NovelToon NovelToon
KAISAR 100.000 DUNIA

KAISAR 100.000 DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Kaisar Tertinggi sang Kaisar Xuan Wu penguasa 100.000 Dunia. Perang Terakhir itu menyebabkan Jiwa nya bereinkarnasi ke tubuh lemah seorang pemuda berna Lin Fan. Lin Fan pemuda dari keluarga Lin cabang. hidup keseharian nya selalu mendapat penyiksaan dari sepupu nya Lin Hao. Lin Fan dulu sudah mati yang ada sekarang adalah Lin Fan dengan jiwa Kaisar Xuan Wu. dengan pengetahuan masa lalu sebagai Kaisar dia mulai merangkak dari Bocah Sampah mejadi kultivator hebat di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Hutan Kabut

Hutan Kabut Utara terletak lima kilometer di sebelah timur Akademi Langit Biru. Sesuai namanya, hutan ini selalu diselimuti oleh kabut putih tebal yang mengurangi jarak pandang hingga hanya beberapa meter. Pohon-pohon di sini tumbuh bengkok dan tinggi, daun-daunnya berwarna abu-abu pucat, menyerap cahaya matahari sehingga suasana di dalamnya terasa suram dan dingin.

Lin Fan dan Zhang Wei bergerak dengan hati-hati di antara akar-akar pohon yang menjalar seperti ular raksasa. Zhang Wei memegang pedang pendeknya dengan erat, matanya waspada menyapu kegelapan. Lin Fan berjalan di depan, hidungnya sesekali mengendus udara, sementara tangannya memegang beberapa kantong kecil berisi bubuk herbal yang ia racik pagi tadi di asrama.

"Ingat," bisik Lin Fan tanpa menoleh.

"Serigala Bayangan tidak menyerang jika mereka merasa mangsanya terlalu kuat atau terlalu aneh. Mereka adalah pemburu oportunistik. Kita harus memanipulasi insting itu."

Zhang Wei mengangguk, meski alisnya berkerut.

"Aku masih tidak mengerti rencanamu. Kita seharusnya langsung mencari tebing, mengambil akarnya, dan lari. Mengapa kita membawa... bumbu dapur?"

"Bukan bumbu dapur," koreksi Lin Fan tenang.

"Ini adalah campuran Daun Mint Hutan dan Getah Bunga Bangkai. Baunya bagi manusia hampir tak tercium, tapi bagi Serigala Bayangan, ini adalah aroma feromon kawin sekaligus tanda bahaya territorial."

Mereka terus melangkah lebih dalam. Kabut semakin tebal. Suara langkah kaki mereka diredam oleh lumut tebal di tanah.

Tiba-tiba, Lin Fan berhenti. Ia mengangkat tangan kanan, memberi isyarat diam.

Dua puluh meter di depan, di balik semak belukar.

Dengan Persepsi Hampa-nya, Lin Fan bisa merasakan enam sumber energi vital yang berdenyut cepat. Enam Serigala Bayangan. Mereka sedang beristirahat, namun telinga mereka bergerak-gerak, mendengarkan setiap suara asing.

"Mereka ada enam," bisik Lin Fan.

"Satu Alpha (pemimpin) di tengah, lima pengawal di sekelilingnya."

Zhang Wei menelan ludah.

"Enam beast Level 2? Sendirian aku mungkin bisa melawan dua. Tapi enam... kita akan kalah jumlah."

"Kita tidak akan melawan mereka," kata Lin Fan.

"Kita akan membuat mereka melawan diri mereka sendiri."

Lin Fan membuka satu kantong kecil. Isinya adalah bubuk halus berwarna hijau muda. Ia melemparkannya ke arah angin yang berhembus dari kiri ke kanan, tepat menuju posisi para serigala. Angin membawa partikel bubuk itu masuk ke dalam sarang mereka.

Beberapa detik hening.

Lalu, terdengar geraman rendah dari dalam semak. Geraman itu berubah menjadi raungan marah.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Zhang Wei bingung.

"Feromon kawin palsu," jawab Lin Fan datar.

"Bagi Serigala Alpha jantan, bau itu berarti ada betina siap kawin di wilayah saingannya. Tapi karena baunya berasal dari arah 'kosong', insting paranoianya akan memicu agresi terhadap anggota kawanan yang paling dekat dengannya, mengira mereka menyembunyikan sesuatu."

KRAAAK!

Suara ranting patah terdengar keras. Dua serigala saling menerkam di dalam semak. Raungan kemarahan pecah. Kawanan itu kacau balau. Sang Alpha menggigit leher salah satu pengawalnya, sementara yang lain mencoba memisahkan mereka.

"Sekarang!" perintah Lin Fan.

Mereka melesat maju, bukan menuju pusat keributan, tapi menyusuri tepi area tersebut menuju tebing curam yang terlihat samar di kejauhan. Rencana Lin Fan bekerja sempurna: kekacauan di sarang mengalihkan perhatian beast-beast itu, memberi mereka jendela waktu lima menit untuk bergerak bebas.

Namun, nasib buruk sering kali datang saat kita merasa paling aman.

Saat mereka hampir mencapai dasar tebing, sebuah bayangan hitam melesat dari atas cabang pohon, tepat menghadang jalur mereka.

Itu bukan serigala biasa. Ini adalah seekor Serigala Bayangan yang lebih besar, dengan bulu berwarna perak dan mata merah menyala. Ia tidak terlibat dalam perkelahian di sarang. Ia adalah penjaga cadangan, atau mungkin Scout yang lebih cerdas.

Serigala itu mendarat dengan ringan, menghalangi jalan Lin Fan dan Zhang Wei. Mulutnya terbuka, memperlihatkan gigi-gigi tajam yang berlumuran air liur beracun.

"Sial!" umpat Zhang Wei.

"Ini beast Level 3! Atau setidaknya Level 2 Puncak!"

Serigala itu tidak menunggu. Ia menerjang Zhang Wei dengan kecepatan kilat.

Zhang Wei mengangkat pedangnya untuk menangkis, tapi kekuatan hantaman serigala itu begitu besar hingga ia terpental tiga meter ke belakang, menghantam batang pohon. Napasnya tersengal, pedangnya gemetar di tangan.

Lin Fan tidak panik. Ia menganalisis situasi dalam sepersekian detik.

Kecepatan tinggi. Cakar beracun. Lemah di bagian perut bawah karena postur menyerang yang agresif.

Lin Fan tidak menarik senjata. Ia menunggu hingga serigala itu melompat ke arahnya untuk serangan kedua.

Saat serigala itu berada di udara, Lin Fan melakukan hal yang tidak terduga. Ia tidak menghindar. Ia justru melemparkan kantong kedua—berisi bubuk Cabai Spirit Konsentrat—tepat ke wajah serigala itu.

Serigala itu menghirup bubuk itu secara refleks saat mulutnya terbuka untuk menggigit.

AHHHRRRG!

Raungan kesakitan yang memilukan terdengar. Cabai spirit bukan sekadar pedas; bagi indra penciuman beast yang super sensitif, itu seperti ledakan asam di hidung dan tenggorokan mereka. Serigala itu jatuh berguling-guling di tanah, mencakar-cakar wajahnya, buta sementara karena rasa sakit yang membakar.

"Zhang Wei! Sekarang! Serang perutnya!" teriak Lin Fan.

Zhang Wei, yang sudah pulih dari kejutan, tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia melesat maju, pedangnya bersinar dengan Qi biru, dan menusuk tepat ke perut lunak serigala yang sedang mengerang kesakitan.

Desis!

Darah hitam menyembur. Serigala itu meronta sebentar, lalu tubuhnya menjadi lemas. Qi-nya habis terkuras oleh rasa sakit dan luka fatal.

Lin Fan berjalan mendekat, memastikan beast itu benar-benar mati dengan satu tusukan jari ke titik vital di lehernya.

"Hemat energi," kata Lin Fan pada Zhang Wei yang tampak lelah.

"Kita belum selesai. Suara tadi pasti menarik perhatian kawanan utama."

Benar saja, dari kejauhan, terdengar raungan-raungan marah yang semakin mendekat. Kawanan serigala telah menyadari penyusup.

"Cepat! Panjat tebing!" perintah Lin Fan.

Mereka berlari menuju dinding batu curam setinggi sepuluh meter. Di atasnya, tumbuh beberapa tanaman berakar tebal dengan bunga berwarna merah darah—Akar Darah Naga.

Zhang Wei mulai memanjat dengan susah payah. Lin Fan, dengan teknik tubuh ringannya, meloncat-loncat di celah-celah batu seperti kucing, mencapai puncak dalam hitungan detik.

Ia mencabut tiga batang akar dengan cepat, memasukkannya ke dalam tas tahan udara, lalu melemparkan tali tambang ke bawah untuk membantu Zhang Wei.

"Tarik!"

Zhang Wei meraih tali, dan Lin Fan menariknya naik dengan bantuan tuas sederhana dari cabang pohon. Tepat saat Zhang Wei mencapai puncak, tiga serigala bayangan muncul di dasar tebing, menggonggong frustrasi karena tidak bisa memanjat dinding licin itu.

Mereka berhasil.

Lin Fan dan Zhang Wei duduk di tepi tebing, napas tersengal-sengal, memandang ke bawah di mana para serigala akhirnya mundur ke dalam kabut.

Zhang Wei tertawa terkekeh, meski tubuhnya penuh goresan.

"Gila... Kau benar-benar gila. Menggunakan cabai untuk mengalahkan beast level 2 puncak? Itu... itu tidak terhormat!"

Lin Fan tersenyum tipis, membersihkan debu dari tangannya.

"Di dunia ini, yang bertahan hidup bukan yang paling terhormat, Zhang Wei. Tapi yang paling adaptif. Dan sekarang, kita punya 20 Batu Spirit Menengah."

Ia mengeluarkan tiga batang akar darah naga itu. Akarnya masih segar, berdenyut lemah dengan energi merah.

"Bagi hasil," kata Lin Fan

"Seperti kesepakatan." menyerahkan setengahnya pada Zhang Wei.

Zhang Wei menerima akar itu, menatap Lin Fan dengan rasa hormat yang mendalam.

"Kau bukan hanya jenius teori, Lin Fan. Kau adalah survivor sejati. Aku senang menjadi partnermu."

Mereka turun dari tebing melalui jalur memutar yang lebih aman, menghindari kawanan serigala. Saat mereka kembali ke gerbang akademi saat senja, Lin Fan merasa berat di sakunya. Bukan hanya akar, tapi juga keyakinan baru.

Ia telah membuktikan bahwa dengan otak dan sedikit kreativitas, keterbatasan level bisa diatasi.

Namun, saat mereka memasuki gerbang, Lin Fan merasakan tatapan dingin dari kejauhan. Di atas menara penjaga, sosok Li Tianhao berdiri, mengamati kepulangan mereka dengan ekspresi kecewa. Sabotasenya gagal. Lin Fan dan Zhang Wei kembali utuh, bahkan dengan hadiah misi di tangan.

"Kau beruntung kali ini, Lin Fan. Tapi keberuntungan tidak akan selamanya bersamamu."

Li Tianhao mengepalkan tinjunya hingga putih.

Lin Fan merasakan tatapan itu, tapi ia tidak menoleh. Ia hanya tersenyum tipis.

Keberuntungan? pikirnya. Tidak, Li Tianhao. Ini adalah perhitungan.

Malam itu, Lin Fan menjual Akar Darah Naganya ke toko alkemi akademi. Ia mendapatkan 25 Batu Spirit Menengah (ada bonus karena kualitas akarnya sangat baik).

Dengan uang itu, ia membeli:

10 Batu Spirit Menengah untuk diserap sebagai bahan bakar kultivasi.

5 Batu Spirit Menengah untuk membeli bahan baku pil.

Sisa 10 Batu Spirit disimpan sebagai dana darurat.

Di kamarnya, Lin Fan duduk bersila. Ia memegang sebuah Batu Spirit Menengah, merasakan energi murni mengalir ke telapak tangannya.

Waktunya naik level, pikirnya. Tahap Pembukaan Meridian Tingkat 3 menanti.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!