo thor cepat update
Ihya Ilmi
Jenius apanya🤣🤣dibandingkan dgn Lin Fan gak ada apa-apa nya mereka itu🤣🤣
Ihya Ilmi
Ceritanya terlalu janggal, kuda masih ada setelah kena amukan naga dicelah sempit, kereta juga masih ada(celah sempit bisa kah lewat kereta?), terus Pengawas Chen ngapain ngebiarin Lin Hao ada padahal tau bapaknya yg ngirim penjahat?
Ihya Ilmi: Iya sih walau akhirnya meledak juga karena terjepit dan tergesek dinding goa 😂😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!