NovelToon NovelToon
Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Jiang Yuan—18 tahun, hidup terasing di Desa Daun Hijau. Ketika desanya dihancurkan oleh kelompok misterius dari Aula Jiwa, ia terpaksa melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya.

Di ambang kematian, Jiang Yuan diselamatkan oleh Wang Ning, seorang tetua kuat dari Sekte Bulan Kabut. Melihat bakat dalam dirinya, Wang Ning menjadikan Jiang Yuan sebagai murid dan membawanya memasuki dunia kultivasi.

Kini, Jiang Yuan harus bertahan di dunia yang kejam dan penuh bahaya, menempuh jalan menuju puncak kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Kembali ke Puncak Teratai

Beberapa hari setelah mereka meninggalkan Lautan Abadi, langit biru yang cerah akhirnya menyambut kedatangan dua sosok yang terbang di atas pedang masing-masing. Perjalanan panjang dari Provinsi Dahuang menuju Provinsi Changjin akhirnya hampir usai.

Feng Yun telah berpisah di persimpangan jalan, memilih untuk kembali ke Sekte Naga Biru.

Saat berpisah, wanita berambut ungu itu melambaikan tangan dengan senyuman manis, membuat Jiang Yuan sedikit canggung dan Ruan Mei sedikit cemberut.

"Suatu hari kita akan bertemu lagi, Adik Jiang!" seru Feng Yun dari kejauhan sebelum akhirnya menghilang di balik awan.

Dan kini, hanya Jiang Yuan dan Ruan Mei yang melanjutkan perjalanan. Mereka terbang berdampingan di atas pedang terbang masing-masing, melewati pegunungan dan lembah yang sudah mereka kenali. Keheningan di antara mereka terasa nyaman, tidak lagi canggung seperti beberapa hari sebelumnya.

Setelah terbang cukup lama, akhirnya mereka tiba di wilayah Sekte Bulan Kabut. Kabut tipis yang menjadi ciri khas sekte itu mulai menyelimuti sekitar, menciptakan suasana mistis yang sudah begitu akrab bagi mereka berdua.

Tanpa membuang waktu, mereka langsung menuju ke Puncak Teratai. Pedang terbang mereka melesat turun melewati gerbang utama, melintasi halaman-halaman luas tempat murid-murid lain sedang berlatih, dan akhirnya mendarat dengan lembut di depan bangunan kediaman Wang Ning.

Jiang Yuan dan Ruan Mei berhenti sejenak di depan pintu besar yang terbuat dari kayu giok merah.

Mereka saling bertatapan sejenak, lalu mengangguk sebagai isyarat bahwa mereka siap. Dengan langkah mantap, keduanya mendorong pintu dan melangkah masuk.

Di dalam, suasana kediaman terasa hangat dan nyaman. Wang Ning sudah duduk di kursi utamanya yang dilapisi sutra merah, menikmati makanan yang tersedia di atas meja. Sepiring buah-buahan segar dan sepoci teh harum terletak di hadapannya, mengepulkan uap tipis yang harum.

Gaun merahnya yang khas menutupi tubuhnya dengan sempurna, namun tetap memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya yang memikat. Rambut hitamnya yang panjang terurai lembut di bahu, sesekali bergoyang saat ia menggerakkan kepalanya.

"Kalian sudah kembali?" ucap Wang Ning, suaranya merdu namun mengandung nada otoritas yang khas.

Sepasang mata emasnya menatap Jiang Yuan dan Ruan Mei dengan penuh minat.

Ia menggerakkan tangannya yang lentik, memberi isyarat pada mereka.

"Kemarilah."

Jiang Yuan dan Ruan Mei sempat bertatapan sejenak, lalu keduanya melangkah mendekat dan duduk di kursi yang tersedia di dekat Wang Ning. Kursi-kursi itu empuk dan nyaman, terbuat dari kayu giok yang dilapisi bantal sutra.

Jiang Yuan menjadi orang pertama yang berbicara. Ia merapatkan kedua tangannya di depan dada sebagai isyarat hormat.

"Guru, aku berhasil mendapatkan apa yang Anda minta."

Wang Ning yang mendengarnya terlihat senang. Segaris senyuman tipis muncul di wajahnya yang cantik.

Ia sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan, membuat belahan gaunnya di bagian dada terekspos lebih dalam, memperlihatkan lekuk putih mulus yang menggoda.

"Hoo?" ucapnya, alisnya terangkat dengan rasa ingin tahu yang jelas.

Ruan Mei kemudian mengeluarkan sebuah kotak dari cincin penyimpanan miliknya. Kotak itu terbuat dari kayu hitam berkilau dengan ukiran naga yang rumit, memancarkan aura energi yang hangat. Dengan hati-hati, ia meletakkan kotak itu di atas meja di hadapan Wang Ning.

Wang Ning meraih kotak itu dengan gerakan anggun. Jari-jarinya yang lentik membuka kunci kecil di sisi kotak, lalu perlahan-lahan mengangkat tutupnya.

Di dalam, Tulang Phoenix Abadi terbaring dengan tenang. Tulang itu berwarna merah menyala seperti api yang membeku, memancarkan cahaya hangat yang menerangi wajah Wang Ning. Aura energi yang kuat terpancar dari artefak kuno itu, membuat udara di sekitarnya bergetar pelan.

Mata Wang Ning berkilauan. Ia mengamati Tulang Phoenix Abadi dengan saksama, jari-jarinya hampir menyentuh permukaannya sebelum ia menahan diri.

"Benar-benar Tulang Phoenix Abadi yang asli," gumamnya, suaranya penuh dengan kepuasan. "Tidak sia-sia kalian pergi ke pelelangan itu."

Ia menutup kembali kotak itu dengan hati-hati, lalu menatap Jiang Yuan dan Ruan Mei dengan ekspresi yang lebih lembut dari biasanya.

"Kalian berdua sudah bekerja keras. Aku berterima kasih untuk ini."

Ruan Mei menggelengkan kepalanya pelan, ekspresi wajahnya menunjukkan ketulusan.

"Aku tidak pantas menerima pujian itu, Wanita Suci," ucapnya, suaranya rendah. "Sebenarnya aku tidak melakukan apa pun. Semuanya dikerjakan oleh Jiang Yuan sendirian. Aku hanya menawar di pelelangan, itu pun dengan uang yang Wanita Suci berikan. Untuk pertarungan dan menghadapi musuh, semuanya adalah kerja keras Jiang Yuan."

Wanita itu menyadari bahwa dirinya tidak melakukan hal besar apapun dalam misi ini. Ia memang berhasil menawar Tulang Phoenix Abadi, tapi itu semua berkat uang dan token yang diberikan Wang Ning.

Sementara Jiang Yuan-lah yang menghadapi semua bahaya, yang bertarung melawan Keluarga Tang, yang menyelamatkan mereka dari kejaran musuh.

Ruan Mei merasa tidak pantas menerima pujian yang sama.

Wang Ning kemudian menoleh pada Jiang Yuan. Matanya yang emas menyelidik pemuda itu dengan saksama, seolah mencoba membaca apa yang terjadi di balik ekspresi tenangnya.

'Bocah ini pasti merencanakan sesuatu dari awal agar bisa selamat di pelelangan,' pikir Wang Ning dalam hati. 'Tapi ini sangat bagus. Dia berhasil kembali dengan selamat dan membawa Tulang Phoenix Abadi. Segel kesetiaan tetap utuh, dan dia semakin berguna bagiku.'

Kemudian, dari cincin penyimpanan Wang Ning, dua pil muncul di telapak tangannya. Pil-pil itu berwarna keperakan, berkilauan dengan cahaya samar di bawah sinar matahari yang masuk melalui jendela. Aroma herbal yang menenangkan menyebar di udara, membuat siapa pun yang menciumnya merasa segar dan bersemangat.

Masing-masing pil diserahkan pada Jiang Yuan dan Ruan Mei.

"Pil Perputaran Dou Qi," jelas Wang Ning. "Gunakan untuk kalian masing-masing. Anggap saja hadiah dariku atas keberhasilan misi ini."

Jiang Yuan dan Ruan Mei menerima pil itu dengan hormat, menganggukkan kepala sebagai tanda terima kasih.

Pil Perputaran Dou Qi adalah barang langka yang sangat berharga, mampu membantu seorang kultivator mempercepat siklus Dou Qi di dalam tubuh, memperkuat fondasi dan bahkan membuka jalan menuju ranah berikutnya.

Kemudian Wang Ning kembali menoleh pada Jiang Yuan. Matanya yang emas berkilauan dengan sesuatu yang tidak bisa diartikan dengan mudah.

"Ruan Mei, kau bisa pergi sekarang," ucapnya dengan nada santai namun jelas merupakan perintah. "Sedangkan Jiang Yuan... ada yang perlu kita bicarakan. Ikuti aku."

Wanita itu berdiri dengan gerakan anggun.

Rok panjangnya yang berwarna merah menyala mengalir lembut mengikuti gerakan tubuhnya, dan saat ia menepuk-nepuk roknya untuk merapikannya, sedikit bagian pahanya yang putih mulus tersingkap hingga ke bagian atas. Kulitnya yang seputih susu berkilauan di bawah cahaya yang masuk, menciptakan pemandangan yang sulit diabaikan.

Jiang Yuan hanya mengikutinya. Matanya tetap waspada, namun ia tidak menunjukkan ketakutan atau keraguan sedikit pun.

Di belakang mereka, Ruan Mei menatap punggung Jiang Yuan yang menghilang mengikuti Wang Ning. Ada sesuatu yang mengganggunya, sebuah perasaan yang sulit ia jelaskan. Namun ia hanya menggelengkan kepalanya, lalu berbalik dan meninggalkan kediaman.

Di dalam ruangan yang lebih dalam, Wang Ning berhenti di depan sebuah meja kecil yang berisi teko teh dan dua cangkir. Ia kembali duduk dengan anggun, lalu menunjuk kursi di depannya.

"Duduklah, Xiao Yuan."

Jiang Yuan duduk dengan hati-hati, menatap gurunya dengan tatapan tenang.

"Apa yang ingin Guru bicarakan?"

Wang Ning tersenyum, senyuman yang sama misteriusnya dengan biasanya. Jari-jarinya yang lentik bermain-main dengan pinggiran cangkir teh di hadapannya.

"Banyak hal, Xiao Yuan. Banyak hal."

Dan di luar, senja mulai turun di Puncak Teratai, menyelimuti sekte dalam kabut keemasan yang indah. Malam akan segera datang, dan dengan itu, misteri-misteri baru yang menunggu untuk diungkap.​

1
yayat
sungguh kuat mental jian
yayat
dapat bonus extra ni dari tetua ning
Cecilia: tinggal tunggu mainnya😋
total 1 replies
emg gw pikirin?
yh, ini mc ga naif, ga asal ambil harta, best deh
emg gw pikirin?
mc msi cool2 dsnii
emg gw pikirin?
suka dchhh sama mc gni
Gege
belom kunjung ada adegan kulit bertemu kulit dan bulu bertemu dengan bulu dalam adegan kultivasi ganda untuk meningkatkan kekuatan sang MC..💪😄🤣🤭
Cecilia: hampir ini🗿 dikit lagi, besok keknya
total 1 replies
Cecilia
besok ku up sampe bab 40
yayat
ditunggu
Cecilia
letsgooo, tungguin next bab gaes
Tsumuri Makabe
bagus, mc op, licik
Tsumuri Makabe
lesgooo jiang yuann
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
hmmm, awal yg bagus
asammanis
kurus dagingnya dikit
yayat
apa ni yg diminta ga mungkin minta nganu kn haha
Gege
di tunggu proses penyatuan yin yang dalam tajuk kultivasi ganda mempraktekkan isi kitab kamasutra 99 gerakan, guna memanen energi..🤣😄..makin banyak hareem makin kuwatt MC nyaaaah...💪
Cecilia: nantikan aja bab 39nya wkwk, bentar lagi🗿
total 1 replies
yayat
wah hal apa ni lanjut
Fajar Fathur rizky
gambar wang ning thor
Cecilia: ntar di bab 39 pas mereka nganu
total 1 replies
Zed Wara
13. Da da
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!